My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Kasus Pembunuhan Berantai Di Masa Lalu



Setelah Mr. Jack pergi untuk mengantarkan Batari ke kamarnya, Rainy, Raka dan Arka duduk di ruang duduk sambil membahas mengenai Kuyang.


“Menurut kalian, apakah mungkin bahwa Kuyang tersebut adalah ibu kandung Kak Tari?” Tanya Rainy.


“Aku baru saja mencari berita tentang kasus pembunuhan berantai yang diceritakan oleh Dokter Batari.” Arka menghubungkan telepon genggamnya ke TV yang terpasang di salah satu dinding ruang duduk Paviliun. Begitu terhubung, sebuah artikel muncul di layar TV. Berita tentang kasus pembunuhan menjadi topik utama artikel yang bertanggal 3 Februari 1994 itu. Diberitakan bahwa serangkaian pembunuhan terjadi sejak awal tahun 1993. Pada saat artikel tersebut dibuat, telah terjadi 5 kasus pembunuhan. Jarak antar pembunuhan adalah 3 bulan dan seluruh korbannya adalah wanita hamil beserta jabang bayi mereka. Semua korban berada di trisemester terakhir kehamilannya dan sedang menunggu hari kelahiran. Kondisi semua korban persis seperti kondisi korban di Desa Ampari yang ditemukan hari ini; sang bayi telah dilahirkan dan tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa di antara kedua kaki ibunya yang juga sudah tidak bernyawa, sementara ari-arinya tidak ditemukan. Di artikel berikutnya diceritakan bahwa kasus pembunuhan berantai tersebut berhenti begitu saja tanpa terpecahkan.


“Kupikir ini sangat meyakinkan.” Ucap Rainy sambil merenung.


“Benar. Kita tidak bisa memastikan bahwa pelaku pembunuhan saat itu adalah ibu kandungnya Dr. Batari, namun yang kita bisa pastikan bahwa pelaku pembunuhan kali ini memiliki modus operandi yang sama dengan pembunuhan berantai saat itu.” Analisa Raka.


“Bagaimana dengan Kuyang tersebut? Bisakah kita memastikan bahwa pembunuhnya adalah Kuyang?” Tanya Rainy.


“Bukankah ada beberapa saksi yang melihat langsung terjadinya penyerangan pada kasus kedua di Desa Ampari?” Ucap Arka mengingatkan.


“Ah. Betul juga! Jadi kasus kedua bisa dipastikan disebabkan oleh Kuyang dan kasus ketiga, walau tanpa saksi, melihat modus operandinya, dapat dipastikan juga dilakukan oleh Kuyang.” Ucap Rainy.


“Yang berarti, kasus pembunuhan berantai yang terjadi di tahun 1993 sampai 1994 juga di sebabkan oleh Kuyang.” Lanjut Arka. Rainy dan Raka mengangguk setuju.


Rainy kemudian mengangkat sebelah tangannya dan berkata,


“Aku punya pertanyaan. Pertama,” Rainy mulai menghitung dengan jari telunjuknya. “Mengapa kasus pertama dan kedua memiliki modus operandi yang berbeda? Yang kedua,” Rainy mengeluarkan jari tengahnya untuk menemani jari telunjuknya. “Mengapa rentang waktu antar pembunuhan kali ini sangat pendek bila dibandingkan dengan rentang waktu antar pembunuhan yang terjadi di tahun 1993-1994?”


Untuk sesaat Raka, Arka dan Rainy merenungi pertanyaan tersebut dalam diam, sampai kemudian Arka mengangkat suaranya.


“Menjawab pertanyaan  kedua, sangat mungkin bahwa saat ini tingkat adiksi Kuyang terhadap darah sudah terlalu tinggi sehingga rentang waktu laparnya menjadi lebih cepat. Itu sebabnya selang waktu antara korban satu dan korban lainnya menjadi lebih cepat daripada sebelumnya.” Mendengar ini, Raka mengangguk setuju.


“Lagipula, kasus pembunuhan berantai di kota tempat Mr. Jack dan Dokter Batari tinggal itu  terjadi 29 tahun yang lalu. Mungkin setelah 29 tahun, Kuyang ini sudah berada dalam keadaan yang tidak lagi fit seperti dahulu. Kuyang yang kalian temui waktu itu adalah seorang nenek-nenek. Mungkin karena sudah tua, ia menjadi lebih lemah dan tidak mampu mengendalikan diri.” sambung Raka menganalisa.


“Well, itu memberiku pertanyaan baru. Konon katanya, Kuyang adalah ilmu yang bisa membuat awet muda dan hidup abadi. Kalau itu benar, mengapa Kuyang yang kulihat kemarin adalah seorang nenek-nenek?” Tanya Rainy heran.


