My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Kultivasi Tiada Akhir



Rainy kemudian menghabiskan 450 hari untuk bisa bertanding 1 lawan 1 dengan seluruh NPC yang berwujud karakter dari anime-anime terkenal tersebut. Waktu dalam setiap pertarungan sangat variatif, antara 5 menit sampai 5 hari, tergantung tingkat kesulitannya. Luffy dari anime One Piece adalah lawan yang paling licin dan paling menyebalkan bagi Rainy. Setiap kali ia menatap wajah jahil Luffy dan ekspresi konyolnya, Rainy menjadi brutal dan dipenuhi hasrat untuk menjewer telinga NPC tersebut hingga memanjang dan mengikatnya jadi satu di belakang kepalanya. Rasa sebalnya bahkan tidak bisa diobati oleh wajah tampan androginis milik Himura Kenshin yang selalu disukainya. Aang adalah musuh yang paling sulit dihadapi, namun Luffy adalah musuh yang paling melelahkan fisik dan emosinya. Namun waktu 450 hari itu tidak sia-sia begitu saja karena Rainy bisa merasakan bahwa kultivasinya meningkat dengan sangat cepat.


Pada dasarnya kultivasi adalah sebuah seni penguatan fisik dan mental melalui olah tenaga dalam yang bukan saja sekedar menyehatkan tubuh dan memberikan kekuatan fisik dan mental, tapi juga memperpanjang usia. Objek pengolahan kultivasi adalah Chi atau Qi yang hanya bisa dilakukan setelah seseorang bisa merasakan keberadaan Chi dan mampu membaeanya untuk masuk dan berkumpul dalam tubuh yang kemudian akan diolah oleh cakra-cakra yang ada di dalam tubuh tersebut.


Kultivasi sendiri terdiri dari beberapa tingkatan yang setiap tingkatnya terbagi dalam beberapa sub tingkatan lagi. Lalu setiap sub tingkatan tersebut terdiri dari tiga tingkat, yaitu tingkat awal, tengah dan akhir. Kultivasi pada tingkatan awal disebut Penempaan Chi Tubuh. Tingkat ini dibagi dalam 8 sub tingkat. Sub tingkat yang pertama dimulai dari sub tingkat Pemurnian Chi. Lalu setelah itu dilanjutkan dengan Pendirian Fondasi. Selanjutnya secara berurutan adalah sub tingkat pembentukan Inti Emas, Kelahiran Jiwa Baru, Formasi Jiwa, Integrasi Tubuh, Kenaikan Agung, dan Melintasi Kesengsaraan.


Menurut Datuk Sanja, dengan kondisi alam Bumi Biru yang minim Chi dan konstitusi tubuh Rainy yang hanya memiliki bakat yang minimalis, menyelesaikan tingkat Penempaan Chi Tubuh saja sudah sangat hebat sehingga Datuk tidak merasa perlu repot-repot untuk menjelaskan pada Rainy mrngenai tingkatan lain di atasnya. Datuk Sanja meramalkan bahwa paling jauh Rainy hanya akan bisa mencapai sub tingkat Pembentukan Inti Emas. Sementara untuk bisa mencapai sub tingkat Kelahiran Jiwa Baru setidaknya akan dibutuhkan kultivasi selama 100 tahun lagi. Namun walaupun hanya akan mencapai sub tingkat Pembentukan Inti Emas, ini sudah akan membawa perubahan yang sangat besar pada tubuh Rainy karena saat itu berarti fisiknya telah berubah menjadi lebih kokoh dan kekuatannya sudah akan melampaui kekuatan tubuh manusia normal. Tulangnya akan menjadi sekeras baja, dagingnya akan menjadi lebih tahan benturan dan luka, apalagi hanya sekedar goresan, organ tubuhnya akan menjadi lebih tahan terhadap penyakit dan racun. Kulitnya akan menjadi setangguh jaket anti peluru, dan otaknya akan berkembang dengan lebih baik sehingga fungsinya meningkat menjadi 50%. Lalu efek sampingnya adalah kecantikannya menjadi lebih memukau, dengan kulit yang terlihat lebih cemerlang, segar dan muda, serta profilnya menjadi lebih tajam dan sempurna.


