
Setelah ajun tidak terlihat lagi dan menghilang di balik pagar yang tinggi itu, Juna pun kembali masuk ke dalam rumah dan melewati pak Tama begitu saja.
Pak Tama pun jadi penasaran dengan apa yang terjadi.
“Juna …!” panggil pak Tama.
Panggilan pak Tama berhasil membuat Juna sadar jika
masih ada pak Tama di sana. Juna pun berbalik dan menatap pak Tama.
“Iya pak …?" tanya Juna. Pria yang masih mengenakan seragam lengkapnya doreng warna hijau itu segera kembali mendekat pada pak Tama.
“Apa ada masalah?” tanya pak Tama setelah Juna duduk di dekatnya.
“Bukan aku pak, tapi Ajun!” ucap Juna sambil memegangi pelipisnya.
"Kenapa dengan anak itu?"
"Ada yang berusaha mengincar nyawanya!"
“Apa kau yakin Ajun anaknya?” tanya pak Tama lagi.
“Saya rasa seperti itu, saya sudah bertemu dengan pria yang membawanya waktu itu! Ceritanya sama persis dengan kejadian waktu itu, Juna juga masih mengingat wajah
orang itu, walaupun dia sudah begitu keriput sekarang!”
“Semoga kau benar, bapak cuma bisa mendoakan yang terbaik buat kalian!”
“terimakasih pak …, saya mandi dulu pak, gerah banget!” ucap Juna dan kembali bangun dari duduknya dan berjalan menuju tangga.
Saat langkah Juna sudah hampir mencapai tangga, pak Tama kembali memanggilnya.
"Oh iya, Jun!"
"Apa lagi pak?"
“bagaimana dengan gadis itu? Apa kau suka? Bapak seneng kalau kau suka!”
Juna kembali menghampiri pak Tama dan duduk kembali.
“Ada apa? Apa kau tidak menyukainya? Tidak pa pa kalau nggak suka, jangan tidak enak sama bapak!”
“bukan itu pak!”
“lalu?” tanya pak Tama lagi penasaran.
“Ada yang juga menyukainya!” ucap Juan begitu berat.
“Tapi Romi, papa nya gadis itu bilang jika dia suka sekali sama kamu, ia bahkan berharap kita bisa besanan, tidak pa pa jika ada yang suka,
yang penting gadis itu mau sama kamu!”
“Gadis itu Dini pak!” ucap Juna lagi. Pak Tama cukup terkejut mendengar nama Dini. Nama itu memang sudah tidak asing di telinganya.
“Dini …?” tanya pak Tama meyakinkan jika apa yang dia dengar itu benar.
“Iya pak, Dini…!”
“Dini yang sering ke sini? Temannya Nadin?” tanya pak Tama memastikan lagi.
“Iya …!” ucap Juna dan kembali bangkit .
“ya sudah, Juna mandi dulu …!”
Juna segera berlari ,menaiki tangga. Ia tidak mau mendengarkan apapun lagi. Saat ini bahkan hatinya masih juag tidak menentu.
“lalu apa masalah, dia baik, cantik juga suka sama kamu …?” teriak pak Tama tapi Juna memilih masuk ke dalam kamarnya.
“Ada apa sebenarnya dengan anak itu, bukankah itu bagus jika gadis itu Dini!” gumam pak Tama sambil kembali menyaksikan acara televisi
yang sempat tertunda beberapa kali gara-gara ke datangan ajun dan Juna.
***
Ajun benar-benar harus lebih hati-hati sekarang, sepertinya orang-orang yang mengincarnya bukan hanya soal perselisihan antara Rendi dan
bos mafia itu beberapa bulan lalu.
Tapi memang ada hal lain yang melatar belakangi, apa lagi melihat jika Ajun lah yang terus menjadi sasarannya bukan Rendi ataupun keluarga Rendi.
"Apa sebenarnya yang mereka mau? Kenapa dia seakan-akan mengincar ku saja?" gumam Ajun.
