
"Jadi Datuk datang kemari untuk mengawasiku dan Arka?" tanya Rainy. Kata-katanya lagi-lagi dihadiahi pukulan di kepala oleh Datuk Sanja.
"Mengawasi? Bisa tidak kau memilih kata-kata yang lebih enak didengar? Aku datang untuk menjaga kalian! Lagipula kau membutuhkan latihan untuk menguatkan rohmu agar roh Arka yang ada padamu bisa kembali ke tubuh Arka." protes Datuk Sanja. "Selain itu aku khawatir kalian akan lahir dalam keluarga Lauri. Dasar kau bernasib buruk, sesuai dugaanku, kau beneran lahir dalam keluarga ini. Lalu sudah bagus Arka lahir dalam keluarga lain, kenapa pada akhirnya ia masih masuk ke dalam keluarga ini juga? Sungguh nasib yang buruk." ucap Datuk Sanja sambil menghela nafas panjang.
Sambil mengusap kepalanya yang sakit Rainy memandang Datuk Sanja dengan penuh dendam. Orangtua ini tidak merasa perlu mengurangi kekuatan tangannya ketika memukul kepala Rainy hingga membuat kepala Rainy terasa sangat sakit. Rainy menarik nafas panjang.
"Itu namanya takdir, Datuk." komentar Rainy dengan nada datar.
"Untuk orang yang tidak pernah memuja Allah, kau masih percaya pada takdir juga?" ejek Datuk Sanja. Kata-katanya membuat Rainy menyipitkan matanya dengan kesal.
"Saya memang tidak pernah beribadah tapi bukan berarti saya tidak percaya pada Allah!" protes Rainy keras.
"Baguslah kalau kau tahu diri." sahut Datuk Sanja, meniru nada datar yang biasa digunakan Rainy.
Datuk bisa mencapai bumi ini, apakah itu berarti Datuk mewarisi kemampuan Terry?" tanya Rainy kemudian.
"Aku bukan hanya mewarisi kemampuannya, levelku juga jauh lebih tinggi darinya. Berbekal pengalaman yang ditulis Terry di dalam jurnal, aku mewarisi semua teknik yang dimilikinya dan meningkatkannya dengan menggunakan hasil dari penemuanku sendiri." Sahut Datuk Sanja dengan jumawa.
'Sombong!' cela Rainy dalam hati.
"Tapi kemarin saya lihat Datuk menggunakan elemen api dan es. Apakah Datuk juga memiliki beberapa kemampuan di 2 grup kemampuan yang berbeda?" tanya Rainy lagi. Datuk Sanja menggeleng.
"Waktu adalah elemen alam yang langka, setara dengan ruang, light , shadow dan hellfire. Karena sangat langkanya, tak banyak orang tahu bahwa kelima elemen ini ada." sahut Datuk Sanja.
"Ah. Lalu kapan Datuk sampai disini?" tanya Rainy lagi.
"150 tahun yang lalu." sahut Datuk Sanja.
"Eh? Mengapa begitu lama?" tanya Rainy dengan terkejut.
"Karena aku berpikir untuk menyiapkan semua bantuan yang akan kau perlukan untuk menghadapi iblis." Sahut Datuk Sanja.
"Menyiapkan semua bantuan?" tanya Rainy.
Datuk Sanja mengibaskan kedua tangannya dan seketika pemandangan dalam gerbang Ungu kembali berubah. Sekarang di hadapan Rainy terpampang pemandangan alam yang tadi dilihatnya dari atas jembatan yang berada di depan klinik.
"Iempat ini merupakan warisan yang ditinggalkam istriku ketika dia meninggal. Istriku adalah space master. Ia memiliki kemampuan menciptakan ruang dengan menggunakan ruang kosong yang ada dalam void dan menempatkan ruang tersebut ke dalam suatu benda. Space master lain biasanya hanya mampu menciptakan sebuah tempat penyimpanan ekstra, namun istriku mampu menciptakan sebuah dunia yang bisa menampung mahluk hidup. Dunia kecil ini adalah karya terakhirnya." Cerita Datuk Sanja. Lagi-lagi Rainy terpana. Yang benar saja? Kemampuan untuk menciptakan dunia? What a cheat!
"Saat Kana dan si kembar tinggal disini, di tempat ini hanya ada mereka dan beberapa pelayan. Namun saat aku sampai disini, sedikit demi sedikit aku mengumpulkan keturunan Lauri yang menolak untuk patuh pada iblis dan membawa mereka kemari sebelum ulang tahun mereka yang ke 24 tiba. Lama-kelamaan tempat ini jadi dipenuhi oleh banyak orang seperti sekarang." lanjut Datuk Sanja.
"Jadi semua orang disini adalah keturunan Lauri?" Tanya Rainy dengan ternganga. Datuk Sanja mengangguk.
