My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Bumi Yang Berwarna Pink II



"Hanya dari ceritamu saja, walaupun saya sangat tertarik untuk melihat dunia dimana teknologi dan alam adalah sepasang kekasih, saya tak yakin akan suka tinggal di dunia di mana hukum yang berlaku adalah hukum rimba." cela Rainy, yang membuat ia lagi-lagi dihadiahi pukulan di kepala oleh Datuk Sanja.


"Hukum rimba apanya?! Apa kau pikir orangtua macam aku tidak memiliki kemampuan untuk berpikir sehingga memimpin dunia dengan cara hutan rimba?" protes Datuk Sanja.


"Ah! Apakah Datuk Seorang pemimpin disana?" tanya Rainy sambil mengusap-usap kepalanya.


"Datuk Sanja adalah Sultan Agung Kesultanan Kalimantan yang ketiga dan memimpin selama 100 tahun." Ucap Ungu.


"Ah!" Rainy terpana. Sejak kapan ada Kesultanan Kalimantan? Dan 100 tahun? Rupanya Pink Earth betul-betul memiliki kehidupan yang sama sekali berbeda dengan Bumi yang Rainy tinggali ini.


"Apakah kerajaan Kutai dan Banjar masih berdiri?" tanya Rainy penasaran.


"Semua kerajaan kecil di pulau Kalimantan telah bergabung menjadi Kesultanan Kalimantan sejak tahun 1500 M. Saat terakhir kami meninggalkan Pink Earth, Kesultanan Kalimantan telah menginjak usia 500 tahun." Lanjut Ungu kembali.


"Tahun 1500 M? Bukankah saat Hanyi meninggalkan Bumi ini, waktu itu sudah tahun 1700 san? Apakah mereka melakukan perjalanan lebih jauh lagi ke masa lalu?" Tanya Rainy lagi. Ungu mengangguk.


"Saat itu kemampuan Terry belum stabil. Ia masih kesulitan untuk bisa memastikan tahun yang akan mereka kunjungi. Terry berharap bisa segera kembali ke tahun 2050, tempat dimana keluarganya berada, namun mereka terlempar ke masa yang lebih primitif lagi." Cerita Ungu. "Untungnya pada masa itu, perbedaan antar dimensi belum terlalu banyak. Peristiwa yang terjadipun tidak memiliki banyak perbedaan sehingga mereka kemudian menggunakan pengetahuan mereka akan masa lalu, untuk memenangkan penerimaan dari warga setempat. Sejak itu, Hanyi di daulat untuk menjadi pemimpin. Hanyi membawa suku Bakumpai menjadi penguasa wilayah Kalimantan lewat perdagangan hingga akhirnya mendirikan Kesultanan Kalimantan dengan Hanyi sebagai Sultan pertama mereka."


"Apakah sejak itu mereka tidak pernah melakukan perjalanan antar dimensi lagi?" tanya Rainy.


"Sesekali. Namun karena saat itu Terry sudah sangat menguasai kemampuannya, setiap kali mereka berpergian, mereka bisa kembali lagi dengan mudah dan pada waktu yang hanya berbeda beberapa menit dari waktu keberangkatan. Membuat perjalanan yang telah mereka lakukan seakan tidak pernah terjadi." sahut Ungu lagi.


Rainy mengangguk. Benar-benar kemampuan yang sangat bermanfaat. Sangat-sangat membuat iri.


"Ungu, kau belum menceritakan tentang si kembar." ucap Rainy mengingatkan.


"Ah!" ucap Ungu. "Baikah." ungu mengangguk dengan patuh. "Saat si kembar lahir, Sultan Haifa baru menduduki tahta selama 10 tahun. Saat itu Sultan Haifa hanya memiliki 1 orang anak, yaitu Putri Bilqis. Itulah sebabnya, ketika akhirnya Ratu Kana hamil kembali, Sultan Haifa yang sangat gembira, tak sabar ingin mengetahui masa depan anaknya. Ia lalu memanggil peramal terkuat di Kesultanan Kalimantan dan meminta orang tersebut untuk meramalkan nasib calon bayinya. Peramal tersebut kemudian mengatakan bahwa Pangeran kecil memiliki takdir seorang Sultan sedangkan putri mereka memiliki jiwa seorang penakluk. Berdua mereka akan menjadi orang-orang yang mengendalikan pergerakan dunia. Namun sebelum hal itu terjadi, keduanya harus berhadapan dengan ujian besar terlebih dahulu. Apabila berhasil melewati ujian tersebut, maka semua pintu akan terbuka lebar dan jalan menuju kejayaan dan kemakmuran telah di depan mata."


Rainy mengangkat kedua alisnya.


"Si kembar belum juga keluar dari perut ibunya, tapi nasibnya sudah diungkap seperti itu?" Tanya Rainy. "Mengapa tidak sabar sekali sih?" protes Rainy.


"Dia bodoh." sahut Datuk Sanja.


"Tindakan Haifa waktu itu memang cukup sembrono." Ungu mengangguk setuju. "Di negeri dimana yang lemah harus menurut pada yang kuat, berita tentang kemunculan calon ahli perang baru dalam keluarga adalah sebuah berita baik bagi masa depan kesultanan kalimantan, namun berita buruk bagi musuh-musuh kami. Berita ini bisa menjadi sumber mara bahaya bagi si kembar. Walaupun Haifa berusaha sedapat mungkin untuk menutup mulut semua orang yang mendengar mengenai ramalan tersebut, namun dinding terlanjur bertelinga." Ungu mendesah dengan sedih.


