My Possessive Twins

My Possessive Twins
95 : Manja



Setelah pulang sekolah Ziko pergi bersama Devina untuk menonton film dan mereka baru saja keluar dari bioskop, Devina terlihat sangat senang. Senyum kekasihnya itu mengembang dengan sempurna dan matanya berbinar ketika menatapnya, tentu saja Ziko sangat senang dia berharap bisa melihat itu selalu di mata kekasihnya.


Tadinya Ziko berniat mengajak Devina untuk makan, tapi kekasihnya malah mengajak dia untuk bermain time zone. Menggelengkan kepalanya pelan Ziko hanya menurut dan mengikuti keinginan Devina.


"Ziko harus ambilin aku boneka ayoo"


Devina terlihat begitu bersemangat dan menarik tangan Ziko untuk masuk ke dalam timezone lalu mengajaknya ke salah satu tempat permainan.



"Ayo ambilinnn." Pinta Devina dengan raut wajah menggemaskan


Ziko tertawa dan mencubit pelan pipi Devina lalu mengajaknya untuk membeli beberapa koin. Setelah itu mereka kembali dan Ziko mulai mencoba untuk mengambil boneka.


"Yang pinkkk"


Menggelengkan kepalanya pelan Ziko berusaha untuk menuruti keinginan kekasihnya, tapi ketika tinggal sedikit lagi bonekanya terjatuh.



"Yahh Ziko mah gak bisaaa"


"Sabar dong Vin kan baru sekali kita masih punya sembilan." Kata Ziko


"Hmm yaudah yang pink kalau enggak yang putih." Kata Devina


"Dua-duanya untuk kamu." Kata Ziko


"Ihh Ziko satu aja gak berhasil." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Kalau aku berhasil ambil dua, kamu kasih apa?" Tantang Ziko


"Aku cium pipi Ziko dua-duanya." Kata Devina


"Bener ya?" Kata Ziko dengan semangat


"Heem kalau dua." Kata Devina


Ziko tersenyum senang dan kembali mencoba untuk mengambil boneka yang kekasihnya inginkan. Dengan penuh antusias Devina menunggu sampai kekasihnya berhasil, tapi sudah lima kali masih tetap gagal.


Wajah Devina berubah cemberut, tapi kekasihnya itu masih semangat dan mencoba lagi hingga dipercobaan ketujuh Ziko berhasil mendapatkannya.


Devina berseru senang dan tersenyum lebar ketika Ziko memberikan boneka yang berwarna putih untuknya. Tanpa dia duga Devina memeluknya sekilas lalu menjauhkan tubuhnya lagi.


Senyum Ziko mengembang tanpa diminta.


"Ayo satu lagii yang pinkk." Kata Devina sambil menunjuk boneka satu lagi


Mengangguk singkat Ziko kembali mencoba dan langsung berhasil membuat Devina semakin senang.


"Yee makasih Zikoo." Kata Devina


"Ciumnya?" Tanya Ziko sambil menunjuk kedua pipinya


"Ihh masa disini! Nanti aja." Kata Devina galak


Tertawa kecil Ziko hanya mengangguk dan mengajak kekasihnya untuk makan, tapi Devina meminta untuk di foto terlebih dahulu.


"Ziko fotoiin aku yang bagus ya?" Kata Devina


Ziko hanya mengangguk dan mengambil ponsel milik kekasihnya.


"Ini yang pink juga pegangin Vina mau foto pakai yang putih aja." Kata Devina sambil memberikan boneka yang berwarna pink


Sekali lagi Ziko hanya menurut dan dia mengerutkan dahinya bingung ketika Devina malah menutup wajahnya dengan boneka.



"Kok mukanya di tutup?" Tanya Ziko


"Ihh Ziko jangan banyak nanya." Kata Devina


Menghela nafasnya pelan Ziko menghitung hingga tiga lalu mengambil gambar dua kali dan memberikan ponselnya pada Devina lagi. Senyum Devina mengembang dia mengambil bonekanya lagi dan menggandeng tangan Ziko.


"Aku mau spagheti." Kata Devina


"Okee"


Tanpa banyak bicara Ziko mengajak kekasihnya itu untuk makan dan setelah mereka memesan makanan Devina langsung mengeluarkan ponselnya lagi untuk melihat hasil foto yang tadi.


Untuk sesaat Devina mengabaikan kekasihnya dan fokus pada ponselnya membuat Ziko tersenyum melihatnya.


"Ziko aku mau buat insta story nanti kamu pasang juga ya di story instagram kamu." Kata Devina


Ziko hanya bergumam pelan sebagai jawaban dan mengeluarkan ponselnya menunggu Devina selesai.


