MY BLOCK OF ICE

MY BLOCK OF ICE
bonschap 4 (jadwal cek up)



Pagi ini tampak sekali wajah Rendi begitu kacau, semalam ia tidak bisa tidur.


"Mas ....., senyum dikit dong!" ucap Nadin saat melihat suaminya tak juga tersenyum semenjak pagi.


"Una .....!" teriak Elan yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, una adalah panggilan bunda untuk Nadin.


"Sayang ...., jagoan bunda sudah bangun!" ucap Nadi dengan lembut sambil merentangkan tangannya.


Tapi Rendi dengan cepat menghadang Elan agar tidak menyentuh tubuh Nadin dengan keras.


"yayah ....!" protes Elan saat tubuhnya mendarat di pelukan ayahnya.


"Jangan keras-keras sayang kalau mau peluk bunda, kasihan adik bayinya!"


"Mas nggak gitu juga!" protes Nadin juga tapi segera mendapat tatapan dingin dari suaminya itu.


"Baiklah!"


Nadin menyerah, sekarang Elan sudah berada dalam gendongan Rendi. Mereka akan sarapan bersama.


Kali ini Elan tidak lagi di suapi oleh Nadin, semua yang berhubungan dengan Elan di alih tugaskan ke Rendi. Walaupun tidak setotal beberapa hari yang lalu sebelum ia bicara dengan Agra, tapi sebisa mungkin ia memudahkan pekerjaan Nadin dan tidak membiarkan Nadin capek.


"Mas!"


"Hemmm?"


"Nanti jadwal aku cek up!"


"Maksudnya cek up sama si Frans?" tanya Rendi antusias, ia benar-benar berharap bisa bertemu dengan sahabatnya itu. Sudah lama sekali semenjak dokter Frans menikah mereka tidak bertemu lagi.


"Ya nggak tau mas, kalau beruntung ya bisa ketemu sama dokter Frans kalau enggak ya cuma ketemu sama dokter Sifa!"


"Padahal berharap banget ketemu sama dia!" gumam Rendi.


"Tapi mas!"


"Ada apa?"


"Kata kak Ara, istrinya dokter Frans sedang di rawat di rumah sakit, kayaknya bakal ketemu deh sama dokter Frans!"


"Benarkah ...., ya sudah nanti hubungi aku jika sudah mau berangkat! Aku meeting dulu tidak sampai jam makan siang sudah kembali!" Rendi benar-benar antusias mendengar dokter Frans mungkin ada di rumah sakit.


"Nggak usah mas! Aku bisa berangkat sendiri!"


"Nggak usah ngeyel!"


Akhirnya Rendi pun mengakhiri sarapannya, ia mencium kening dan pipi Elan sebelum mencium kening Nadin dan juga perutnya.


"Baik-baik ya di dalam perut bunda!"


Perhatian kecil yang selalu Rendi berikan menjadi kekuatan untuk Nadin di kehamilan keduanya, ia tidak baik-baik saja seperti hamil pertama.


"Selamat pagi pak!" Sapa Ajun saat Rendi keluar dari rumah.


"Pagi ...., kamu tetaplah di rumah, dan pastikan jika Nadin tidak pergi kemanapun sebelum saya kembali!"


"Tapi pak_!"


"Lakukan saja seperti yang saya perintahkan!"


Kali ini Rendi berangkat bekerja tanpa Ajun, ia meninggalkan Ajun di rumahnya. Ia ingin memastikan jika Nadin tidak pergi kemanapun sebelum ia kembali.


Mobilnya mulai berjalan dan melewati hampir saja melewati pos penjagaan.


"Oh astaga ....., itu mertuanya Frans!" gumam Rendi saat melihat ayah Dul bersiap-siap keluar dari pos satpam sepertinya ia rapat sift malam.


Sepertinya ia menyadari jika mobil pemilik perumahan itu hendak keluar. Ayah Dul sengaja menghentikan langkahnya dan menunggu mobil itu berlalu lebih dulu.


