My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
New Office



Awalnya hanya Rainy, Raka dan kedua orang tua Rainy yang akan berangkat menuju kantor baru Divisi VII. Tapi siapa sangka, begitu Raka menginformasikan pada Natasha niat mereka, tak sampai 20 menit kemudian Ace, Natasha dan Arka telah berada di depan rumah Ardi.


"Kenapa kalian kemari?" tanya Rainy dengan heran.


"Tentu saja untuk pergi melihat kantor kita yang baru dong, boss." sahut Ace.


"Padahal kalian kan bisa berangkat besok saja biar tidak mengganggu hari libur kalian."


"Selama Boss tidak menyuruh kami untuk bekerja, maka saya menganggap ini sebagai liburan. Hehe." sahut Ace dengan girang sementara di sampingnya, Natasha mengangguk membenarkan.


Sebenarnya sangat wajar apabila mereka berdua menjadi sangat tidak sabar untuk segera pindah ke kantor baru karena lokasi baru tempat Divisi VII berada adalah di sebuah Resort yang lokasinya berjarak sekitar 1 jam perjalanan bila melewati jalan Tol. Dalam pemikiran Ace dan Natasha berkantor di resort sama artinya dengan bekerja di surga. Diluar jam kerja, mereka bisa bermain dan bersantai sepuasnya!


Resort tersebut adalah salah satu dari 3 buah Resort yang terdaftar dalam properti rahasia milik Rainy. Terletak di pinggir pantai yang cukup jauh dari keramaian, Cattleya Resort merupakan Luxury Resort yang pertama kali di bangun di kawasan tersebut. Tadinya hanya berupa sebidang tanah luas yang dibeli Jaya Bataguh sebagai hadiah Ulang tahun Rainy yang ke 15 tahun, hanya karena Rainy pernah bilang bahwa ia ingin membangun rumah di pinggir pantai. Namun karena begitu luasnya tanah tersebut, saat Rainy berusia 16 tahun, alih-alih sebuah rumah pantai, Rainy meminta agar dibangunkan sebuah resort disana.


Resortnya sendiri tidak terlalu besar. Bangunannya hanya terdiri dari 20 buah rumah pantai dan sebuah gedung bertingkat 4 yang memiliki 30 buah kamar, sebuah family restaurant, sebuah cafe terbuka di atap gedung, sebuah Gym dan Spa, serta sebuah mini market sekaligus toko souvenir. Terdapat 3 buah kolam besar di pinggir pantai dan sebuah cafe kecil yang estetik terletak menghadap ke arah pantai. Saat ini Cattleya Resort dipegang oleh profesional yang dipimpin oleh seorang wanita setengah baya bernama Meyliana yang merupakan salah satu sahabat Ratna. Berkat tangan dingin Meyliana, walaupun Tidak besar, Cattleya Resort menjadi resort exclusive yang sering direkomendasikan di berbagai media sebagai tempat tujuan staycation paling hip bagi mereka yang ingin bebas dari hiruk pikuk kota besar setelah penat bekerja. Dalam 3 tahun sejak beroperasi, Cattleya Resort telah berhasil meraih keuntungan bersih sebesar 5x lipat dari nilai propertinya. Memenuhi pundi-pundi uang Rainy tanpa pemiliknya menaruh keperdulian atasnya.


Divisi VII sendiri terletak di sebuah president's suite, di lantai 4, yang memiliki pemandangan langsung ke arah pantai. Setelah dialih fungsikan sebagai kantor, Suite tersebut menjadi sebuah kantor modern yang lengkap dengan ruang rapat, ruang kerja, ruang kantor khusus untuk Rainy, sebuah ruang santai dengan TV yang sangat besar dan sebuah dapur serta toilet modern. Karena letaknya yang jauh dari kota B, Rainy dan seluruh anggota timnya otomatis pindah untuk tinggal di 2 buah rumah pantai yang masing-masing memiliki 3 kamar. Karena status mereka sebagai anggota keluarga, Rainy, Ivan dan Arka akan menempati 1 rumah bersama, sedangkan Raka, Ace dan Nat akan berbagi ruang di rumah pantai yang terletak tepat di sebelah rumah Rainy.


Saat mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan pintu masuk bangunan utama resort, Ivan dan seorang pria yang tidak disangka-sangka oleh Rainy, menjemputnya di depan pintu.


"Surprise!" sambut Ivan, mendorong pria tersebut ke hadapan Rainy.


