My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Klien Kiriman Rosa



Beberapa hari setelahnya, Cattleya Resort menjalani hari-hari yang tenang. Karena bukan peak season, tidak banyak pengunjung yang datang ke Cattleya Resort. Meyliana menggunakan periode ini untuk mengadakan pelatihan bagi semua pegawainya di ruang konferensi, sehingga membuat Cattleya Resort terasa semakin lenggang. Divisi VII setiap hari menerima 1 kasus kecil yang diselesaikan oleh Baladewa dengan mudah, membuat Rainy menganggukkan kepala dengan puas, berpikir bahwa mulai saat ini ia akan memiliki lebih banyak waktu untuk bermain. Batari mulai sibuk bersama Meyliana mempersiapkan Poliklinik, sedangkan Mr. Jack disibukkan dengan renovasi Café Éclair yang baru. Rainy menghabiskan waktu di ruang kelas spiritual bersama Guru Gilang, ditemani Arka dan Lara. Rainy sangat tertarik dengan pengetahuan yang dimiliki oleh Guru Gilang dan memutuskan bahwa ia akan menggunakan waktu santainya untuk belajar lebih banyak. Namun hari ini, sebelum ia sempat menyeret Arka untuk beranjak dari kantor menuju ke kelas spiritual, Natasha menghentikannya.


“Boss, Tante anda mengirimkan klien baru yang menuntut untuk bertemu hari ini juga.” ucap Natasha sambil mengulurkan Tab di tangannya kepada Rainy. Rainy menerima Tab tersebut sambil mengangkat sebelah alisnya.


“Lagi? Kartini adalah Klien yang dikirimkan olehnya kan?” Tanya Rainy. Natasha mengangguk.


“Benar, Boss.”


“Apakah sebaiknya aku merasa khawatir?” Tanya Rainy sambil mengerutkan keningnya. “Bagaimana kalau klien yang dikirimkannya kali ini juga sejenis dengan Kartini? itu akan sangat menyebalkan!”


“Apakah sebaiknya kita menolaknya?” Tanya Natasha.


“Apakah kau sudah memeriksa calon klien ini?” Ucap Rainy, balik bertanya.


“Sudah, Boss. Semua yang saya temukan sudah saya masukkan dalam datanya di file itu.” Natasha menunjuk ke arah file yang telah terbuka di layar tab. “Saya tidak menemukan sesuatu yang aneh, namun saya juga tidak bisa menemukan banyak hal. Klien ini tampaknya bukan sosok yang dikenal di lingkungan kelas atas.” Mendengar ini, Rainy memusatkan perhatiannya pada data klien yang tertulis pada filenya. Begitu ia melihat data dan foto klien, kening Rainy langsung berkerut dan sorot matanya berubah dingin.


“Aku kenal orang ini.” Ucap Rainy kemudian.


“Benarkah, boss?” Tanya Natasha. Rainy mengangguk. Tepat pada saat itu, Ivan memasuki ruangan dengan membawa snack box dari Eclair.


“Hey Cousin, ini kiriman dari Mr. Jack.” Ucap Ivan. Mata Rainy langsung bersinar penuh antisipasi. Ia mengulurkan tangannya pada Ivan, tak sabar ingin membuka kotak camilannya. Membuat Ivan tersenyum geli karena melihat tingkahnya ini. What a child! pikir Ivan. What a beautiful child. Menuruti keinginan Rainy, Ivan mengulurkan kotaknya langsung ke dalam pelukan tangan gadis itu. Sebagai gantinya, Rainy memindahkan tab di tangannya ke tangan Ivan.


“Yang paling cantik dan paling malang, nyonya Regina!” Ucap Ivan dengan nada menghina. “Siapa yang mengirimkan ia kesini?”


“Siapa lagi kalau bukan Gulu Rosa.” Ucap Rainy yang sedang memeriksa isi kotak camilannya. Wajahnya berseri-seri melihat beberapa Egg Tarts berukuran besar dan sepotong besar Tiramisu Cake memenuhi kotak camilannya.


“Apa yang dia inginkan?” Tanya Ivan. Ivan membaca data dalam file tersebut dengan serius, setelah itu ia bertanya pada Rainy. “Rain, apa kau sudah membaca ini?”


