MY BLOCK OF ICE

MY BLOCK OF ICE
Flaskback Alex vs Rendi



Kedekatan dan persaingan antara  Rendi dengan Alex mempengaruhi hubungan Alex


dengan tunangannya Hanna, diam diam hanna menaruh hari pada Rendi.


Hingga suatu hari, Tunangan Alex memutuskan pertunangannya


dengan Alex.


“Maafkan aku, aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini!”


ucapan Hanna itu bagaikan sebuah sambaran petir, Alex berdiri dari duduknya, ia


menatap tajam pada tunangannya itu.


“Kenapa?”


“Ada orang lain di hatiku!”


“Siapa?”


“Jangan salahkan dia, aku yang salah karena aku tidak bisa mengendalikan


perasaanku!”


“Siapa orangnya?”


Alex tampak begitu marah hingga wajahnya memerah menahan


amarah. Wanita yang di cintainya selama ini, mengatakan mencintai orang lain. Hatinya


bagai teriris, ia tidak bisa marah pada wanita di depannya, cintanya terlalu


besar, bahkan walaupun di sakiti sesakit-sakitnya dia tidak akan mampu


membalasnya dengan hal yang sama.


Alex kembali duduk, ia meneguk minuman yang ada di depannya,


berusaha mengendalikan emosinya.


“Katakan siapa orangnya?” Tanya Alex dengan nada yang lebih


rendah dari sebelumnya.


“Dia adalah Rendi! Tapi aku mohon Alex, jangan sakiti dia,


aku yang salah …, aku yang telah mencintainya, aku yang mengharapkan dia.”


Alex tak mengatakan apa pun lagi, ia hanya mengusap rambut


Hanna dan meninggalkannya begitu saja. Tujuannya saat itu adalah mencari pria


yang bernama Rendi. Ia mendatangi Rendi di kantornya, tanpa permisi ia menarik


Rendi membawanya ke ruang terbuka.


Bug


Bug


Bug


Alex membabi buta memukul Rendi, Rendi yang tidak terima membalas


pukulan Alex, mereka melakukan baku hantam, hingga Agra datang untuk melerai.


Jiwa Rendi muda mungkin tak setenang sekarang.


“Hentikan …, apa yang kalian lakukan?”


Akhirnya perkelahian mereka pun terhenti, banyak anak buah


Rendi dan Alex ikut melerai.


“Sebenarnya ada apa ini?” Tanya Agra pada Alex.


“Tanyakan pada sahabatmu itu!” jawab  Alex dengan mata yang masih menyala


berapi-api. Ia ingin sekali menghabisi Rendi, membuat pria dingin itu


benar-benar pergi dari dunia ini.


Agra menatap Rendi, Rendi hanya menggelengkan kepalanya tak


mengerti, selama ini mereka memang bersaing, tapi sejauh ini Alex tidak pernah


main fisik.


Alex tak lagi menjawab pertanyaan agra, ia lebih memilih


untuk pergi meninggalkan mereka.


Di lain waktu, ternyata Hanna benar-benar mengutarakan


perasaannya pada Rendi, ia meminta bertemu dengan Rendi, Rendi pun


menyanggupinya.


“Ada apa?” Tanya Rendi dingin.


“Duduklah dulu …!” pinta Hanna dengan lembut, Hanna adalah


wanita yang sangat lembut dan penyabar. Tutur katanya santun dan bersahaja.


Rendi pun menuruti permintaan Hanna, ia duduk berhadapan


dengan Hanna. Rendi menyilangkan tangannya di depan dada, bersiap mendengarkan


apa yang akan di katakana oleh Hanna.


“Rend …, sebenarnya aku mencintaimu, aku mohon jadilah


pasanganku!”


Rendi masih tetap terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa.


Tapi pantang baginya menjadi orang ke tiga dalam hubungan orang lain.


Rendi segera bangun dari duduknya, ia berbalik hendak


meninggalkan Hanna, tapi Hanna segera memegang lengan Rendi agar tidak


berpindah dari temannya.


“Aku mohon Rend, aku benar-benar mencintaimu, aku tidak rela


jika kau menjadi milik orang lain …, cintai aku, atau kalau tidak nikahi aku


sebagai istrimu, cukup jadilah milikku!” dan Rendi masih tetap diam, ia tidak


tertarik untuk berbalik menatap Hanna, ia tetap berdiri memunggungi Hanna.


Kini tangis Hanna benar-benar pecah, ia bersimpuh memohon


pada Rendi. “Aku mohon …, jangan buat aku gila dengan penolakan mu, nikahi aku.


Jika nanti kau ingin menikah lagi, aku rela. Tapi aku mohon, menikahlah


denganku …!”