"Bagus yang mana?" Tanya Devina sambil menunjukkan kedua foto yang tadi dia ambil


Padahal sama saja wajah Devina tidak terlihat.


"Sama aja Vina muka kamu juga gak kelihatan dua-duanya bagus." Kata Ziko membuat Devina berdecak kesal dan memukul lengan kekasihnya


"Ihh Ziko sama aja kayak Vano kalau di tanya!" Kata Devina kesal


Ziko menghela nafasnya pelan, salah lagi deh dia.


"Yaudah bagusan yang ini." Kata Ziko


"Ihh ini jelek masa blur Ziko mah gak bener." Kata Devina membuat Ziko menghela nafasnya pelan


"Yaudah bagus yang satunya." Kata Ziko lagi


"Memang iya Ziko aja yang gak bisa milih." Kata Devina


Ziko hanya harus mengalah lagi pula dia akan mendapat ciuman di kedua pipinya nanti.


"Habis ini mau langsung pulang?" Tanya Ziko


"Heem udah sore nanti dicariin." Kata Devina


Tak lama setelah itu pesanan mereka datang dan Devina langsung tersenyum senang.


"Selamat makan Zikoo"


Ziko ikut tersenyum dan mengusap puncak kepala kekasihnya dengan sayang.


Ya ampun dia benar-benar menyayangi Devina.


¤¤¤


"Makasih Zikoo"


Ziko tersenyum dan mengangguk lalu mencubit pelan pipi Devina membuat kekasihnya itu tertawa. Sebelum keluar dari mobil Devina meminta Ziko untuk mendekat lalu dia mencium kedua pipi kekasihnya bergantian.


Terdiam untuk waktu yang cukup lama Ziko tersenyum setelahnya lalu mengucapkan terima kasih. Devina tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian dia mengambil dua boneka yang tadi dia berikan kekasihnya.


"Aku pulang ya? Makasih Zikoo aku sayang Ziko." Kata Devina dengan penuh kebahagiaan


Ziko tersenyum dan melambaikan tangannya.


Setelah keluar dari dalam mobil Devina membuka pagar rumahnya dan berlari kecil memasuki rumah. Saat masuk ke dalam dia melihat Fahisa lalu memanggil wanita paruh baya itu dan memeluknya dengan senang.


"Mommyyy"


"Ehh udah pulang, bawa boneka juga dari Ziko ya?" Tanya Fahisa


"Heem"


"Senengnya anak Mommy, mandi dulu gih nanti keburu makin sore." Kata Fahisa


"Vano manaa?" Tanya Devina


"Ada di kamarnya." Kata Fahisa


"Yaudah aku mau ketemu Vano dulu." Kata Devina


Berlari kecil menaiki tangga Devina membuka pintu kamar kembarannya tanpa permisi lalu masuk ke dalam sambil memanggil Devano yang sedang bermain gitar.


"Vanoo Vanooo"


Devano tersenyum melihat kembarannya apalagi ketika Devina meletakkan boneka yang dia bawa lalu memeluknya dari samping.


"Dari mana hmm?" Tanya Devano


"Jalan-jalan nonton film terus ke time zone." Kata Devina senang


"Makan?"


"Udahh"


Devano tersenyum dan mengacak pelan rambut kembarannya.


"Mandi dulu." Kata Devano


"Emm nantii mau sama Vano duluu." Kata Devina


"Kenapa hmm? Mau bilang sesuatu?" Tanya Devano


Devina tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Enggak papa mau peluk aja, memang gak boleh ya?" Tanya Devina sedih


"Kamu bau belum mandi." Canda Devano


Devina mengerucutkan bibirnya kesal dan memukul lengan kembarannya cukup kuat.


"Ihh nyebelinnn"


Tertawa kecil Devano meletakkan gitarnya dan memeluk Devina dengan sayang.


"Bercandaa"


"Keselll"


"Bercanda Vinaa"


Devina masih cemberut dan memeluk kembarannya dengan cukup erat.


"Capek ya?" Tanya Devano


"Iyaa capek makanya mau manja sama Vano dulu baru mandi." Kata Devina membuat Devano tertawa kecil mendengarnya


Devano tersenyum dan mengeratkan pelukannya lalu mengusap kepala Devina dengan sayang.


Memang Devina sering melakukan ini kalau sedang lelah.


¤¤¤


Hay update lagi nihh, tapi agak pendek part nyaa😂


Salam sayang dari penebar keuwuan (Vina dan Ziko).



Katanya jangan bosen yaa sama keuwuan mereka😂😂