
"Rainy, mengapa engkau melakukan semua ini?" Tanya Rosa. Saat itu mereka sudah berada di ruangan Direktur Utama. Setelah Rapat selesai, Rosa dan Rudi langsung menyusul Rainy ke ruangannya. Saat ini mereka sedang mencoba untuk mencari alasan mengapa Rainy memutuskan untuk melakukan semua yang ia sampaikan pada saat rapat tadi.
Mendengar pertanyaannya, Rainy mengangkat sebelah alisnya.
"Mengapa Gulu menanyakan ini? Bukankah ini yang selalu Gulu inginkan?" tanyanya dingin.
"Keputusan yang kau buat terlalu mendadak dan mengejutkan." Rosa tampak tercenung. "Bagaimana dengan Direktur ke 7? Apakah ini adalah perintah darinya?" tanya Rosa kembali.
"Ini adalah keputusanku sendiri. Tidak ada hubungannya dengan Lilith."
"Rainy, apakah Divisi VII adalah divisi yang dibuat untuk melayani kebutuhan Li... Direktur ke 7?" tanya Rudi. Ia hampir menyebut nama Lilith, namun mengingat kata-kata Rainy dahulu bahwa Lilith tak suka bila orang lain memanggil namanya, Rudi mengurungkan niatnya dan memanggilnya sebagai Direktur ke 7 dengan sopan.
Mendengar pertanyaan ini, Rainy menggelengkan kepalanya.
"Apakah Gulu dan Angah pernah mendengar bahwa keluarga kita sebelumnya bukanlah keluarga pedagang?" tanya Rainy. Rosa mengangguk mengiyakan.
"Dahulu Ayah pernah mengatakan bahwa leluhur kita memiliki sejarah yang panjang sebagai keluarga belian." jawab Rosa.
"Benar. Bahkan jauh sebelum Lauri bertemu dengan Lilith, keluarga kita sudah menjadi Belian selama beberapa generasi. Ketika dunia mulai memasuki modernisasi, pekerjaan sebagai belian tidak lagi ada. Sebagai gantinya, leluhur kita mengambil pekerjaan lain yang memiliki atribut yang sama dengan belian, yaitu sebagai sebagai cenayang."
Jawaban ini rupanya sungguh tidak diduga oleh Rosa dan Rudi sehingga keduanya tampak tercengang.
"Cenayang?... Dukun?" tanya Rudi tak percaya.
"Benar. Bukankah belian hanyalah nama lain dari Dukun?" Rainy mengingatkan. "Namun selang waktu berlalu, generasi berikutnya tidak berhenti hanya memiliki kemampuan spiritual. Kami dilahirkan sebagai indigo."
"Apakah cenayang dan indigo berbeda?" tanya Rudi ingin tahu.
"Cenayang hanya memiliki kemampuan spiritual. Namun indigo memiliki bukan hanya kemampuan spiritual, namun juga kecerdasan yang tinggi melebihi manusia lain pada umumnya sehingga mereka dikategorikan sebagai gifted children."
"What is your gift, Rainy?" tanya Rosa penasaran. Menghadapi pertanyaan ini, Rainy hanya memandangnya tanpa suara.
"Apa hubungannya hal ini dengan Divisi VII?" tanya Rudi.
"Semenjak jaman dahulu sampai saat ini, profesi utama keluarga kita belum pernah berubah. Kita adalah keluarga cenayang yang melayani para pembesar dan konglomerat di negeri ini, bahkan dari negeri tetangga; mereka yang kemudian dikategorikan sebagai VVIP."
"VVIP..." ucap Rudi, mencoba mencerna informasi ini. "Para tamu VVIP... Mereka itu bukan datang untuk berbisnis dengan Jaya Enterprise... Tapi untuk konsultasi spiritual?" tanyanya. Ekspresinya menunjukkan ketidak percayaan yang besar. Rainy mengangguk mengiyakan.
"Pekerjaan sebagai pedagang adalah kedok yang digunakan oleh leluhur untuk menutupi profesi yang sesungguhnya. Namun berkat hubungan yang baik dengan klien VVIP, semua urusan perdagangan yang keluarga kita lakukan memperoleh banyak kemudahan sehingga akhirnya tumbuh perusahaan sebesar Jaya Enterprise seperti sekarang ini. Divisi VII adalah Divisi yang bertugas untuk melayani konsultasi spiritual para klien VVIP." jelas Rainy.
