MY BLOCK OF ICE

MY BLOCK OF ICE
Selidiki Dia



Mereka


pun memutuskan untuk tidak kembali ke kantor atau langsung pulang ke apartemen,


ada yang ingin Rendi tanyakan pada ayah mertuanya, setahu dia selama ini Davina


belum menikah, lalu yang ia lihat tadi itu nyata.


“Nanti


jangan katakan apapun dan pada siapapun tentang apa yang kita lihat, termasuk


pada istri saya!”


“Baik


pak!” ucap Ajun sambil m nganggur.


Mereka


pun akhirnya sampai juga di rumah ayah mertuanya. Terlihat Roy sedang sibuk


menutup rolling dor nya . Rendi yang sudah turun segera menghampiri ayah


mertuanya dan membatu menutupnya.


“Berat


ya, yah?” tanya Rendi sambil membantu ayah mertuanya menarik rolling door membuat ayah Roy menoleh padanya.


“Eh  kamu Rend, sejak kapan datang!?"


“Baru saja, yah …!”


“Terimakasih


ya!” ucap ayah Roy saat rolling dor itu sudah berhasil di tutup.


“Ayo


masuk!” ajak ayah Roy.


“Nggak


usah yah, di sini saja. Ada yang ingin Rendi tanyakan!”


“Duduklah


…!”


Mereka


pun duduk di teras toko, di bangku sederhana yang terbuat dari kayu yang ayah


Roy buat sendiri tanpa cat atau pewarna lainnya.


“Ada hal serius


apa?”


“Bukan hal serius, hanya saja saya berpikiran sesuatu, Apa Davina pernah berkunjung?”


“Sudah lima bulan ini dia tidak pulang, katanya dia di kirim ke luar kota untuk


beberapa bulan ke depan paling lama satu atau dua tahun!”


“Dia


mengirim kabar?” selidik Rendi.


“Iya dia


sering telpon, ada apa?” tanya ayah Roy jadi ikut penasaran.


“Tidak,


aku hanya ingin tahu saja bagaimana kabarnya!"


"Oh ...., aku kira ada sesuatu yang serius, jangan sembunyikan apapun dari ayah ....!"


Rendi hanya bisa mengangguk. "Maaf yah, aku tidak bisa lama,


Nadin di rumah sendiri, aku harus segera pulang!”


“Baiklah


…, hati-hati di jalan, salam buat Nadin!”


“Iya …,


Rendi pamit!” Rendi meraih tangan ayah mertuanya dan mencium punggung


tangannya. Kemudian berlalu meninggalkan ayah Roy.


Rendi


kembali ke apartemen, ia turun dari mobil. Tampak sinar senja sudah muncul di


langit barat, di depan apartemen banyak yang sedang lalu lalang jalan kaki,


sepertinya mereka sengaja menghabiskan senjanya untuk jalan-jalan.


“Kamu


langsung aja nggak usah ikut naik!”


“Baik


pak!”


Rendi


pun melangkahkan kakinya hendak masuk, tapi ia kembali berhenti dan menoleh


pada anak buahnya yang masih berdiri di samping mobil menunggu hingga atasannya


benar-benar masuk ke dalam lift.


“Oh


iya!”


“Ada apa


pak?”


“Selidiki


tempat tinggal Davina, dan ingat jangan sampai ada yang tahu!”


“Baik


pak! Kalau begitu saya permisi!”


Rendi


pun segera naik ke apartemennya, ia menjadi terbiasa memencet bel saat dari


luar rumah karena Nadin selalu memarahinya.


Ting


tong ting tong


“Iya


sebentar!” terdengar teriakan dari dalam.


Tak lama


Nadin pun membukakan pintu, melihat suaminya datang, Nadin pun segera meraih


tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.


“Mas ….,


mana Ajun?” Tanya Nadin sambil mendongakkan kepalanya ke luar ke belakang


Rendi, Rendi segera menarik kepala Nadin hanya dengan satu tangannya sudah mampu


menjangkau puncak kepala Nadin.