Walaupun telah meramalkan hal tersebut, ketika Rainy telah menghabiskan 95 tahun dalam menara kultivasi dan telah mampu mencapai sub tingkat Pendirian Fondasi tahap akhir, namun tidak juga berhasil melewati ambang batas tipis yang membatasi sub tingkat akhir Pendirian Fondasi dengan sub tingkat awal Pembentukan Inti Emas, tak urung Datuk Sanja terlihat kecewa. Saat itu seluruh tubuh Rainy telah siap untuk melewati batas tersebut. Tulangnya telah mengeras, sendi-sendinya telah terbentuk kembali, molekul-molekul dalam tubuhnya telah diperbaharui dan semua sel yang rusak telah disingkirkan dan tergantikan oleh sel-sel sehat yang membuat fisik Rainy menjadi nyaris sempurna. Hanya tinggal kesempatan untuk melewati ambang batasnya saja yang belum Rainy peroleh.


Untungnya setelah melewati pertempuran sengit selama 450 hari dan terkapar kelelahan setelah menyarangkan tinju terakhirnya di wajah Luffy, Rainy merasakan sesuatu bergerak di dalam tubuhnya dan kekuatan yang sangat besar tiba-tiba meledak dari dalam dirinya. Rainy bahkan tidak menyadari apa yang terjadi. Tahu-tahu ia diserang rasa sakit yang amat sangat dan sesuatu dalam perutnya terasa terbakar hebat sehingga ia nyaris tidak dapat mempertahankan kesadarannya. Apabila bukan karena bimbingan Datuk Sanja yang terus berjaga disisinya, Rainy tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Ketika akhirnya rasa sakit dan terbakar tersebut mereda, tepat sebelum Rainy kehilangan kesadarannya karena kelelahan, Rainy mendengar Datuk Sanja menarik nafas lega dan berkata bahwa akhirnya Inti Emasnya telah terbentuk dengan sempurna. Lalu ketika Rainy membuka matanya kembali, tujuh hari telah berlalu dan fisiknya telah melewati tahapan akhir perubahan dari manusia biasa menjadi kultivator.


"Selamat, Rainy. Dengan fisikmu ini, melawan iblis-iblis itu tidak lagi sesuatu yang sulit untuk dilakukan." ucap Datuk Sanja dengan nada datar.


"Kau telah menghabiskan 450 hari untuk melawan 300 NPC dalam pertarungan satu demi satu," ucap Datuk Sanja saat beliau berjalan mendekati Rainy yang masih berbaring di atas matras dimana Datuk Sanja melemparkannya untuk memulihkan diri setelah Rainy berhasil melewati proses pembentukan Inti Emasnya. Mendengar suaranya, indra pendengaran Rainy langsung waspada. Orang tua itu sangat pelit nilai dan pelit pujian.


"Sangat menyedihkan. Orang lain memerlukan 50 tahun untuk mencapai Penbentukan Inti Emas, tapi kau memerlukan 96 tahun. Sungguh sangat menyedihkan." lanjut Datuk Sanja sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan nada suara yang menggambarkan kekecewaannya.


'Tentu saja! Tentu saja ia tidak akan berkata hal yang bagus!' Pikir Rainy dalam hati sambil menyipitkan mata pada Guru Sanja. Tapi Rainy tidak perduli. Tujuannya berkultivasi adalah untuk menghancurkan belenggu Lilith pada kehidupannya dan keluarganya. Asalkan ia berhasil mencapai kemampuan untuk melawan iblis tanpa terkalahkan, menurut Rainy itu sudah sangat sempurna.


"Aku akan memberimu waktu 1 bulan untuk menstabilkan kultivasimu. Setelah itu segera bersiap-siap untuk menghadapi lawanmu selanjutnya." perintah Datuk Sanja, membuat mulut Rainy langsung terbuka lebar.


"Hah? Masih ada lagi?" Rainy baru saja selesai melawan 300 NPC. Apa itu belum cukup?


"Sejak kapan ujian akhir hanya berlangsung 1 kali saja? Apakah kau meremehkan kemampuan menara kultivasi ini?" sahut Datuk Sanja dengan kening berkerut, membuat Rainy tak bisa berkata-kata. 1 kali? Bukannya 300 kali ya? Hello???


"Setelah sebulan, mereka yang akan jadi lawanmu selanjutnya." Datuk Sanja kemudian menunjuk ke satu arah dengan dagunya. Ketika Rainy menoleh ke arah yang ditunjuk oleh dagu Datuk Sanja, wajahnya langsung mengerut dengan kesal. Lagi-lagi, yang berdiri di hadapannya adalah 300 karakter anime yang baru saja dikalahkannya. Berdiri paling depan, Luffy melambaikan tangannya dengan ekspresi jahil dan senyum lebar.


"Mengapa saya harus melawan mereka kembali?" tanya Rainy pada Datuk Sanja sambil mengemeretakan gigi-geliginya.


