
🌷🌷🌷🌷🌷
Masih satu hari lagi untuk mereka menghabiskan hari liburnya, Nadin sudah bersiap-siap untuk jalan-jalan, ia sudah mengenakan sepatu dan dress putih begitu cantik. Nadin tampak bersemangat berbeda sekali dengan si dingin dia begitu terpaksa.
Semua ini berawal dari sebuah taruhan yang mereka lakukan semalam, karena Rendi kalah makan hukumannya ia harus menuruti semua kemauan Nadin seharian ini.
Flaskback on
"Bosan!" Keluh Nadin, sedangkan Rendi seolah tak peduli. Rendi masih asyik dengan bukunya. Hal itu tentu membuat kejahilan Nadin tumbuh.
Sepertinya menyenangkan kalau bermain malam-malam ....
Nadin pun berjalan mengendap-endap mendekati Rendi, dan dengan gerak cepat menarik buku Rendi.
Srek
Rendi yang tak terima segera menajamkan matanya, ia kesal karena Nadin mengganggunya.
Dia benar-benar ....
Rasanya ia ingin sekali mencakar wajah Nadin.
"Kembalikan!" Perintah Rendi.
"Nggak mau!" Nadin menyembunyikan buku itu di balik punggungnya. "Temani aku bermain dulu baru aku kembalikan bukunya!"
"Kita bukan anak kecil!"
"Tapi bukan berarti kalau kita bermain itu hanya anak kecil saja kan!"
Dia benar-benar penggangu ....
"Malas!"
"Ya udah, jangan harap buku ini kembali!" Ucap Nadin sambil menjulurkan lidahnya.
Beraninya dia menggodaku
"Jangan macam-macam ya!"
"Aku nggak macam-macam ...., Aku cuma ingin satu macam, temani aku main!"
Rendi pun tak banyak bicara, ia segera berdiri dan mendekati Nadin. Berjalan semakin dekat ke arah Nadin, membuat Nadin terpaksa mundur agar Rendi tidak bisa menjangkau dirinya.
Ada senyum jahil di wajah dingin itu, membuat Nadin bergidik ngeri, tapi ia juga tidak mau menyerah. Bisa-bisa ia akan di cuekin sepanjang malam dan menghabiskan waktu dengan bukunya.
"Awas ya ...., Jangan dekat-dekat, aku akan ....!" Ucap Nadin yang sudah terlihat panik karena Rendi semakin dekat dengannya.
"Kamu akan apa?" Tanya Rendi saat sudah begitu dekat dengan Nadin, tubuh Nadin sudah terapit dengan dinding dan tubuh Rendi. Rendi menyusupkan tangannya ke belakang punggung Nadin.
"Aku akan memukul kepalamu!" Ucap Nadin, tapi ternyata ia hampir saja di kelabuhi oleh Rendi, Rendi hampir saja bisa menarik buku yang ada di belakang punggungnya.
Bukk
"Tidak bisa!" Ucap Nadin saat berhasil melemparkan buku itu ke atas tempat tidur. Rendi kembali mendengus kesal, ia pun segera berbalik dan menuju ke tempat tidur, tapi lagi-lagi Nadin segera berlari dan mendahului Rendi, ia segera menjatuhkan tubuhnya tepat di atas buku itu, Rendi yang kalah cepat malah mendaratkan tubuhnya di atas tubuh Nadin, hingga mereka hampir saja berciuman.
Mata mereka kembali bertemu, mereka terdiam. Tak ada yang bergerak, suara jdenyut jantung mereka saling bersahutan.
Rendi segera turun dari tubuh Nadin, ia duduk dan memalingkan wajahnya.
"Baiklah kita bermain!"
"Yes!"
Nadin pun mencari-cari sesuatu di dalam laci, dan menemukan sebuah boks kecil, yang isinya setumpuk kartu.
"Kita main UNO!" Ucap Nadin setelah mengeluarkan kartu yang bertuliskan UNO itu.
"Baiklah!" Ucap Rendi.
"Tapi ada syaratnya!"
