My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
5000 Ekor Sapi



Arbain menatap wanita di hadapannya ini dengan terkejut. Mengambil kembali sapi pinjaman beserta bunganya? Siapa sesungguhnya wanita ini? Ia masih begitu muda dan memiliki wajah begitu cantik, namun begitu dingin dan penuh permusuhan.


“Sapi-Sapi yang dipinjamkan kepada penduduk Desa Ampari adalah milik Cattleya Resort. Kalau boleh tahu, Kak Rainy, apakah anda pemilik Cattleya Resort?” Tanya Arbain. Maksud Arbain bertanya adalah sekaligus untuk mengingatkan bahwa walaupun Rainy datang dari Cattleya Resort, apabila ia bukan pemilik Cattleya Resort, maka ia tidak berhak mengklaim bahwa Sapi-Sapi yang saat ini berada di bawah asuhan penduduk Desa Ampari adalah miliknya. Dalam pemikiran Arbain, wanita yang masih begini muda tidak mungkin sudah menjadi pemilik sebuah perusahaan sebesar Cattleya Resort. Namun sayangnya, berbeda dengan dugaannya, Rainy justru membenarkan perkataannya.


“Benar, saya adalah pemilik Cattleya Resort. Biar saya ulangi dengan lebih jelas; saya adalah satu-satunya pemilik Cattleya Resort.” Wajah cantik Rainy masih sedingin dan sebeku biasanya, namun nada mengancam terdengar jelas dalam suaranya. Arbain menelan ludah yang terasa tercekat di tenggorokannya. Mengapa semakin lama keberadaan wanita ini semakin terasa mengintimidasi? Arbain menarik nafas panjang dan memaksa dirinya untuk tidak terpengaruh oleh intimidasi yang ia rasakan.


“Ah, begitu. Saya tidak menduga bahwa wanita semuda anda sudah memiliki kemampuan untuk memimpin sebuah perusahaan sebesar Cattleya Resort. Anda sungguh sangat luar biasa.” Puji Arbain. “Tapi Kak Rainy, Peminjaman atas Sapi-Sapi ini telah diatur secara formal melalui kontrak, dimana telah dijelaskan bahwa Cattleya Resort meminjamkan Sapi-Sapi ini selama jangka waktu 20 tahun, dan Desa Ampari berhak mengelolanya serta menggunakan hasilnya untuk kepentingan warga Desa sepanjang waktu 20 tahun tersebut. Kelak, setelah masa kontrak berakhir, kami hanya perlu mengembalikan Sapi dengan jumlah, usia, kualitas dan kuantitas yang sama seperti saat kami menerimanya dahulu. Itu berarti bila anda ingin mengambil Sapi-Sapi tersebut sekarang, Cattleya Resort akan melanggar kontrak. Dalam kontrak tertera, bahwa apabila salah satu pihak melanggar kontrak, maka pihak tersebut harus membayar ganti rugi pada pihak lainnya. Bukankah ini berarti, apabila Cattleya Resort memaksa untuk melanggar kontrak, maka Cattleya Resort akan mengalami kerugian yang besar?” Semakin banyak ia berbicara, Arbain merasakan bahwa rasa percaya dirinya semakin meningkat. Ia sudah menjabat sebagai Kepala Desa selama 3 tahun dan sangat berhati-hati dalam setiap tindakan yang ia lakukan. Tidak banyak kontrak yang pernah dibuat Desa Ampari dengan pihak luar. Bisa dibilang, Cattleya Resort adalah pihak pertama yang mengajukan perjanjian kerja sama dengan Desa Ampari menggunakan kontrak formal serupa itu. Itu sebabnya Arbain sangat hati-hati dalam mempelajari setiap segi dari kontrak tersebut yang pada akhirnya membuatnya cukup hafal dengan point-point yang tertuang di dalamnya.


“Apakah anda ingat apa kewajiban yang harus Desa Ampari tunaikan sebagai imbalan atas peminjaman sapi-sapi tersebut?” Tanya Rainy.


“Ini… Bahwa perawatan Sapi-Sapi tersebut harus dilakukan oleh pemuda-pemuda Desa yang tidak memiliki pekerjaan, bahwa penduduk Desa Ampari tidak akan mengganggu dan mempersulit jalannya usaha Cattleya Resort, dan bahwa penduduk Desa Ampari tidak akan mengganggu, mempersulit dan menyakiti pegawai dan tamu yang berkunjung di Cattleya Resort.” Ucap Arbain sambil mengingat-ingat.


