
Rainy mengangkat kedua alisnya dan membelalakkan matanya ketika mendengar kata-kata Ratna. Ide itu… Rainy sangat menyetujuinya! Sejak pertama kali Rainy melihatnya, ia sudah merasakan rasa kedekatan yang kuat terhadap Arka. Mungkin itu disebabkan karena mereka memiliki hubungan darah? Entahlah! Yang jelas walaupun baru pertama kali bertemu, Rainy langsung merasa bahwa ia sudah mengenal Arka sejak lama. Dan kisah hidup pria itu terlalu menyayat hati Rainy hingga membangkitkan rasa keibuannya dan membuat Rainy ingin selalu melindungi Arka. Rasa yang seringkali membuat Raka bersikap seolah-olah seseorang telah memaksanya meminum segelas cuka asam. Apabila Arka di upgrade dari sepupunya menjadi kakaknya, seharusnya Raka tidak memiliki alasan untuk cemburu pada Arka lagi kan? Begitu pikir Rainy dengan girang. Ia langsung menoleh ke arah Arka dan menatapnya dengan tatapan yang seolah-olah berkata, ‘Mau donk, Kak. Mau ya? Ya? Ya?’ Ekspresi Rainy ini membuat Ratna dan Ardi merasa geli. Sepertinya Rainy benar-benar menyukai Arka.
Arka menatap Rainy sesaat, sebelum menoleh ke arah Ratna dan Ardi. Dari sekian banyak anggota keluarga Jaya Bataguh, selain Marleena, hanya Ardi sekeluargalah yang membuat Arka merasa diterima dan diperlakukan sebagai anggota keluarga. Walaupun ia jarang bertemu Ardi dalam masa 5 tahun sebelum kepulangan Rainy, namun ia memiliki kesan yang sangat baik pada pasangan yang tidak pernah menunjukan sikap tinggi hati dan merendahkan orang lain ini, yang membuat mereka berbeda dari anggota keluarga Jaya Bataguh lainnya. Itu sebabnya ketika Marleena memberitahu Arka bahwa kelak ia akan bekerja sebagai bodyguard putri tunggal pasangan ini, Arka merasa sedikit antusias.
Dengan orangtua sebaik Ardi dan Ratna, tidak mungkin rasanya bila putri kesayangan mereka memiliki sifat yang bertolak belakang dengan orangtuanya. Namun Arka tidak menduga bahwa bukan hanya Rainy tidak memiliki kelembutan Ratna, Rainy juga tidak memiliki senyum ramah dan kepribadian Ardi yang hangat. Arka malah dihadapkan dengan gadis yang justru terlihat agak mirip dirinya sendiri; dingin, kejam dan tak sudi menerima kerugian sedikitpun. Untungnya setelah mengenalnya, Arka menyadari bahwa Rainy bukannya tidak memiliki semua sifat orangtuanya. Ia hanya lebih suka menunjukan sisi kerasnya, ketimbang kebaikan dan kehangatannya. Kedua sifat terakhir itu hanya diberikan khusus bagi orang-orang terdekatnya. Sekarang, melihat cara Rainy menatapnya, lagi-lagi Arka diingatkan pada cara adiknya dulu menatapnya ketika ia menginginkan sesuatu dari Arka. Tanpa sadar Arka mengulurkan tangan dan mengusap kepala Rainy dengan penuh kasih sayang.
“Apa kau akan suka bila aku menjadi kakakmu?” Tanya Arka pelan. Rainy mengangguk kuat-kuat.
“Kenapa kau menyukai itu?” Tanya Arka lagi.
“Karena itu kau! Kau adalah kakak yang selalu kuinginkan namun tidak pernah kuperoleh karena Mama tidak mau memberikannya padaku.” Rainy mengerutkan bibirnya dengan kesal saat mengucapkan kalimatnya yang terakhir, membuat Ratna tak mampu berkata-kata. Merasa telah diperlakukan secara tidak adil, Ratna menoleh pada suaminya untuk protes. melihat ini Ardi tersenyum geli dan mengusap-usap punggungnya untuk menghiburnya.
Dalam hal ini, pemikiran Rainy cukup aneh dan cenderung tidak masuk akal. Di masa kecil ia selalu protes pada orangtuanya mengapa mereka tidak memberinya seorang kakak laki-laki, karena ia selalu menginginkan kakak laki-laki yang seperti Raka. Saat itu Rainy tampak sepenuhnya belum mengetahui bagaimana caranya urutan dalam persaudaraan dibuat.
