
Setelah Mirna pergi dari ruangan Nadin, Alex segera menghampiri Nadin, ia duduk di tempat dimana Mirna duduk, menatap Nadin dengan
tatapan yang sulit di artikan.
“Apa yang kau lakukan di sini?”
“Aku?”
“Ya!”
“Aku bekerja!’
“Apa suamimu bangkrut hingga membuatmu bekerja keras saat hamil!”
“Hamil?”
Alex berdecak mendengarkan pernyataan Nadin yang sepertinya belum tahu kalau sedang hamil.
“Iya nona, kau sedang hamil! Bagaimana bisa setelah dua bulan kau tidak menyadari jika kau sedang hamil?”
“Aku hamil!” Nadin bukannya menjawab pertanyaan Alex, ia malah memegangi perutnya yang masih rata itu, air matanya mengalir tanpa
komando, ada senyum bahagia tapi juga luka di sana.
Nadin menekuk lututnya menjadikannya sandaran kepalanya, ia menyembunyikan wajahnya di balik lututnya, menangis adalah hal
yang ingin ia lakukan saat ini. Ia tidak peduli dengan pria yang ada di
depannya.
“Dasar wanita aneh!” Alex memilih menunggu hingga wanita di depannya itu berhenti menangis. Cukup lama, akhirnya berhenti juga.
“Sudah puas nangisnya?”
Nadin mengangguk, ia menghapus air matanya.
“Sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kau bisa terdampar di sini?”
Nadin menghela nafas, memastikan bahwa memberi tahu
pria di depannya adalah keputusan yang benar, jika tidak bukan tidak mungkin
jika Alex akan memberitahu keberadaannya pada Rendi.
“Yang pertama, aku bukan ikan jadi aku tidak terdampar, dan yang ke dua , ini bukan urusan kamu!"
"Astaga ...., keras kepala sekali dia!" gumam Alex.
"Kau mau aku memberitahu suami kerenmu itu dan memintanya ke sini untuk menjemputmu?"
"Jangan!" teriak Nadin.
"Ya sudah sekarang beri aku jawaban yang benar!"
Kenapa dia suka sekali memaksa sih ....., tapi kalau aku tidak memberitahunya, dia akan mengatakan keberadaan ku pada mas Rendi, aku tidak mau ....
"Hallo ....., sudah selesai belum berpikirnya?"
Nadin kembali menghela nafas.
Sepertinya tak ada jalan lain selain memberitahunya .....
"Aku pergi dari rumah!”
“kenapa? Beri aku jawaban yang paling benar!”
Nadin pun menceritakan semuanya. Asalan kenapa ia bisa pergi dari rumah dan meninggalkan suaminya.
“Pria itu pasti sekarang seperti orang gila!” gumam Alex.
“Alex …, aku mohon jangan memberitahukan
keberadaan ku pada mas Rendi ataupun keluargaku, aku mohon!”
“tapi dia berhak mengetahui kalau kau sedang
hamil!”
“Aku akan memberitahukan kehamilanku ini, tapi bukan tempat tinggalku. Dan aku membutuhkan bantuanmu untuk hal itu!”
“Kau yakin sekali kalau aku akan membantumu!” ucap Alex dengan arogannya.
“Kau pasti membatuku, Merry mentakan kalau kau sebenarnya orang baik, jadi aku percaya padamu!”
“Apa yang kau inginkan dariku?”
“kirimkan hasil tes kehamilanku kepada mas Rendi!”
“Cuma itu?”
Nadin mengangguk. Ia tahu dengan bantuan dari Alex
Rendi tidak akan bisa melacak keberadaannya.
“Istirahatlah …, aku akan melakukannya untukmu!”
“Terimakasih!”
“Anggap saja ini sebagai balas budi karena kau telah menyadarkanku dulu!”
Alex kembali keluar dari kamar Nadin, ia mengambil hasil tes kehamilan milik Nadin.
Nadin kembali mengelus perutnya, ia kembali
menangis.
“kenapa kau datang di waktu yang tidak tepat?
Maafkan ibu karena telah membuatmu terpisah dari ayahmu!”
Nadin mencari-cari sesuatu di laci nakasnya,
akhirnya ia menemukan tasnya, ia mengambil kertas dan bolpoin, menuliskan
sesuatu di sana, mencium kertas itu dan melipatnya kembali dan menyimpannya di
dalam tas.
Pagi ini Nadin terbangun, meliukkan badan dan
meregangkan tubuh adalah hal yang paling menyenangkan ketika bangun tidur, tapi
kegiatannya itu terganggu karena seseorang yang ada di sampingnya. Alex yang sedang
mengupaskan buah untuknya dan duduk di samping tempat tidurnya.
“Selamat pagi putri tidur!”
“Kau? Kenapa di sini?” Nadin segera bangun dari tidurnya.
“Aku sedang merawat temanku!”
“teman? Sejak kapan kita berteman?"
“Sejak kau menyadarkan semua kesalahanku, kau sudah menawarkan persahabatan padaku! Ayo makanlah!” Alex menyuapinya sepotong
buah dan tanpa sadar Nadin pun menerima suampannya.
Dia benar-benar orang baik, kenapa tidak dari dulu aja baiknya nggak usah ada acara culik culikan segala .....