Rendi sengaja tidak menoleh saat semua menyapanya, ia hanya melambaikan dengan sebelah tangannya saja. Laju mobilnya sengaja ia percepat saat ia sudah melewati mereka.


Rendi bisa bernafas lega, ia tidak mau sampai ayah mertua dokter Frans menyadari jika ia adalah Rendi sahabat menantunya sebelum sahabatnya itu mengungkapkannya sendiri pada keluarganya.


Butuh waktu dua jam untuk menyelesaikan meeting nya. Setelah selesai ia benar-benar bergegas untuk meninggalkan kantor.


"Rend!" sapa seseorang menghentikan langkahnya.


"Ayah! Selamat siang ayah!"


"Ada apa buru-buru sekali?" tanya ayah Salman, ayah Salman kebetulan ada urusan mengenai surat menyurat dengan proyek baru yang akan di tangani oleh Rendi di sana.


"Hanya ada urusan kecil di rumah!"


"Apa Nadin baik-baik saja?"


"Elan?"


"Dia sudah tumbuh lebih cepat sekarang!"


"Syukurlah, Malam nanti ayah akan berkunjung!"


"Tentu, kalau begitu saya permisi dulu, sampai jumpa nanti malam!"


Rendi berlalu begitu saja meninggalkan ayahnya, ia benar-benar tidak sabar ingin segera menemani Nadin cek up.


Rendi kembali memacu mobilnya dengan cepat, ia ingin segera sampai di rumah fan mengajak Nadin ke rumah sakit.


"Mas ...., kenapa semangat sekali sih hari ini?" tanya Nadin begitu kesal dengan suaminya itu.


"Aku sudah tidak sabar pengen liat perkembangan bayi kita!"


"Tapi nungguin Aisyah dulu mas!"


"Ngapain dia kesini?"


"Aku minta Aisyah buat nemenin El, kasihan kalau di ajak ke rumah sakit, Elan masih terlalu kecil!"


"Asal tidak sama Alex itu aja!"


"Mas ...., jangan dendam gitu ah, nggak baik tau!"


"Dia pandai sekali cari muka!" gumam Rendi.


"Masssss ....., aku dengar ya!"


Saat yang bersamaan, Aisyah datang tapi kali ini tidak bersama Alex, hal itu membuat Nadin bernafas lega, setidaknya tidak akan terjadi perdebatan lagi antara dirinya dan suaminya.


"Assalamualaikum kak!"


"Waalaikum salam, Sya! Masuk Sya!"


"Makasih kak!"


"El ...., lihat nih siapa yang datang!"


"Caca .....!" teriak Elan sambil berhambur memeluk Aisyah.


"Alex kemana , Sya? Kok nggak sama dia?"


"Mas Alex nggak tahu mbak kalau aku ke sini!" ucap Aisyah dengan lembut.


"Baguslah!" ucap Rendi dengan entengnya dan segera mendapat protes dari Nadin.


"Mas!!!"


Nadin bersiap-siap untuk berangkat, ia menitipkan Elan pada Aisyah selain ada Aisyah juga ada Ajun yang selalu siap siaga menjaga Elan.


"Makasih ya udah mau jagain El!"


"Iya mbak nggak usah khawatir!"


"Nanti kalau ada sesuatu hubungi mbak ya!"


"Siap!"


"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Nadin dan Rendi pun berangkat ke rumah sakit tempat dokter Frans bekerja. Dan ternyata apa yang sudah di tunggu-tunggu Rendi dangan juga, ia ingin bertemu dengan dokter Frans dan menanyakan hal itu pada sahabatnya itu.


(untuk lebih detailnya bisa langsung di tengok ke dokter tampan itu suamiku ya, yang bab hanya salah paham)


Rendi begitu lega saat mengetahui jika melakukan hubungan badan dengan istri saat hamil itu sebenarnya tidak begitu berbahaya asalkan sesuai dengan kadarnya.


Ah lega juga akhirnya .....


Tetap setia ya sama MBOI, dan tunggu kelanjutan-kelanjutannya ya


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰😘😘