My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Alasan Keberadaan Divisi VII



“Mana ada orang tidur sampai tujuh hari?” Protes Ratna.


“Tante, Rainy sudah di periksa oleh Dokter dan beliau tidak menemukan ada yang salah dalam tubuh Rainy. Tapi Guru Gilang menjelaskan bahwa Rainy saat itu telah kehabisan energi spiritualnya, sehingga untuk mengumpulkannya kembali, satu-satunya cara yang bisa Rainy lakukan adalah beristirahat. Tapi ini tidak akan membahayakan jiwanya, dan hanya membuatnya tertidur dalam waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan waktu tidur yang normal.” Ucap Raka, mencoba membantu menjelaskan.


“Ma, sebagai kepala keluarga, Rainy memiliki tanggung jawab untuk melindungi keluarga Rainy dan meneruskan warisan Kakek.” Beritahu Rainy pada ibunya.


“Bukankah kau sudah menyerahkan semua warisanmu pada tantemu!” tolak Ratna.


“Rainy masih punya Divisi VII untuk dikelola.” Bantah Rainy.


“Hah! Aku sungguh tidak mengerti mengapa nenekmu mempertahankan Divisi VII. Kalau dulu mungkin karena Divisi VII bisa digunakan untuk mempertahankan kekayaan dan kekuasaan keluarga. Tapi dengan bantuan Raka, kau sudah berhasil melipatgandakan kekayaanmu. Dengan itu saja, kekayaanmu tidak akan habis walaupun kau memutuskan hanya duduk ongkang-ongkang kaki seumur hidupmu. Lalu kekuasaan, Mama tidak melihat kau membutuhkannya! Semua perusahaan yang kau miliki tidak tumbuh besar dengan bantuan koneksi. Jadi untuk apa kau mempertahankan semua ini?” Protes Ratna lagi.


“Mama salah. Mungkin sepertinya Raka menjalankan properti milik Rainy hanya dengan kemampuan perusahaan sendiri dan tanpa campur tangan pihak lain. Tapi Mama tidak tahu, justru tanpa koneksi, akan banyak orang yang berusaha campur tangan pada sebuah perusahaan; baik untuk menghancurkannya sebelum usaha tersebut dimulai atau setidaknya berusaha mengambil keuntungan bahkan sebelum perusahaan tersebut berdiri dengan tegak. Akibatnya jangankan kekayaan, Rainy mungkin telah berkali-kali mengalami kebangkrutan karena keserakahan orang lain.” Ucap Rainy. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Ratna dengan tegas. Nada suara tenang dan penuh percaya diri, membuat yang mendengarnya sulit untuk tidak mempercayai kata-katanya.


“Menyuap dan diperas adalah hal yang biasa terjadi dalam dunia usaha. Menyuap untuk mudah memperoleh apa yang diinginkan dan diperas sebelum bisa mendapatkan hasil yang diinginkan; ini adalah hal yang sangat umum terjadi. Raka bukan orang yang bersedia menyuap untuk bisa memperoleh pekerjaan, kemudahan dan keuntungan. Ia juga tidak sudi diperas hanya untuk bisa melancarkan jalannya usaha. Karena Raka yang seperti itu, maka Rainy harus memiliki kekuasaan yang membuat orang lain berpikir 10x lipat untuk mencoba menarik keuntungan dari Rainy dan Raka.” Rainy menatap Raka dan tersenyum penuh kebanggaan padanya. Rainy sangat bangga pada Raka yang lurus dan selalu amanah. Ia adalah contoh pria terbaik untuk dicintai dan dijadikan seorang suami.


“Koneksi yang Divisi VII ciptakan adalah sumber dari kekuasaan Rainy. Koneksi ini adalah alasan mengapa seluruh properti yang Raka kelola, termasuk juga Jaya Enterprise; sampai hari ini, masih berdiri tegak di dunia bisnis tanpa gangguan.” Rainy terdiam sesaat, untuk menekankan maksud ucapannya.


“Karena setiap kali ada orang yang ingin mencelakakan kami, maka pasti ada orang yang menegur dan menghalangi mereka. Sebagian merasa sangat berterimakasih karena telah memperoleh pertolongan kami. Sebagian terlalu malu untuk mencoba mengambil keuntungan dari orang yang telah menyelamatkan nyawanya atau anggota keluarganya. Sebagian lagi terlalu takut bahwa mereka akan memperoleh balasan yang lebih kejam dari kami bila berani menyakiti kami. Semua ini adalah kekuasaan yang bersumber dari Divisi VII. Ini adalah alasan mengapa Niwe mempertahankan Divisi VII. Dan ini juga adalah alasan mengapa Divisi VII harus tetap berdiri.” Rainy menatap ibunya lurus-lurus dan melanjutkan pidatonya.


Pidato Rainy itu adalah penjelasan yang panjang dan lebar, namun juga yang paling mendalam. Semua orang dalam ruangan tersebut terdiam. Kepala mereka sibuk memproses isi kata-kata Rainy melalui sudut pandang mereka masing-masing.