"Apa syaratnya?"
"Siapapun yang kalah harus siap memenuhi permintaan yang menang seharian penuh besok!"
Aku rasa bukan ide yang buruk, aku bisa mengerjainya sepanjang hari besok ....
"Ok siap!" Ucap Rendi dengan percaya diri.
"Ihhh mas Rendi curang!"
"Enak saja, kalau nggak bisa bilang aja!"
"Aku bisa!"
"Buktikan dong ...!"
"Baiklah kita mulai lagi!"
Permainan itu semakin malam semakin sengit saja, tapi setelah beberapa putaran akhirnya Nadin lah pemenangnya.
Mereka menghabiskan malam dengan bermain kartu UNO hingga mereka tertidur.
Flaskback off
"Kenapa aku harus memakai pakaian seperti ini?" Tanya Rendi saat ia keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian yang bukan dirinya banget.
"Kita mau jalan-jalan mas, jadi bajunya harus kayak gitu, masak pakek jas Mulu!"
Walaupun menggerutu, tapi Rendi tetap menurut karena sudah kenskwensinya sebagai yang kalah.
"Hari ini kita nggak usah pakek mobil jalan-jalannya!" Ucap Nadin saat mereka sudah sampai di lobby.
"Kenapa?"
"Bisa nggak sih mas, nggak usah banyak tanya!"
"Itu kata-kata ku!"
"Cehhh!" Rendi berdecak. "Kita pakek apa?"
"Angkot!"
"Angkot?" Tanya Rendi tak percaya.
"Iya ..., Kenapa? Nggak mau? Nyesel tau mas nggak bisa ngerasain naik angkot!"
Nadin pun segera menarik tangan Rendi, sedangkan Rendi hanya bisa pasrah. Ia berusaha menutupi wajahnya dengan topi yang ia kenakan.
Nadin menghentikan angkot yang kebetulan melintas di jalan depan apartemen mereka. Nadin segera mengajak Rendi masuk ke dalam angkot, bukannya ia tidak suka naik angkot, tapi ia tidak begitu suka berada di tempat yang sama dengan orang lain yang tidak ia kenal.
"Wah ...., Masnya ganteng banget ya!" Ucap salah satu penumpang ibu-ibu di sana.
"Iya ..., Kayak artis Korea, ganteng banget!"
Nadin yang mendengarkan hal itu malah tersenyum bangga, sedangkan Rendi, ia tidak suka wajahnya menjadi konsumsi publik, jika saja hari ini ia tidak sedang menyamar menjadi manusia biasa mungkin ia akan memilih pergi dari tempat itu dan meminta anak buahnya untuk menyewa satu angkot khusus untuknya dan Nadin.
Setelah turun dari angkot ternyata Nadin mengajak Rendi ke sebuah taman hiburan, Nadin benar-benar seperti anak kecil yang begitu gembira bisa di ajak jalan-jalan oleh ibunya. Nadin mencoba semua permainan tentunya mengajak Rendi juga.
Setelah bermain biang Lala wajah Rendi terlihat begitu pucat, Nadin segera mengajak Rendi untuk duduk di salah satu tempat duduk.
"Minum mas!" Ucap Nadin sambil menyodorkan sebotol minuman, Rendi pun segera mengambilnya dan meneguknya.
"Kau benar-benar ingin membunuhku!" Ucap Rendi dengan masih menunduk karena merasakan kepalanya begitu pusing dan seperti mau muntah.
"Maaf!" Ucap Nadin dengan memasang wajah melasnya.
"Kita pulang!" Ucap rendi sambil berdiri dan memegangi perutnya yang isinya seperti mau meloncat keluar. Wajah Rendi tampak begitu pucat.
"Baiklah kita pulang!" Akhirnya Nadin menyerah juga tak tega melihat suaminya itu, Nadin menghentikan sebuah taksi, ia tidak mau membuat Rendi tambah menderita dengan mengajaknya naik angkot lagi.
Spesial Visual Nadin.
Bersambung
jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
Tri.ani5249
Happy Reading 😘😘😘😘😘