MY BLOCK OF ICE

MY BLOCK OF ICE
Bonschap 30 (Dini)



Berkali-kali ia mendongak dan melihat jam dinding, jarum itu berjalan begitu cepat sedangkan ia semakin lambat saja mengerjakan semuanya, hingga tanpa terasa rasa kantuk itu mengalahkannya.


Ajun memang sengaja tidka keluar dari kamarnya setelah mandi, ia membiarkan gadis imut itu mengerjakannya sendiri.


Hingga tengah malam ia baru saja mengecek tugasnya untuk besok, ia merasakan tenggorokannya kering.


"Mungkin gadis cerewet itu sudah pulang!"


Ajun mengambil gelasnya yang sudah kosong dan meninggalkan tab nya begitu saja di atas meja kerjanya.


Ajun segera keluar dari kamarnya, rumah yang tadinya begitu kotor sudah sangat bersih, ia juga tidak melihat pergerakan di sana.


Dia pun akhirnya melanjutkan langkahnya ke dapur, mengambil air putih dan meminumnya sambil menyandarkan bokongnya di meja dapur.


Tepat di depannya ada lemari kecil yang tergantung yang berbahan kaca, ia seperti melihat pantulan yang aneh dari ruang santai,


"Itu apa? Kenapa jadi merinding gini?"


Ia seperti melihat rambut yang menjulang di balik sofa yang menghadap ke balkon itu.


"Itu beneran rambut atau apa?" Ajun berkali-kali mengucek matanya, memastikan jika itu beneran rambut.


Ajun segera meletakan gelasnya yang baru ia minum separohnya saja, ia berjalan perlahan mendekati sofa itu.


"Itu beneran rambut ya!" gumamnya lagi.


Dan benar saja, Ajun menghembuskan nafasnya lega saat melihat siapa yang sedang terlelap di balik sofa itu dengan rambut yang terurai berantakan.


"Astaga ...., aku kira mayat siapa!"


Dini sudah terlelap di sofa itu dengan masih memegang kemoceng di tangannya.


Ajun pun mengambil kemoceng yang hampir saja jatuh menggantung bersama tangan Dini.


"Cewek ....., tapi kelakuannya nggak ada manis-manisnya gini ...., beda banget sama sepupunya!"


Ajun hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat bagiamana posisi Dini yang tertidur dengan kaki yang semuanya berada di atas sandaran sofa dan kepala yang hampir menggantung.


"Emang enak tidur dengan posisi kayak gini?!"


Kemudian Ajun tertarik untuk memperhatikan wajah gadis mungil itu, ia berjongkok tepat di depan wajah Dini yang terlelap.


Tanpa terasa ia mengagumi wajah itu, cantik, pintar, smart, public speaking nya bagus, berpendidikan tinggi tapi juga nggak sombong, bukan cewek manja yang cuma ngandelin kekayaan orang tua.


Tanpa sadar, tangan Ajun ingin menyentuh pipi itu, menyingkirkan sulur-sulur anak rambut yang tidak ikut terjuntai ke bawah.


Bulu matanya yang panjang tanpa bulu mata palsu, alisnya yang tidak begitu tebal tapi nyaman untuk di lihat dan bibirnya yang tipis.


Apaan sih Jun ....., lupakan ..... lupakan ....


Ajun segera berdiri dan berbalik, mengusap kasar wajahnya.


kamu bukan siapa-siapa ..., dan dia punya masa depan yang cerah .....


Ajun berusaha keras untuk mengendalikan perasaannya. Ia cukup tahu siapa Dini. Anak sulung dari tiga bersaudara.


Dari keluarga yang berpendidikan, ayahnya juga seorang dosen sekaligus pebisnis, ibunya dokter. Pasti orang tuanya juga menginginkan jodoh pria yang mapan bagi anak-anak nya.


Dua adiknya juga tidak kalah hebatnya, walaupun masih sekolah adik bungsunya di terima menjadi mahasiswa di university of Oxford di Inggris.


Sedangkan adik laki-laki nya menjadi mahasiswa termuda di kampusnya dengan IPK terbaik dan sedang melanjutkan S2 nya di Inggris juga.


Sedangkan Ajun, walaupun ia cerdas dengan lulus SMA lebih cepat tapi dia tidak memilih menempuh pendidikan sebagai mahasiswa, ia memilih menjadi agen militer sebelum Rendi menariknya menjadi pengawal pribadi.


Walaupun ia tahu gajinya besar, lebih besar dari gaji seorang dosen atau dokter. Tapi untuk menjadi menantu seorang dosen, ia tidak yakin masuk kriteria.


Bukannya dia tidak suka saat Dini mulai mendekatinya, saat itu Ajun langsung mencari tahu tentang gadis imut itu, tapi ternyata segala latar belakang Dini membuatnya membatasi dirinya sendiri.


Tapi semenjak beberapa hari yang lalu saat melihat gadis itu begitu dekat dengan pria lain, ia merasa tidak rela. Ada yang salah pada dirinya, diam-diam ia sering memperhatikan gadis itu dan mencari cara agar bisa dekat dengannya.


Ajun yang merasa kasihan dengan gadis itu, ia berniat untuk memindahkannya ke kamar tidur tamu.


Dengan perlahan ia mengangkat tubuh Dini tapi sialnya kakinya tidak benar-benar seimbang hingga ia tersandung pojokan sofa.


Brukkkkk


tapi tangannya masih sigap dengan menangkap tubuh Dini.


"Aughhhhh ....!"


Walaupun bagaimana tetap saja, bokong Dini mendarat di lantai.


"Ajun ....., apa-apaan sih ....! Mau ngapain? Sakit tahu!" keluh Dini begitu saja sambil berdiri dari lantai, tapi ia tidak memperhatikan tangan Ajun yang berada di bawah tubuhnya.


"Nggak sengaja!" Ajun juga segera berdiri dan menyembunyikan tangannya yang mungkin retak di balik punggungnya sambil menahan sakit.


"Dasar kardus, udah mau pagi! Aku pulang ....!" ucap Dini dan pergi begitu saja meninggalkan rumah Ajun dengan terus menggerutu sepanjang jalan.


"Emang nggak bisa apa biarin aku numpang tidur sebentar di apartemen dia, kalau Dini hari begitu kan juga takut pulangnya!"


Tiba-tiba saja tangannya di raih seseorang sebelum masuk ke basement tempatnya memarkir sepeda motor, hingga membuat langkahnya terhenti.


"Aku antar!"


Dini hanya bisa berjalan di belakang pria itu dengan tangan mereka yang masih saling bertaut, "Ajun!"


Ajun membawa Dini ke mobilnya, tapi bukan membukakan pintu depan tapi pintu belakang mobil.


"Kenapa di belakang? Nanti protes kalau aku nganggap kamu sopir!"


"Masuk!"


"Maksa banget jadi orang!" Dini pun akhirnya terpaksa masuk dan ternyata di kursi depan sudah ada seseorang. Ajun pun ikut masuk di samping Dini dan menutup kembali pintu mobilnya.


"Jalan!"


"Baik pak!"


Dini hanya bisa mengerutkan keningnya, kenapa malam-malam mesti pakek sopir, kasihan juga sopirnya di bangunin malam-malam.


Nggak mau banget ya berduaan saja sama aku, dasar kardus ....


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