“Astaga …, kenapa aku menerima suapanmu? Mana biar akumakan sendiri!” nadin mengambil
piring buah itu dari tangan Alex, dengan lahap ia menyantap potongan
“kau rakus sekali!”
“Anak ini lapar!” mendengar jawaban Nadin, Alex hanya tersenyum dan membiarkan nadin menghabiskan buah-buah itu, Alex
memotongkannya kembali hingga habis.
“Sudah kenyang?”
“belum, apa ada yang bisa aku makan lagi?”
“Baiklah, biar anak buahku mencarikan makanan untukmu, kau mau makanan apa?”
“Kue dengan coklat yang banyak, martabak manis dengan berbagai varian rasa, donat dengan toping kacang dan coklat, lalu bolu
pisang!”
“kau yakin mau semua itu?”
“Iya, apa kau keberatan?”
“Bukan seperti itu, tapi apa kau yakin akan
menghabiskannya?”
“Iya!”
“baiklah …, anak buahku akan mencarikannya untukmu!”
Alex memnerintah kepada anak buahnya untuk
mencarikannya makanan yang di minta oleh Nadin tanpa terlewat satu pun.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan anak buahnya,
Alex kembali menghampiri Nadin dan menyerahkan sebuah amplop.
“Ini, apa kau ingin melihatnya dulu?”
“Ini apa?”
“hasil tes kehamilanmu!”
Nadin mengambilnya dan membuka amplop itu. ,
membacanya satu persatu, kata positif benar-benar berhasil membuat hatinya
bergetar, ada kehidupan lain di dalam perutnya sekarang. Ada yang bersarang di
perutnya sebagai pengikat cinta nya denga pria dingin itu.
Setelah puas membacanya, ia membuang amplopnya dan
memotong bagian kop surat yang menunjukkan identitas rumah sakit tempanya di
rawat. Alex yang meperhatikannya hanya menggelengkan kepalanya.
Gadis ini ternyata pintar juga .....
“Ternyata kau jeli sekali ya, belajar dari mana bisa sepintar itu?”
“Suamiku yang mengajariku!” ucap Nadin, ia mengambil
kertas yang semalam ia tulis dan memasukan ke dalam amplop kosong.
“Sekarang kau boleh mengirimnya ke rumah mas Rendi!”
ucap Nadin sambil menyerahkan amplop itu pada Alex , Alex pun meminta anak
buahnya untuk mengirimkannya ke apartemen Rendi tanpa di ketahui oleh Rendi.
Bu Santi yangn mengetahui jika Nadin masuk rumah sakit segera datang menjenguk Nadin bersan Aisyah. Mereka begitu khawatir
dengan keadaan Nadin.
“Nak …,kau sakit apa?” Tanya bu Santi saat sampai di dalam ruangan Nadin, Alex pun memolon untuk keluar karena tidak mau mengganggu obrolan mereka.
“Ibu …., Nadin tidak sakit bu!”
“Lalu kenapa di rumah sakit kalau tidak sakit?”
“Nadin hamil bu!”
“hamil?” Tanya bu Santi, Nadin pun mengangguk. Bu Santi dengan reflek memelik Nadin, seketika rasa khawatirnya hilang. Ia sudah tahu jika Nadin sudah menikah. Aisyah tak begitu fokus, ia fokus dengan pria
yang baru saja keluar dari ruangan Nadin.
“Ais …, kamu kenapa?” Tanya Nadin.
“Apa pria itu tadi suami kakak?” Tanya Aisyah
penasaran.
“Bukan Ais, dia temanku, namanya Alex! Nanti aku kenalkan padanya!"
“ Nggak usah kak, Ais kira itu suaminya kakak!”
“Bukan, sudah jangan pikirkan dia. Dokter sudah membolehkanku pulang besok!”
“Itu kabar bagus kak!”
Melihat Aisyah terus menanyakan Alex membuat Nadin
geli, sepertinya Aisyah tertarik dengan pria arrogant itu. Gadis berhijab yang
selalu menundukkan pandangannya saat berpapasan dengan pria it uterus bertanya
tentang pria arrogant itu, sungguh hal yang luar biasa.
Pagi ini dokter benar-benar mengijinkan Nadin untuk
keluar dari rumah sakit, Alex yang mengantarnya pulang. Dia benar-benar sudah
berubah.
“Jika butuh sesuatu, hubungi aku, dan iya kau akan
di beri cuti untuk beberapa hari kedepan sampai badanmu sudah baik-baik saja!”
“Iya aku mengerti!”
“Aku pergi!”
Alex meninggalkan Nadin yang sudah duduk di sofe, ia hendak keluar dari rumah nadin, tapi langkahnya terhenti tepat di depan pintu
karena seorang agdis dengan seragam putih abu-abunya hendak masuk ke dalam.
“Assalamuakaikum!” Aisyah memberi salam dan menundukkan pandangannya. Tapi pria itu tidak menjawab salamnya.
“Waalaikum salam!” Nadin yang menjawab salamnya , sedangkan Alex hanya diam, ia mengenakan kaca matanya dan memberi jalan pada Aisyah untuk masuk. Setelah Aisyah masuk, Alex baru melanjutkan langkahnya.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 😘😘😘😘😘