
“Apakah Kak Rainy mengancam saya?” Tanya Kepala Desa Arbain dengan nada marah.
“Mengancam, memberikan peringatan, mengingatkan… silahkan anda menggunakan kata apapun untuk menjelaskan perilaku saya hari ini, saya tidak perduli. Selama anda memahami isi pembicaraan saya, saya sudah cukup puas. ” Sahut Rainy dingin.
Rainy menarik nafas panjang dan menarik kembali aura mengitimidasinya. Rainy juga melembutkan tatapan dan merilekskan otot-ototnya. Rainy duduk tegak di atas kursinya dengan anggun dan menatap Arbain dengan sorot mata yang lebih ramah. Dalam sekejap aura sang ratu jahat berubah menjadi aura sang bidadari. Arbain memperhatikan perubahan ini dengan ngeri hingga keringat dingin mengalir di punggungnya. Apakah wanita ini seorang artis? Kalau iya, aktingnya sangat luar biasa. Ia sampai membuat Arbain kehilangan kemampuan untuk berpikir dan berbicara.
“Pak Arbain, saya tidak bermaksud bersikap irrasional dan kejam pada anda. Tapi saya ingin anda menyadari bahwa sikap yang lunak tidak selalu bisa berhasil dalam mengendalikan perilaku penduduk desa anda. Memberikan hukuman yang jelas untuk setiap pelanggaran terkadang adalah cara tercepat untuk merubah perilaku seseorang menjadi sesuai dengan yang kita harapkan. Sebagai seorang Guru, anda pasti sudah mempelajari hal ini di kampus kan?” Ucap Rainy dengan suara yang terdengar menyenangkan di telinga, namun penuh dengan ejekan tersembunyi. Secara lugas kata-katanya ini dapat diartikan bahwa Rainy bertanya pada Arbain mengapa sebagai seorang Kepala Desa dengan dasar pendidikan guru, Arbain sampai perlu diajari caranya mengendalikan penduduk yang dipimpinnya. Rainy juga mempertanyakan apakah sebenarnya Arbain kompeten dalam pekerjaannya atau tidak. Mendengar ini tentu saja membuat kuping Arbain terasa panas. Selama ia memimpin Desa Ampari, tak seorangpun pernah mempertanyakan kemampuannya. Wanita ini sungguh terlalu berani.
“Dalam kasus ini, Pak Arbain tidak perlu susah-susah membujuk penduduk untuk tidak berbuat anarki. Cukup sampaikan saja ancaman yang baru saja saya katakan pada anda dan pastikan mereka tahu bahwa merekalah yang harus membayar denda tersebut menggunakan uang mereka sendiri, dan bukannya dengan menggunakan uang anda atau uang sumbangan dari donatur lain. Coba bapak pikir, bukankah saya sangat baik karena mengijinkan anda menggunakan nama saya sebagai tameng?” Lanjut Rainy, membuat Arbain menggertakkan giginya karena menahan amarah.
Rainy bangkit dari duduk, diikuti oleh anggota timnya. “Karena Kepala Desa Arbain tidak lagi menunjukan bahwa beliau menerima kehadiran saya di rumah ini, sebaiknya saya pergi. Tolong ingat pesan saya, bila sedikit saja saya memperoleh kabar mengenai perilaku anarki penduduk Desa terhadap Dokter Batari, atau terhadap pegawai lainnya, atau terhadap tamu-tamu Cattleya Resort, saya akan langsung mengirimkan tim pengacara saya untuk mengurus pengembalian Sapi-Sapi tersebut, beserta dengan dendanya. Selamat sore.” Tanpa menunggu dipersilahkan, Rainy berjalan keluar dari rumah Kepala Desa diikuti oleh seluruh timnya. Tak sampai 5 menit kemudian, mobil yang dikendarai Ace sudah melaju meninggalkan rumah tersebut, menuju jalan Provinsi yang akan mengantarkan mereka kembali ke Resort.