"Berapa orang yang sudah Datuk kumpulkan?" tanya Rainy lagi.
"Dalam 150 tahun mungkin sekitar 80 orang? Entahlah. Hanya mengumpulkan 10 orang pertama. Sisanya anak-anak itu yang membawa lainnya kemari." Sahut Datuk Sanja.
"Hanya segitu?"
"Tidak mudah menemukan seseorang yang bersih dalam keluargamu. Mayoritas sangat suka menjadi hamba iblis." ucap Datuk Sanja menjelaskan. "Sebagian lagi menolak untuk berpisah dengan dunia luar."
"Jadi setelah 150 tahun, berapa banyak jumlah penduduk dunia kecil Datuk ini?" Tanya Rainy.
"80 orang." jawab Datuk Sanja.
"Eh? Apakah mereka tidak berkembang biak?" heran Rainy.
"Kenapa begitu?"
"Karena untuk bisa membebaskan diri sepenuhnya dari kekangan iblis, kita harus berkultivasi sehingga kemampuan kita meningkat hingga mampu mengalahkan iblis. Selama tujuan itu belum tercapai, aku meminta semua orang untuk fokus pada kultivasi terlebih dahulu. Nanti setelah tujuan kita terpenuhi, semua orang bisa bebas memulai kehidupannya tanpa gangguan iblis. Bukankah itu menyenangkan?" tanya Datuk Sanja sambil tersenyum.
"Sebentaaaaar. Datuk menculik 80 orang selama 150 tahun. Saat ini jumlah warga disini hanya 80 orang."
"82 bila dihitung dengan aku dan Ungu." sahut Datuk Sanja.
"Apakah itu berarti selama 150 tahun tidak ada satupun yang meninggal dunia?" Tanya Rainy lagi. Dwtuk Sanja menganggukkan kepalanya.
"Kami adalah kultivator. Begitu mencapai tingkat tertentu, bukan saja kami tidak akan menua dan panjang umur, namun tubuh kami akan kembali ke usia yang kami inginkan." Sahut Datuk Sanja.
"Pantas saja Datuk tidak terlihat mirip seorang Datuk."
"Benarkah? Menurutmu berapa usiaku apabila dinilai dari wajahku?"
"40 tahun."
"Hahahaha! Usia yang bagus. Apakah sebaiknya aku membuat diriku terlihat seperti 30 tahun?"
"Berapa usia Datuk sesungguhnya?"
"500 tahun."
"Haaaah?"
"Bukankah aku sudah bilang di duniaku, kami bisa mencapai usia 1000 tahun."
"Karena semua orang kultivator?" tanya Rqiny. Datuk Sanja mengangguk. Rainy terdiam sesaat, berusaha keras memproses data yang baru diterimanya ini. Berapa banyak kejutan yang diterimanya hari ini? Rainy merasa ingin muntah karena overloading.
"Itu berarti semua orang yang ada di tempat ini adalah senior saya?" tanya Rainy lagi. Datuk Sanja mengangguk.
"Yang termuda, Fahri. Ia adalah adik bungsu Jaya Bataguh."
"Hah? Adik bungsu Niwe? Mengapa tidak pernah ada yang menceritakan bahwa banyak sekali anggota keluarga yang menghilang tanpa jejak dalam 150 tahun?"
"Para kepala keluarga sepakat untuk merahasiakannya. Dalam setiap generasi, hanya para kepala keluarga yang menurutku layak mengetahui rahasia inilah, yang kami beritahu."
"Para kepala keluarga tahu?"
"Tentu saja. Sebagian besar dari anak-anak yang ada disini dikirim oleh kepala keluarga dari masa mereka, untuk dipindahkan kemari sehingga terbebas dari jangkauan iblis." cerita Datuk Sanja.
"Berarti Niwe juga tahu?"
"Bukan hanya Niwemu. Papamu juga tahu." sahut Datuk Sanja. "Dulu Gilang pernah mencoba merekrut papamu. Tapi beliau tidak bersedia meninggalkan mama dan niwemu. Untunglah Ardi menolak. Kalau tidak kau belum akan lahir sekarang dan penantianku akan semakin lama lagi."
"Kalau begitu Guru Gilang dan Lara juga merupakan leluhur saya?" tanya Rainy.
"Lara dan saudara laki-lakinya bergabung pada tahun 1900. Gilang menyusul 10 tahun kemudian setelah istrinya meninggal dunia."
"1900?" itu membuat Lara berusia diatas 140 tahun? Kepala Rainy langsung pening ketika teringat bahwa ia telah memperlakukan leluhurnya yang sudah berusia 140 tahun seperti adiknya.
Ya Tuhan, ini semua hanya mimpi kan? Rainy hampir yakin bahwa sebentar lagi ia akan terbangun dan menemukan dirinya berada di atas tempat tidur di rumahnya sendiri. Sungguh tidak masuk akal!