
“Emm. Kalau papa kebetulan sedang melihat mereka berada dalam satu ruangan, papa pasti akan menyadarinya!” Beritahu Rainy. Arka menatap Rainy dengan menyipitkan matanya, namun Rainy malah menjulurkan lidahnya pada Arka dengan senyum mengejek.
“Lalu bagaimana cerita papa dan mama selanjutnya?” Tanya Arka tiba-tiba, berusaha merubah isi percakapan mereka.
“Ah, selanjutnya setelah kami lulus SMA, atas permintaan papa, karena papa ingin merawat mama yang masih duduk di atas kursi roda, papa dan mama menikah. Papa menolak untuk kuliah keluar negeri dan membawa mama pindah ke kota M. Disana papa kuliah, sementara mama melanjutkan terapinya. Butuh waktu 2 tahun yang terasa sangat panjang sampai akhirnya mama bisa berjalan kembali dengan bebas. Lalu mama melanjutkan kuliah dan kami baru pulang kembali kemari, setelah mama menyelesaikan kuliahnya.” Kali ini Ratna yang melanjutkan cerita mereka. Ratna bercerita sambil duduk di atas ranjang, di sisi Ardi, dengan sebelah tangan masih tergenggam dalam tangan suaminya. “Setelah 7 tahun menikah, semua orang mulai bertanya-tanya mengapa kami belum dikaruniai anak. Mereka tidak tahu bahwa selama kami menikah, papamu selalu memakai alat kontrasepsi. Ia malah diam-diam berpikir untuk melakukan vasektomi, bahkan sudah mendaftar ke sebuah rumah sakit untuk melakukan prosedur tersebut.” Ardi mengangguk.
“Walaupun papa tidak berdaya untuk melawan perasaan papa pada mama sehingga papa tetap menikahinya walaupun telah mengetahui resikonya, papa tetap tidak bersedia untuk mengorbankan anak papa pada iblis. Lebih baik papa tidak memiliki anak daripada harus melihat anak papa menderita. Sayangnya, Lilith mengetahui niat papa ini.” Sambung Ardi. “Pada suatu hari, seminggu sebelum operasi vasektomi dilakukan, Lilith merasuki papa. Ia merasuki papa setiap malam dan tidur bersama mama tanpa menggunakan alat kontrasepsi tanpa sepengetahuan papa. Mamamu tentu saja tidak tahu bahwa saat itu roh yang menggerakkan suaminya melakukan ini dan itu padanya, bukanlah papa. Ia hanya mengira bahwa akhirnya papa menyerah pada tekanan orangtua dan bersedia memiliki anak dengan mama. Jadi setiap malam tubuh papa bersama mama, tapi setiap pagi papa bangun dan berpikir bahwa setiap malam, karena kelelahan, papa langsung tertidur tanpa ingat apa-apa lagi. Seminggu kemudian papa melakukan vasektomi tanpa sepengetahuan mama. Saat itu papa mengatakan pada mama bahwa papa sedang melakukan perjalanan bisnis yang penting ke kota lain sehingga mama tidak curiga, dan papa baru pulang ke rumah setelah dokter mengatakan bahwa papa telah sehat sepenuhnya. Lalu papa pulang dengan perasaan bahagia, berpikir bahwa akhirnya papa tidak perlu lagi mengkhawatirkan tentang anak dan bisa menikmati kehidupan yang bahagia, berdua saja dengan mama. Tapi 2 bulan kemudian, mama memberitahu papa bahwa ia sedang hamil.”
“Saat itu papa sangat terkejut. Bagaimana mungkin mama hamil padahal papa selalu berhati-hati? Bagaimana bisa mama tetap hamil padahal papa sudah melakukan segala cara untuk menghindari kehamilan tersebut? Lalu kemudian pelan-pelan papa bertanya pada mama apakah ia mengetahui bagaimana cara ia bisa hamil padahal papa selalu mengenakan kontrasepsi. Dengan heran, mama mengingatkan papa bahwa sudah lama papa berhenti mengenakan kontrasepsi sehingga wajarlah bila mama hamil, terutama karena kami sangat aktif dalam hubungan suami istri. Tapi tetap saja itu sangat tidak mungkin karena sepengetahuan papa, kami baru melakukan hubungan tanpa alat kontrasepsi setelah papa melakukan vasektomi. Akhirnya papa mengambil kesimpulan bahwa mungkin saja saat itu alat kontrasepsi yang papa gunakan bocor. Walaupun sedih dan ketakutan, Papa hanya bisa pasrah. Terus terang, walaupun berpikir bahwa papa tidak mau memiliki anak, namun siapa sih yang tidak mau memiliki keturunan?! Karena itu, walaupun khawatir dan cemas, papa tetap merasa bahagia karena mama akhirnya hamil. Lalu kau lahir.” Ucap Ardi sambil tersenyum. Ardi dan Ratna memandang rainy dengan penuh perasaan sayang yang membuat Rainy merasa sedang diselimuti oleh cinta dari kedua orangtuanya. “Kau adalah bayi tercantik yang pernah papa lihat dan papa tahu bahwa kau akan tumbuh menjadi gadis yang sangat jelita. Kau adalah harta berharga yang telah Tuhan dan mama berikan untuk papa sehingga sulit untuk tidak mencintaimu.” Ucap Ardi. Kata-katanya membuat sudut-sudut bibir Rainy naik, membentuk senyum manis yang memperindah wajahnya 10x lipat dari sebelumnya. “Lalu pada suatu hari, saat papa masuk ke kamarmu untuk menjengukmu, papa melihat Lilith sedang menggendong dan menimang-nimangmu sambil tersenyum.”
