
"Rainy," panggil Rosa dengan panik "Apa kau serius?"
Rainy mengangguk.
"Tapi Direktur ke 7..." Rosa tak tahu bagaimana harus bertanya mengenai Lilith di hadapan banyak orang. Untungnya Rainy memahaminya.
"Karena Divisi VII melepaskan diri sepenuhnya dari Jaya Enterprise, secara otomatis Direktur ke 7 tidak lagi memiliki kaitan dengan Jaya Enterprise. Sejak saat ini Jaya Enterprise hanya memiliki 6 divisi dan 6 Direktur." Jelas Rainy. Rosa dan Rudi tampak masih belum bisa menyakini jawaban ini. Tidak ada lagi Direktur ke 7? Apa maksud Rainy? Apakah Rainy mencoba menyingkirkan iblis tersebut dari kehidupaan mereka? Tapi memangnya bisa? Rosa ingin bertanya lebih jauh namun menyadari bahwa ada banyak orang bersama mereka, ia mengurungkan niatnya. Memandang wajah dingin Rainy, Rosa memutuskan akan langsung mengikuti Rainy ke ruangannya setelah rapat selesai nanti untuk membahasnya lebih jauh.
Melihat ekspresi Rosa, Rainy memahami kegundahannya. Namun ia tidak bermaksud untuk membahas tentang Lilith lebih dari yang sudah dilakukannya di tengah rapat itu, terutama karena ia yakin para direktur dan dewan komisaris pasti bertanya-tanya mengapa Rosa menyebut soal Direktur ke 7 yang sepengetahuan mereka tidak pernah ada di Jaya Enterprise. Setelah memandang ke seluruh penjuru ruangan, Rainy melanjutkan,
"Keputusan saya yang ketiga adalah sebagai berikut; bahwa saya akan memberikan sebagian saham yang saya miliki kepada kedua paman saya; Adnan dan Rudi, kepada bibi saya; Rosa, dan kepada Ayah saya; Ardi, masing masing sebanyak 10%."
Apabila 2 keputusan sebelumnya menghasilkan suara gemuruh, anehnya keputusannya kali ini justru membuat ruangan menjadi hening. Butuh waktu 5 detik sebelum akhirnya Ivan memecahkan keheningan dengan mendengus keras.
"Hah? Rainy... Ini..." Ivan hendak menanyakan kewarasan sepupunya itu, namun kata-katanya dihentikan oleh gelengan kepala Raka.
Suara Ivan membangunkan peserta rapat dari keterkejutan mereka dan suara gemuruh yang ditimbulkan oleh semua orang berbicara pada waktu yang bersamaan kembali terdengar. Keputusan ini tentu saja sangat mengejutkan semua orang, terutama Rosa dan Rudi.
Sejak awal semua orang memahami bahwa pertarungan dalam keluarga Jaya Bataguh dimulai karena Jaya Bataguh memberikan seluruh sahamnya dan saham yang dimiliki Marlena kepada Rainy. Sejak awal saham Jaya Enterprise tidak pernah dijual ke publik. Saham ini dibagikan hanya pada keluarga dan tidak diijinkan untuk dijual keluar. Pada saat kelahiran mereka, Jaya Bataguh memberikan anak-anaknya saham Jaya Enterprise sebanyak 5%. Kemudian setiap kali salah satu dari mereka menikah, Jaya Bataguh akan menghadiahkan 5% saham sebagai hadiah pernikahan, sehingga masing-masing anaknya memiliki 10% saham. Tentu saja saham terbanyak tetap dikuasai oleh Jaya Bataguh.
Ketika Jaya Bataguh meninggal dunia, Adnan, Rosa dan Rudi berharap ayah mereka akan mewariskan saham tersebut pada mereka sebagai anak kandungnya. Namun diluar dugaan semua orang, bukan hanya Jaya Bataguh menyerahkan tampuk pimpinan tertinggi dalam keluarga kepada Rainy, beliau juga mewariskan semua sahamnya dan juga saham Marlena kepada gadis itu, yang secara otomatis menyerahkan kekuasaan terhadap perusahaan sepenuhnya ke tangan Rainy.
