My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Nayla



Rainy mengulurkan tangan dan mengangkat frame foto tersebut. ia menoleh pada Ananda dan bertanya,


"ini siapa?"


Melihat foto di tangan Rainy, senyum Ananda langsung meredup. Ananda bangkit berdiri dari kursinya dan berjalan menuju tempat Rainy berada. Ia kemudian mengambil frame foto itu dari tangan Rainy, dan memandanginya sambil tersenyum. Namun senyumnya nampak membawa kesedihan yang sangat dalam dari hatinya. Ujung jarinya mengusap wajah wanita yang berada dalam foto tersebut


"Ini Nayla, tunangan saya." jawab Ananda. Rainy menatap Ananda dengan seksama, mencoba menangkap perubahan pada ekspresinya, tak peduli sekecil apapun. Sayangnya Rainy tidak mampu melihat apapun kecuali sebatas yang bersedia ditunjukkan oleh Ananda. Hal ini mendorong Rainy untuk bertanya lebih jauh.


"Oh tunangan Anda. Dia sangat cantik. Bolehkah saya bertemu dengannya?" tanya Rainy.


Ananda mengulum bibirnya sendiri sesaat sebelum berkata,


"Saya sangat senang apabila bisa memperkenalkan Nayla pada anda, Rainy. Sayangnya Nayla menghilang 2 bulan yang lalu." Ucap Ananda dengan ekspresi sedih. Kata-katanya ini mengundang ketertarikan seluruh anggota tim. Rainy mengangkat kedua alisnya dan bertanya,


"menghilang?"


Ananda mengangguk sambil menarik nafas panjang.


"Emm. Waktu itu saya sedang sakit dan Nayla datang menjenguk saya. Ia menemani saya selama beberapa jam. Malamnya ia pamit untuk pulang, namun ternyata... ia tidak pernah sampai ke rumah." cerita Ananda.


" Apakah anda melaporkan hal ini ke polisi?" tanya Rainy.


"Keluarganya yang melaporkan ke polisi. Malam itu keluarganya menghubungi saya dan menanyakan apakah Nayla ada di sini. Saya memberitahu mereka bahwa Nayla sudah pulang beberapa jam sebelumnya dengan menggunakan taksi online. Kami kemudian mencarinya kemana-mana. menghubungi teman-temannya, guru-gurunya dan semua orang yang dia kenal, namun tidak ada satu pun yang tahu Nayla ada di mana. Kami juga tidak berhasil melacak taksi online yang membawanya. Keesokan harinya keluarganya melapor ke polisi. Sayangnya sampai sekarang Nayla tidak juga ditemukan." ucap Ananda.


"Apakah anda yakin bahwa dia menghilang? Apakah tidak mungkin bahwa dia melarikan diri?" Tanya Ivan ingin tahu. Ananda menggeleng. Ia meletakkan kembali frame foto tersebut ke atas bufet lalu berjalan menuju sofa dan duduk kembali di sebelah ibunya. Rainy mengikuti di belakangnya, lalu duduk di sebelah Raka.


"Nayla tak punya alasan untuk melarikan diri. Ia memiliki orang tua yang sangat baik dan saudara-saudara yang sangat menyayanginya. Nayla adalah anak bungsu dalam keluarganya. Ia adalah harta paling berharga bagi keluarganya. Jadi tak mungkin bila Nayla melarikan diri. Lebih masuk akal Kalau Nayla diculik oleh orang yang tidak bertanggung jawab." Ananda kembali menarik nafas panjang. "Tapi ini hanya dugaan saya." lanjutnya. "Dan sungguh, saya tidak berharap bahwa dugaan ini ternyata benar. Walaupun menyakitkan, akan lebih baik bila Nayla melarikan diri dan bukannya diculik orang. Setidaknya apabila dia melarikan diri, suatu saat nanti, saya masih akan bisa melihat dia lagi. Namun bila nayla diculik orang, saya takut..." Ananda mengerutkan wajahnya dengan sedih. "membayangkannya saja sudah membuat saya merasa hampir gila." keluhnya dengan mata berkaca-kaca.


"Apakah anda mencintainya?" tanya Rainy. Pertanyaan ini membuat Ananda tersenyum sedih.


"Cinta... bukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan perasaan saya pada Nayla. Bagi saya Nayla bukan hanya sekedar cinta. Namun Ia adalah hidup saya. Dan tanpa dia... saya merasa sangat hampa. Tidak ada wanita yang bisa menggantikan dia dalam hati saya." jawab Ananda dengan penuh perasaan.


Sepanjang percakapan tersebut Rainly sudah berusaha menahan diri agar emosi tidak mengalir keluar lewat bahasa tubuhnya. Namun mendengar jawaban terakhir Ananda dan mengamati ekspresinya, tak urung membuat Rainy mengepalkan tangannya. Raka yang sensitif terhadap perubahan sekecil apapun pada emosi Rainy menoleh dan memberinya senyum menenangkan. Senyum Raka menyadarkan Rainy dan membuatnya segera mengatur ritme nafasnya dan melonggarkan kepalan tangannya.


"Apakah polisi sama sekali tidak mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan Nayla?" Raka kembali bertanya pada Ananda.


