
"Lalu apa yang terjadi kemudian pada si kembar?" tanya Rainy.
Mendengar ini, Datuk Sanja dan Ungu sama-sama menarik nafas panjang. Reaksi keduanya membuat Rainy mengangkat kedua alisnya.
"Pada suatu hari, Arka menghilang. Semua orang dikerahkan untuk mencari Arka. Belum lagi ia ditemukan, Rainy turut menghilang. 1 jam setelah Rainy menghilang, peluru suar milik Arka ditembakkan ke langit. Semua orang langsung berlari ke arah asal peluru suar tersebut. Saat mereka sampai disana, mereka menemukan sejumlah pria berpakaian hitam-hitam bergelimpangan dalam keadaan tidak bernyawa. Mereka juga menemukan semua hewan peliharaan Rainy dan para pengawal si kembar, semuanya dalam keadaan tidak bernyawa. Di antara hewan-hewan tersebut, mereka menemukan Rainy dan Arka dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kondisi Rainy sangat buruk. Tubuhnya penuh luka dan nafasnya sudah sangat lambat. Keduanya keracunan, namun racun di tubuh Arka tampak lebih buruk, sehingga walaupun ia tidak memiliki luka fisik, namun racun tersebut bisa membahayakan nyawanya. Saat mereka dibawa kembali pulang, keduanya sedang berada dalam keadaan koma." cerita Ungu.
"Sepertinya Rainy bertarung habis-habisan dengan para pria berpakaian hitam tersebut dalam keadaan sedang keracunan. Ia berhasil membunuh mereka semua dengan mengorbankan semua binatang peliharaannya dan dirinya sendiri. Satu-satunya alasan mengapa ia masih hidup adalah karena Arka dengan keras kepala, membelah sebagian rohnya menggunakan kekuatan shadow dan menggunakannya untuk menahan roh Rainy agar tidak meninggalkan tubuhnya. Namun sebagai akibatnya, ia juga berada dalam kondisi yang buruk. Para Dokter terkemuka yang diminta untuk menolong keduanya, melambaikan bendera putih. Mengatakan bahwa Rainy tidak seharusnya masih hidup. Rohnya hanya bertahan karena Arka dengan keras kepala menahannya. Walaupun fisiknya pulih seperti sediakala, rohnya akan mengalami kesulitan untuk kembali ke tubuhnya. Sedangkan Arka telah melukai Rohnya sendiri. Walaupun tubuhnya telah sehat kembali, tanpa Roh yang lengkap, ia akan sulit untuk bangun kembali." Ucap Ungu, panjang lebar.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi?" tanya Rainy. "Apa tidak ada yang tahu?"
Ungu menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada yang tahu."
"Apakah Arka tahu?" Tanya Rainy lagi.
"Ah, benar! Arka ada dalam dirimu. Tentu saja dia akan tahu. Bertanyalah padanya!" Ucap Datuk Sanja tersadar.
"Arka? Apa kau dengar?" Panggil Rainy pada manusia kecil yang mengisi benaknya. Sebuah helaan nafas keras terdengar sebagai jawabannya.
"Tolong ceritakanlah padaku apa yang terjadi." Suruh Rainy.
"Dilan bilang dia melihat beberapa aqua butterfly di sekitar sungai di hutan mystic, jadi aku membawa pengawalku kesana." Ucap Arka.
"Kau pergi ke hutan Mystic untuk mencari Aqua Butterfly?" ulang Rainy. Datuk Sanja dan Ungu saling memandang. Kata-kata Rainy akhirnya menjawab sebagian pertanyaan mereka.
"Ah! Jadi itu yang terjadi." ucap Ungu sambil menganggukkan kepalanya.
"Apa itu Aqua Butterfly?" Tanya Rainy.
"Itu adalah jenis kupu-kupu yang sangat langka. Rainy sudah lama bilang bahwa ia menginginkannya." Beritahu Ungu. Rainy mengangguk.
"Waktu itu ulang tahun si kembar tinggal beberapa hari lagi. Pasti Arka berpikir ingin memberikannya sebagai hadiah ulang tahun untuk Rainy." ucap Ungu lagi.
"Benar. Aku memang ingin menghadiahimu Aqua Butterfly. Tapi ternyata Dilan berbohong. Itu adalah sebuah jebakan yang keluarganya buat untuk membunuhku." Beritahu Arka kecil.
"Dilan? Si kembar memiliki seorang teman bernama Dilan Wang, putra bungsu keluarga Wang. Apakah dia?" Ungu balik bertanya.