"Semenjak itu sejumlah percobaan pembunuhan telah dilakukan untuk menghalangi kesultanan Kalimantan memiliki kekuatan baru yang akan mengancam bagi kekuatan lain di masa depan. Pada akhirnya Datuk Sanja yang mengambil langkah tegas." Ucap Ungu.


"Apa yang Datuk lakukan?" tanya Rainy.


"Aku mengurung Kana yang sedang hamil besar di tempat ini dan baru mengijinkannya pulang kembali ke sisi Haifa ketika si kembar telah berusia 5 tahu." Sahut Datuk Sanja.


"Mengapa begitu lama?" tanya Rainy.


"Karena aku mau memastikan bahwa si kembar telah memiliki kemampuan untuk melindungi diri sebelum mereka muncul dan diperkenalkan di ruang publik." sahut Datuk Sanja lagi.


"Kemampuan untuk melindungi diri sendiri? Apa yang bisa dilakukan oleh anak berusia 5 tahun?" heran Rainy.


"Rainy bisa membakar siapapun yang menyentuhnya tanpa ijin dengan hawa api mencapai 500 derajat celcius. Arka akan memberimu mimpi buruk bila kau berani mencelakakannya. Si kecil itu sangat pendendam." sahut Ungu sambil tersenyum manis. Rainy untuk kesekian kalinya hari itu, kembali terpana.


"Shadow." sahut Datuk Sanja. "Arkaku adalah satu-satunya anak dalam keluarga kita yang mewarisi kekuatan shadow Mawinei yang sangat langka itu."


"Jika ada shadow, seharusnya ada light dan hellfire bringer juga kan?"


Datuk Sanja mengangguk.


"Rainy bukan hanya menguasai api. Ia juga hellfire bringer dan beastmaster. Dia orang pertama dalam keluarga yang menguasai 2 kategori kemampuan sekaligus. Hehehe." Datuk Sanja tertawa bangga.


"Apakah orang tidak biasa menguasai banyak keahlian sekaligus?"


"Itu mungkin, tapi umumnya hanya berada dalam 1 kelompok kemampuan." Sahut Ungu. "Misalnya seperti kemampuanmu. Kau adalah seer, soul reader dan empath. Itu berada dalam 1 kelompok kemampuan spiritual. Sangat wajar kalau kau memiliki 1 atau lebih kemampuan dalam kelompok ini. Tapi seharusnya untuk kultivasi kemampuan spiritual saja sudah sangat melelahkan, orang tidak akan memiliki kemampuan dari kelompok lain, atau bila punya, tidak akan punya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Namun kau juga hellfire bringer walaupun sangat lemah. Itu membuatmu sangat unik dan langka. Namun Rainy kami adalah pemilik bukan hanya Hellfire yang kuat dan elemen api yang sangat hebat, ia juga beastmaster yang sangat alamiah."


"Beastmaster? Kemampuan untuk mengendalikan hewan?"


"Kemampuan untuk mengendalikan semua mahluk berbentuk binatang."


"Ada ya kemampuan seperti itu?"


"Emm. Beastmaster masuk ke dalam kategori kemampuan spiritual."


"Bagaimana dengan seer, empath dan soulreader? Apa dia bisa melakukannya juga?" tanya Rainy.


"Tentu saja. Cucuku sangat luar biasa!" puji Datuk Sanja. Rainy menarik nafas panjang.


"Gadis kecil yang malang. Hidupnya pasti sangat melelahkan." ujarnya merasa iba.


"Mengapa kau berpikir begitu?" tanya Datuk Sanja heran.


"Apa Datuk pikir enak menjadi empath dan soulreader?" Rainy bertanya balik.


"Kau merasakan itu berat karena kau tidak pernah melatih kemampuanmu dengan cara yang benar." Beritahu Datuk Sanja. Ia menepuk-nepuk bahu Rainy dengan iba.


"Begitukah?"


"Emm. Nanti aku akan mengajarimu cara mengendalikan kekuatanmu." kata Datuk Sanja. Rainy mengangguk.


"Terimakasih, Datuk. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan light? Apakah ada anggota keluarga Datuk yang terlahir dengan elemen light?" tanya Rainy lagi.


"Kakak si kembar, Balqis." sahut Ungu. "Itu sebabnya Kesultanan Kalimantan saat ini adalah Kesultanan yang sangat ditakuti oleh bangsa iblis dan.jin, karena 3 keturunan langsung Sultan Haifa adalah pemilik kekuatan yang sangat langka di dunia, yang bisa membawa kehancuran bagi iblis dan jin."


"Jadi, musuh utama kalian lagi-lagi adalah iblis?" tanya Rainy.


Ungu mengangguk, membuat Rainy mencibir. Cih, baik di dunia ini maupun di dunia yang sana, mengapa mereka tidak juga berhenti berurusan dengan iblis?


"Tapi bukan hanya Iblis. kelompok manusia yang tidak ingin Kesultanan Kalimantan berjaya di masa depan juga menjadi musuh besar kami." tambah ungu.