
Mr. Jack terlalu terkejut sehingga tidak mampu berkata-kata. Di sebelahnya, Batari juga sama terkejut dan sama tidak mampu berkata-katanya. Di jaman modern ini, di dunia yang dipenuhi oleh teknologi ini, bagaimana mungkin ia bisa bertemu dengan segerombolan anak muda yang dengan bangganya berkata bahwa perusahaan tempat mereka bekerja adalah adalah sebuah Biro Konsultasi Paranormal. Tunggu dulu apakah ia salah mengartikan makna Paranormal? Mr. Jack mengulurkan tangan dan mengeluarkan telepon genggamnya dari kantong bajunya. Ia kemudian membuka google dan mengetik Paranormal dalam search engine tersebut. Makna yang keluar adalah bahwa Paranormal merupakan sebutan bagi seseorang yang menggunakan kekuatan indra keenam untuk melihat suatu hal yang melampaui normal.
“Kau hanya bercanda kan?” Tanya Mr. Jack tak percaya. Namun Raka menggelengkan kepalanya. Bahkan Rainy dan Lara turut menggelengkan kepalanya. Mr. Jack menoleh pada Arka. Namun yang dipandanginya hanya balik memandangnya tanpa memberikan respon sama sekali. Mr. Jack menoleh pada Batari. Wajahnya tampak bingung dan khawatir. Sejujurnya dia tiba-tiba mengkhawatirkan apakah anak-anak muda di hadapan mereka ini masih baik-baik saja? Mereka tidak tampak sedang bercanda. Namun Paranormal? Ini…. Mr. Jack kesulitan untuk memproses informasi ini dalam otaknya.
Namun hal ini berbeda dengan Batari. Setelah apa yang dialaminya kemarin, ia tak lagi merasa bahwa hal yang diungkapkan Raka adalah sesuatu yang aneh. Dan melihat betapa tenangnya mereka ketika berhadapan dengan Kuyang kemarin membuat apa yang saat ini Raka ungkapkan terdengar masuk akal. Para anak muda ini, yang sehari-harinya dikenal sebagai pasukan penjaga keamanan, yang setiap pagi berkumpul di gym untuk berlatih bela diri, yang setiap orangnya berparas rupawan dan berpenampilan penuh percaya diri; sulit untuk meyakini bahwa mereka adalah sekumpulan orang dengan kemampuan indera keenam dan memilih pekerjaan sebagai paranormal, namun bukan sama sekali tidak mungkin. Batari memandang ke arah Rainy dengan penuh rasa ingin tahu. Gadis ini adalah seorang pewaris yang tidak kekurangan apapun. Di sebelahnya, Raka, dikenal sebagai CEO brilian berdarah dingin yang memimpin beberapa perusahaan dengan tangan besi.
“Apakah kalian semua paranormal?” Tanya Batari.
“Sebagian besar dari kami adalah Indigo.” Sahut Rainy.
“Dan kau adalah pemimpin mereka?” Tanya Batari lagi.
“Emm.” Rainy mengangguk.
“Apa yang bisa kau lakukan?” Tanya Batari. Rainy mengulurkan tangan kirinya ke depan lalu tak lama kemudian tangan itu terbakar api. Mr. Jack terpekik kaget sementara mata Batari terbuka dengan sangat lebar, membuat Rainy khawatir bahwa mata tersebut akan keluar dari tempatnya.
“Api? Kekuatan super?” Tanya Batari. Ia baru tersadar bahwa ia sempat melihat ada api yang di lemparkan ke arah Kuyang kemarin, saat Kuyang tersebut hendak melarikan diri. Apakah api tersebut dilemparkan oleh Rainy?
“Ra… Rainy, jangan bermain dengan api…” Ucap Mr. Jack dengan khawatir.
“Api ini tidak panas.” Sahut Rainy.
“Bagaimana mungkin api tidak terasa panas?” Bantah Mr. Jack. Dengan gerakan tangannya, Rainy melemparkan api di tangannya ke arah Mr. Jack, membuat pria itu menjerit karena terkejut. Rain, bagaimana bisa kau melemparkan api itu padaku? Apa kau mau membunuhku? Tanya Mr. Jack dalam hati. Mr. Jack membayangkan bahwa api tersebut akan menyambar ke arahnya dan membuatnya terbakar. Tapi siapa sangka, api itu melompat ke atas punggung tangannya. Mr. Jack yang panik mengibas-ngibaskan tangannya untuk melemparkan api tersebut, namun sesuatu yang terlihat seperti tangan mungil tampak berpegangan dengan erat pada punggung tangan Mr. Jack. Menyadari bahwa tangannya tidak terasa panas, Mr. Jack menghentikan gerakan tangannya. Ia memandang dengan takjub ketika layaknya entitas yang hidup, api tersebut melepaskan pegangan tangan-tangan kecilnya dan kemudian menyala dengan bangga di atas tangan Mr. Jack. Api tersebut tidak besar, mungkin hanya seukuran bola tenis. Apinya menyala dalam warna merah oranye yang terlihat panas membara. Namun bukan saja tidak menyebabkan luka bakar pada tangan Mr. Jack, api tersebut juga tidak terasa panas.