"Emm. Aku pikir juga dia adalah teman. Tapi ternyata ia dan keluarganya berkolusi dengan kelompok lain untuk membunuhku." sahut Arka kecil, membenarkan. "Saat kami sampai di tepi sungai, kami sudah dalam kondisi keracunan. Mereka menebarkan racun ke udara dan kami baru menyadarinya setelah semuanya terlaambat. Saat itu satu-satunya yang bisa kulakukan adalah memanggilmu dalan hati. Berharap telepati di antara kita mampu memberitahumu bahwa aku sedang dalam bahaya. Setelah itu aku tak sadarkan diri. Ketika aku terbangun kembali, kau berada di sebelahku dan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri juga. Sepertinya kau telah memberiku antidot setelah itu kau dan para pengawalmu melawan mereka semua sampai mati." suara Arka kecil bergetar dengan penuh emosi.
"Aku tidak punya cara lain untuk menolongmu. Yang aku bisa hanyalah memastikan bahwa kau tetap hidup sampai saat bantuan datang. Setelah melepaskan peluru suar yang baru kutemukan setelah mencari ke pakaian beberapa pengawalku, aku menggunakan shadow untuk mengendalikan rohmu agar tetap di tempatnya dan melepaskan sebagian dari diriku untuk memastikan kau tetap hidup. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi. Ketika kemudian aku membuka mata kembali, tahu-tahu aku telah terjebak di dalam tubuh seorang bayi perempuan di dunia yang berbeda." Lanjut Arka kecil.
Rainy menyampaikan cerita Arka pada Datuk Sanja dan Ungu, membuat keduanya tercenung.
"Tampaknya dugaanku benar. Tapi aku tidak pernah menduga bahwa keluarga Wang akan terlibat." ucap Datuk Sanja sambil menghela nafas panjang.
"Siapa sih keluarga Wang ini, Datuk?" tanya Rainy.
"Keluarga Wang adalah salah satu keluarga terkaya di Kesultanan Kalimantan, setelah keluarga kerajaan. Mereka tampak selalu taat pada hukum dan sangat suportif terhadap keluarga kerajaan. Siapa sangka mereka menusuk dari belakang." Sahut Ungu.
"Aku akan memastikan bahwa mereka memperoleh hukuman yang setimpal!" geram Datuk Sanja.
"Lalu apa yang kemudian terjadi?" tanya Rainy lagi.
"Salah seorang dokter menunjukan kepada Haifa mengenai sebuah teknik kuno untuk melakukan penyembuhan terhadap roh yang terluka, yaitu dengan mengirimkan roh tersebut untuk bereinkarnasi. Saat roh tersebut telah terlahir kembali, mereka harus melakukan latihan spiritual untuk memperkuat rohnya sehingga ketika kehidupannya di dunia yang baru berakhir, ia bisa kembali ke tubuhnya yang lama dalam kondisi roh yang lebih baik." cerita Ungu. "Lalu itulah yang akhirnya dilakukan. Datuk Sanja mengirim Roh Arka dan Rainy kemari."
"Aku bukan cuma mengirimkan kalian kemari. Aku mengirimkan diriku sendiri kemari." tukas Datuk Sanja. "Demi dirimu! Kurang baik apa aku padamu, gadis kecil?" ucap Datuk Sanja dengan jumawa. Rainy menganggukkan kepalanya.
"Datuk memang yang terbaik di dunia." pujinya dengan ekspresi datar. Membuat Datuk Sanja merasa kesal karena pujian tersebut terdengar sangat tidak tulus.
Rainy tercenung sesaat sebelum kemudian bertanya,
"Jadi benar, bahwa sebelum kehidupan ini, saya memiliki kehidupan yang lain?"
"Benar. Roh Arka yang tinggal dalam tubuhmu adalah bukti otentik yang tidak terbantahkan lagi." Sahut Datuk Sanja.
"Ini sungguh sulit diterima oleh akal sehat." komentar Rainy.
"Memangnya kau yang bisa mengendalikan Hellfire dan membuatnya menari di atas telapak tanganmu itu adalah sesuatu yang bisa diterima akal sehat?" ejek Datuk Sanja. Rainy mengangguk. Benar. Tak ada satupun dalam kehidupannya yang cukup masuk akal. Hidupnya adalah sebuah seri keanehan dan ketidak masuk akalan. Sungguh tidak menarik! Pikir Rainy sambil mencibir pada diri sendiri.