MY BLOCK OF ICE

MY BLOCK OF ICE
mengoleskan minyak



Setelah adegan pukul-pukulan dan peluk-pelukan akhirnya ketiga sahabat itu kembali lagi ke ruang perawatan Nadin.


"Sayang ....., sepertinya kita harus segera pulang, kita sudah terlalu lama meninggalkan baby twins!" ucap. Agra sambil menghampiri istrinya itu.


"Iya bby, kau benar ....!"


"Dek, kakak pulang dulu ya!" pamit Ara pada adiknya.


"Baik kak, hati-hati di jalan ya, salam buat Sagara dan Sanaya ya!"


"Iya ....!"


Setelah selesai berpamitan dengan Nadin, Ara dan Agra pun berpamitan dengan ayah Roy dan ibu Dewi. Sebelum meninggalkan ruangan Agra kembali menghentikan langkahnya saat berada di dekat Rendi.


"Selamat ya ....., jaga dia seperti kami menjaganya!" ucap Agra sambil menepuk pundak sahabatnya itu. "Kami pergi!"


Rendi pun mengangguk, Agra dan Ara berlalu meninggalkannya.


Aku selalu berkaca padamu ...., kau bisa bahagia dengan pasanganmu, aku pasti juga bisa, maaf karena aku pernah menjadi orang ke tiga dalam hubungan kalian ....


Rendi menatap punggung mereka sampai menghilang di balik pintu. Setelah Agra dan Ara tak terlihat lagi, Rendi pun segera menghampiri ibu dan ayah mertuanya.


"Ayah dan ibu bisa pulang dan istirahat, biar Nadin saya yang menjaganya. Kalian pasti sangat capek!" ucap Rendi.


"Iya nak, ayah dan ibu memang berencana untuk pulang dulu, besok ayah akan ikut menjemput Nadin!"


"Iya yah .....!"


"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu ya, jaga diri kalian!"


"Biar saya antar sampai depan!" ucap Rendi dan ayah Roy pun mengangguk. Sebelum meninggalkan kamar rawat putrinya, ayah Roy dan ibu Dewi pun berpamitan kepada Nadin terlebih dulu.


Rendi mengantar ayah Roy dan ibu Dewi sampai di depan rumah sakit.


"Terimakasih ya nak sudah repot-repot mengantar kami!" ucap ayah Roy. "Kami pulang dulu!"


"Hati-hati di jalan!" ucap Rendi dan ayah Roy pun mengangguk serta menepuk punggung Rendi yang membungkuk hormat, Rendi pun membukakan pintu mobil untuk ayah Roy dan ibu Dewi, ia sengaja meminta sopir untuk mengantar mereka.


Setelah mobil yang di tumpangi ayah Roy dan ibu Dewi tak terlihat lagi, Rendi pun segera kembali ke kamar Nadin.


Dengan pelan ia membuka pintu itu, ia melihat Nadin sedang asyik dengan ponselnya, merasa tidak di perhatikan Rendi pun melangkahkan kakinya menuju ke sofa panjang, badannya begitu capek, ia ingin sekali merebahkan tubuhnya walaupun sebentar.


Rendi menjatuhkan tubuhnya di sofa, ia menyandarkan punggungnya pada Sandara sofa dan menaikkan kedua kakinya di atas meja.


Ia mulai memejamkan matanya, perutnya masih terasa nyeri karena pukulan bertubi-tubi yang di lakukan oleh Agra.


"Augh ....!" ternyata perutnya begitu nyeri. Nadin bisa mendengar keluhan Rendi, ia pun segera meletakkan ponselnya di atas nakas, ia menatap pria yang sedang memejamkan matanya itu sambil memegangi perutnya.


"Pak!" panggilan pertama tidak mendapat respon dari Rendi. Membuat Nadin mengulang panggilannya.


"Pak!" dan kali ini pria dingin itu merespon.


"Hemmm?"