"Tidak." Ananda menggelengkan kepalanya. "Sama sekali tidak ada." sesaat kemudian ekspresinya berubah seolah Ia baru menyadari sesuatu. Ananda menatap ke arah Raka, lalu menoleh pada Rainy sebelum kemudian bertanya,


"Kami belum membuat kesimpulan mengenai hal ini. Saat ini kami sedang mengumpulkan seluruh data yang bisa kami kumpulkan mengenai anda, keluarga anda dan seluruh penghuni rumah ini. Itulah sebabnya kami melakukan wawancara ini." jawab Raka.


"Setelah masuk ke rumah ini Apakah kalian tidak melihat sesuatu yang aneh?" tanya Kartini penasaran. Pertanyaan ini membuat Raka dan Ivan secara otomatis memandang ke arah Rainy. Rainy memandang Kartini dan berkata,


"Saya lihat." mendengar jawabannya Kartini membuka mulut untuk berbicara. Namun sebelum ia sempat berbicara, Rainy memotongnya dengan berkata, "Tapi saya belum tahu apakah ada hubungannya antara apa yang saya lihat dan poltergeists yang Ananda alami. Untuk bisa mengetahuinya, kami harus melakukan observasi lebih jauh."


"Observasi seperti apa yang akan kalian lakukan?" tanya Ananda.


"Hanya beberapa hal mendasar, misalnya memasang beberapa kamera di tempat-tempat yang sering terjadi poltergeist dan mengamatinya dari ruangan yang lain." jawab Raka.


"Ruangan-ruangan yang sering mengalami poltergeist adalah ruangan-ruangan dimana saya biasanya berada." ucap Ananda.


"Bisakah anda membawa kami berkeliling rumah untuk melihat-lihat semua ruangan yang ada dalam rumah ini?" tanya Raka.


"Tentu saja. Mari, biar saya yang mengantarkan." ucap Ananda mempersilahkan. Mereka semua bangkit dan berjalan mengikuti Ananda.


Di lantai dasar rumah itu terdapat sebuah ruang tamu, sebuah ruang keluarga, sebuah ruang kerja, sebuah ruang makan dan sebuah dapur bersih serta sebuah dapur kotor. Lalu terdapat empat buah teras yang terletak di setiap sisi bangunan. Teras yang berada di belakang terhubung langsung dengan sebuah kolam renang besar. Teras yang berada di sisi sebelah kanan bangunan difungsikan sebagai ruang makan outdoor dimana diletakkan sebuah meja panjang yang berukuran sangat besar dan 8 buah kursi kayu jati yang berat dan besar mengapit di kedua sisinya. Teras yang berada di sisi sebelah kiri dari bangunan difungsikan sebagai tempat retreat bagi pemiliknya. Teras tersebut dihuni oleh beberapa kursi teras yang terlihat nyaman dan sebuah ayunan gantung yang terbuat dari rotan dan dialasi oleh bantal kursi yang empuk. Di bagian belakang terdapat sebuah bangunan kecil yang terpisah dari bangunan utama yang merupakan tempat tinggal bagi pegawai. Rumah itu saat ini hanya ditempati oleh sepasang suami istri yang bekerja sebagai tukang masak dan tukang kebun di rumah tersebut.


"Apakah rumah ini memiliki basement?" tanya Rainy.


" tidak ada." Jawab Ananda sambil menggelengkan kepalanya.


Ananda membawa mereka ke lantai atas. Di lantai atas terdapat 8 buah kamar yang masing-masing kamarnya memiliki kamar mandi dan balkon pribadi. Seluruh kamarnya berukuran luas dengan langit-langit yang tinggi dan bermandikan sinar matahari yang masuk dari jendela. Ke 8 kamar tersebut dihubungkan oleh sebuah ruang masuk atau hallway yang cukup panjang. Kamar Ananda berada di pojok paling kiri, yang disadari oleh Rainy, balkonnya merupakan lokasi dimana wanita misterius tersebut pertama kali muncul.


Rainy berjalan melintasi kamar dan membuka pintu menuju balkon. Ia kemudian berdiri tepat di tempat wanita tersebut pertama kali muncul. Dari tempatnya berdiri, Rainy bisa melihat tempat mobil mereka terparkir dan Ace yang sedang mengobrol di pos satpam. Sebuah gerakan di sebelah kirinya membuat Rainy menoleh. Tiba-tiba ia sudah kembali berdiri berhadap-hadapan dengan wanita tersebut. Rainy mengangkat wajahnya dan menatap wajah wanita tersebut. Walaupun wajahnya tampak pucat pasi dan dinodai oleh air mata darah, Rainy bisa memastikan bahwa wanita itu adalah Nayla. Pertanyaannya adalah mengapa Nayla yang dinyatakan hilang 2 bulan yang lalu bisa muncul di rumah ini dalam wujud yang tidak kasat mata?


Copyright @FreyaCesare


Author Note:


Guys, chapter ini telah di schedule untuk up pada tanggal 20/06/2022, pukul 21.00 wib. Chapter-chapter lainnya juga di schedule untuk selalu up setiap jam 21.00 wib, kecuali untuk beberapa case khusus.. Tapi belakangan ini entah mengapa, walaupun telah di schedule, upnya selalu saja jadi terlambat. Saya masih belum tahu sebabnya mengapa proses review berjalan begitu lama, namun saya mohon kesabarannya ya. Insya Allah, mudah-mudahan hal ini gak terus-menerus terulang.


Terimakasih.


Freya