
Raka sedang memimpin Rapat dengan pegawai Divisi VII yang kebetulan datang menjenguk Ardi, di flat Ivan, di Eclair. Mereka membicarakan tentang kegiatan Divisi VII selama Rainy, Raka dan Arka absen dari pekerjaan selama beberapa waktu ini. Raka juga menggunakan waktu tersebut untuk berbicara secara pribadi dengan Natasha untuk menawarinya posisi bukan hanya sebagai sekretaris Rainy di Divisi VII, namun juga sebagai wakil CEO dari sejumlah properti milik Rainy yang dikelola oleh Raka. Raka beralasan bahwa karena ia harus mengurus berbagai masalah pribadi, termasuk juga pernikahan yang akan dilangsungkan sebentar lagi, ia membutuhkan orang lain untuk menggantikannya selama ia berhalangan, agar properti-properti tersebut tidak terabaikan. Awalnya Natasha hanya bisa menatap Raka dengan terkejut karena bagaimanapun cerdasnya dirinya, ia hanyalah gadis berusia 18 tahun yang tidak mengenyam pendidikan di universitas. Mengapa Raka berani memberinya tanggung jawab sebesar itu? Bagaimana kalau orang-orang dengan siapa ia harus bekerja kelak menertawakannya dan memandangnya sebelah mata? Saat Natasha mengungkapkan kekhawatirannya ini, Raka tersenyum. Ia lalu berkata,
“Setelah bekerja sekian lama denganku dan Rainy, apakah kau tidak mengenal kepribadianku dan Rainy sama sekali?”
Natasha hanya bisa mengangguk. Tentu saja, sebagai sekretaris yang baik, ia telah mempelajari seluk beluk perilaku kedua atasannya tersebut. Ia setidaknya mampu meramalkan respon yang akan dikeluarkan oleh Raka dan Rainy terhadap suatu hal dengan ketepatan yang setidaknya mencapai 50%. Namun apa hubungannya hal tersebut dengan pekerjaan yang boss Raka tawarkan? Pikir Natasha.
“Tentu saja ada hubungannya!” sahut Raka ketika Natasha menyuarakan pertanyaannya. “Bila kau menghadapi suatu persoalan, coba pikirkan mengenai tindakan apa yang akan aku lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan kecerdasanmu, kau pasti akan dapat menentukan jawabannya dengan mudah.”
“Tidak bisakah saya cukup mengangkat telepon dan bertanya pada Boss?” Tanya Natasha dengan cemas.
“Tidak bisa!” Tolak Raka. “Kau adalah wakil CEO, bukan asisten. Jadi kau harus mampu mengambil keputusan tanpa bantuan dariku.”
“Kalau begitu, biarkan saya hanya jadi asisten saja!” Pinta Natasha. Sayangnya lagi-lagi Raka menggelengkan kepalanya.
“Tidak bisa! Kelak akan ada saat dimana aku mungkin tidak bisa mengangkat teleponmu padahal ada hal mendesak yang perlu kau selesaikan. Bila kau hanyalah seorang asisten, kau tidak akan memiliki otorisasi untuk mengambil keputusan tanpa diriku. Karena itulah aku mau kau menjadi wakilku dan bukannya asistenku.”
“Boss, walaupun saya mampu mengerjakan tugas-tugas ini, tapi saya masih berusia 18 tahun. Orang lain mungkin akan memandang saya sebagai orang yang tidak penting sehingga besar kemungkinan mereka akan mengabaikan saya.” Bantah Natasha lagi.
“Nat, kau hafal gaya Rainy kan?” Tanya Raka. Natasha mengangguk.
“Bagus. Kalau begitu, copy paste stylenya saat bekerja. Rainy juga masih muda, walaupun saat ini ia tidak semuda dan semungil dirimu. Namun sejak belia, ia sudah mampu menghasilkan aura dingin dan mengintimidasi yang membuat orang lain tidak mampu memandang remeh dirinya. Itu karena Rainy memiliki rasa percaya diri yang besar, keberanian dan kebanggaan pada dirinya sendiri. Mungkin sulit untukmu yang imut ini untuk terlihat mengintimidasi seperti Rainy. Namun kecerdasanmu akan membuat orang lain tidak berkutik bila kau tahu cara menggunakannya dengan baik. Lagipula, kau tidak perlu khawatir. Berusahalah semampumu dan bila tidak berhasil, kau tinggal menghubungiku, atasanmu. Apa kau mengerti?” Tanya Raka, tak bersedia ditolak. Walaupun mengerutkan bibirnya dengan cemas, tapi Natasha memutuskan untuk mengangguk. Meniru Raka adalah masih mungkin baginya. Tapi meniru Rainy, bossnya yang luar biasa misterius itu? Natasha merasa harus mengobrol lebih banyak dengan Musa yang selalu berhasil merubah dirinya menjadi replika kecil Rainy setiap kali Musa harus berhadapan dengan klien saat mengerjakan kasus. Tiba-tiba merasa memiliki jalan keluar atas masalah ini, Natasha menjadi lebih percaya diri dan mengangguk.
