
"Jangan lihat!" jeritan panik Arka kecil mengejutkan Rainy. "Tutup matamu! Jangan berani-beraninya melihat tubuhku!"
"Kalau aku tidak melihat, bagaimana caranya aku menolongmu?" tanya Rainy dengan perasaan tak berdaya. Wajahnya sendiri sudah memerah saat menyadari bahwa dalam Pod itu, seperti juga penghuni Pod yang lainnya, Arka berada dalam keadaan telanjang bulat. Bagaimanapun ia hanya gadis muda yang belum menikah dan baru berusia 24 tahun. Ia tidak terbiasa memandang tubuh telanjang lawan jenisnya. Meskipun Arka adalah saudaranya sendiri, melihatnya dalam keadaan telanjang tetap saja sangat memalukan.
Sampai saat itu, Rainy belum melihat apapun kecuali wajah Arka. Ia tidak memiliki keberanian untuk memandang ke bagian bawah.
"Lihat wajah saja! Pokoknya kau tidak boleh melihat ke bawah, terutama ke bagian tubuhku yang berada di antara kedua kakiku!" suara kekanakan Arka kecil terus saja membombardir Rainy dengan protes kerasnya yang membuat kepala Rainy kembali terasa sakit.
"Berhenti berteriak-teriak! Kau membuat kepalaku sakit!" tegur Rainy kesal. Lagipula mengapa monyet kecil ini harus menyebut bagian mana yang tidak boleh Rainy lihat? Apakah dia tidak tahu bahwa semakin dilarang, justru semakin membuat penasaran? Belum lagi Rainy memiliki kemampuan imajinasi yang bagus. Kata-kata Arka kecil yang terlalu deskriptif membuat imajinasi Rainy menjadi begitu lincah memunculkan bayangan mengenai apa yang berada di tempat terlarang tersebut.
"Rainy!" tegur Arka kecil keras dengan wajah memerah.
"Makanya diamlah!" balas Rainy tak kalah keras. Wajahnya kini telah memerah sampai ke telinga, membuatnya terlihat sangat menggemaskan. Dasar monyet kecil, tunggu saja saat kita sudah keluar dari sini! Aku akan memukul p4nt4tmu sekeras-kerasnya. Ancam Rainy dalam hati.
"Aku bisa mendengarmu dengan nyaring dan jelas, Rain! Awas kalau kau berani!" geram Arka kecil. Berani-beraninya gadis bodoh ini memanggilnya monyet kecil dan mengancam akan memukuli p4nt4tnya! Berani-beraninya!
Rainy menarik nafas panjang. Arka yang ia kenal dan ia sayangi adalah pria yang dingin, anggun dan tak banyak bicara. Itu adalah bagian dari keindahan Arka yang Rainy sukai. Mengapa Arka kecil yang katanya adalah bagian dari roh Arka yang terpecah, memiliki kepribadian yang eksplosif dan secerewet anak perempuan? Apakah bila roh mereka kembali menjadi satu, Arka yang Rainy kenal selama ini akan menghilang dan digantikan oleh seseorang yang sama sekali tidak Rainy kenal?
"Aku sudah bilang aku bisa mendengar pikiranmu dengan nyaring dan sangat jelas, wahai gadis bodoh! Berani-beraninya kau tidak menyukai saudara kembarmu sendiri!..."
Saat Arka kecil mengomel, Rainy mengulurkan tangan untuk membuka pintu Pod. Pintu Pod tersebut adalah sebuah pintu kaca yang gagang pintunya berupa sebuah lubang berbentuk setengah lingkaran, dimana di dalamnya terdapat sebuah tombol. Untuk membuka pintu, Rainy hanya perlu memasukkan ke empat jarinya ke dalam lubang tersebut, menekan tombolnya dan kemudian menarik pintunya hingga terbuka. Rainy menariknya sekali. Tidak terbuka. Rainy menariknya kembali untuk kedua kali. Juga tidak terbuka. Kening Rainy berkerut dan keringat dingin menetes di punggung. Ia mencoba sekali lagi, tapi tetap tidak mau terbuka.
