My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Upaya Pemerasan



Mereka menghabiskan 10 menit yang panjang dalam posisi itu sebelum Rainy akhirnya teringat alasan mengapa ia membangunkan Raka. Begitu mendengar cerita Rainy mengenai apa yang terjadi, Raka langsung menghubungi Meyliana. Setelah berbicara dengan wanita itu di telepon selama beberapa menit, Raka menutup telepon, merapikan pakaiannya, menangkap wajah Rainy dengan kedua tangannya lalu memberinya kecupan singkat yang penuh gairah, kemudian segera keluar dari paviliun; meninggalkan Rainy yang linglung akibat ciumannya. Ketika akhirnya Rainy keluar dari kamar Raka dengan wajah merah merona beberapa menit kemudian, paviliun tersebut sudah kosong tak berpenghuni. Raka pasti membawa Natasha bersamanya.


Rainy berjalan memasuki paviliunnya sendiri dan setelah melepaskan pakaiannya, ia langsung masuk kamar mandi untuk mandi. Ketika berdiri di bawah shower, Rainy yang larut dalam pemikirannya sendiri, lupa untuk menghidupkan showernya. Ia memegang kedua pipinya yang masih terasa panas. Ini tidak benar! Rainy tidak mengerti mengapa belakangan ini Raka memiliki kemampuan untuk membuatnya linglung. Saat Rainy masih sekolah dahulu, Raka juga pernah menciumnya dan ciuman tersebut membuat wajahnya terasa panas karena malu dan kehilangan kemampuan berpikir selama beberapa waktu. Namun tidak begini. Tidak pernah seperti ini! Dulu ciuman Raka lembut dan membuai, membuatnya merasa nyaman dan bahagia. Ciuman Raka yang sekarang masih membuatnya merasa bahagia, namun daripada rasa nyaman, Rainy dihinggapi oleh rasa… hmmm… Rainy merasa kesulitan untuk menemukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan perasaannya. Ini seperti rasa terbakar yang membuatnya tidak mampu menahan diri untuk menginginkan lebih banyak lagi. Dan keinginan tersebut nyaris membuatnya merasa gila. Ini adalah efek dari ciuman Raka pada tubuhnya. Setiap ciuman yang diberikan Raka menghasilkan perasaan menuntut yang lebih dari yang dihasilkan oleh ciuman sebelumnya. Mengapa begitu? Apakah ini bedanya perasaan yang dimiliki remaja dan orang dewasa? Dahulu Rainy pernah mendengar kata-kata dalam sebuah film seperti ini,


“Karena mereka saling mencintai saat masih berusia 16 tahun, jadi itu pasti cinta sejati. Karena hanya cinta sejati yang dipenuhi kasih sayang namun tidak dikotori oleh nafsu.” Well, apakah itu berarti yang Rainy rasakan tadi adalah nafsu? Rainy menepuk kedua pipinya dengan panik. Setelah itu ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Wajahnya memerah sampai ke telinga. Ya ampun! Betapa memalukannya! Rainy berjanji mulai hari ini akan menghindar dari berduaan saja dengan Raka, agar Raka tidak pernah tahu perasaan memalukan yang dimilikinya setiap kali berdua saja dengan pria itu. Dengan perasaan galau, Rainy memutar keran shower tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah posisi keran sudah benar sehingga bisa mengalirkan air hangat.  Akibatnya tubuh telanjangnya diguyur oleh air yang nyaris sedingin es, membuat Rainy memekik karena terkejut.


***


Rainy menghabiskan sisa harinya dengan menemani kedua orangtuanya dan kedua orangtua Raka. Berhubung Raka sibuk bekerja, Rainy memutuskan untuk menggantikan Raka menemani Aditya dan Rini. Untungnya Aditya dan Rini sama sekali tidak keberatan karena mereka sangat menyukai calon menantu mereka. Setelah bermain seharian, menjelang senja barulah mereka pulang ke Paviliun untuk beristirahat. Setelah mengantarkan kedua pasang orangtua tersebut, Rainy menuju ke kantor untuk menemui timnya. Saat memasuki ruangan, Rainy melihat Raka, Meyliana, Natasha dan Arka sedang mengadakan pertemuan di meja rapat. Melihat Rainy memasuki ruangan, mereka langsung bangkit dari kursi. Rainy mengangguk dan menyuruh mereka untuk kembali duduk. Ia kemudian menduduki kursinya yang biasa dan bertanya,


“Tante Meyliana. Maaf saya baru bisa menemui tante sekarang.” Sapa Rainy. Meyliana tersenyum dan menggeleng.


“Tidak apa-apa, Boss. Saya yang harus minta maaf karena mengganggu waktu liburan Boss.” Jawab Meyliana.  Rainy mengangguk.