"Mereka mungkin tampak serupa, namun kekuatan mereka 2 kali lipat dari NPC yang sebelumnya." beritahu Datuk Sanja dengan bibir berkedut. Ia mungkin yang menjadi guide bagi Rainy dalam menara kultivasi tersebut. Namun program pelatihan yang dilakukan disana murni dibuat oleh menara kultivasi itu sendiri. Kali ini Datuk Sanja harus mengakui bahwa Menara Kultivasi sungguh...


"Monyet licin, mati kau!" kutuk Rainy keras.


Ia lalu mendorong tubuhnya untuk melompat dengan gesit menuju ke arah Luffy yang telah menunggunya dengan senyum lebar. Namun sesuatu menahan tubuh Rainy dan membuat gerakannya terhenti. Rainy menoleh ke belakang dan melihat Datuk Sanja mencengkeram bagian belakang kerah bajunya seolah-olah ia hanya seorang anak kecil yang sedang banyak tingkah. Melihat ini, para NPC, terutama Luffy, tertawa tergelak-gelak, sementara Rainy menggeram kesal.


"Behave!" perintah Datuk Sanja. "Kalau NPC seperti mereka saja sudah mampu membuatmu kehilangan kendali terhadap emosimu, bagaimana kau bisa melawan iblis?"


"Tapi..." Rainy hendak membantah namun Datuk Sanja tidak melepaskan cengkeramannya maupun memberinya kesempatan untuk berbicara.


"Kau sudah berlatih kultivasi selama 96 tahun lebih. Mengapa emosimu masih seburuk sebelumnya sih?" itu bukanlah sebuah pertanyaan yang ditujukan Datuk Sanja pada Rainy, tapi lebih pada sebuah pernyataan yang bernada mencela dan enggan dibantah. Mengetahui bahwa menjawab pertanyaan tersebut hanya akan memberinya lebih banyak celaan, dengan bijak Rainy menutup mulutnya.


***


1030 hari kemudian lagi-lagi Rainy dan Datuk Sanja berdiri di tempat yang sama. Penampilan Rainy 1030 hari yang lalu, apalagi penampilan Rainy saat baru memasuki Menara kultivasi, terlihat sangat berbeda dengan penampilan Rainy hari itu. Masih wanita yang sama dengan tubuh ramping dan wajah yang secantik bidadari. Namun otot-otot di tubuhnya terlihat lebih nyata membungkus tulang-tulangnya, sementara lekukan dada, pinggang dan pinggulnya terlihat penuh dan sangat sempurna, membuatnya terlihat lebih mirip wonder woman ketimbang si pemeran wanita tokoh itu sendiri, Gal Gadot. Profil wajahnya yang tegas tampak semakin detail dan tajam. Wajahnya mungil dan ramping dengan dagu yang meruncing indah dsn tulang pipi yang tinggi. Matanya terlihat lebih besar dari sebelumnya, dengan hidung yang lebih tinggi dan ramping dan bibir mungil yang lekuk bagian atasnya membentuk sayap bidadari yang sempurna. Wajahnya itu akan dapat membuat lalu lintas terhenti dan perang memperebutkan dirinya dimulai. Kulitnya terlihat sangat bersih, terang dan cerah, dengan rona merah yang sehat mewarnai wajahnya dan membuatnya terlihat sangat muda belia. Rambut panjangnya yang berwarna hitam kebiruan membentuk gelombang-gelombang besar yang apabila dibiarkan terurai, panjang ujungnya telah mencapai bagian pinggul Rainy. Sungguh kecantikan yang sangat sempurna yang juga sangat berbahaya. Namun walaupun kecantikan Rainy akan sangat menggoda pria yang melihatnya, tapi aura membunuh yang menguar dari tubuhnya pasti akan membuat mereka semua tidak akan berani bahkan hanya untuk menatap wajahnya secara terang-terangan karena auranya begitu mengintimidasi. Siapapun yang menerima tatapan dingin Rainy, akan merasakan kedua lututnya gemetar dan otot-otot tubuhnya melemas karena takut. Yang jelas, sejak saat Rainy berhasil membentuk inti emas, Bumi biru yang dihuni oleh manusia biasa ini bukan lagi tempat tinggal yang layak baginya yang telah layak disejajarkan dengan para dewi.