Rainy menyandarkan tubuhnya ke kursi dan menatap keluar jendela, pada jalanan yang lenggang dan pohon-pohon tinggi yang hijau dan rimbun dengan mahkota-mahkota yang berwarna kemerahan karena bermandikan sinar matahari senja. Sesekali ia bisa merasakan Ace yang terus mencuri-curi pandang dari rear mirror. Rainy menarik nafas panjang dan berkata,
“Ace, bila kau memiliki sesuatu untuk dikatakan, katakan saja.” Awalnya Ace tampak terkejut karena tak menyangka bahwa Rainy melihatnya. Namun kemudian ia berkata,
“Hari ini Boss sungguh hebat sekali. Bagaimana bisa Boss terpikir untuk menggunakan Sapi-Sapi itu untuk mengendalikan perilaku penduduk Desa Ampari? Sungguh gerakan yang mengagumkan!” Puji Ace. Andai saja ia tidak sedang menyetir, Ace mungkin telah mengacungkan kedua jempolnya ke arah Rainy.
“Kau salah, nak.” Sahut Rainy dengan nada datar.
“Eh?” Ace menaikkan alisnya dengan bingung. Membuat wajahnya terlihat sangat polos.
“Kalau kau ingin memberi selamat, berikanlah pada orang yang lebih berhak karena pertunjukan barusan sama sekali bukan ideku.” Ucap Rainy.
“Lalu itu idenya siapa, Boss?” Tanya Ace.
“Coba tebak.” Suruh Rainy.
“Emm. Memang Arka yang paling observant.” Sahut Rainy.
“Tapi bukankah Boss belum sempat bertemu dengan Pak Raka sebelum kita berangkat? Kapan pak Raka membantu membuatkan skenarionya untuk Boss?” Tanya Ace penasaran. Mendengar ini Natasha mendengus geli.
“Itu sebabnya kau adalah Scooby Doo dan pak Raka adalah Black Belly CEO.” Cibir Natasha dengan sebal.
“Black Belly CEO?” Apabila ini adalah sebuah komik, sekeliling kepala Ace pasti sudah dipenuhi oleh tanda tanya.
“Black Belly adalah istilah dalam novel china yang digunakan untuk menjelaskan tentang kepribadian seseorang. Black Belly yang secara harfiah berarti perut hitam, biasanya digunakan untuk menjelaskan bahwa orang tersebut ternyata diam-diam sangat manipulatif, dan orang lain tidak akan tahu mengenai hal itu sampai orang tersebut menjadi korbannya. Kau tidak akan tahu bahwa seseorang memiliki perut yang hitam sampai kau dimakan olehnya!” Ucap Natasha menjelaskan. Mendengar ini bibir Rainy berkedut. Cocok sekali! Natasha sudah menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan kepribadian Raka.
“Jadi menurutmu, Pak Raka diam-diam sangat manipulatif?” Tanya Ace lagi.
“Bukankah beliau memang begitu? Ketika kontrak ini dibuat sekitar 2 tahun yang lalu, pak Raka sudah mempertimbangkan bahwa suatu hari nanti kontrak ini akan sangat berguna untuk mengendalikan perilaku penduduk Desa Ampari. Insentif yang mereka peroleh terlalu menggiurkan untuk ditolak, namun begitu mereka berniat untuk melanggar kontrak, hukuman yang akan mereka terima terlalu menakutkan sehingga mereka akan mengurungkan niat mereka tersebut. Kita baru bisa melihat masalah ketika masalah tersebut nyaris di depan mata, namun Pak Raka sudah menemukan solusinya bahkan sebelum para penduduk Desa memiliki niat untuk membuat masalah. Yang Boss lakukan hari ini adalah menggunakan solusi tersebut sebagai senjata untuk mengendalikan penduduk Desa Ampari lewat Kepala Desa. Benar kan, Boss?” Tanya Natasha, meminta pujian. Rainy mengangguk. Raka memang luar biasanya. Rainy harus memberinya bonus besar!
“Benar. Memang Natasha yang paling cerdas.” Dengan patuh Rainy menghadiahi Natasha pujian, membuat gadis itu mengangkat dagunya tinggi-tinggi.
“Apakah menurut Boss, ancaman yang Boss berikan akan berhasil?” Tanya Ace lagi.
“Kita lihat saja, Ace. Bila mereka patuh, maka semuanya akan baik-baik saja. Tapi bila mereka tidak patuh, kitapun tidak akan merugi.” Sahut Rainy.
“Tapi Kepala Desa sudah mengancam akan menggunakan kekuatan masyarakat untuk menghancurkan Cattleya Resort.”
“Dia tidak akan berani. Sebab bila penduduk Desa Ampari memutuskan untuk bertempur melawan Cattleya Resort, mereka akan jadi pihak yang paling dirugikan.” Sahut Rainy dengan penuh percaya diri.
Copyright @FreyaCesare