Hampir setiap hari, mereka berusaha untuk menculik Ajun, pasti karena ada sesuatu yang bahkan Ajun sendiri belum ketahui.
"Sebenarnya ada apa? Apa aku harus ikut bersama mereka biar tahu alasannya!" ucap Ajun lagi.
Tapi anehnya, setiap kali Ajun dalam bahaya, Juna selalu datang di waktu yang tepat.
"Lalu apa hubungan Juna dengan orang-orang itu?"
"Lalu kenapa data itu tidak sama?"
Ajun terus saja melamun sambil menikmati secangkir kopinya di balkon apartemennya.
“Aku datang …!”
Itu suara Dini, Ajun hanya menoleh sebentar tanpa berniat menjawabnya. Ia lebih memilih melanjutkan lamunannya sambil terus berpikir.
Dini yang melihat Ajun tidak menjawab sapaannya merasa heran, ia pun mendekat dan bertanya.
“He kardus …, ada apa?” tanya Dini.
“Bukan urusanmu, lakukan saja pekerjaanmu!” ucap Ajun ketus karena kesal sudah di ganggu membuat lamunannya buyar.
“jahat banget …!” ucap Dini.
Dini pun kesal dan memilih meninggalkan Ajun, ia mulai melakukan pekerjaannya sambil sesekali menatap Ajun yang masih sibuk melamun.
“Apa sih yabg sedang dia pikirkan?"
"Apa dia ada masalah yang serius?"
" Apa ini ada hubungannya dengan penyerangannya waktu itu?"
"Atau ada hubungan yang lainnya?"
" Lalu bagaimana dengan janjinya pada papa tentang satu bulan mendapatkan hatiku? Dia benar-benar tidak memikirkannya!”
“ahhh terserah lah …, mas Juna kayaknya lebih baik, dia juga lebih dewasa!”
Dini terus saja bicara sendiri sambil memasak. Ia begitu penasaran dengan apa yang di pikirkan pria itu.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya dan memasak. Dini pun segera memanggil Ajun untuk makan malam.
“Makan malam telah siap!” ucap Dini tapi Ajun masih saja tidak berpindah dari tempatnya.
“Betah banget dia lama-lama di sana, sudah dua jam di sana, mau jadi ketua gengnya nyamuk apa!”
Dini memilih mendekat, Ia harus bertanya tentang apa yang di pikirkan pria itu dari pada mati penasaran.
“Kardus …!” ucapnya lirih. sambil menowel pundak Ajun.
“kardus …., kardus ….!” ucap Dini sambil terus menowel-nowel lengan Ajun.
“Hemmm!” ucap Ajun tanpa memperhatikan wajah Dini.
Ajun segera meninggalkan Dini dan duduk di meja makan, mengambil makanannya dan melahapnya begitu saja tanpa menunggu Dini.
“Kenapa dia semakin menyebalkan saja sih …!” ucap Dinj kesal.
Dini pun menyusul Ajun dan mengambil makanan untuknya dan segera melahapnya tanpa berniat untuk berbicara.
“Kamu kenal Juna sejak kapan?” tanya Ajun tiba-tiba tapi sepertinya Dini balas dendam. Ia memilih cuek.
“Hemmm!" ucap Dini dengan pura-pura cuek.
"Kuda ...., aku serius tanya!" ucap Ajun kesal.
"Hemmm!" ucap Dini lagi.
"Jawab yang bener!"
"Lagian siapa yang suruh kamu cuekin aku duluan!"
"Maaf deh ...., nggak cuek lagi! Kardus mu ini nggak cuek lagi, ok puas ....?"
"Baiklah kalau sudah minta maaf begitu aku suka!"
"Dasar kuda ....!" gumam Ajun lirih.
“Siapa orang tuanya?” tanya Ajun setelah memastikan jika Dini tidak ngambek lagi.
“Ya pak tama lah, dia tinggal di situ!”
“Tinggal bersama bukan berarti orang tuanya, kamu di sini tapi kamu juga bukan istriku!”
“tapi aku calon istrimu!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
FOLLOW IG AKU YA
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰 🥰