Dalam 1030 hari itu, Rainy bukan saja harus melawan 1 set NPC karakter Anime yang kekuatannya telah dilipat gandakan dari NPC sebelumnya, namun ia telah melawan 2 set lainnya yang tiap setnya selalu 2 kali lipat lebih kuat dari set sebelumnya. Setiap 1 set ujian selesai, Rainy secara mengejutkan terus mengalami peningkatan dalam kultivasinya, sehingga saat ini ia telah mencapai sub tingkat Kelahiran Jiwa Baru tahap menengah yang membuat Datuk Sanja menganggukkan kepala dengan puas. Biasanya untuk bisa menyelesaikan 1 tahapan dalam sebuah sub tingkat dibutuhkan waktu minimal 5 sampai 25 tahun, bahkan lebih. Namun secara mengejutkan, Rainy yang berkutat selama 96 tahun hanya untuk bisa membentuk inti emas, hanya membutuhkan sekitar 1 tahun untuk menyelesaikan setiap tahapan kultivasinya. Bahkan di set terakhir, total ia hanya membutuhkan waktu 79 hari. Datuk Sanja berpikir bahwa mungkin struktur tubuh Rainy agak berbeda dari orang lain sehingga membuatnya membutuhkan waktu lama untuk memulai kultivasi, namun setelah dimulai, kecepatannya menjadi jauh lebih baik dari orang lain. Datuk Sanja yakin apabila Rainy terus melakukan kultivasinya dengan rajin, ia akan segera menyelesaikan tingkat Penempaan Chi Tubuh sehingga bisa naik ke tingkat selanjutnya.


Berbeda dengan Datuk Sanja, Rainy tidak merasa bahwa kecepatan kultivasinya adalah hal yang penting. Saat ini, ia sedang sibuk menggerutui entitas yang mengelola menara kultivasi tersebut dalam hati. Ia telah menghabiskan banyak waktu untuk menghabisi Luffy 2.0, Luffy 3.0 dan Luffy 4.0 yang membuatnya jadi sangat tidak menyukai entitas yang mengelola menara kultivasi. Rainy menganggap entitas tersebut sebagai 'bodoh, tidak kreatif dan memiliki selera humor yang buruk' sehingga seandainya entitas yang mengelola menara kultivasi bisa mengambil wujud seperti manusia, ia pasti telah menangis keras-keras karena merasa dituduh dengan tidak benar padahal ia hanya mengikuti program yang dibuat oleh penciptanya. Rainy harusnya tak menuntut lebih daripada kemampuan programnya! Saat ini Rainy sedang memandang Datuk Sanja dengan ekspresi bosan tergambar jelas di wajahnya. Setelah hampir 4 tahun terus melakukan hal yang sama, Rainy merasa akan menjadi gila bila Datuk Sanja lagi-lagi menunjuk Luffy dan rekan-rekannya sebagai musuh berikutnya.


"Jadi, apa program selanjutnya?" tanya Rainy dengan nada dingin. Ia menunggu saat-saat dagu Datuk Sanja menunjuk ke arah dimana Luffy 5.0 dan teman-temannya berdiri menunggunya, sehingga Rainy bisa melemparkan sejuta omelan dan celaan yang telah berada di ujung lidahnya.


"Ini adalah ujian terakhirmu." beritahu Datuk Sanja. Rainy mengangguk mengiyakan, namun sesaat kemudian anggukannya berhenti saat sebuah pemikiran muncul di kepalanya. Tes terakhir? Mereka masih memiliki waktu 1,5 tahun untuk menggenapi 100 tahun. Apakah menurut Datuk Sanja butuh waktu 1,5 tahun bagi Rainy untuk bisa menyelesaikan ujian ini?


"Kau harus menyelesaikan tes kali ini dalam waktu sependek mungkin atau kita mungkin tidak bisa menyelesaikan program ini tepat 100 tahun." ucap Datuk Sanja yang tampaknya bisa membaca pertanyaan di kepala Rainy. 1,5 tahun adalah waktu yang panjang untuk 1 set tes. Set tes terakhir berhasil Rainy selesaikan hanya dalam 49 hari. Apakah tes kali ini berkali-kali lipat lebih sulit? Tanya Rainy dalam hati.


"Baiklah. Tunjukan pada saya." sahut Rainy tanpa menunjukan perubahan ekspresi.


Segumpal asap kelabu yang tebal pelan-pelan muncul dari 4 penjuru arah angin di hadapan mereka. Asap tersebut kemudian berkumpul di tengah dan membentuk sebuah awan kelabu yang lebih tinggi dan lebih lebar dari tubuh manusia. Untuk sesaat, asap tersebut menutupi pandangan Rainy. Namun ketika tak lama kemudian gumpalan asap tersebut memudar, Rainy menatap ke arah tempat di mana asap tadi berada, dengan ekspresi tertegun.