
Rainy dan teamnya sampai di kota S pada jam 4 lewat 5 menit. Rainy dan Arka mengendarai mobil Mercedes-Benz V-Class berwarna hitam yang biasa mereka gunakan, sedangkan anggota team lainnya mengendarai Toyota Alphard hitam milik Raka yang mengikuti dalam jarak yang tidak terlalu dekat. Mereka mampir di beberapa tempat terlebih dahulu untuk membeli sesuatu dan baru sampai di kafe yang dituju pada saat waktu menunjukan jam 5 kurang 8 menit. Rainy sudah hendak keluar dari mobil ketik Arka menahannya. Ia menyuruh Rainy tetap duduk di dalam mobil, sementara Arka keluar dan berjalan mengitari bagian depan mobil, menuju tempat Rainy duduk. Ketika Arka menbuka pintu, Rainy mengira bahwa Arka bermaksud bersikap gentlemen dan membukakan pintu untuknya. Siapa sangka saat membuka pintu, Arka menahan Rainy di kursinya dengan tubuhnya. Arka mengambil sebelah pergelangan tangan Rainy dan dengan suara klik yang keras, sebuah borgol terpasang di tangan kirinya. Lalu dengan sebuah suara klik lagi, borgol yang sebelahnya terpasang di tangan kanan Arka. Mata Rainy membesar karena terkejut.
"Apa yang kamu lakukan?" seru Rainy dengan terkejut.
"Mencoba memastikan bahwa kau tidak akan jauh-jauh dariku!" sahut Arka.
"Aku mau pergi berkencan, Arka! Bagaimana caranya aku berkencan dengan kau menempel padaku seperti ini?" Rainy menarik tangannya yang terborgol bersama tangan Arka.
"Lepaskan!" perintah Rainy. Bukannya menjawab, Arka malah mengambil jaket Rainy dan menggunakannya untuk menutupi borgol di antara mereka. Menggunakan tangannya yang bebas, ia lalu menarik Rainy keluar dari mobil.
"Arka! Kau akan menggagalkan operasi kita!" bisik Rainy, sedikit panik. Mereka sudah merencanakan semuanya dengan baik. Kalau sampai rencana mereka hari ini gagal karena sikap terlalu over protective Arka, mereka harus membuat rencana ulang. Padahal Rainy sudah sangat muak dan merasa super enggan bila harus berhadapan dengan Kartini lebih lama lagi.
"Tidak akan." sahut Arka tenang. Ia menarik Rainy dan menuntunnya hingga berdiri di depan Kafe. Arka melirik ke dalam Kafe lewat kaca depan yang besar.
"Darimana kau bisa yakin?" tanya Rainy. Belum sempat Arka menjawab, sebuah mobil minibus dengan pintu geser berhenti di sebelah mereka. 4 orang pria bertubuh tinggi besar dan memakai tutup wajah keluar dari mobil tersebut dan langsung berusaha menangkap Rainy dan menyerang Arka. Arka mendorong Rainy ke belakangnya, sementara ia menghadapi pria-pria tersebut. Namun gerakan Arka sangat lambat dan tidak bertenaga, seolah-olah ia adalah orang yang tidak memiliki kemampuan membela diri. Mengikuti teladannya, Rainy bertingkah seolah-olah ia adalah wanita yang tidak berdaya dan hanya bisa bersembunyi di balik punggung Arka, dengan sengaja membiarkan punggung mereka tanpa perlindungan.
Benar saja, salah satu pria itu menangkap Rainy dari belakang, lalu setengah mengangkatnya menuju mobil. Tindakan ini tentu saja menyebabkan Arka yang terhubung dengan Rainy lewat borgol di tangan mereka, ikut tertarik bersamanya. Jaket yang menutupi borgol terlepas dan borgol tersebut muncul di depan mata semua orang. Melihat ini, tanpa berbicara, pria yang tadi berkelahi dengan Arka, sekarang menangkap Arka. Mereka mendorong Rainy dan Arka memasuki mobil, lalu turut masuk ke dalam mobil setelahnya. Keduanya dipaksa duduk dengan patuh oleh todongan pistol di wajah mereka. Mobil kemudian melaju meninggalkan Doffy Cafe dalam kecepatan tinggi. Tak sampai 1 menit kemudian, mobil Alphard yang dikendarai oleh Ace, menyusul di belakangnya.
***
Mobil yang membawa Rainy dan Arka melaju melintasi kota, menuju area pinggiran kota yang semakin lama semakin sepi dari pemukiman penduduk. 1 jam kemudian mobil berbelok di sebuah jalan tanah kecil yang membelah padang rumput. Setelah melaju selama 45 menit, mobil memasuki gerbang pagar sebuah gudang yang terlihat gelap dan tampak sudah lama tidak digunakan. Mobil berhenti di depan pintu gudang. Setelah salah satu pria itu keluar dan membukakan pintu gudang, mobil kemudian memasuki gudang.
Gudang tersebut terlihat kosong melompong dan hanya ada sebuah ruangan besar dengan lantai yang terbuat dari semen kasar. Lampu-lampu menyala cukup terang, menandakan bahwa walau sudah tidak beroperasi sebagai gudang biasa, gudang tersebut masih sering dimanfaatkan untuk hal lain, terbukti karena sambungan listrik masih terpasang. Satu-satunya jenis perabotan yang terlihat hanyalah 5 buah kursi yang berada di tengah-tengah gudang.
