
π·π·π·π·
Pagi ini tubuh Nadin sudah lebih baik, ia sudah mulai terbiasa dengan perangnya di malam hari atau saat-saat yang ia habiskan dengan Rendi,
entah dapat kekuatan dari mana pria itu, setiap kali mendekat pada Nadin, ia selalu saja meminta haknya, dalam sehari entah sudah berapa kali mereka melakukannya, di kamar mandi, di sofa, di tempat tidur, di balkom, Rendi benar-benar pria yang begitu kuat hingga tidak membiarkan Nadin pergi ke manapun.
"Kalau begini caranya, aku nggak bisa kemana-mana!" Gumam nadin, ia melihat Rendi sudah bersiap-siap dengan jasnya. Nadin duduk di sudut tempat tidur sambil memperhatikan suaminya itu.
Rendi yang sudah selesai merapikan kemeja dan dasinya segera menghampiri Nadin.
"Apa kau tidak ingin memberiku sesuatu sebelum aku berangkat?"
"Memang aku punya apa untuk ku berikan?" Nadin malah balik bertanya.
Rendi mendekatkan pada Nadin, ia mendekatkan pipinya pada bibir Nadin.
"Ayo!" perintah Rendi saat Nadin masih tetap diam.
"Apa?"
"Heh ...., kau ini!" Rendi mendengus kesal, istrinya tak juga peka dengan apa yang di perintahkan pada Nadin.
"Persiapkan dirimu untuk nanti malam!" Ucap Rendi sambil mengecup pipi Nadin,
Nadin tercengang sambil memegangi pipinya yang memanas karena ciuman Rendi. Rendi hampir saja meninggalkan kamar, ia hendak menemui klien yang sudah menyiapkan resort mewah untuk mereka itu. Tapi langkahnya terhenti.
"Apa aku tidak boleh kemana pun?" tanya Nadin sambil menunjukkan wajah memelasnya.
"Jangan kemana-mana sampai aku kembali!"
"Kalau kau kembali, kau pasti akan menahanku lagi!" keluh Nadin.
"Jangan mengeluh ....!" Rendi mengelus pipi Nadin, dan berlalu begitu saja dari kamar, ia tak peduli dengan gerutuan istrinya itu.
"Dasar balok es ...., Aku bahkan tidak tahu Korea itu seperti apa, dan dia mengurungku di dalam kamar!"
Rendi menuju ke tempat Agra, mereka pergi dengan mobil yang sama menuju ke tempat yang di maksud.
Sepanjang perjalanan Agra sibuk menggoda sahabatnya itu, tapi dasar Rendi balok es, ia bahkan untuk tersenyum saja tidak.
"Oh iya Rend, aku hampir lupa, tadi Ara mengeluh padaku, ia ingin pergi ke istana Changdeok, dia akan mengajak Nadin, kamu beri tahu Nadin buat siap-siap ya ....!"
"Tapi pak ....!" Rendi hendak melayangkan protesnya, ia tidak suka Nadin berkeliaran sendiri di tempat asing seperti ini.
"Jangan khawatir, pasukanmu kan banyak, minta mereka melakukan pengawalan ketat, kita meetingnya juga tidak akan lama, setelah makan siang kita bisa menyusul mereka!"
"Baik pak ....!" Rendi pun segera mengambil ponselnya, mengetikan beberapa pesan yang ia tujukan pada Nadin.
//Bersiap-siaplah ...., Ara akan mengajakmu jalan-jalan//
Nadin yang menadapat pesan dari suaminya, begitu kegirangan akhirnya ia bisa keluar saja.
//Baik my husband ... ππππ//
Nadin segera mengirim pesan itu, dan Rendi segera menerimanya. Rendi membacanya dengan senyum tipis yang melengkung di bibirnya.
//Tapi ingat jangan macam-macam, jangan bicara pada orang asing, jangan cari perhatian pada pria korea, mengerti//
Rendi mengirimnya dan kembali Nadin membacanya sambil terus tersenyum, mereka benar-benar seperti remaja yang sedang kasmaran.
"Memang aku anak kecil, dia seperti mau menitipkan anaknya pada pengasuh saja ....!" Keluh Nadin, tapi tetap bisa tersenyum. Ia mengetikan balannya kembali.