“Aku tidak mau, menikahlah dengan tunanganmu!” ucap Rendi


Hanna menangis sejadi-jadinya, ia begitu menginginkan Rendi


menjadi pendampingnya. Tapi pria dingin itu menolaknya mentah-mentah, hatinya


sakit.


Semenjak hari itu Hanna mengurung diri di dalam kamar, ia


tidak mau di temui oleh siapapun kecuali oleh Rendi, tapi Rendi selalu menolak


untuk menemui Hanna, bahkan Alex sampai memohon, tapi pendirian Rendi tak juga


goyah.


Hingga pada suatu hari, Hanna mengakhiri hidupnya dengan


memotong nadinya sendiri, Alex melarikannya ke rumah sakit, tapi ternyata


nyawa Hanna tak bisa di selamatkan. Alex menyalahkan Rendi atas kematian Hanna.


Semenjak meninggalnya Hanna, Alex menghilang. Tak ada kabar


lagi tentang Alex, keluarganya juga merahasiakan keberadaan Alex, hingga ayah


Alex meninggal dunia pun Alex juga tak keluar dari persembunyiannya.


Semua mengira urusannya dengan Alex sudah berakhir, sampai


saat Agra menikah, Alex kembali datang dengan menjadi saingan bisnis mereka.


Akhir cerita Kevin alexander


Sedikit cerita dari Agra membuat Divta paham, ini sebenarnya


hanya sebuah permusuhan pribadi antara Rendi dan Alex, tapi sepertinya Alex


tahu jika kelemahan Rendi adalah finity Group dan Nadin.


“Sekarang aku bisa bantu apa?”


Walaupun berat, akhirnya agra harus mengatakan ini juga. Ia


sebenarnya tak rela, tapi tak mungkin mengirim orang lain untuk menyelesaikan


masalah ini.


“Apa abang tidak keberatan jika aku meminta sesuatu?”


“Kenapa begitu banget sih bicaranya?”


Agra bangun dari duduknya, ia menghampiri abangnya, Divta


yang di hampiri agra pun ikut berdiri. Dengan cepat Agra memeluk abangnya,


mengusap punggung abangnya, seakan abangnya benar-benar akan pergi


meninggalkannya.


 “Jika kau yang memintaku untuk pergi, aku akan


pergi, Gra! Jangan cemaskan itu.”


“Rasanya sangat sebentar, baru


kemarin kita bersama dan sekarang aku harus mengirim abang pergi jauh!”


“Hanya beberapa tahun, sampai


keadaan perusahaan di sana stabil, kita akan bertemu lagi nanti Gra …!”


Mereka melepas pelukannya, Divta


memegang lengan Agra. Meyakinkan pada dirinya jika dia akan baik-baik saja,


mungkin dengan menjauh sebentar dari semuanya, akan sedikit mengobati hatinya


yang sepi.


“Tapi aku minta satu hal dari


kamu!”


“Apa, bang?”


“Tolong jaga mamaku, mau


bagaimanapun dia, dia tetaplah mamaku yang aku sayangi.”


“Tentu, dia akan baik-baik saja


…!”


“Dan satu lagi!”


“Apa?”


“Aku akan berangkat setelah


menemui Nadin, ada yang ingin aku katakan padanya!”


“Terimakasih bang, aku tak tahu


apa yang akan aku lakukan tanpa abang. Aku tidak mungkin meninggalkan Jakarta,


aku juga tidak mungkin meminta Rendi atau Frans untuk ke sana!”


Agra setuju, tapi sepertinya Divta lupa dengan janjinya pada Davina, karena masalah yang terjadi, membuatnya melupakan Davina. Di hatinya masih ada Nadin, rasanya tak tergantikan.


Mereka akhirnya mendapatkan penyelesaian, ini adalah rencana


Alex yang ke dua. Membuat Rendi begitu merasa bersalah, setelah itu baru Alex


akan melancarkan rencana ke tiganya. Yaitu merebut Nadin dari sisi Rendi,


membuat Rendi merasakan hal yang sama seperti apa yang pernah ia rasakan.


Agra memberitahu Rendi tentang masalah yang di buat Alex


pada perusahaan mereka di prancis, hal itu benar-benar membuat Rendi marah,


tapi ia sungguh tidak bisa berbuat apa-apa. Berita pengunduran dirinya pasti


juga sudah sampai di sana, namanya tak lagi menjadi berpengaruh di sana, kini


hanya Agra atau Divta yang bisa mengatasinya. Atau mungkin nyonya Ratih atau


ayahnya Salman, tapi itu tidak mungkin, mereka sudah terlalu tua untuk di


susahkan dengan hal itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