Selama bertahun-tahun, saat Marlena memimpin, mereka berusaha keras untuk merampas saham tersebut. Ancaman, intimidasi dan teror telah berkali-kali mereka coba untuk lalukan guna mewujudkan keinginan ini. Namun Marlena, Ardi, bahkan Lilith dan Lilian selalu berhasil menepis semua bahaya tersebut sedemikian rupa sehingga Rainy pun bahkan tidak pernah menyadari bahwa ada bahaya yang telah mengancamnya. Namun sekarang, setelah semuanya berhasil ia miliki, mengapa Rainy membagikan warisannya satu demi satu secara sukarela? Apakah ini berdasarkan niat baik ataukah hanya bagian dari sebuah rencana untuk menghancurkan mereka? Lagipula mereka telah melakukan banyak kesalahan pada gadis itu sehingga bukan hal yang tidak masuk akal bila Rainy ingin membalas dendam. Rosa dan Rudi merasa kepala mereka hampir pecah karena terlalu mengejutkannya informasi yang harus diproses oleh otak mereka. Hati mereka yang hitam mengalami kesulitan untuk memahami maksud baik orang lain yang tidak disangka-sangka.
Di kursinya, Rainy kembali melemparkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan dengan tenang.
Rainy menarik nafas panjang dan menegakkan punggungnya. Ia menatap lurus ke mata semua peserta rapat dan berkata,
"Saya memberikan 20% persen dari saham yang saya miliki kepada seluruh pegawai tetap Jaya Enterprise."
"Hah?"
"Apa?"
"Diberikan kepada seluruh pegawai tetap?"
"Maksudnya bagaimana?"
Berbagai pertanyaan langsung terlontar dari mulut banyak orang. Ketika mereka mendengar Rainy berbicara kembali, mereka langsung berusaha untuk mendengarkan dengan lebih seksama.
"Sejak hari ini, semua dividen yang diperoleh dari saham ini akan dibagikan secara merata kepada semua pegawai tetap dan setiap keputusan drastis yang akan diambil oleh perusahaan yang melibatkan proses voting dari para pemegang saham, harus melibatkan proses voting dari seluruh pegawai tetap sebagai pemegang saham." ucap Rainy menjelaskan.
Suara gemuruh yang muncul sebagai respon dari penjelasan Rainy ini terdengar 5x lebih nyaring dari sebelumnya. Pendapatan dari saham akan dibagikan secara merata dengan seluruh karyawan tetap? Yang benar? Dividen yang diperoleh dari 20% saham perusahaan multibillioner sekelas Jaya Enterprise tentu saja tidak kecil. Namun bila dibagikan secara merata kepada seluruh pegawai tetap yang jumlahnya ratusan, sudah pasti nilainya tidak terlalu banyak. Meskipun begitu, bagi pegawai di level menengah ke bawah, tambahan pemasukan setiap bulannya adalah merupakan angin segar yang sangat membahagiakan. Namun yang paling penting dari keputusan Rainy ini adalah bahwa sejak saat itu pegawai memiliki hak suara terhadap keputusan-keputusan penting yang akan diambil oleh perusahaan. Ini akan menjamin bahwa apapun keputusan yang akan diambil perusahaan, pegawai akan selalu memiliki suara untuk melindungi nasib mereka dari kejamnya tangan pemimpin perusahaan. Siapa lagi yang dapat melindungi para pegawai selain diri mereka sendiri?
Tindakan Rainy yang menyerahkan 20% saham ke tangan pegawai sudah pasti adalah tindakan yang paling agresif, paling berani dan paling tidak populer di kalangan pemilik perusahaan. Namun keputusannya ini dijamin akan memenangkan hati seluruh pegawai secara aklamasi, sebagaimana saat ini, ia telah memenangkan hati seluruh anggota dewan direksi dan dewan komisaris. Hal ini disebabkan karena setinggi apapun jabatan mereka di Jaya Enterprise, posisi mereka tetap saja hanyalah seorang pegawai.
Jaya Bataguh dan Marlena adalah pemimpin perusahaan yang bijak dan memperlakukan pegawai mereka dengan baik. Namun beberapa tahun duduk di kursi direksi, mereka bisa melihat bahwa tidak semua anak-anak Jaya Bataguh memiliki karakter yang serupa dengan orangtua mereka. Dengan jatuhnya 20% hak suara ke tangan para pegawai tetap Jaya Enterprise, maka masa depan mereka akan jadi lebih penuh harapan walaupun berada di bawah pimpinan orang-orang yang kurang memiliki karakter yang baik. Begitu yang terlintas di kepala para peserta rapat saat memandang Rainy dengan penuh keheranan dan kekaguman. Pantas saja Jaya Bataguh menyerahkan tampuk pimpinan perusahaan kepada Rainy. Ia adalah pribadi yang memiliki karakter paling mirip dengan Jaya Bataguh dan Marlena, bijak, tegas dan memimpin dengan menggunakan hati. Sayang sekali Rainy tak berminat untuk menempati posisi Direktur Utama. Sungguh sayang sekali.
Copyright @FreyaCesare