“Kepala Desa Arbain memiliki ingatan yang baik, bisa mengingat klausul tersebut di luar kepala. Hal ini mempermudah saya untuk menjelaskan mengapa bila Kepala Desa Arbain tidak bisa mengendalikan perilaku penduduknya, mengambil Sapi-Sapi saya dari tangan kalian sama sekali tidak melanggar kontrak.” Ucap Rainy. Mendengar ini, Natasha segera mengulurkan Tab yang ada di tangannya dan meletakkan di atas meja, tepat di hadapan Arbain.


“Bapak Kepala Desa, ini adalah Kontrak Kerja yang dibuat antara Cattleya Resort dan Dr. Batari. Seperti yang bapak lihat, Dr. Batari, sejak 2 hari yang lalu telah menjadi pegawai kontrak di Catleya Resort sebagai Dokter di Poliklinik yang rencananya akan kami dirikan.” Ucap Natasha sambil menunjukan kontrak digital yang ia tampilkan di layar tabnya.


“Bahwa penduduk Desa Ampari tidak akan mengganggu, mempersulit dan menyakiti pegawai dan tamu yang berkunjung di Cattleya Resort….. sampai disini, anda pasti sudah bisa memahami maksud saya kan?” Ucap Rainy. Tentu saja Arbain paham. Bahwa karena Dr. Batari adalah salah satu pegawai Cattleya Resort, maka apabila penduduk Desa Ampari berani mengganggu, mempersulit dan menyakiti Dr. Batari maka itu berarti penduduk Desa Ampari dengan sengaja telah melanggar kontrak.


Arbain terdiam di tempatnya. Ia tidak mampu berbicara dan tidak bisa berpikir. Ia tahu bahwa perilaku warga Desa Ampari memang keterlaluan karena berusaha main hakim sendiri. Namun ia merasa bahwa ini bukanlah masalah yang besar. Ia hanya butuh sedikit waktu untuk bicara baik-baik dengan penduduk Desa dan pelan-pelan mencoba meredakan amarah mereka. Paling-paling dalam 2 atau 3 minggu lagi, keadaan ini bisa dikendalikan dan Dr. Batari akan bisa bekerja seperti biasa. toh sampai saat ini Dr. Batari masih dalam keadaan baik-baik saja. Warga bahkan tidak memaksa untuk mendobrak masuk dan mengobrak-abrik isi rumah Dr. Batari. Lambat laun, masalah ini akan selesai dengan sendirinya, apalagi dengan bantuan Polisi. Tapi siapa sangka, bahkan sebelum Polisi bertindak,  seseorang sudah melemparkan ancaman yang sebegini beratnya pada penduduk Desa Ampari atas kesalahan yang belum sempat mereka lakukan.


“Tapi bagaimana kalau Dr. Batari memang bersalah? Apakah anda akan memaksa untuk tetap melindunginya?” Tanya Arbain pada Rainy dengan wajah masam.


“Hanya Hakim dalam Pengadilan yang berhak menentukan apakah Dokter Batari bersalah atau tidak. Bukan penduduk Desa Ampari. Jadi bahkan walau Dokter Batari bersalah sekalipun, isi Kontrak yang sudah kita tanda tangani bersama tetap berlaku. Saya akan tetap melindungi Dokter Batari dari aksi main hakim sendiri yang ingin penduduk Desa Ampari lakukan.” Tegar Rainy.


“Bersikap sekeras ini, apa anda tidak takut pada kecaman masyarakat terhadap anda dan Cattleya Resort?” Tanya Arbain sambil menahan amarah.


“Kecaman masyarakat? Hal yang seperti itu, apa gunanya untuk saya perdulikan?” Tanya Rainy dengan senyum mengejek.


“Jangan meremehkan rakyat kecil! Kami bisa membuat Cattleya Resort tidak lagi dapat beroperasi dan harus tutup sampai selama-lamanya!” ancam Arbain.


“Kepala Desa Arbain, Cattleya Resort hanyalah satu dari sekian banyak properti yang saya miliki. Bahkan ketika properti ini harus tutup karena bangkrut, itu hanya akan mengurangi kekayaan saya sebanyak 2%.  What a joke!" Rainy mendengus geli. "Bagi saya, Cattleya Resort hanyalah taman bermain, bukan tempat saya mencari uang. Apakah anda sudah mengerti sekarang?”


Copyright @FreyaCesare