MY BLOCK OF ICE

MY BLOCK OF ICE
bonschap 57 (Penyelamatan)



Tidak berapa lama, teman- teman Ajun datang. Ada sekitar sepuluh teman yang sudah terlatih yang ia bawa.


"Bagaimana?" tanya salah satu dari mereka yang sudah siap dengan segala peralatannya.


"Mereka di sepak di ruang bawah tanah di villa ini!"


"Apa kau sudah tahu akses masuknya?"


"Kita harus cari tahu, ada orang yang sudah benar-benar paham dengan villa ini!"


"Siapa?"


"penjaga villa ini! Tapi yang saya tidak tahu keberadaan mereka sekarang, ada kemungkinan mereka fi sekap di tempat yang berbeda!"


"Baiklah saya tahu, mungkin di gudang di belakang sana!" ucap salah satu dari mereka yang memang sudah faham dengan daerah villa itu.


Mereka pun segera menuju ke gudang yang di maksud dan benar saja dua orang penjaga villa yang asli sedang di sekap di sana dalma keadaan yang menyedihkan.


Setelah mereka di lepaskan dan di mintai keterangan tentang ruang bawah tanah itu, Ajun dan teman-temannya pun segera menuju ke ruang bawah tanah.


Teman-teman Ajun berjaga di luar di segala penjuru sedangkan Ajun akan masuk sendiri, ia ingin tahu apa yang di inginkan oleh mafia itu darinya.


"Dia sudah datang bos!" bisik salah satu anak buah pria itu. pria dengan mata yang di tutup sebelah itu.


"Baguslah ...., segera suruh dia masuk!" ucap pria dengan mata sebelah itu, Dini yang mendengar kedatangan Ajun segera meronta, ia tidak mau sampai Ajun terjebak di dalam.


"Ajun ...., jangan ke sini ....!" teriak dini.


Tapi sepertinya Ajun tidak peduli, ia segera menerobos masuk tanpa senjata apapun.


prok prok prok


Sebuah tepuk tangan dari pria itu menggema di seluruh ruangan.


"Ajun ...., kenapa kau ke sini ....., pergilah sebelum terlambat ....!" teriak Dini lagi.


"Dasar bodoh ....!" gumam Ajun.


"Senang bertemu denganmu Ajun, atau aku akan memanggilmu dengan nama kecilmu, Sadewa, Aji Sadewa!" ucap pria itu sambil berjalan mengelilingi Ajun.


"Nama saya Ajun, bukan yang seperti yang anda sebut!"


"Baiklah ...., saya ada pekerjaan bagus buat kamu! Setelah ini saya akan melepaskan kalian!"


"Apa ....?"


"Tunggulah sebentar lagi, dia akan datang!"


Ajun benar-benar tidak mengerti dengan yang di maksud dia itu siapa.


"Akan aku ceritakan sedikit tentangmu nanti!"


pria itu pun kembali duduk, anak buahnya pun kembali datang dan mengatakan hal yang sama.


"Dia sudah datang bos!"


"Bagus sekali, gadis ini benar-benar berguna!" ucap pria itu sambil menarik dagu Dini yang berada tepat di sampingnya.


"Jangan sakiti dia!" teriak Ajun saat melihat ada goresan di tangan Dini, sepertinya pria itu sengaja melukai Dini untuk menguras emosi Ajun.


"Ajun ....!" Seseorang datang dari belakang, dia adalah Juna.


Ajun pun segera menoleh padanya, anak buah pria itu sudah berhasil menangkapnya.


"Mereka sudah mengikuti ku dari markas!" ucap Juna. ternyata kedatangan mereka sudah di rencanakan dengan matang oleh pria bermata satu itu.


"Bagus ...., kalian sudah datang makan pertunjukan akan segera di mulai!" ucap pria itu dengan senyum puasnya.


"Apa maksud semua ini?" tanya Ajun.


"Sekarang kalian harus saling menyerang, dan siapa yang menang akan mendapatkan gadis ini!" ucap pria itu dengan senyum liciknya.


"Dasar kau ...., pria licik ....!" umpat Juna, ia mengenal siapa pria itu. Ia adalah orang markasnya berhasil di hancurkan oleh ayahnya beberapa tahun silam. Ia datang kembali untuk membalas dendam kepada putra-putranya, ia sudah kehilangan sebelah matanya dan juga kekayaannya saat itu, tapi ia lupa jika letjen Wira sudah kehilangan nyawanya.


"Diam kau anak kecil ....!" bentak pria itu,


"Lepaskan mereka, aku ingin tahu siapa di antara mereka yang paling kuat!"


Ajun dan Juna sama-sama di lepaskan, tapi tetap anak buah pria itu masih mengepung mereka.


pria itu segera mendekati Dini, ia menarik tubuh Dini dan mengalungkan sebuah pisau di leher Dini membuat yang lainnya berteriak histeris.


"Lepaskan dia ....!" teriak Ajun, ia hendak menghampiri Dini, tapi pria itu segera menahan tangannya.


"Maju satu langkah saja, pisau ini akan menggorok leher gadis cantik yang jadi rebutan ini!"


"Jangan macam-macam ...!" Ajun hanya bisa menyerah, ia tidak mungkin membahayakan Dini.


"Sekarang, lakukan yang saya perintahkan, kalian harus saling serang, ayo ...., atau gadis ini akan saya sakiti!" ucap pria itu.


Ajun dan Juna kini saling berhadapan, "Serang aku Ajun, serang semampu kamu, cepat!" ucap Juna.


Akhirnya mereka pun saling serang, saling berkelahi sesuai apa yang di perintahkan oleh pria itu.


"Jika ada kesempatan, lakukan sebaik mungkin, bawa Dini pergi dari sini!" bisik Juna di sela-sela perkelahian mereka.


Dini melihat Ajun dan Juna semakin kewalahan, ia semakin tidak tega, Dini mulai menangkap sinyal bantuan dari luar, ia bisa melihat mereka di balik tumpukan kardus itu.


Aku harus bisa lolos, mereka tidak boleh mati konyol gara-gara aku ....


Dini memperhatikan pria itu tidak terlalu fokus dengan tangannya lagi, Dini pun menggunakan kesempatan itu untuk menggigit tangannya.


"Aughhh ...., aughhhh ....!" saat pria itu mengibaskan tangannya, Dini segera berlari menghampiri Ajun dan Juna, dengan cepat Ajun dan Juna menghampiri Dini dan hendak melepaskan tali itu, tapi ternyata Ajun lebih cepat, ia segera melepas tali yang mengikat tangan Dini.


Setelah tali itu terlepas, Ajun segera memeluk Dini, membuat Juna sedikit menjauh dari mereka.


Teman-teman Ajun segera keluar dari persembunyian mereka dan melakukan perlawanan. Memang jika di lihat dari segi banyaknya orang, pasukan Ajun kalah banyak, karena orang-orang nya pria bermata satu itu hampir lima puluh orang. Dan sebagian dari mereka bersenjata.


Ajun terus menggandeng tangan Dini sambil melawan beberapa orang sekaligus, setelah mendapat kesempatan Dini segera menghampiri teman-temannya dan melepaskan ikatan mereka.


"Kalian segeralah pergi dari sini!" ucap Dini, "Dan cari bantuan!"


"Mbak Dini bagaimana?" tanya Mei. Kemudian dini kembali menoleh pada Ajun dan Juna, ada mereka yang tidak mungkin ia tinggalkan.


"Aku nanti, yang penting kalian selamat dulu ....!"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