“Nope!” Rainy menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tak perduli. Ia sedang memegang sebuah Egg Tart di tangannya dan menggigitnya dengan nikmat. Natasha yang baru saja kembali dari pantry sambil membawakan sebuah piring kecil dan segelas teh, menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli melihat tingkah atasannya. “Bisakah kau membacakannya untukku?” Pinta Rainy pada Ivan.


“I can do it. Let see…” Ivan menyusuri data tersebut dengan matanya sampai ia menemukan yang di carinya, lalu ia membaca keras-keras. “Ia selalu dihantui oleh mimpi buruk yang sama. Dalam mimpinya ia melihat suaminya menangis karena menyesal tidak sempat meninggalkan wasiat untuk putra mereka, Tristan. Gara-gara itu suaminya mengaku tidak bisa kembali ke alam baka dan tertahan di rumah mereka. Lalu ada beberapa kesaksian baik dari dirinya, dari Tristan, maupun dari beberapa asisten rumah tangga yang mengaku melihat hantu Kakek Benyamin muncul di beberapa tempat di dalam rumah. Konon menurut kisah mereka, Kakek Benyamin menuntut agar ¼ warisan yang ditinggalkan oleh Kakek Benyamin di serahkan kepada Tristan.” Kata-kata Ivan membuat Rainy mengerutkan kening dengan heran.


“Apa  maksud Gulu mengirimkan mertua tirinya kemari? Apa ia anggap Divisi VII sebagai sebuah lelucon?” Tanya Rainy kesal.


Orang yang disebut Ivan sebagai ‘Yang paling cantik dan paling malang, nyonya Regina’ itu  tadinya adalah asisten pribadi ibu  mertua Rosa, Sofi. Regina dikenal sebagai pribadi yang lembut, penurut dan sangat feminin. Tutur katanya halus dan sikapnya selalu penuh hormat dan merendah, membuat Regina di masa lalu, sangat disayangi oleh sofi. Regina sangat pandai memuji dan mengambil hati orang lainnya dengan mulut manisnya dan Sofi sangat suka mendengar puja dan pujinya.  10 tahun setelah Rosa menikahi suaminya, Rano, Sofi meninggal dunia karena penyakit jantung. 1 bulan setelah kematian istrinya, Benyamin, mertua laki-laki Rosa, tertangkap basah sedang berada di atas ranjang bersama Regina. Seminggu kemudian Benyamin menikahi Regina secara siri. Saat itu Benyamin sudah berusia 65 tahun, sementara Regina berusia 26 tahun, sementara anak Benyamin yang paling muda sudah berusia 34 tahun. Bisa dibayangkan bagaimana muramnya suasana keluarga Benyamin saat itu karena bukan saja ayah mereka yang sudah tua tertangkap basah di atas ranjang dengan wanita lain sebelum 40 hari kematian istrinya, wanita itu berusia 8 tahun lebih muda dari anak bungsunya. Pasti terasa sangat memalukan bagi anak-anak Benyamin.


Mereka kemudian menikah selama 15 tahun dan dikaruniai seorang putra yang saat ini sudah berusia 15 tahun, yang diberi nama Tristan. Selama pernikahan siri mereka itu, Benyamin tampaknya tidak pernah memiliki niat untuk mengesahkan pernikahan mereka ke pengadilan agama, sehingga sampai saat kematian Benyamin tepat 1 tahun yang lalu, status Tristan dalam akte kelahirannya adalah anak tanpa ayah.  Benyamin meninggal dunia karena penyakit jantung di usia 80 tahun. Benyamin sendiri memiliki 3 anak laki-laki dari pernikahan sahnya dengan Sofi, sehingga seluruh harta warisannya jatuh ke tangan ketiga putra sofi tersebut. Tentu Regina tidak rela. Ia sudah menghabiskan masa mudanya untuk menjadi mainan seorang kakek, berharap ia akan memperoleh masa depan yang terjamin seumur hidupnya. Siapa sangka suami tua bangkanya sangat kejam. Bukan hanya tidak meninggalkan apapun untuknya, Benyamin bahkan tidak mengakui  hak-hak Tristan. Mudah ditebak bahwa saat ini, yang paling cantik dan paling malang, nyonya Regina, sedang mencoba memainkan drama untuk memenangkan hak waris bagi Tristan.


Copyright @FreyaCesare