
Setelah pertemuannya dengan Rendi, Alex sangat terluka. Bagaimana ia bisa hidup jauh dengan Nadin dan baby El, mereka sudah
seperti bagian terbesar dalam hidupnya, dan ada syarat untuk bisa menemuinya.
Bagaimana bisa ia menikah sedangkan menemukan wanita yang di cintai saja selalu
gagal.
Cintanya selalu berlabuh di tempat yang salah. Alex menatap punggung pria dingin itu dengan mata nanar, rasanya ingin sekali
berteriak dan mengatakan jika ini tidak adil, saat seseorang dengan mudah bisa
mendapatkan cintanya, kenapa dengannya? Kenapa begitu sulit?
“Aku harus melakukan apa?” gumam Alex sambil mengusap rambutnya kasar. Ia masih terus terduduk di tempatnya, memandangi
jalanan dengan lalu lalang kendaraan yang saling berebut, udara malam semakin
terasa menusuk kulit, dingin dan menyakitkan saat ia hanya sendiri tanpa siapa pun
di sisinya, semuanya telah pergi, orang-orang yang di cintai nya, pergi tanpa
memberi ampun padanya. Keangkuhannya tak mampu menahan mereka untuk tetap tinggal.
“Tuan!” sapa seseorang yang sedari tiga jam tadi telah setia menunggunya di samping mobil itu akhirnya mendekatinya, melihat
karyawan kafe hendak menutup kafenya pria itu bersiap untuk mendekati tuannya
dan menunduk hormat di depannya, menyadarkan lamunan tuannya yang sedari tadi tidak beralih dari menatap petangnya jalan raya.
“Tuan …, kita harus segera pulang, kafe ini mau
tutup!” ucap pria itu dengan sedikit ragu.
“Baik!”
Alex berdiri dari duduknya dan meninggalkan beberapa lembar uang seratus ribuan, entah sudah habis berapa gelas kopi selama ia
duduk, tapi uang itu sudah lebih dari cukup untuk membayar semuanya.
Alex segera masuk ke dalam mobilnya, ia duduk di belakang dengan sopir yang duduk di balik kemudi, sopir yang dengan setia
menunggunya tadi. Mobil mulai melaju,
memecah keheningan tengah malam. Ini adalah hari berat untuk pria itu, rasanya
separuh nyawanya telah hilang, segala pencapaiannya seakan tak berarti lagi.
Banyak pertanyaan sedang melayang-layang di
benaknya, ia berpikir jika kebahagiaan itu ada, di mana dan dengan siapa?
Cittttttt
Tiba-tiba mobil mengerem mendadak membuat tubuh Alex sedikit terpental, ia terpaksa menghentikan lamunannya. Rasanya Ia begitu kesal pada sopirnya.
“Ada apa?” tanya Alex dengan nada kesalnya.
“Maaf tuan, tapi gadis itu menyeberang mendadak!”
Seorang gadis berhijab sedang berdiri di depan
mobilknya dengan menutup wajahnya. Alex hanya bisa mendengus kesal, ia pun
segera membuka pintu mobilnya saat melihat gadis itu tak juga beranjak dari
depan mobilnya, sepertinya dia begitu ketakutan.
Alex menarik lengan gadis itu, hingga membuat
wajahnya terlihat, pemilik wajah teduh dan mata sendu itu menatapnya dengan
penuh rasa ragu.
“Apa kau sudah tidak ingin hidup lagi dengan
menabrakkan tubuhmu ke depan mobilku!” teriak Alex geram.
“Tu-tuan Alex!” gadis itu sedikit demi sedikit mulai membuka matanya setelah mengenali suara itu.
“Aisyah!”
Walaupun tidak terlalu mengenali wajah gadis itu tapi ia begitu mengenali suaranya. Dia adalah gadis yang beberapa kali ia temui
bersama Nadin dan baby El.
“kenapa malam-malam berkeliaran di jalan?” tanya Alex sambil melepaskan genggaman tangannya, mengingat beberapa kesempatan gadis itu selalu tidak suka tangannya di pegang seperti itu.
“Tadi hanya …, aku pulang kerja!” jawab gadis itu dengan terus menunduk.
“Semalam ini?” tanya Alex tak percaya.
“Saya dapat sift malam!” jawab gadis itu dengan masih tertunduk.
“Ikutlah denganku, aku akan mengantarmu pulang!”
“Tidak usah, terimakasih …, biar saya pulang
sendiri!”
akan memaksamu masuk!”
Akhirnya Aisyah tidak punya pilihan lain selain
mengikuti kemauan pria arogan itu. Alex membukakan pintu mobil untuk Aisyah,
dan ia pun berniat untuk ikut masuk duduk di samping gadis itu, tapi sepertinya
gadis itu keberatan.
“Tuan!”
“Iya?”
“Bisakah tuan duduk di depan saja?”
Mendengar permintaan gadis itu, Alex hanya bisa mendengus tapi ia juga tak mampu menolak, sepertinya duduk berdekatan dengan
Alex membuatnya tidak nyaman. Akhirnya alex mengurungkan niatnya untuk duduk di
samping Aisyah, ia kembali keluar dan masuk dan duduk di depan di samping
kemudi.
Setelah semuanya masuk, sang sopir pun segera menjalankan mobilnya tanpa menunggu perintah.
Sesekali Alex menatap gadis itu yang masih tertunduk dengan memilin ujung jilbabnya yang menjuntai hingga ke perut, mobil berhenti di perempatan jalan saat lampu lalu lintas itu menyala merah.
"Kita kemana dulu tuan?" tanya sopir Alex.
“Antar dia dulu!” ucap Alex sambil mengamati gadis yang sedari tadi tertunduk melalui kaca depan.
Gadis yang aneh …..
“Hemmm ….!” Alex berusaha mencuri perhatian gadis yang sedari tadi tertunduk dan memilin hijabnya yang menjuntai panjang hingga
ke perut. Tapi sepertinya dehemannya tidak berpengaruh pada gadis itu.
“Kau!” panggil Alex, ternyata hal itu berhasil
membuat gadis itu mendongakkan kepalanya.
“Iya?”
“Lebih baik kamu berhenti kerja saja!”
“Hah?”
Apa-apaan
tuan Alex ini …, kenapa tiba-tiba nyuruh berhenti kerja …., astagfirullah …..
“Tidak baik pulang malam untuk anak perempuan!”
Gadis itu hanya terdiam, ia cukup mengerti dengan
resiko bekerja pulang malam, tapi bukan urusan Alex juga, lagi pula dia punya
tanggungan membayar biaya kuliahnya. Merasa tidak ada tanggapan dari gadis itu,
Alex pun menyerah, bukan urusannya juga.
Terserah
lah bukan urusanku juga, ngapain aku mikirin dia …., nggak penting juga ….
Akhirnya Alex menurunkan gadis yang bernama Aisyah
itu tepat di depan rumahnya, tapi mata pria itu lagi-lagi fokus pada rumah yang
hanya berjarak satu rumah dengan rumah gadis itu, lampuntya sudah padam,
sepertinya pemilik rumah sudah tidur.
“Tuan, terimakasih atas tumpangannya!” gadis yang
bernama aisyah itu turun dari mobil, tapi sebelum menutup pintu mobil, Aisyah
menghentikan langkahnya.
“Assalamualaikum!” kata sakral yang selalu gadis itu ucapkan setiap kali bertemu atau berpisah. Walaupun tak akan mendapatkan
jawaban atas salamnya, tapi gadis itu tetap dengan pendiriannya dengan
memberikan salam.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 😘😘😘😘😘