“Saya sudah mengetahui sedikit garis besar masalah yang terjadi hari ini. Jadi adakah yang bisa menceritakan pada saya dengan lebih detail?” Tanya Rainy.  Meyliana mengulurkan file yang ada dalam tangannya ke hadapan Rainy. Di halaman paling depan file tersebut berisi foto pria yang membuat keributan tadi pagi itu, Arif Januar.


“Dia adalah putra tunggal ibu Nurmala, tamu yang meninggal dunia di paviliun No.5, dua minggu yang lalu.” Ucap Meyliana.


“Emm. Sejauh ini Natasha sudah menjelaskannya pada saya. Tante sudah berbicara dengannya kan?” Tanya Rainy. Meyliana mengangguk.


“Apakah dia sudah memberitahu apa yang ia inginkan?” Tanya Rainy.


“Dia menginginkan santunan dari Resort atas kematian ibunya.” Jawab Meyliana. Rainy mengangkat alisnya.


“Bukankah kematian ibunya dinyatakan sebagai kematian yang alamiah dan tidak diakibatkan oleh kelalaian siapapun?” Tanya Rainy.


“Benar. Itu adalah kesimpulan yang dibuat Polisi setelah melakukan otopsi.” Jawab Meyliana.


“Menurutnya, sejak ibunya memilih untuk memasuki Resort ini, maka sejak itu ibunya adalah tanggung jawab Cattleya Resort. Karena Ibunya meninggal dunia saat sedang berada dalam perlindungan Cattleya Resort, walaupun Cattleya Resort bukan penyebab dari kematian Ibunya, namun dia menganggap itu adalah kesalahan Cattleya Resort mengapa menerima pasien kronis menginap sendirian di paviliun yang jauh dari tamu lainnya. Seandainya Cattleya Resort mau bersikap lebih hati-hati dan memeriksa dengan lebih teliti kondisi tamu-tamunya sebelum check in, ibunya tidak akan punya kesempatan untuk tinggal disini dan harus segera kembali ke hospicenya, dimana ia lebih memiliki kesempatan untuk hidup saat kondisinya kembali mengalami penurunan. Namun bukan saja Cattleya Resort menerima pasien kronis, Cattleya resort juga menempatkan ibunya ke sebuah paviliun yang membuat ibunya terisolasi dari tamu-tamu lainnya, sehingga tidak ada yang bisa menolong ketika sesuatu terjadi. Ia menuduh Cattleya Resort telah melakukan kelalaian yang


 menyebabkan kematian ibunya.”


“Argumentasi itu tidak dapat dijadikan alasan untuk menuntut Cattleya Resort.” Komentar Rainy.


“Benar. Dia juga tahu hal itu. Tapi yang diinginkannya bukan menuntut secara hukum, namun ia ingin menggunakan kematian ibunya untuk memeras sejumlah uang tutup mulut mengenai kematian ibunya yang terjadi di dalam Cattleya Resort. Apabila kita tidak bersedia membayarnya, ia akan menyebar luaskan  mengenai kasus kematian itu di media massa sehingga calon tamu-tamu kita akan tidak akan ada yang berani datang.”


Rainy menoleh pada Raka,


"Bagaimana menurut pendapatmu?"


"Sebaiknya kita tidak memberikan kompensasi apapun padanya. Kita tidak akan bekerja sama dengan pelanggar hukum." sahut Raka.


"Tapi apabila ia melakukan ancamannya, maka akan menjadi publisitas yang buruk bagi Cattleya Resort." debat Meyliana.


"Seseorang telah meninggal dunia di resort ini, itu adalah fakta yang tidak bisa ditutupi. It's not our fault. It's just bad luck. Menutupi fakta ini hanya akan mengundang anjing gila datang mendekat." jawab Raka.


"Tapi kita sudah terlanjur melakukannya. Akan terlihat aneh apabila kejadian ini baru kita publikasikan sekarang." bantah Meyliana. "Apa yang harus kita lakukan, Boss?"


Rainy menunduk. Matanya memandang ke arah permukaan meja kayu di hadapannya, namun otaknya tidak meregistrasi apa yang dilihatnya, karena terlalu sibuk berputar untuk mencari jalan keluar.


"Hei, cewek bego." sebuah suara membangunkan Rainy dari kegiatam processing data dalam pikirannya. Rainy mengangkat kepalanya. Lalu tak lama kemudian matanya berkilat dengan kejahilan dan sebelah sudut bibirnya terangkat naik, menyebarkan aura berbahaya. Anggota timnya memandang senyum tersebut dengan ngeri. Di dalam pemikiran mereka telah tertanam dengan kuat pengetahuan bahwa setiap kali boss tersenyum maka seseorang pasti akan celaka.


Copyright @FreyaCesare