"Oom Jack? Sedang apa disini?" tanya Rainy heran. Ia membiarkan Raka membawa kedua orangtuanya menuju kamar mereka sementara yang lainnya langsung membawa barang-barang mereka menuju rumah pantai. Rainy membawa Mr. Jack untuk duduk di sofa yang tersedia di lobby.


"Aku memberinya voucher liburan gratis selama seminggu disini." ucap Ivan yang disambut oleh anggukan Mr. Jack. Wow, Ivan, kau bisa memanjakan pegawai juga rupanya. Pikir Rainy sambil mengacungkan jempolnya pada Ivan. Membuat pemuda itu tersenyum bangga.


"Saat manager bilang bahwa kalian akan pindah bekerja disini, aku jadi penasaran. Itu sebabnya aku ikut kemari." ucap Mr. Jack.


"Bagaimana? Apa paman suka tempat ini?" tanya Rainy lagi. Mr. Jack kembali mengangguk.


"Tempat ini sangat indah dan nyaman! Aku jadi iri karena kalian bisa tinggal dan bekerja disini." jawab Mr. Jack.


"Kalau paman suka, aku bisa mengatur agar paman bisa berlibur kemari kapan saja paman mau." ucap Rainy.


"Yang benar?" tanya Mr. Jack dengan mata berbinar.


"Atau bagaimana kalau kita buka cabang Eclair disini?" tawar Rainy.


"Sungguhan?" tanya Mr. Jack lagi. Suaranya terdengar penuh harap.


"Cattleya Resort sudah punya 2 kafe dan 1 restaurant. Apa tidak kebanyakan apabila menambah 1 lagi?" tanya Ivan dengan skeptis. Ia tak merasa membuka cabang Eclair di resort ini akan membawa profit yang baik.


"Tidak perlu menambah. Cukup mengganti salah satu kafe yang ada dengan Eclair." sahut Rainy santai.


"Semudah itu?" tanya Mr. Jack dengan kaget. Tawaran Rainy membuat Ivan menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja. Kenapa harus dibuat susah?" Sahut Rainy santai, membuat kening Ivan mulai berdenyut menyakitkan. This girl, really! Ivan tak mau ada di dekat mereka saat Rainy memberitahukan rencananya ini pada Meyliana. Meyliana mungkin tidak akan menolak keinginan Rainy, tapi ia sudah dipastikan akan berubah jadi iblis wanita yang siap menyiksa siapapun yang berani mendekat di sekitarnya selama beberapa hari karena kemarahan yang tidak tersampaikan. Ivan bergidik ngeri.


Singkat cerita, pada akhirnya diputuskan bahwa setelah Mr. Jack mempersiapkan penggantinya di Eclair, ia akan pindah ke Cattleya Resort untuk membuka cabang Eclair disana. Namun ini baru akan terjadi 6 bulan kemudian. Sebelum itu, Mr. Jack harus terlebih dahulu menghadapi peristiwa yang mematahkan hatinya sekaligus menggemparkan seluruh penghuni resort. Namun kisah itu masih harus menunggu sebelum bisa diceritakan karena hari ini, Rainy harus berhadapan dengan peristiwa lain yang tidak kalah hebohnya.


Hari sudah senja ketika Rainy menyusuri koridor untuk menuju ke ruangan kantornya. Ia tanpa sengaja telah meninggalkan handphone di atas mejanya sehingga terpaksa kembali untuk mengambilnya. Saat itu koridor sangat lengang. Namun cahaya lampu yang terang benderang dan wangi pengharum ruangan yang menyegarkan membuat koridor itu terasa nyaman untuk dilewati walau dalam keadaan yang lengang. Koridor tersebut cukup panjang dan kantor Rainy terletak di bagian tengah. Saat akhirnya mencapai pintu kantornya, Rainy mengeluarkan kunci berbentuk kartu dari sakunya dan hampir saja menggesek kartu tersebut ketika tiba-tiba sebuah wajah muncul menembus pintu yang tertutup rapat tepat di hadapannya. Rainy terpaku ditempatnya dengan mata terbelalak karena terkejut dan bertatap-tatapan pada jarak yang hanya sekitar 15 cm, dengan seorang wanita yang hanya bagian leher dan kepalanya saja yang terlihat, sedangkan tubuhnya masih berada di balik pintu.


Copyright @FreyaCesare