
Sore itu, setelah beristirahat sejenak, Rainy dan Raka menemui Guru Gilang di kelas spiritual. Saat itu Guru Gilang baru selesai memberikan pelatihan spiritual pada Baladewa. Saat melihat Rainy, Baladewa langsung mengerumuninya untuk menanyakan keadaannya. Sebelumnya mereka semua mengantar Rainy ke Rumah Sakit, namun setelah diberitahu bahwa Rainy baik-baik saja, mereka kembali ke resort tanpa menunggu Rainy keluar dari Rumah Sakit. Lalu setelah Rainy kembali ke Resort, mereka semua ingin menjenguk Rainy, namun tidak diberi ijin oleh Lara karena khawatir akan mengganggu istirahat Rainy. Siapa sangka, yang mereka kira sedang beristirahat karena shock akibat bencana yang menimpanya tadi pagi, malah sudah kembali melenggang santai menuju ruang kelas spiritual. Kalau saja bukan karena Arka yang saat ini sedang jadi tahanan di poliklinik, mereka mungkin berpikir bahwa kejadian tadi pagi hanyalah sebuah mimpi. Rainy menjawab pertanyaan-pertanyaan antusias mereka dengan tenang. Butuh waktu 10 menit barulah Baladewa melepaskan Rainy dan Raka. Mereka berdua memasuki ruang kelas dengan disambut oleh senyum Guru Gilang.
“Kenapa kau kemari? Bukannya harusnya sekarang kau beristirahat?” Tanya Guru Gilang.
“Saya merasa cemas jadi sulit untuk beristirahat.” sahut Rainy jujur.
“Raka, tidakkah seharusnya kau membujuknya untuk istirahat?” Tegur Guru Gilang pada Raka. Yang ditanya hanya bisa tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya.
“Bila Rainy sudah memutuskan, tidak ada yang bisa menghentikannya, Guru. Bahkan saya sekalipun.” Ucap Raka berkilah.
“Gadis nakal, kau tidak suka mendengarkan kata-kata orang lain?” Tegur Guru Gilang.
“Saya kan selalu mendengarkan kata-kata Guru!” Bantah Rainy, membuat Guru Gilang tersenyum geli.
“Baiklah. Apa yang ingin kau tanyakan padaku?” Tanya Guru Gilang. mendengar ini membuat Rainy dan Raka tersenyum. Guru Gilang bukan orang yang suka berbasa-basi. Mereka sangat menyukai sikap seperti ini.
”Saya ingin menjadi lebih kuat, Guru. Sangat kuat hingga mampu melindungi diri sendiri dan melindungi orang-orang di sekitar saya dari gangguan iblis. Lebih kuat agar kejadian tadi pagi tidak terulang lagi.” Ucap Rainy tenang. Di sebelahnya, Raka mengangguk.
“Saya juga sama, Guru.” Ucap Raka. Guru Gilang memandang mereka dalam diam sesaat sebelum berkata,
“Apakah kejadian hari ini menakutimu?”
Keduanya memberikan respon yang berbeda. Rainy menggeleng, tapi Raka mengangguk.
“Daripada takut, saya lebih diliputi oleh rasa marah, Guru. Marah karena merasa tidak berdaya melakukan apapun untuk melindungi diri. Perasaan tidak berdaya ini sangat tidak menyenangkan.” Ucap Rainy. Rainy seorang petarung. Guru Gilang menyadari itu. Gadis itu tidak merasa terganggu oleh rasa takut. Ia hanya tidak menyukai perasaan tidak mampu. Guru Gilang kemudian menoleh kepada Raka dan bertanya,
“Bagaimana dengan kau, Raka? Apa yang kau takuti?”