“Kami tidak bisa memberimu kakak, karena engkaulah yang ditakdirkan untuk jadi kakak, Rain.” Begitu penjelasan yang diberikan oleh Ratna waktu itu. Mendengar jawaban ini, Rainy kecil melipat kedua tangannya ke dada, mencebikkan bibirnya dan berkata,
“Apa itu takdir? Apakah bisa dimakan? Kalau tidak bisa dimakan, jangan berani-beraninya mengatur-atur hidupku!” protesnya, membuat yang mendengarnya saat itu tertawa terbahak-bahak. Lalu ketika Ardi berkata bahwa karena Rainy menginginkan kakaklah, maka mereka memilihkan Raka untuk jadi kakaknya. Namun dengan lagak paling pintar dan paling benar, Rainy berkata,
“Itu berbeda. Raka akan jadi suamiku. Karena itu, ia tidak bisa jadi kakakku. Kakak dan adik tidak boleh menikah!” Kata-katanya sukses membuat seluruh penghuni ruangan pada saat itu kembali tertawa terbahak-bahak sampai bergulingan di lantai melihat sikapnya yang sok dewasa padahal masih berusia 5 tahun. Tapi itu adalah awal dari dimulainya rengekan Rainy meminta saudara baru, yang selalu muncul beberapa kali dalam setiap tahunnya, dan baru kali inilah Ratna dan Ardi memutuskan untuk memenuhi permintaannya.
“Arka, Rainy sangat menyukaimu, begitu juga aku dan suamiku. Kalau kau tidak keberatan memiliki kami sebagai orangtua dan Rainy sebagai adik, aku harap kau bersedia mempertimbangkannya.” Ucap Ratna sambil tersenyum lembut. Ia tak mau membuat Arka merasa bahwa ia diberi tawaran yang tidak enak untuk ditolak olehnya. Ratna tak ingin membebaninya dan membuat Arka menarik diri dari keluarga ini.
“Tak perlu mempertimbangkan lagi! Kau sudah bersamaku selama beberapa bulan ini, apakah aku pernah memperlakukanmu dengan buruk?” Tanya Rainy, memasang ekspresi tuan besarnya. Lagaknya mirip seorang pria kaya yang sedang merayu wanita cantik dari kelas yang lebih rendah untuk diambil sebagai isterinya.
Menjawab pertanyaannya ini, Arka menggeleng.
“Selama mengikutiku, apakah aku pernah membuatmu kecewa?” Rainy masih belum selesai dengan 101 pertanyaan anehnya, dan Arka yang tiba-tiba bersikap layaknya anak manis, dengan patuh menggelengkan kepalanya.
“Kalau begitu, fix ya? Sejak hari ini kau bukan lagi sekedar sepupuku, tapi kau adalah kakakku!” Ucap Rainy dengan tegas. “Setuju?”
Dengan ringan Arka menganggukkan kepalanya dan berkata,
“Setuju.”
“Kalau begitu mulai hari ini kau harus memanggil Papaku sebagai Papa dan Mamaku sebagai Mama.” Perintah Rainy.
“Emm. Aku tahu.”Arka mengangguk. Anggukannya membuat Ratna mengernyitkan keningnya. Mengapa percakapan mereka terdengar seperti seorang anak kecil yang sedang membujuk anak kecil lainnya untuk mematuhi keinginannya? Memangnya berapa umur mental kalian, nak? 5 tahun?
Rainy menoleh pada Ratna dan Ardi sambil tersenyum manis dan berkata,
“Bila berbicara dengan Arka, mama dan papa tidak perlu berputar-putar. Arka sangat pintar, tapi ia malas menerjemahkan bahasa bersayap dan memiliki toleransi yang buruk terhadap sindiran. Kalau ia tidak memahami pertanyaan Mama dan papa, daripada menjawab, ia hanya akan diam seribu bahasa. Jadi bila mama atau papa menginginkan sesuatu darinya, langsung tanyakan saja dan beritahu alasan mengapa mama atau papa menginginkannya dan apa akibatnya bagi dirinya bila memenuhi keinginan mama. Itu membantunya untuk mengambil keputusan dengan lebih cepat.”
Ratna tercengang. Ardi tak kalah tercengang mya.
“Rainy pikir Arka sedikit autis. Tidak terlihat jelas namun tetap mempengaruhi caranya menghadapi dunia luar. Karena Arka yang seperti ini, kita harus melindunginya dengan baik!” Ucap Rainy lagi, berusaha menjelaskan alasan dari perilakunya terhadap Arka.
Ratna dan Ardi semakin tercengang. Arka jadi ikut tercengang bersamaan dengan mereka. Terakhir kali ia menjalani pemeriksaan psikologi, Arka diberitahu bahwa ia memiliki kecenderungan psikopat. Tapi tak ada yang pernah memberitahu Arka bahwa ia sedikit autistik. Hanya saja setelah kepergian seluruh anggota keluarganya dan sebelum bertemu dengan Rainy, Arka kehilangan ketertarikan pada orang lain. Itulah sebabnya ia tidak berminat untuk bersosialisasi, apalagi mencoba untuk memahami orang lain. Apakah itu membuat ia terlihat autistik? Arka merasa telah sangat disalah pahami. Tapi kalau itu membuat Rainy memperlakukan dengan sangat baik, Arka tidak keberatan jadi Autis untuk Rainy. As long as you are happy, baby!