My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Akhir Kisah Bestari



Ketika Rainy membuka matanya kembali, hari sudah sangat siang. Rainy menoleh dan menemukan bahwa Raka sudah tidak ada di sebelahnya. Samar-samar ia ingat bahwa Raka telah memberinya ciuman lembut di bibirnya sebelum tunangannya itu bangkit dari ranjang. Namun Rainy terlalu mengantuk sehingga setelah membuka matanya sesaat, ia kembali tertidur. Rainy meraih handphonenya yang terletak di bedside table untuk memeriksa jam. Sudah jam 10 siang dan ia sudah melewatkan waktu snack paginya. Rainy bangkit dan duduk di pinggir ranjang. Ia merentangkan tangannya ke atas dan menggeliat dengan nikmat. Setelah menurunkan tangannya kembali, matanya tertumbuk pada setangkai mawar dan sehelai kertas yang terselip di bawahnya, membuat matanya langsung berbinar-binar.


Rainy mengulurkan tangan dan meraih mawar tersebut. Mawar merah adalah Bunga ketiga yang disukainya sedangkan bunga pertama yang disukainya adalah Peony, yang sangat sulit untuk ditemukan di Indonesia, dan bunga kedua yang disukainya, tentu saja adalah Cattleya. Rainy memandangi mawar di tangannya. Mawar tersebut belum merekah sepenuh. Kelopaknya yang berwarna merah terlihat bagaikan kain beludru dan terasa begitu lembut saat disentuh. Mawar yang indah, puji Rainy dalam hati. Rainy mendekatkan mawar tersebut ke bawah hidungnya. Seketika binar di mata Rainy meredup. Tak perduli seberapa cantiknya, apabila tidak memiliki wangi, selain sebagai pajangan, bunga mawar di tangannya itu cenderung tidak berguna. Tapi Rainy tidak menyalahkan Raka. Ia menyalahkan tukang kebun yang mengkultivasi bunga mawar tersebut. Mengapa ia membesarkan jenis mawar yang tidak memiliki wangi padahal masih banyak bunga mawar yang wanginya harum semerbak.


Rainy adalah seseorang yang memiliki ketertarikan yang besar pada wangi alami dari bunga-bungaan. Ini adalah hobby yang diwarisi Rainy dari neneknya. Salah satu alasan mengapa neneknya begitu menyukai Cattleya juga adalah karena bila mekar, bunga tersebut mengeluarkan wangi yang sangat menyenangkan. Hal ini mengingatkan Rainy bahwa ia harus menyuruh Meyliana untuk menanam banyak Cattleya di Resort. Bagaimana mungkin Cattleya Resort sama sekali tidak memiliki Bunga Cattleya menghiasi tamannya? Menghentikan renungannya, Rainy meletakkan kembali mawarnya dan meraih kertas yang masih tergeletak di atas meja.


Baby,


ayo pulang sore ini dan


menemui orangtuamu untuk


memajukan pernikahan kita.


Love you!


Dengan segera, binar di mata Rainy kembali.


Rainy memulai hari dengan membawa Arka mengunjungi Bestari di Poliklinik. Saat ia tiba di sana, Bestari baru saja terbangun. Wanita itu terlihat lemah dan tidak berdaya. Ia juga terlihat lebih tua, kecil dan kurus dari sebelumnya. Namun ada sesuatu yang berubah dari sinar matanya. Mata tua itu berkilat dengan semangat hidup.


membantu Batari untuk menstabilkan kondisi Bestari. Saat ini, selain malnutrisi dan serangan jantung yang terjadi semalam, Batari belum berhasil menemukan masalah lain yang mungkin dimiliki Bestari. Karena itu ia berniat untuk memeriksakan Bestari ke rumah sakit di kota S, segera setelah Bestari cukup istirahat. Setelah memberitahu Batari bahwa ia tidak perlu segan untuk meminta tolong pada Rainy ketika membutuhkan sesuatu, Rainy kembali membawa Arka meninggalkan Poliklinik untuk menemui Guru Gilang.


Ketika Rainy sampai di ruang kelas spiritual, Guru Gilang tampak sedang melakukan meditasi bersama Lara. Namun saat Rainy membuka pintu, Guru Gilang dan Lara sudah membuka mata mereka dan tersenyum menyambut Rainy dan juga Raka. Rainy berterimakasih pada Guru Gilang dan Lara atas bantuannya kemarin, dan terutama memuji kultivasi Lara yang tampaknya sudah mencapai level yang sangat tinggi. Wanita cantik tersebut hanya tersenyum dan berkata bahwa ia beruntung terlahir menjadi anak Guru Gilang sehingga bakatnya terasah sejak sangat belia. Selain itu kemampuan prekognisi yang dimilikinya selalu membantunya dalam melakukan banyak hal. Kemampuan itu berfungsi layaknya cheat yang membuat ia bisa menilai dan merevisi perilakunya, bahkan sebelum perilaku tersebut ia lakukan. Terhadap ceritanya ini, Rainy merasa sangat iri. 2 kemampuan yang tidak dimilikinya adalah prekognisi dan Relic Reader. Walaupun Rainy bukan Relic Reader, namun Rainy memiliki kemampuan sebagai Soul Reader yang ciri kemampuannya kurang lebih mirip dengan relic reader. Namun prekognisi adalah kemampuan langka yang sangat penting dan jarang ditemukan. Hal ini menyebabkan Lara menjadi salah satu pegawai Divisi VII yang paling berharga. Tentu saja setiap pegawai Divisi VII adalah berharga dan spesial. Mereka adalah orang-orang yang terbaik di bidangnya. Lagipula jumlah indigo di dunia ini mungkin tidak sampai  sepersepuluh dari jumlah manusia di dunia.