"Benar, Angah. Kepala keluarga dipilih berdasarkan kemampuan spiritual yang dimilikinya. Hanya mereka yang memiliki kemampuan spiritual paling kuat dalam keluarga yang dipandang berhak memegang peran sebagai kepala keluarga. Kecenderungan sebagai Indigo biasanya telah terlihat sejak masih sangat belia, itulah sebabnya mudah untuk mengenali siapa calon Kepala Keluarga berikutnya. Oh, Lilith tentu saja tak sungkan membantu memilihkan." lanjut Rainy.
"Semua latihan yang kuperoleh sejak belia bukan hanya latihan untuk menjalankan bisnis. Bisnis hanyalah latihan tambahan. Latihan utama yang harus kujalani adalah tentang bagaimana mengendalikan dan mengasah kemampuanku sebagai indigo, bagaimana cara melindungi diriku dari mereka yang tidak kasat mata dan bagaimana cara menyelesaikan berbagai kasus yang dibawa oleh klien-klien VVIP." Cerita Rainy.
Mengingat bagaimana mereka selalu berprasangka buruk pada Rainy dan memperlakukannya dengan buruk membuat Rosa dan Rudi merasa malu.
"Selama ini pasti berat untukmu. Maafkan aku. Aku tidak pernah tahu..." Ucap Rosa pelan. Kata-katanya ini tak urung membuat Rainy terkejut. Sejak kecil, ia selalu mengeraskan hati dan hanya mengharapkan yqng terburuk dari saudara-saudara ayahnya. Rainy tidak pernah menyangka bahwa pada suatu hari ia akan menerima permintaan maaf dari Rosa. Terhadap perubahan yang tiba-tiba ini, Rainy tak tahu bagaimana harus meresponnya sehingga ia hanya memilih untuk diam saja.
"Kau memisahkan Divisi VII dari Jaya Enterprise apakah ini berarti kau bermaksud untuk tidak lagi menggunakan perusahaan sebagai kedok?" tanya Rosa lagi.
"Emm." Rainy mengangguk.
"Apa rencanamu dengan Divisi VII?" tanya Rosa kembali.
"Divisi VII akan tetap melakukan apa yang biasa Divisi VII lakukan selama ini. Namun Jaya Enterprise sudah terlalu besar. Aku malas mengurusinya." sahut Rainy tanpa ekspresi. Mendengar ini bibir Rudi dan Rosa berkedut. Perusahaan yang seumur hidup mereka impikan untuk kuasai ternyata hanya dipandang remeh oleh Rainy. "Gulu dan Angah bisa melakukan apapun yang kalian inginkan terhadap Jaya Enterprise. Aku cuci tangan."
"Lalu mengapa kau memberikan sahammu pada pegawai?" tanya Rudi dengan nada sedikit kesal.
"Bukankah aku juga memberikannya sebagian untuk Angah? Apa masih kurang?" tanya Rainy tanpa ekspresi.
"Kau...." Rudi hampir meledak mendengar kata-kata Rainy. Namun ia tersadar dan menarik nafas panjang untuk meredakan emosinya yang memuncak, sebelum melanjutkan.
"Kalau kau ingin membagikan dividen pada mereka, aku tak punya masalah dengan hal itu. Tapi kau malah memberikan saham milikmu pada mereka. Saham Jaya Enterprise tidak pernah dibagikan ke publik. Tapi kau melakukannya dengan seenak perutmu." tegur Rudi kesal.
"Siapa bilang aku memberikan saham tersebut ke publik? Saham itu aku bagikan kepada seluruh pegawai sebagai sebuah kesatuan, bukan ke perorangan. Itu artinya, walaupun pegawai hilang dan berganti, selamanya saham itu akan tetap berada di dalam perusahaan dan tidak mengikuti siapapun. Tak ada satupun yang akan sampai ke tangan publik kecuali seseorang bermain kotor dan merubah saham-saham tersebut." sahut Rainy.
"Kau memberikan karyawan senjata yang tidak perlu!" Hardik Rudi, masih tidak terima.
"Menghadapi atasan seperti engkau, Angah, yang bahkan tega mencoba menyakiti keponakan kandungnya sendiri, aku harus memberikan jalan bagi pegawai untuk melindungi diri sebelum aku menyerahkan nasib mereka semua ke atas tanganmu." balas Rainy dingin.
Copyright @FreyaCesare
Glossary :
Gulu : sebutan untuk paman/bibi yang lahir sebagai anak kedua.
Angah : sebutan untuk paman/bibi yang lahir sebagai anak ketiga.