Sesampainya di dalam, pria-pria itu menyuruh Rainy dan Arka keluar dari dalam mobil. Keduanya lalu di dorong untuk duduk di kursi-kursi yang ada di sana. Rainy memandang berkeliling dan menemukan sosok-sosok hitam tersembunyi dalam bayangan. 1, 2, 3.... 9 orang? Manusia-manusia terkutuk! Mereka menggunakan gudang ini sebagai tempat penyiksaan dan pembunuhan! Rainy memandang Arka dan berpikir bahwa ia bersyukur Arka tidak bisa melihat yang tidak kasat mata. Namun Rainy juga penasaran mengenai respon Arka bila ia bisa melihat apa yang dilihat Rainy. Menyadari gadis itu sedang memandanginya, Arka menoleh padanya dan mengangguk menenangkan. Jangan khawatirkan aku. Lakukan saja apa yang kau ingin lakukan. Aku akan selalu melindungimu. Begitu kalimat yang tergambar jelas dalam tatapannya, membuat Rainy merasakan kehangatan yang manis terhadap pria itu. Meneguhkan hatinya, Rainy kembali memusatkan perhatiannya pada pria-pria yang telah menculik mereka tersebut.
"Siapa kalian?" tanya Rainy. Namun yang ditanya mengabaikannya. Salah satu pria yang di wajahnya terdapat sebuah luka codet yang cukup besar, menodongkan pistolnya ke arah Rainy dan Arka,
"Dimana kuncinya?" tanya si codet sambil menunjuk ke arah borgol dengan ujung pistolnya.
"Di rumahku." jawab Arka tenang.
"Dia mencoba berselingkuh dengan pria lain. Aku memborgolnya agar ia tidak bisa bertemu pria itu tanpa diriku." jawab Arka dengan lancar.
"Lalu mengapa kuncinya tidak kau bawa?" tanya si codet.
"Karena aku tidak mau kalau ia memperoleh kesempatan untuk merampas kuncinya dengan paksa dan meninggalkan aku dengan pria itu." sahut Arka, membuat Rainy menyipitkan mata. Melihat betapa lancarnya Arka menjawab, sepupunya ini pasti sudah menyiapkan alasannya ini sebelumnya. Berani sekali ia membuat rencana tanpa memberitahukannya padaku! Pikir Rainy. Melihat tatapannya, Arka balas menyipitkan mata. Memangnya kalau diberitahu, kau akan setuju? Ia bisa membaca pikiran Rainy lewat tatapan matanya. Karena itu ia menjawabnya dengan tatapannya pula. Mengabaikan tatapan kesal Rainy, Arka memandang si pria bercodet yang tadi mengajaknya berbicara, dan bertanya,
"Mengapa kau menculik kami?" tanya Arka.
"Bukan kamu. Kau hanya aksesori. Kami cuma diperintahkan untuk menangkap dia." si pria menunjuk ke arah Rainy dengan dagunya. "Salahmu sendiri mengapa kau harus begitu posesif padanya. Sekarang kau harus mati bersamanya. Sungguh sial! Hahaha..."
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Arka lagi dengan dingin. Tawa si codet bagai sebuah pemicu yang membuat kehampaan dalam hati Arka tiba-tiba bergejolak dengan kemarahan yang sulit dikendalikan. Namun rasa tangan Rainy pada tangannya menjadi sebuah jangkar yang membuat Arka berusaha kuat untuk tetap mengontrol emosi dan kemarahannya.
"Seseorang yang tidak suka dia hidup lebih lama lagi." jawab si codet.
"Kau ingin membunuhku?" Tanya Rainy.
"Kami? Kami sih tidak perduli padamu. Membunuhmu bukanlah tugas kami. Kami hanya bagian bersih-bersih." tawa si codet lagi.
"Siapa yang menginginkan nyawaku?" ulang Rainy lagi.
"Tunggu saja disitu dengan tenang. Sebentar lagi kau akan bertemu dengannya." jawab si codet. Rainy dan Arka saling berpandang-pandangan. Rainy kemudian mengulurkan tangannya yang terborgol untuk memegang tangan Arka, yang langsung disambut Arka dengan antusias.
"Arka, aku takut!" rengek Rainy. Arka langsung menarik Rainy untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Jangan khawatir! Aku akan melindungimu!" janji Arka. Diam-diam Arka mengulurkan sebuah kunci yang tersimpan di sela-sela jarinya. Dengan sigap Rainy mengambilnya, dan dengan menggunakan posisi Arka yang masih memeluk tubuh Rainy, Rainy berhasil melepaskan tangannya dari borgol tersebut. Namun untuk tidak menimbulkan kecurigaan, Rainy berpura-pula masih terborgol. Ia duduk diam dalam pelukan Arka, menunggu seseorang dengan suka rela menunjukkan wajahnya sebagai sang penculik dan mungkin juga sang pembunuh itu sendiri.
Mereka menunggu sampai 30 menit lamanya. Lalu sebuah mobil SUV berwarna hitam memasuki gudang. Dari dalam mobil, seorang wanita melangkah keluar. Sekali pandang saja Rainy dan Arka sudah bisa mengenali siapa wanita tersebut. Siapa lagi kalau bukan Kartini! Namun Kartini rupanya bukan satu-satu 'tamu' yang sedang mereka tunggu, karena tak lama setelah Kartini melangkah keluar dari dalam mobil, keluarlah seorang pria setengah baya, bertubuh tinggi besar dan tegap, serta memiliki jenggot yang cukup lebat. Rainy dan Arka membelalakan mata mereka karena terkejut. Mengapa pria ini juga ada disini?
Copyright@ FreyaCesare