Sekali lagi Rainy menanyakan keadaan Bestari pada Guru Gilang. Guru Gilang memastikan bahwa Bestari telah bebas dari energi gelap yang di bawa oleh Kuyang, termasuk juga bebas dari jin yang selalu mengambil alih tubuhnya setiap kali ia berubah menjadi Kuyang. Ke depannya, Bestari bisa hidup dengan normal seperti orang lain pada umumnya. Sementara itu, sebagaimana dugaan Raka; kerusakan parah yang terjadi pada tubuh Bestari sebenarnya lebih disebabkan oleh perilaku merusak diri yang Bestari kembangkan selama berpuluh-puluh tahun disiksa oleh ilmu Kuyang yang diwarisinya. Ironisnya, justru energi gelaplah yang telah memperbaiki dan menutrisi seluruh tubuh Bestari, karena tubuhnya telah kehilangan kemauan untuk melindungi diri-sendiri. Saat ini, Guru Gilang telah menggantikan energi gelap pada tubuh Bestari dengan energi alam dan energi bumi. Namun  ke depannya, Bestari harus belajar untuk menutrisi dirinya sendiri dengan latihan meditasi secara rutin. Bila itu ia lakukan, Guru Gilang yakin bahwa cakra-cakra dalam tubuhnya akan menjadi aktif sehingga mampu menghidupkan kembali sel pertumbuhan dalam diri Bestari. Mendengar ini, Rainy menarik nafas panjang. Syukurlah, pikirnya. Ini adalah sebuah berita yang sangat baik. Sekarang, satu-satunya yang tersisa untuk dilakukan adalah membersihkan energi gelap yang bersembunyi di dalam otak Batari. Namun itu bisa dilakukan setelah Bestari cukup sehat sehingga tidak perlu diurusi lagi. Barulah saat itu Batari punya waktu untuk mengkhawatirkan mengenai dirinya sendiri.


Setelah obrolan ini, Rainy, bersama-sama Guru Gilang, Lara dan Arka, turun ke caferaria untuk makan siang bersama dengan para pegawai yang lain. Selesai makan siang, Mereka kembali ke suite. Rainy lalu menarik Arka untuk menemaninya main catur sambil menunggu waktu untuk pulang tiba. Mereka memainkan sebanyak 4 kali dan Rainy kalah telak di setiap permainannya. Catur adalah permainan taktik yang dapat menggambarkan dengan baik cara berpikir seseorang dalam sebuah pertempuran, baik pertempuran di medan perang, maupun pertempuran dalam kehidupan sehari-hari. Rainy selalu merasa bahwa dirinya adalah seorang petarung yang penuh taktik dan tipu muslihat, sementara Arka adalah seseorang yang selalu hitam dan putih. Jelas dan mudah ditebak. Siapa sangka bahwa permainan caturnya lebih penuh kelicikan bila dibandingkan dengan Rainy. Hal ini membuat Rainy bertanya-tanya, apakah benar ia telah cukup mengenal sepupunya yang lebih indah dari wanita ini?


“Mengapa kau begitu penuh tipuan?” Keluh Rainy. “Kupikir hanya Raka dan Ivan yang punya trait itu. Sekarang beritahu aku, apa kau benar-benar Arkaku? Jangan-jangan kau adalah Ivan yang memakai topeng silikon, ya kan?”  tuduh Rainy kemudian. Mendengar ini, sudut-sudut bibir Arka sesaat naik. Rainy langsung membelalakkan matanya dan menuding dengan keras,


“Eh, kok malah tersenyum? Buka! Ayo buka topeng kulitnya, Ivan! Arkaku tidak tahu caranya tersenyum. Kau bukan Arka!” Protes Rainy. Ia maju dan mencoba mencubit wajah Arka, namun Arka berkelit dengan gesit. Karena tidak berhasil melakukan apa yang diinginkannya, Rainy bertambah kesal. Ia menggulung lengan bajunya dan mengejar Arka kembali untuk mencubit wajahnya. Namun lagi-lagi dengan gesit, Arka menghindar.


“Kenapa menghindar? Hah? Aku cuma ingin memeriksa apakah wajahmu itu topeng atau kulit asli. Ayo kemari!” Panggil Rainy. Tapi Arka menggelengkan kepalanya. Rainy menyipitkan matanya dan kembali memerintah, “Cepat kemari!” Tapi Arka hanya tersenyum geli dan menjulurkan ujung lidahnya dari antara kedua bibirnya, persis seperti yang biasa dilakukan Ivan ketika sedang berdebat tak jelas dengan Rainy. Rainy sampai membuka mulutnya karena terpana.


“Kau mengejekku? Beraninya kau mengejekku! Dasar rubah penggoda! Awas kalau berhasil kutangkap ya! Kau akan kukurung dalam kandang milik tante Meyliana selama sebulan!” Suara pertengkaran mereka, tidak! Lebih tepatnya suara keributan yang Rainy buat terdengar sampai keluar kamar, dan merupakan suara pertama yang didengar Raka ketika ia sampai di depan suite. Mendengar ini, Raka tersenyum. Mereka baru menyelesaikan sebuah  kasus yang cukup rumit dan suasana sudah cukup menegangkan selama beberapa hari ini. Raka bersyukur bahwa pada akhirnya mereka bisa menyelesaikan kasus Kuyang tanpa pertumpahan darah. Sisa-sisa kasus ini akan ia serahkan sepenuhnya pada Natasha untuk diselesaikan. Sementara ia akan membawa Rainy kembali pulang dan mempersiapkan pernikahan mereka tanpa gangguan hal lain yang tidak perlu. Sambil berpikir begini, Raka lalu memasuki suite dengan hati riang.