“Saya mengerti, Boss!” Ucapnya dengan tegas. Raka mengangguk dan menghela nafas panjang. Walaupun ia terlihat yakin, namun jujur saja Raka agak khawatir. Natasha terlihat begitu muda dan imut. Ia akan memperoleh tantangan besar sebelum bisa menaklukkan medan perangnya kelak. Sepertinya sudah saatnya Charles pulang dan menempati kembali singgasananya sebagai salah satu asisten pribadi sang pewaris.
“Hallo, Rain?” Betapa terkejutnya Raka ketika suara yang terdengar dari seberang adalah tangisan panik Rainy.
“Rain, hei! Kenapa menangis? Apa? Aku tidak bisa mendengarmu bila kau berbicara sambil menangis seperti itu…” Tanya Raka sambil mengerutkan kening. Mendengar kata-katanya, kontan saja semua orang yang ada dalam ruangan tersebut berhenti berbicara dan bergerak. Mereka menatap Raka dengan tercengang. Boss Rainy sedang menangis? Apa tidak salah?
“Raka, Arka…. Arka…..” Ucap Rainy diantara isak tangisnya.
“Iya, ada apa dengan Arka?” Tanya Raka lagi. Lara yang duduk di sebelah kanan Raka, langsung menaikkan alisnya dan memasang kupingnya. Walaupun Raka tidak mengaktifkan speaker, namun Lara dan Guru Gilang memiliki pendengaran yang luar biasa tajam sehingga mereka bisa mendengar suara Rainy.
“Arka diculik oleh Lilith!” Ucap Rainy keras.
“Apa?!” Lara yang sedang memegang sebuah gelas di tangannya, langsung berdiri dari kursi dan memandang Raka dengan terkejut. Raka yang menangkap gerakan Lara dari ekor matanya, menoleh ke arah Lara dengan ekspresi khawatir. Pria itu lalu melepaskan telepon genggamnya dari telinganya dan menekan tombol speaker. Seketika suara tangisan Rainy yang panik terdengar memenuhi ruangan.
“Rain, coba ulangi lagi perkataanmu tadi. Arka kenapa?” Tanya Raka.
“Arka diculik oleh Lilith sebagai sandera agar aku bersedia menandatangani buku perjanjian!” Ucap Rainy, kali ini dengan lebih tenang dan jelas. Mendengar ini, tubuh Lara terasa lemas dan gelas di tangannya jatuh terbanting ke lantai dan pecah berderai menjadi ribuan kepingan.
***
Raka dan pegawai Divisi VII lainnya langsung kembali ke Rumah Sakit. Segera saja mereka memenuhi kamar Ardi, sepenuhnya mengabaikan perintah Dokter yang melarang Ardi untuk dijenguk. Untungnya ruang VIP tersebut sangat besar sehingga mampu menampung mereka semua. Jadilah Pandawa, Guru Gilang dan Lara duduk berdesakan di sofa untuk mendengarkan cerita Rainy mengenai penculikan yang dilakukan Lilith kepada Arka. Walaupun Guru Gilang, Lara dan Ivan mengetahui mengenai Lilith, namun kisah tentang iblis ini adalah hal yang tidak pernah diketahui oleh Natasha dan Ace sebelumnya. Itu sebabnya, ketika semua orang membahas mengenai Lilith, Natasha dan Ace hanya mendengarkan dalam diam, mencoba menelaah semua keterangan yang mereka dengar dan merangkainya menjadi sebuah kesimpulan yang bisa mereka terima. Namun kesimpulan yang mereka hasilkan hanya membuat keduanya bertambah tercengang. Jadi keluarga Bataguh selama beberapa generasi telah terikat perjanjian dengan iblis dan sekarang adalah giliran Rainy untuk membuat perjanjian yang sama, namun karena Rainy menolak, iblis bernama Lilith tersebut menculik Arka sebagai sandera? Tubuh Ace langsung dibasahi oleh keringat dingin, sementara isi kepala Natasha berputar dengan sangat hebat.