“Paman, Kak Tari, itu adalah Hellfire.” Ucap Rainy, memperkenalkan.
“Hellfire? Api neraka?” Ucap Batari dengan heran.
“Emm. Aku tidak tahu dari mana Hellfire berasal. Ia sudah ada dalam tubuhku saat aku dilahirkan. Ia tidak akan menyakiti mahluk dari dunia fana dan ia juga tidak akan merusak benda dari dunia fana. Ia hanya akan terasa panas dan membakar bagi mahluk-mahluk dan benda-benda yang berasal dari neraka. Itu sebabnya kakekku memberinya nama Hellfire.” Ucap Rainy menjelaskan.
“Mahluk dari neraka?” Ulang Batari.
Batari dan Mr. Jack memandang Hellfire dengan tertarik. Tiba-tiba di bagian bawah api tersebut, muncul 2 buah kaki yang kemudian membawa Hellfire berjalan-jalan di atas punggung tangan Mr. Jack. Dari berjalan, Hellfire mulai melompat dan melakukan salto. Tubuhnya memanjang dan kemudian melakukan flip beberapa kali, layaknya kontestan senam lantai. Lalu setelah beberapa kali melompat, Hellfire melompat kembali ke atas telapak tangan Rainy. Tak lama kemudian apinya menyebar ke seluruh penjuru telapak tangan dan masuk kembali ke dalam urat nadi Rainy, membuat semua yang melihatnya terpana. Bahkan Raka juga tidak pernah melihat Hellfire bertingkah seperti itu sebelumnya.
“Rain, apakah hellfire itu hidup?” Tanya Mr. Jack. Rainy menggeleng.
“Aku yang mengaturnya untuk melakukan gerakan-gerakan tadi. Karena ia adalah milikku, maka aku bisa mengaturnya dengan pikiranku bahkan ketika ia tidak berada di tubuhku.” Cerita Rainy.
“Oooh, itu sangat keren!” Puji Mr. Jack dengan mata berbinar-binar.
“Terimakasih, Paman.” Sahut Rainy dengan tenang.
“Kemampuan untuk membakar yang tidak kasat mata. Itu sebabnya kau adalah paranormal dan bukan pahlawan super.” Guman Batari. Mendengar ini Raka tersenyum.
“Apakah ada bedanya? Kemampuan untuk menghadapi mahluk tidak kasat mata juga merupakan kekuatan super.” Ucap Raka.
“Benar juga.” Batari mengangguk.
“Apakah Mr. Jack dan Kak Tari sudah percaya sekarang?” Tanya Raka.
“Setelah demonstrasi itu, sangat sulit untuk tetap tidak percaya.” Jawab Mr. Jack dengan jujur.
“Kalau begitu, apakah kak Tari bersedia untuk membicarakan masalah ibu kandung kak Tari dengan kami sekarang?” Tanya Raka. Semua mata langsung menoleh pada Batari dan membuat wanita itu merasa rikuh.
“Jangan khawatir. Ada Mr. Jack yang akan selalu menemani dan melindungi kak Tari disini.” Bujuk Raka. Batari mengangguk.
“Apa yang ingin kalian bicarakan?” Tanya Batari kemudian. Raka menoleh ke arah Rainy, ingin melemparkan tugas untuk membahas masalah Kuyang ini pada gadis itu. Tapi Rainy hanya menggeleng. Aku lelah! Aku tidak punya cukup energi untuk dihabiskan dengan berbicara tanpa henti. Kau saja yang bicara. Begitu perintah tanpa kata yang diucapkan Rainy pada Raka dalam hatinya. Untungnya Raka sangat mengenal Rainy dan cerdas membaca maksud gadis itu. Mau tidak mau, Raka melanjutkan.
“Kak Batari, sejauh mana kakak mengenal tentang seluk-beluk Kuyang?” Tanya Raka. Terhadap pertanyaan ini, Batari menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai Kuyang. Tidak ada sama sekali.” Jawab Batari.