Rendi tak juga membuka matanya, badannya terlalu sakit untuk bergerak.


"Apa pak Rendi baik-baik saja?" tanya Nadin sambil memperhatikan wajah Rendi yang terlihat menahan sakit.


Nadin pun tak puas dengan jawaban dari Rendi, ia mengambil kantong infusnya dari penyangga dan segera berjalan mendekati Rendi yang enggan membuka mata.


"Pak Rendi baik-baik saja?" tanya Nadin yang sudah berjongkok di depan Rendi, membuat Rendi begitu terkejut, Rendi pun segera membuka matanya. Ia sedikit terlonjak hingga menurunkan kakinya. Tapi gerakan tiba-tiba itu berhasil membuat rasa nyeri di perutnya terasa lagi.


"Augh ....!"


"Tuh kan pak Rendi kenapa-kenapa, apaannya yang sakit?" tanya Nadin.


"Nggak ada, kenapa ke sini, ayo kembalilah ke tempat tidurmu!" ucap Rendi sambil hendak berdiri, tapi lagi-lagi ia harus merasakan nyeri itu datang lagi. Rendi memegangi perutnya dengan satu tangannya dan tangan satunya di gunakan untuk berpegang pada pojokan meja agar tidak terjatuh karena kehilangan keseimbangan.


Nadin pun dengan cepat menarik tubuh Rendi dengan tangan satunya karena tangan sebelahnya memegang kantong infus. Nadin mendorong tubuh Rendi hingga membuat pria itu terjatuh terlentang di sofa.


"Augh ...., apa yang kau lakukan?"


Bukannya menjawab pertanyaan Rendi , Nadin pun malah menarik kemeja yang di kenakan oleh Rendi hingga kemejanya tersingkap ke atas.


Kini menampakkan perut Rendi yang terlihat membiru di beberapa titik karena bekas pukulan.


"Hentikan!" ucap Rendi sambil menarik tangan Nadin agar wanita itu menghentikan apa yang telah di lakukan. Tapi malah tubuh Nadin lagi-lagi terjerembab di atas tubuh Rendi.


Mata mereka kembali bertemu, Nadin dan Rendi saling terpaku dengan Nadin yang berada di atas Rendi.


Mata ini yang selalu membuatku jatuh cinta, dan saat ini aku kembali di buat jatuh cinta olehnya


"Pak ....., perutmu membiru, biar kan aku mengoleskan minyak biar sedikit mengurangi rasa nyerinya!" ucap Nadin setelah tersadar dari keterpakuannya.


Rendi tak menjawabnya, membuat Nadin yakin jika pria itu menyetujuinya. Nadin pun segera beranjak dari dari tubuh Rendi, ia kembali ke samping tempat tidurnya dan mencari minyak yang di maksud. Setelah menemukannya Nadin pun kembali menghampiri Rendi.


"Pak buka bajumu lagi!" perintah Rendi.


"Biar aku oleskan sendiri!" tolak Rendi. "Kau kembalilah ke tempat tidurmu!"


"Aku tidak akan kembali sebelum pak Rendi menginginkanku untuk mengoleskan minyak ini ke perut pak Rendi!" ternyata Nadin lebih keras kepala. Akhirnya Rendi pun pasrah, ia kembali membuka kemejanya dengan membuka satu per satu kancing kemejanya hingga menampakkan otot-otot perutnya bekas olah raga rutin nya.


Nadin pun segera menuangkan minyak itu ke telapak tangannya dan mengoleskan ke tubuh Rendi.


Ternyata dia begitu cantik jika di lihat dari dekat seperti ini ....


"Sudah selesai!" ucap Nadin sambil menutup kembali botol minyak itu membuat Rendi tersadar dari lamunannya.


"Kalau sudah, kembalilah ke tempatmu!" ucap Rendi dingin.


"Baiklah ....!"


**Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


follow juga Ig aku ya


Tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘**