MY BLOCK OF ICE

MY BLOCK OF ICE
Honeymoon (Rendi)



🌷🌷🌷


Pagi ini Nadin sudah begitu sibuk mempersiapkan semuanya, Nadin sudah menyiapkan dua koper besar untuk mereka.


"Nggak usah bawa banyak barang!" Ucap Rendi yang sedang sibuk memakai kemeja dan jasnya.


"Kita nggak lama ke sananya?"


"Hanya satu Minggu, jika sesuai jadwal. Tapi maaf nanti jika aku tidak bisa menemanimu terus!"


"Kenapa?" Tanya Nadin dengan nada memelasnya.


"Aku di sana sambil ketemu sama klien dan aku juga ....!" Belum sampai Rendi menyelesaikan ucapannya Nadin sudah lebih dulu menyambar.


"Juga jaga kak Agra dan memastikan keselamatan keluarganya!" Ucap Nadin, ia sudah sangat hafal dengan ucapan Rendi, Rendi pun segera mendekati nadin yang terduduk di atas tempat tidur, ia berjongkok di depan Nadin, ia memegang kedua tangan Nadin.


"Kamu kan tahu, aku bekerja, bukan cuma sebagai karyawan biasa, jadi bersabarlah ...!" Rendi mengecup punggung tangan Nadin setelah menyelesaikan ucapannya, entah kenapa setelah kejadian itu, Rendi menjadi lebih hangat.


"Aku akan terus bersabar hingga kesabaran itu habis, kau akan memupuk ya kembali!"


"Terimakasih ....!"


Setelah selesai dengan acara mengemas barang-barang, mereka pun segera menuju ke rumah besar menjemput Agra dan keluarga. Mereka menggunakan pesawat pribadi untuk sampai di Korea. Mereka membutuhkan waktu tujuh jam untuk sampai di Korea Selatan.


Sesampai di sana, mereka sudah di sambut oleh relasi bisnis di sana, mereka menyediakan resort untuk mereka tempati.


Agra dan Ara berada di resort utama, sedangkan Nadin dan Rendi berada di resort yang berbeda tapi dengan jarak yang tidak terlalu jauh agar Rendi dapak mengawasi keamanan Agra dan keluarga,


walaupun ia sudah menugaskan berpuluh-puluh penjaga untuk menjaga mereka, tapi Rendi tetap saja turun tangan, apalagi Agra juga mengajak Sagara dan Sanaya bersama mereka.


Rendi mengantar Agra dan Ara terlebih dulu ke resortnya dan memastikan mereka benar-benar aman, ia juga menempatkan pengamanannya secara ketat di setiap sudut sehingga tidak ada celah bagi orang yang akan mencoba mencelakai mereka.


Sebenarnya Nadin sempat protes karena harus di pisahkan dengan kakak perempuannya, tapi Ara memaksanya agar berada di resort yang berbeda dengan berbagai alasan karena Ara tidak mau suaminya akan membuat kacau acara honeymoon adiknya itu,


apalagi jika mereka berada di tempat yang sama, bukan tidak mungkin Nadin malah akan sibuk dengan Sagara dan Sanaya dan melupakan Rendi.


"Selamat istirahat tuan, lusa Mr. Lee akan menemui anda!" Ucap orang yang telah mengantar mereka ke resort.


"Terimakasih!" Ucap Rendi sambil menundukkan kepala memberi hormat pada orang kepercayaan Mr. Lee.


Setelah orang asing itu pergi, Rendi dan Nadin segera memasuki resort yang cukup mewah itu walaupun masih lebih mewah milik Agra dan Ara.


Rendi menatap koper mereka, dua koper besar di depannya.


"Kenapa membawa koper sebanyak ini sih!" Ucap Rendi, ia cukup kesal karena harus ribet mengurus barang bawaan yang cukup banyak.


"Nggak usah ribet lah mas, tinggal bawa aja. Sini kalau nggak mau biar aku yang bawa ....!" Ucap Nadin sambil meraih koper itu.


"Nggak usah, nantin tangan kamu sakit!" Ucap Rendi dengan nada tegasnya, tapi Nadin malah tersenyum-senyum.


"Kenapa senyum-senyum ...., Maksudku itu, kalau kamu yang bawa koper kamu pasti akan merepotkan ku." Ucap Rendi meralat ucapannya dan rendi segera membawanya koper itu masuk ke dalam resort.


Rendi dan Nadin menaiki anak tangga, seorang pelayan sudah membukakan pintu untuk mereka,


"Silahkan tuan!" Rendi tersenyum dan mengangguk.


"Aku suka sekali mas ....., Ini indah banget ....!" Ucap Nadin dengan begitu girangnya masuk ke dalam sana, ia sampai berputar-putar, melocat-loncat seperti sedang berada di tanah lapang, berlari kesana-kemari, membiarkan kakinya bergerak dengan bebas.


Ia mendekati jendela hampir semua bagian tembok ke luar itu berupa jendela kaca, sehingga bisa leluasa menatap pemandangan luar, jendela dengan gorden berwarna putih tipis menjadi penghalang pandangan ke luar dan Nadin sedikit membuka gorden itu.


Hingga ia bisa menikmati suasana malam di Korea hanya dari dalam kamar. Ia bisa melihat keindahan kota seul dari jendela kamarnya di malam hari.


Nadin menghirup dalam dalam udara itu, ia bisa melihat kerlap Kerlip lampu begitu indah. Rendi berjalan mendekati Nadin dan berdiri di sampingnya.


"Aku sangat suka, mas. Besok kita jalan-jalan ya mas, pengen banget ketemu sama artis Korea, bisa nggak kita ketemu sama mereka ya? Padahal aku pengen sekali!" ujar Nadin.


"Iya, memang, sangat indah sekali" jawab Rendi sembari memperhatikan wajah bahagia Nadin, rasanya sudah cukup lama tak melihat gadis itu tersenyum selepas itu. Rendi yang tak henti menatap Nadin, ia sunggu merasa beruntung bisa berada di samping gadis itu. ia terus tersenyum saat melihat istrinya tersebut. seakan ada kepuasan sendiri di kedua matanya.


"Kalau bisa bertemu oppa-oppa ganteng itu, aku pasti akan sangat senang, mas." Nadin menoleh dan melebarkan senyumnya di hadapan Rendi.


"Memang aku tidak setampan mereka?" Rendi merasa cemburu dengan oppa-oppa yang di katakan Nadin, semenjak semalam yang ia ceritakan hanya oppa-oppa ganteng saja, sedikit membuatnya kesal.


"Mereka ganteng mas, tapi nggak ada yang seganteng mas Rendi!" Nadin kembali melebarkan senyumnya.


"Jangan menggombal pada suami!"


"Nggak mas ...., Mereka semua ganteng, tapi di hatiku tetap ada nama mas Rendi aja!"


"Hem ....., ayo kita makan!" ajak Rendi. Nadin pun mengiyakannya, ia memang sudah sangat lapar karena terakhir kali ia makan masih di Indonesia, dan sekarang sudah malam.


mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk makan malam bersama. Ternyata semua makanan sudah tersaji di sana lengkap dengan pelayannya, Nadin menatap berbinar pada semua makanan di depannya, rasanya begitu sayang untuk di makan.


"Ini benar-benar makanan Korea mas, harus di abadikan dulu, pinjam ponselnya dong mas, fotoin aku!" Ucap Nadin sambil bergaya di depan makanan. Rendi pun segera mengeluarkan ponselnya dan memfoto Nadin dengan berbagai gaya.



"Lihat dong mas hasilnya!" Rendi pun segera menyerahkan ponselnya, ia melihat hasil jepretan Rendi, ternyata sangat bagus. Nadin kemudian tercengang saat menscroll foto itu ke bawah.


"Mas, kenapa isinya semua foto aku, kapan ngambilnya?" Rendi bukannya menjawab, langsung menyahut ponselnya.


"Jangan lancang, jangan suka memeriksa ponsel orang tanpa ijin!"


"Tapi mas, aku tadi sudah ijin loh ....!"


"Sudah cepetan makan!"


"Tapi mas Rendi belum jawab pertanyaanku, mas!" Rendi terus tersenyum, ia begitu senang karena walaupun cuek seperti itu, tapi suaminya itu mempunyai cara tersendiri untuk mencintainya.


"Sudah jangan bawel, cepet makan!" Rendi tidak mungkin mengatakannya, ia sudah cukup malu karena ketahuan menyimpan foto Nadin yang begitu banyak, hampir delapan puluh persen isi foto Nadin.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