//Iya my husband ice ...., Aku akan merindukanmu, aku mencintaimu π₯°π₯°π₯°//
πΊπΊπΊ
Ara sudah menghampiri Nadin di kamarnya, mereka bersiap-siap untuk jalan-jalan bersama Sagara dan Sanaya juga.
"Kita kemana kak?"
"Bagaimana kalau kita ke tempat kerajaan yang ada di drakor-drakor, ke istana tempat syuting!"
"Ah ...iya ....!"
"Baiklah ...., Ayo.kita berangkat!"
"Memang kakak tau tempatnya?"
"Memang apa gunanya punya anak buah banyak, mereka pasti akan mengantar kita, jangan khawatir seperti itu!"
"Ah iya kakak benar ....!"
Mereka pun akhirnya berangkat juga mereka cukup lama melakukan perjalanan, tapi mata mereka segera di manjakan dengan pemandangan yang sangat indah.
"Kakak ...., Aku benar-benar seperti seperti berada dalam film kingdom kak ...!" Nadin beralarian kesana kemari, ia begitu kompakan dengan Sanaya dan Sagara. Ara hanya bisa menggelengkan kepalanya mengikuti adik dan putra putrinya.
Dengan ijin khusus mereka menasuki Istana Changdeok, Lokasi Syuting Utama Serial βKingdomβ, istana yang terletak di dalam taman luas di Jongno-gu, Seoul, Istana Changdeok (atau Changdeokgung dalam bahasa Korea) semakin populer setelah menjadi lokasi syuting utama untuk serial βKingdomβ (2019).
Mereka di pandu oleh pemandu yang berasa dari Indonesia, dia bisa menjelaskan sejarah kerajaan Changdeok dengan bahasa Indonesia.
"Bagaimana sejarah kerajaan ini?" Tanya Ara, Nadin pun ikut menyimaknya.
"Dibangun abad 15, Changdeokgung adalah istana kedua yang dibangun kaisar sebagai rumah peristirahatan, setelah Istana Gyeongbuk hancur ketika Jepang menginvasi Korea pada abad 16.
Raja Seongjong, rasa kesembilan dari Dinasti Joseon kemudian mengungsi ke Changdeok dan seiring waktu, istana ini berubah fungsi menjadi istana utama untuk menggantikan Gyeongbokgung.
Karena sebagian besar dari 27 raja Dinasti Joseon tinggal di Changdeokgung, istana ini merupakan yang paling terawat di antara kelima istana yang ada di Seoul." penjelasan pemandu panjang lebar.
"Pantas saja sangat terawat, dan begitu indah ....!" Nadin sibuk bersua foto, mereka mengabadikan setiap sisi dari istana itu. Sagara dan Sanaya sibuk berlarian kesana kemari.
Setelah puas berkeliling di istana utama, mereka pun menuju ke Secret Garden. Salah satu hal paling istimewa di Changdeokgung 9 adalah secret garden-nya yang disebut Biwon dan berada di belakang istana, serta masih menyimpan pohon-pohon berusia 300 tahun dengan beberapa danau, paviliun, dan kuil indah.
"Ada danau juga di sini ...., Indahnya ....!" Nadin mengelilingi danau itu, Sagara dan Sanaya duduk di paviliun dan menikmati pemandangan danau, Ara masih sibuk mendengarkan penjelasan dari pemandu. Setelah puas menikmati pemandangan di secret garden, mereka menuju ke taman Biwon.
Walau namanya taman, Biwon tidak seperti taman yang tertata rapi di istana-istana lain, melainkan lebih mirip hutan yang terhampar mengikuti kontur perbukitan tempatnya berada.
Hal ini karena sang raja ketika itu menginstruksikan agar Biwon minim campur tangan manusia dan dibiarkan alami. Karena didominasi pepohonan, saat terbaik untuk berkunjung ke sini adalah di musim gugur, ketika daun-daun menguning dan memerah sebelum berjatuhan ke tanah.
Tapi mereka memutuskan untuk tidak berkeliling karena takut sagar dan Sanaya akan kecapekan, mereka sudah menghabiskan setenga hari di istana Changdeok.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku
Tri.ani5249
Happy Reading ππππ