My Beautiful Blue Rain

My Beautiful Blue Rain
Musuh Yang Tidak Dikenal



“Apa maksudmu?” Tanya Rainy.


Raka mengaktifkan telepon genggamnya dan mengirimkan sebuah video kepada Rainy lewat pesan Whatsup, lalu mengisyaratkan pada Rainy untuk membukanya. Ketika Rainy melakukannya, ia menemukan rekaman CCTV yang merekam kejadian penyerangan terhadap Ardi di jalan tol yang lenggang. Menyadari apa yang Raka lakukan, Arka melotot kesal padanya. Namun karena tahu bahwa sudah terlambat untuk menghentikan Rainy dari melihat video tersebut, Arka memutuskan untuk berdiam diri dan menfokuskan perhatiannya pada gerak-gerik Rainy. Berjaga-jaga bila Rainy membutuhkannya. Di sebelahnya, Raka juga melakukan hal yang sama. Ia tahu bahwa memperlihatkan video itu dapat melukai hati Rainy. Namun ia tidak bisa menyembunyikannya dari Rainy lebih lama lagi. Ia tidak ingin mengundang amarah gadis itu karena menyembunyikan hal yang penting darinya.


Rainy menonton Video itu dengan tubuh tegang.  Video dimulai dengan pemandangan jalanan yang lenggang. Ini adalah jalan tol yang baru di operasikan dan di beberapa tempat malah masih belum beroperasi. Itulah sebabnya belum banyak pengguna yang hilir mudik di jalur tersebut. Tiba-tiba, terlihat sebuah mobil berwarna hitam berhenti mendadak sehingga sebuah mobil yang dikenali Rainy sebagai mobil Ardi, terpaksa berhenti tepat di belakang mobil hitam tersebut dengan gerakan yang juga tiba-tiba. Sementara itu, 2 buah mobil hitam lain muncul tepat di sebelah kanan dan belakang mobil Ardi, membuat mobilnya terjepit diantara ketiga mobil dan pagar pembatas jalan raya. Siapapun bisa melihat bahwa ini adalah sebuah pengepungan yang disengaja.


Begitu mobil Ardi terjebak di tengah-tengah, pintu-pintu di mobil pengepungnya terbuka dan 8 orang pria bertubuh kekar, berpakaian hitam-hitam, berkacamata hitam dan mengenakan masker hitam, keluar dari dalam mobil dengan membawa berbagai senjata tajam mulai dari samurai, Mandau sampai tongkat baseball. Salah satu pria tersebut berdiri di depan mobil Ardi dan mengarahkan pistol langsung ke kursi pengemudi, lewat jendela depan. Ardi yang duduk di kursi pengemudi, mengangkat kedua tangannya. Tak lama kemudian ia keluar dari mobil dan berjalan pelan mendekati orang yang menodongkan pistolnya, masih dengan tangan diangkat.


Ketika Ardi berada di depan mobil, seseorang keluar dari mobil yang berada di depan dan berjalan menuju Ardi. Seperti yang lainnya, pria ini juga memakai pakaian hitam-hitam dan mengenakan masker hitam, walaupun tanpa kacamata hitam. Ia berdiri di depan Ardi dan tampak sedang mengajak Ardi bicara. Ardi menurunkan tangannya dan tampak terlibat pembicaraan dengan pria itu selama beberapa saat. Namun sepertinya kata-katanya membuat pemuda itu marah karena ia menarik kerah baju Ardi dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ardi sambil mengatakan sesuatu. Ardi tampak tidak merasa takut pada pria itu. Ia membalas kata-kata pria itu dan membuat pria itu bertambah murka. Lalu tiba-tiba, entah dari mana, pria itu sudah memegang sebuah pedang dan menusuk perut Ardi, membuat ayah Rainy tersebut membungkuk sambil memegangi perutnya. Setelah itu, pria itu mencabut kembali pisaunya dan membiarkan tubuh Ardi meluncur jatuh meringkuk di aspal yang panas. Seakan hal itu belum cukup, pria tersebut menyarangkan tendangan ke perut Ardi yang sudah terluka. Setelah itu ia kembali berjalan menuju mobil yang berada di paling depan. Tak lama kemudian semua mobil yang mengepung mobil Ardi melesat pergi membawa semua pria-pria itu dan meninggalkan Ardi yang terkapar tidak berdaya dengan darah mulai menggenang membasahi aspal tepat di bawah perutnya.