“Kau kan tahu bahwa papa tidak memiliki kemampuan untuk melihat yang tidak kasat mata dan hanya mampu mendengar mereka. Namun kali itu, untuk pertama kalinya, papa melihat Lilith dengan jelas. Ia dengan sengaja menunjukan diri pada papa untuk memberitahu papa sesuatu.” Lanjut Ardi. Ratna mengulurkan tangannya dan meletakkannya di atas tangan suaminya yang langsung disambut oleh genggaman erat Ardi. Ratna tersenyum pada Ardi dan mengangguk. Membuat Ardi balas tersenyum padanya. Lalu Ardi kembali menoleh ke arah Rainy dan Arka dan melanjutkan ceritanya.
“Saat itulah Lilith memberitahu bagaimana caranya engkau diciptakan. Ia lalu mengklaim dirinya sebagai ibumu, karena ialah yang telah menghamili mama. Mungkin ia berharap papa akan jadi membencimu dan menuduh mamamu berkhianat, namun papa tidak sebodoh itu! Papa katakan pada iblis itu bahwa walaupun roh yang menggerakkan tubuh papa saat itu adalah Lilith, namun tubuh yang digunakan untuk melakukan semua yang perlu dilakukan saat menciptakanmu, adalah tubuh papa. Itu sebabnya, tidak perduli apapun yang iblis tersebut katakan, kau adalah anak papa dengan mama, dan hanya anak kami saja! Lilith tidak punya hak apapun atas dirimu sehingga ia boleh bermimpi untuk membesarkanmu ke jalan yang sesat, tapi papa tidak akan pernah mengijinkannya!”
Mendengar ini, Rainy mengangguk. Jawaban Ardi serupa dengan jawaban yang diberikannya pada Lilith ketika iblis tersebut mencoba mengklaimnya beberapa waktu yang lalu. Hal ini membuat Rainy merasa senang, terutama karena ia menyadari bahwa ia dan Ardi memiliki banyak kesamaan dalam cara berpikir sehingga sudah jelas bahwa Rainy mewarisi gaya berpikir dan perilakunya dari Ardi.
“Sayangnya, hal itu tidak membuat Lilith menyerah. Tak berhasil untuk mengguncang papa, Lilith mengarahkan serangannya pada mama. Ia muncul di hadapan mama dan menceritakan hal yang sama seperti yang ia ceritakan pada papa. Berbeda dengan papa, Mama jatuh dalam trik iblis tersebut. Ia menjadi dipenuhi rasa bersalah dan ketakutan. Gara-gara itu kesehatannya menajdi memburuk dan ia mengalami apa yang sekarang dikenal sebagai baby blues. Mama merasa takut sekaligus membencimu. Ia takut karena ia bukan saja telah berkhianat pada suaminya tanpa ia sadar, ia juga telah melahirkan anak iblis. Untung saja papa selalu memperhatikan mama dan menyadari perubahan pada perilakunya sebelum memburuk. Syukurlah Papa kemudian berhasil menjernihkan semuanya sebelum mama kehilangan kewarasannya dan melukaimu. Setelah itu kami memutuskan untuk mengabaikan Lilith sepenuhnya dan keluar dari rumah Niwe. Papa dan mama tidak bersedia bergantung pada kekayaan keluarga Bataguh yang merupakan hasil kolusi dengan iblis selama beberapa generasi. Kami lalu memulai kehidupan dari nol dengan menggunakan uang tabungan masa muda mama yang syukurlah sangat besar, sehingga kami tetap bisa hidup dengan layak. Papa lalu diterima bekerja sebagai dosen sehingga sejak itu, kita hidup bertiga saja dengan tenang. Namun papa tidak mau memisahkanmu dari niwe dan nini bawi, karena itu, walaupun papa tidak menyukai keterlibatan keluarga Bataguh dengan iblis, papa tidak berniat menghukum orangtua papa karena kesalahan leluhur kita. Itulah sebabnya sesekali kita masih pulang ke rumah niwe dan kadang-kadang mengirimkanmu pada nini saat ia merindukan cucunya. Papa tidak takut bahwa kau akan terpengaruh oleh Lilith karena sering datang ke rumah Niwe, karena papa tahu, papa sudah mengajarimu semua yang perlu papa ajarkan padamu agar kau tidak tersesat. Dan papa juga percaya bahwa niwe dan nini bawi tidak akan pernah mengorbankan cucu kesayangannya ke tangan iblis, sebab niwe pernah mengatakan bahwa ia berharap campur tangan iblis dalam kehidupan keluarga Bataguh hanya akan berhenti pada generasinya saja. Itu sebabnya papa juga mengijinkan Niwe untuk melatihmu dan mendidikmu menjadi seseorang yang kuat seperti kau yang sekarang ini.” Ucap Ardi mengakhiri ceritanya.