Ardi tersenyum bangga dan berkata dalam hati bahwa putrinya telah dewasa. Rainy telah memahami maknanya melindungi, menjaga dan mencintai. Tadinya Ardi merasa khawatir akan keputusan ayahnya untuk menyerahkan tampuk pimpinan keluarga kepada Rainy, bahkan walaupun hal itu merupakan perintah dari Lilith. Dimatanya Rainy masih terlalu muda, terlalu manja dan terlalu keras kepala. Ia sangat bersyukur atas keberadaan Raka dalam hidup Rainy namun tak urung merasa khawatir bila suatu saat Raka menyakiti putrinya, Rainy akan kehilangan satu-satunya pilar pendukungnya. Namun ternyata Rainy memiliki pilarnya sendiri. Dan Ardi yakin, bersama berjalannya waktu, kebijaksanaan Rainy akan terus bertambah dan ia akan menjadi pribadi yang sangat kuat, melebihi mereka semua yang ada dalam ruangan ini.


Di sebelah Ardi, Ratna tercenung. ‘Bayi mungilku, kemana ia menghilang?’ Mengapa yang berdiri di depannya saat ini terlihat terlalu dewasa dan terlalu kuat? Walaupun Ratna bersyukur bahwa Rainy, walaupun telah dibesarkan dengan limpahan kasih sayang dan dimanjakan secara berlebihan oleh banyak orang, ternyata tetap tumbuh menjadi gadis yang tulus hati, baik dan lurus; namun tetap saja membuatnya merasa sedih karena mengira bahwa Rainy tidak lagi memerlukan dirinya untuk bergantung.  Inikah kesedihan yang dirasakan seorang ibu karena anaknya telah tumbuh dewasa? Ratna sungguh tidak rela!


Di seberangnya Rini memandang calon menantunya dengan penuh kekaguman. Semua orang berpikir bahwa Rainy beruntung karena ia memperoleh kasih sayang dan pengabdian Raka yang tiada banding, namun Rini bisa memastikan bahwa Raka juga sangat beruntung karena ia memperoleh seorang calon istri yang bukannya hanya sudah ia kuasai sejak baru dilahirkan, namun juga mencintainya dengan begitu besar hingga rela menjadi tameng untuk melindunginya. Selain itu calon menantunya ini juga sangat cantik dan menggemaskan! Rini tak sabar menunggu cucu-cucunya lahir. Apa sebaiknya ia menyarankan untuk mempercepat pernikahan mereka? Bulan depan juga bulan yang baik untuk menikah! Pikir Rini dengan mata berbinar-binar.


Di sebelah Rini, Aditya termenung. Walaupun ia sangat menyukai Rainy, sebenarnya ia agak tidak setuju bila Raka bekerja sebagai asisten pribadi Rainy. Dengan kemampuan Raka, ia bisa membangun perusahaan miliknya sendiri tanpa embel-embel nama Jaya Bataguh di belakangnya. Apalagi ia telah melihat sendiri bagaimana Raka seorang diri memimpin sejumlah properti yang sukses sehingga menjadi sumber pundi-pundi kekayaan Rainy. Mengapa Raka harus memimpin perusahaan milik calon istrinya? Lebih baik ia membangun kerajaannya sendiri. Aditya tidak suka membayangkan bahwa putranya akan menjadi suami yang dibesarkan dalam keluarga istri, dan bukan suami yang membawa istri pulang ke rumah sebagai menantu. Tapi siapa yang menyangka bahwa dibalik semua tingkah keras kepala dan super manjanya, Rainy sangat protektif terhadap Raka dan memberikan semua dedikasinya untuk melindungi putra tunggal Aditya itu. Siapa yang menduga bahwa keberhasilan Raka selama ini juga bergantung pada kekuatan yang dipamerkan Rainy lewat Divisi VII. Sebagai Pimpinan Dewan Komisaris yang telah malang melintang di dunia bisnis selama berpuluh-puluh tahun, seharusnya Aditya tidak boleh lupa mengenai bahaya yang mengintai seorang pengusaha saat hendak memulai sebuah usaha baru. Keberhasilan tidak begitu saja jatuh dari langit, namun memerlukan usaha keras dan kemampuan untuk melindungi diri sendiri. Dan bagi Raka, Rainy adalah pelindungnya. Mungkin itulah alasannya mengapa mereka sangat tepat untuk satu sama lain. Atau lebih tepatnya Rainy dan Raka tercipta untuk satu sama lain. Mereka tahu caranya saling mencintai dan caranya saling melindungi.


Di seberang Rainy, Raka menatap gadis itu dengan penuh cinta. Memang hanya Rainy yang paling bisa menghargai keberadaannya. Raka merasakan cintanya pada gadis itu semakin bertambah hingga memenuhi jiwanya sampai tidak tersisa tempat bagi siapapun lagi. Raka merasa beruntung bahwa sejak pertama kali mereka bertemu saat dirinya masih sangat belia, ia  telah memilih untuk mencintai gadis itu dan menjaganya sebaik-baiknya. Kalau tidak, mungkin saat ini sudah ada orang lain yang memiliki hati Rainy. Raka sungguh tidak sanggup membayangkan bila hal itu terjadi. Rainy adalah miliknya, dan miliknya sendiri saja!


Jadi begitulah. Pidato pagi Miss Rainy Kusuma Bataguh menembakkan gol ke dalam hati semua orang yang ada dalam ruangan tersebut. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa dalam hati Rainy, ada Rainy kecil yang sedang mengigiti kuku-kukunya dengan harap-harap cemas, memohon pada Tuhan agar kalimat-kalimat soknya tadi akan berhasil membuatnya memenangkan persidangan yang dipimpin Hakim Ny. Ratna ini. Berbeda dengan dugaan orang yang melihat, Rainy tidak sepercaya diri yang ia tampilkan. Sigh… jadi diriku itu sungguh melelahkan. Keluh Rainy dalam hati.


Copyright @FreyaCesare