Beberapa saat kemudian 2 buah mobil tampak berhenti di pinggir jalan dan beberapa pengendara keluar dari dalam mobil dengan tergesa-gesa. Beberapa orang mencoba memeriksa keadaan Ardi sedangkan yang lainnya langsung melakukan panggilan telepon, yang Rainy duga pasti sedang menelpon Ambulance. Rainy menonton video itu dengan tubuh mematung dan tanpa suara. Hanya air matanya yang menetes satu demi satu tanpa henti. Raka mengambil telepon genggam dari tangannya dan memasukkannya ke dalam kantung celananya. Lalu ia mengeluarkan sebuah tissue dan mengusap air mata Rainy yang masih terus terjatuh. Melihat gadis itu menangis sungguh menyakiti hatinya. Namun Raka tahu bahwa Rainy akan sangat marah bila Raka menutupi masalah ini darinya. Saat ini yang bisa Raka lakukan adalah menemaninya dan membantunya untuk memecahkan masalah ini. 5 menit kemudian Rainy menarik nafas dengan kuat dan setelah ia melepaskannya, ia menoleh pada Raka dan bertanya,


“Siapa dia?”


“Kita belum memperoleh petunjuk apapun. Video tersebut sudah diserahkan kepada Polisi, namun mereka belum menemukan sesuatu yang berguna. Natasha sudah bekerja dengan sangat keras. Bahkan Charles juga sudah diberitahu dan turut membantu. Namun kita tetap belum menemukan siapa orang itu.” Jawab Raka dengan wajah yang berkerut kesal. “Kita harus bertanya pada ayahmu. Mungkin beliau mengenalnya.” Saran Raka kemudian.


Rainy termenung mendengar saran ini. Kondisi ayahnya telah membaik namun masih sangat lemah. Ardi menghabiskan waktunya dengan tidur. Rainy tidak yakin bahwa Ardi telah cukup siap untuk membicarakan kejadian itu. Mereka semua dengan sengaja tidak membahasnya karena tidak ingin membuat Ardi merasa teringat pada hal yang menyakitkan dan membuat marah.


“Aku akan menanyakannya pada Papa begitu ia terlihat lebih kuat.” Putus Rainy akhirnya. Raka mengangguk menerima keputusannya. Mereka kemudian kembali ke kamar Ardi sementara Arka pergi untuk mencari makan malam dan snack untuk mereka. Saat Rainy dan Raka memasuki kamar, Ardi masih tertidur. Begitu juga Ratna. Rainy mendekati ibunya dan merapikan selimut yang terjatuh dari tubuhnya. Tak lama kemudian ia mendengar suara memanggil dari ranjang ayahnya. Rainy mengangkat kepala dan langsung berjalan mendekat. Namun langkahnya kalah cepat dari Raka yang memang berada tidak jauh dari ranjang. Mereka menemukan bahwa Ardi telah terbangun dan dengan suara serak yang lemah, mengatakan bahwa ia merasa haus. Raka mengambil botol minuman yang telah disiapkan khusus untuk Ardi dari atas meja kecil yang terletak di sebelah ranjang, dan membantu Ardi untuk minum. Ardi mengisap air dari pipet dengan perlahan. Lalu setelah meminum sekitar 200 cc, ia merasa puas dan melepaskan bibirnya dari pipet. Raka lalu mengembalikan botol tersebut ke atas meja. Rainy duduk di kursi yang terletak di sisi ranjang dan bertanya,


“Apa Papa lapar?” Tanyanya. Ardi mengangguk pelan.


“Makanan dari rumah sakit sudah dingin. Tunggu sebentar lagi ya. Arka sedang keluar untuk membeli bubur buat Papa.” Beritahu Rainy. Ardi kembali mengangguk pelan.


“Kalau Papa merasa lelah, tidurlah lagi. Nanti saat Papa bangun, buburnya sudah akan tersedia buat Papa.” Bujuk Rainy. Ardi berguman pelan yang terdengar seperti ‘emm’, lalu kembali memejamkan matanya. Melihat wajah pucat dan tubuh lemah ayahnya, air mata Rainy kembali menganak sungai. Ayahnya yang baik hati dan sangat penyayang. Ayahnya yang tak pernah menyakiti siapapun. Ayahnya yang selalu mengalah dan mengedepankan keluarganya lebih dari dirinya sendiri. Ayahnya yang selalu berusaha melindungi Rainy dengan kemampuan supranaturalnya yang terbatas. Ayahnya yang tidak segan melakukan apapun untuk melindungi Rainy dari dunia. Sekarang ia terbaring tidak berdaya karena perbuatan seseorang yang tidak Rainy kenal. Sungguh membuat murka! Rainy mengepalkan Kedua tangannya kuat-kuat hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangannya. Dalam diamnya, Rainy bersumpah untuk menghukum siapapun yang telah melukai Papanya sampai orang itu berpikir bahwa ia sudah tidak ingin hidup lagi. Tunggu saja!