Bagi indigo, kemampuan spiritual adalah sesuatu yang alamiah, yang dibawa dari dalam kandungan. Kemampuan ini berkembang dengan bertambahnya usia. Ada yang muncul begitu saja, ada yang memerlukan pencetus untuk muncul kepermukaan, namun ada yang bersifat laten, hingga membutuhkan dorongan terlebih dahulu sebelum bisa muncul. Rainy dan Raka adalah orang-orang dengan bakat alami yang muncul tanpa perlu dorongan apapun. Namun Arka adalah contoh dari kemampuan bersifat laten yang muncul kepermukaan setelah kemampuan visualnya dibuka oleh Rainy. Setelah muncul, diperlukan usaha untuk mengembangkan kemampuan ini, sebab bila tidak dikembangkan, bukan saja kemampuan ini menjadi terlalu lemah, yang seringkali terjadi adalah kemampuan ini justru menjadi bencana bagi yang memilikinya. Well, siapa yang suka melihat mahluk tak kasat mata dalam tampilan yang mengerikan? Atau siapa yang mau merasakan emosi orang lain setiap kali ia berada di dekat pemilik emosi tersebut? Tanpa latihan, kejadian ini akan menjadi tidak terkontrol dan menyebabkan masalah kejiwaan pada pemiliknya. Hanya dengan latihan, pemiliknya bisa berlatih untuk mengendalikan kapan ia mau melihat atau kapan ia mau merasakan. Latihan juga membuat kemampuan pemiliknya bisa berkembang. itulah sebabnya sejak kecil Rainy dan Raka digembleng dengan keras.
Kemampuan Spiritual memerlukan energi spiritual untuk bisa berkembang. Energi spiritual adalah hasil dari pengolahan energi dari alam di dalam kundalini, yang terletak beberapa jari di bawah pusar. Energi spiritual ini kemudian dikerahkan ke seluruh tubuh dan menjadi sumber daya untuk meningkatkan kemampuan spiritual. Sayangnya tidak mudah untuk memngumpulkan energi alam yang murni. Energi alam yang menyebar disekitar kita terlalu lemah dan terbatas sehingga dibutuhkan waktu yang sangat panjang untuk membuatnya berguna untuk meningkatkan jumlah energi spiritual dalam tubuh. Padahal beberapa kemampuan spiritual memerlukan energi spiritual sebagai bahan bakar untuk bisa bekerja dengan baik. Contohnya Hellfire yang dimiliki Rainy. Tanpa energi spiritual yang memadai, Hellfire tidak akan bisa menjadi kuat. Lalu bila digunakan secara berlebihan akan menyebabkan Rainy kehilangan kesadaran akibat kehabisan energi spiritual. Pendeknya, Bumi bukanlah tempat yang mendukung kemampuan spiritual untuk berkembang. Itulah sebabnya indigo adalah fenomena yang langka.
Saat ini, Guru Gilang sedang memeriksa jumlah energi spiritual yang telah terkumpul dalam tubuh Rainy dan Raka hanya dengan melihatnya saja. Setelah ia melakukan pemeriksaan, Guru Gilang menggelengkan kepalanya.
“Sudah kuduga, walaupun kalian sudah berlatih dengan keras, tidak banyak peningkatan yang terjadi pada jumlah energi spiritual kalian. Kalau sudah begini dibutuhkan waktu sangat lama untuk bisa membuat Hellfire berkembang.” Ucap Guru Gilang dengan pasrah.
“Apakah ada cara lain, Guru?”Tanya Rainy. Guru Gilang kemudian terdiam. Ia menatap Rainy dengan ragu-ragu. Lalu beliau berkata,
“Ada sebuah tempat dimana energi alamnya masih begitu murni dan berlimpah. Bila kalian berlatih disana, dijamin kemampuan kalian akan berlipat ganda dalam jangka waktu 10 tahun saja.“
“10 tahun? Apa tidak ada yang lebih cepat, Guru?”Tanya Rainy tak puas. Ia merasa tidak memiliki 10 tahun untuk disia-siakan. Ia membutuhkan energi spiritual yang banyak saat ini juga!
“Dalam meningkatkan kemampuan spiritual, kesabaran adalah kunci utama. Tanpa kesabaran, kekuatanmu akan menjadi tidak stabil dan lemah.” Beritahu Guru Gilang.
“Tapi Guru, mahluk-mahluk itu tidak mau menunggu 10 tahun.” Keluh Rainy.
“Walaupun mereka tidak mau menunggu, kau tetap terpaksa menunggu karena tubuh manusia memiliki batas jumlah energi spiritual yang bisa diserapnya dalam setiap kali penyerapan. Harus dilakukan dengan perlahan. Bila terlalu cepat, maka menjadi tidak stabil dan dapat menimbukan.” Ucap Guru Gilang menjelaskan.
“Baiklah. Saya akan mendengarkan kata-kata Guru.” Sahut Rainy dengan hormat.
“Guru, tempat yang Guru maksud itu ada dimana?” Tanya Raka.