“Suami


pulang bukannya di tanyakan bagaimana keadaannya, tapi malah menanyakan pria


lain!” keluh Rendi saat mereka sudah masuk ke dalam.


“Bukannya


begitu, tapi kan biasanya Ajun selalu ikut denganmu, di belakangmu!”


Nadin


depan suaminya itu, dengan telaten ia membantu suaminya melepaskan sepatu dan


kaos kakinya.


“Memang


Ajun kemana , Mas?”


“Dia ada


tugas lain!”


“Tugas


apa?”


“Jangan


banyak bertanya sekarang cium aku!” ucap Rendi sambil menunjuk bibir Nadin,


Nadin pun meletakkan kembali sepatu suaminya, ia berdiri dan  menunduk mendekat ke wajah Rendi, dengan


kedua tangannya ia gunakan untuk menopang tubuhnya supaya tidak menimpa tubuh


Rendi.


Cup


Nadin


mencium pipi Rendi dengan cepat.


“Cuma


pipi?”


“Yang


lainnya nanti, mandi dulu lalu makan!”


Tapi


saat Nadin hendak menjauhkan tubuhnya dari tubuh Rendi, dengan sengaja Rendi


menyenggol lengan Nadin sehingga Nadin kehilangan keseimbangannya dan tubuhnya


menimpa Rendi.


“Mas …,


sengaja ya!”


“Nggak


…, mungkin kamu yang sengaja ngejatuhin tubuh kamu di tubuhku supaya aku cium!”


“Nggak!”


“Nggak


usah alasan …, sini biar aku cium!” bekum sempat Nadin menimpali lagi, Rendi


sudah lebih dulu membungkam bibir nadin dengan bibirnya, cukup lama mereka


berciuman.


“Ini


sambutan yang manis!” ucap Rendi dengan senyum khasnya setelah melepaskan


ciumannya.


“Baiklah


,…, aku mandi dulu ya Tokki ku …!” Rendi lagi-lagi mengusap kepala Nadin. Rendi


pun segera menuju ke kamar mandi.


“Kenapa


selalu saja aku yang di salahin …, bilang aja mau nyium pakek alasan aja!”


gerutu Nadin.


 Nadin kembali ke dapur untuk menyiapkan


makanan untuk suaminya. Setelah selesai mandi, Rendi segera menyusul istrinya.


Rendi melihat Nadin sedang sibuk menata makanan di atas meja.


“Tokki


ku masak apa ini …?” Tanya Rendi sambil menarik sebuah kursi untuk di duduki.


Nadin tersenyum ia menyelesaikan pekerjaannya dan mengirup aroma tubuh


suaminya.


“Mas


Rendi wangi banget sih …!”


“Biasa


aja!” ucap Rendi dengan gayanya yang sok cool.


“Biasa


aja kayak gini gimana kalau luar biasa!” puji Nadin sambil ia menatap Rendi


dengan menyangga dagunya dengan kedua tangannya di atas meja. Perlakuan Nadin


benar-benar berhasil membuat Rendi gemas, Rendi mengacak-acak rambut Nadin


gemas.


“Jangan tunjukkan


wajah seperti ini di depan pria lain!”


“Kenapa?”


“Mereka


pasti akan bilang kalau kamu itu menggemaskan!”


“Kan


bagus!”


“Lalu


bilang lagi!”


“Apa?”


“Tapi sayang,


suami kamu es batu!” ucap Rendi dengan mimik wajah yang biasa saja.


Ha ha ha


Sontak


ucapan Rendi membuat Nadin terpingkal-pingkal, ia tidak percaya jika ternyata


suaminya itu menyadari jika dirinya itu sekeras dan sedingin es batu.


“Kenapa


tertawa?”


“Bagaimana


aku tidak tertawa, ternyata suami dinginku ini bisa ngelucu …!”


Bersambung


Insyaallah kalau ada tabungan bab, aku bakal sering-sering crazy up, di tunggu saja ya


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