“Hmm, kau harus bertanya padanya langsung saat kau bertemu lagi dengannya.” Seloroh Arka. Dengan kata lain, Arka juga tidak mengetahui jawabannya.


“Jawaban untuk kasus kedua, bila dikaitkan dengan pertanyaan pertama, mengapa modus operandi kasus pertama dan ketiga di desa ampari berbeda; sepertinya sangat mungkin bahwa Kuyang ini sudah tidak mampu lagi mengendalikan diri sehingga ketika ia sudah sangat lapar, ia menyerang siapapun yang tersedia.” Lanjut Arka, sepenuhnya mengabaikan pertanyaan tambahan yang diajukan Rainy.


“Ah! Itu masuk akal!” cetus Rainy.


“Sangat masuk akal.” Ucap Raka menyetujui.


“Kemungkinannya terlalu tinggi untuk dikesampingkan.” Sahut Arka.


“Setuju. Setelah beberapa tahun menghilang, tahun itu akhirnya Ibu kandung Dr. Batari berhasil menemukan jejak putrinya dan langsung datang ke Kota tersebut untuk mencarinya.  Bersama datangnya dirinya ke Kota tempat Dokter Batari tinggal, satu demi satu korban berjatuhan. Lalu Dokter Batari pindah dari Kota tersebut bersama keluarga angkatnya. Ibu kandungnya yang kehilangan jejak putrinya langsung pergi dari Kota tersebut untuk mencarinya, menyebabkan pembunuhan berhenti sampai di korban kelima.” Analisa Raka.


“Lalu Kak Tari pindah ke Desa Ampari untuk bekerja sebagai Dokter. Ibunya yang telah lama mencarinya, akhirnya menemukannya dan langsung datang ke Desa Ampari untuk menemui putrinya. Bersama kedatangannya, serangkaian kasus pembunuhan oleh Kuyangpun terjadi.” Lanjut Rainy. Raka dan Arka mengangguk, menyetujui.


“Mengapa ia terus  mencari Kak Tari? Mengapa ia dulu bisa kehilangan putrinya?” Tanya Rainy.


“Aku rasa, bila kita mencari tahu lebih jauh tentang bagaimana Dokter Batari bisa ditemukan terlantar sendirian di tengah hutan oleh Polisi, itu akan mengarahkan kita pada serangkaian kasus pembunuhan lainnya.” Sahut Arka. Raka mengangguk.


“Ini terlalu dramatis.” Komentar Rainy. “Sepertinya ini sebuah kisah yang bagus untuk ditulis menjadi sebuah buku.”


“Apa kau ingin menulisnya?” Tanya Raka sambil tersenyum.


“Biarkan Freya saja yang melakukannya. Karena ia sudah menulis kisah tentang kita, mengapa tidak menulis tentang kisah Jack dan Batari lebih banyak lagi dalam buku yang berbeda? Paman Jack akan sangat menyukainya.” Ucap Rainy sambil tersenyum.


(Author: Mari Tanya pada pembaca apa mereka mau membacanya. Author akan mendengarkan pendapat mereka. ^_^)


“Menurut kalian, apakah Kuyang itu akan datang kemari?” Tany Rainy.


“Karena Dokter Batari ada disini, kurasa dia akan datang kemari.” Jawab Raka.


“Tidakkah seharusnya kita mempersiapkan diri?” Tanya Rainy.


“Aku sudah memerintahkan Meyliana untuk melakukannya. Meyliana sudah meningkatkan keamanan dengan menambahkan penjaga keamanan, menambah CCTV di beberapa tempat dan memperbanyak lampu-lampu sehingga tidak ada kawasan yang tidak terjangkau cahaya, bila kita membutuhkannya. Seluruh anggota tim juga sudah diingatkan untuk berhati-hati. Bila dia datang, aku yakin kita sudah siap.” Sahut Raka.


“Hebat! Raka memang selalu bisa diandalkan!” Puji Rainy, membuat Raka tersenyum lebar. Raka tahu bahwa ia memang selalu bisa diandalkan. Menurutnya itu bukan sebuah kelebihan, tapi merupakan bagian dari pekerjaannya. Namun tetap saja ia sangat suka bila mendengar pujian tersebut datang dari Rainy.


Rainy merentangkan kedua tangannya ke atas kepala dan menguap lebar tanpa perduli pada penampilannya di hadapan kedua pria tersebut. Ia lalu mengusap-usap lehernya yang kaku dan terasa lelah.


“Okay. aku lelah. Ayo pergi tidur!” Rainy bangkit dari duduknya dan berjalan memasuki kamarnya, meninggalkan Raka dan Arka yang memutuskan untuk melakukan riset lebih jauh mengenai kasus ini.


Copyright @FreyaCesare