Arka kecil yang sejak tadi terus saja mengomel, langsung terdiam ketika merasakan perubahan dalam diri Rainy.
"Apa? Kenapa?" tanya Arka kecil. "Apa pintunya tidak bisa terbuka?"
"Kita cuma punya waktu 10 menit!" ucap Arka kecil dengan nada mendesak. Kening Rainy semakin berkerut dan wajahnya basah oleh keringat dingin. Ia mengulurkan tangan untuk memegang sisi pintu Pod dan membakarnya dengan apinya, namun tak ada yang terjadi.
"Bodoh! Walaupun kita berada di dunia iblis, tidak semua benda yang ada disini berasal dari neraka! Apimu tidak akan berhasil!" ucap Arka kecil dengan panik.
Rainy berdiri diam ditempatnya sambil berpikir keras. Ia teringat kata-kata Datuk Sanja, bahwa saat membawa Arka pulang, Rainy harus memastikan bahwa ia menyentuh kulit Arka ketika hendak membawanya pulang, atau bila tidak, bila misalnya ia hanya memegang pakaian Arka, ada kemungkinan hanya pakaiannya saja yang akan terbawa. Tapi sekarang, jangankan kulit Arka, ia bahkan tidak bisa mendekati Arka sama sekali karena terhalang oleh Pod ini.
"Ada iblis yang datang! Sialan! Mereka lebih dari 3! Rainy, cepat lakukan sesuatu untuk membuka pintu itu atau kita akan tertangkap basah!" jerit Arka kecil dengan nada yang semakin panik. "Tinggal 5 menit. Rainy, apa yang sedang kau lakukan!" desak Arka kecil lagi. Suara langkah kaki yang berat dan ramai sayup-sayup mulai terdengar di kejauhan.
Mengabaikan semua keributan itu, Rainy terus berpikir dengan keras. Apa yang harus dilakukan ketika Arka yang ingin dibawanya pulang, terkurung dalam kotak sialan ini? Apa yang bisa dilakukan?
"3 menit lagi! ****! Rainy, bangun!" panggil Arka kecil dengan keras. "Iblis-iblis itu semakin dekat!"
Suara langkah kaki tersebut terdengar semakin dekat dan semakin dekat, tapi Rainy masih belum bergerak. Otaknya yang berputar dengan keras. Apa yang harus dilakukan bila aku harus mengambil sesuatu yang berada dalam kotak yang terkunci rapat?
"1 menit! Rainy, kau sedang apa?" jerit Arka kecil. Sementara itu suara langkah kaki tampaknya telah berada di ujung koridor. Sebentar lagi, iblis-iblis tersebut akan muncul dari balik dinding.
Rainy menarik nafas panjang. Sekarang ia sudah tidak punya waktu lagi untuk berpikir. Yang bisa Rainy lakukan adalah berusaha sebaik mungkin. Gagal atau berhasil, setidaknya ia telah mencoba. Berpikir begitu, Rainy lalu mengulurkan kedua tangannya dan memeluk Pod Arka erat-erat sambil menutup mata.
"Ayo pulang, Arka." pikirnya sambil membayangkan bahwa ia dan Arka berada di tempat di mana Datuk Sanja berada. Tiba-tiba, Rainy dan Pod berisi Arka lenyap begitu saja.
Sesaat begitu Rainy dan Pod berisi Arka itu menghilang, 6 orang iblis bertubuh besar dan berotot, muncul dari balik dinding. Mereka terlihat sangat santai dan saling bergurau stu sama lain. Mereka berjalan menuju ke tengah ruangan. Begitu sampai di tengah ruangan, salah seorang dari iblis tersebut membungkuk dan tampak sedang melakukan sesuatu di lantai, sementara yang lainnya hanya berdiri di sekitarnya sambil terus bersenda gurau. Tiba-tiba, salah seorang iblis tersebut menoleh ke arah sudut dimana tadi Pod Arka berada dan langsung berteriak keras sambil menunjuk kesana. Tempat dimana Pod tersebut berada sekarang menjadi kosong melompong. Terlihat bagai geraham yang baru kehilangan sebuah giginya. Ompong dan sama sekali tidak menarik.