My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (44)



Setelah kemarin Devina datang dengan kabar kehamilan Devano terus saja menggoda Adara membuat istrinya itu jadi gemas sendiri apalagi ketika malam Adara sampai lelah sendiri menghadapinya. Sekarang Adara sedang dalam perjalanan pulang dia baru saja selesai dengan skripsinya dan tadi Adara sengaja tidak menelpon Devano untuk meminta jemput karena dia memilih untuk pulang naik taxi saja.


Belakangan ini Devano sering sekali ikut dengan Daffa ke kantor bahkan hampir setiap hari ketika Adara tanya suaminya itu bilang mertuanya yang minta supaya Devano mulai belajar untuk mengurus perusahaan. Selain itu Daffa juga bilang bahwa setelah Devano mendapat gelar sarjana dia akan langsung bekerja di perusahaan dan ya Adara tau Devano anak laki-laki di keluarga Wijaya yang mau untuk meneruskan perusahaan.


Kalian tau sendiri Gibran anak dari Farhan sama sekali tidak tertarik dengan dunia perkantoran dan memilih untuk fokus pada bidang fotografi, jadi hanya Devano harapan selanjutnya.


Begitu sampai Adara langsung membayar dan segera turun lalu masuk ke dalam rumah.


Baru saja membuka gerbang Adara melihat mertuanya yang sedang menyiram tanaman yang beberapa memang ada di halaman depan rumah.


"Mama"


Panggilan itu membuat Fahisa mendongak dan dia tersenyum senang begitu melihat Adara yang baru saja pulang.


"Eh udah pulang sayang? Kamu naik apa? Kok gak sama Devano?" Tanya Fahisa


Mertuanya itu berjalan mendekat dan menghentikan sejenak aktivitas nya.


"Hehe naik taxi Ma aku gak enak sama Vano dia kan tadi habis ikut Papa ke kantor." Kata Adara


"Aish kamu ini udah menikah mau tiga tahun masih aja sungkan sama suami sendiri." Kata Fahisa membuat Adara hanya bisa tersenyum mendengarnya


"Udah makan belum?" Tanya Fahisa sambil merangkul menantunya itu dengan sayang


"Hm belum Ma." Kata Adara


"Yaudah makan dulu yuk masuk." Ajak Fahisa


Adara mengangguk patuh dia masuk ke dalam rumah dan ternyata ketika sampai di ruang makan ada Devano juga yang sedang makan.


"Nah ini suaminya juga lagi makan, udah sana kamu makan dulu." Kata Fahisa


"Mama?"


"Mama udah makan." Kata Fahisa dengan senyumam


Adara mengangguk singkat lalu berjalan menghampiri Devano dan duduk di sampingnya hingga membuat pria itu terkejut bukan main.


"Kok udah di rumah? Pulang sama siapa? Naik apa?" Tanya Devano cepat


"Naik taxi...."


"Kenapa gak minta jemput? Tadi kan aku udah bilang kalau selesai chat aku biar aku jemput ke kampus." Omel Devano


"Hehe gak papa Van." Kata Adara dengan senyuman yang menghiasi wajahnya


"Kebiasaan banget sih Ra aku bilang kan nanti aku jemput." Kata Devano kesal


"Maaf"


"Aku kan bukan orang lain lagi Ra." Kata Devano


"Iya iya janji gak akan ulangin lagi." Kata Adara


Devano menghela nafasnya pelan lalu dia mendekat dan mencubit pipi Adara cukup kuat.


"Belum makan?" Tanya Devano


Adara menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.


"Yaudah makan, mau aku ambilin?" Tanya Devano


"Ehh gak usah." Kata Adara


Dengan cepat Adara menahan tangan Devano yang ingin mengambilkan makan untuknya.


"Enggak papa Van aku aja kamu makan aja." Kata Adara dengan senyuman


Devano mengangguk singkat lalu menatap Adara yang sedang mengambil makan dan setelahnya menuangkan minuman ke gelasnya.


"Tadi beneran naik taxi?" Tanya Devano memastikan


Adara mengangguk dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


"Memang kalau bukan naik taxi naik apa lagi?" Tanya Adara


"Sama teman kamu mungkin yang dulu sempat chat nawarin untuk berangkat bareng dan mau nyusul kamu di rumah suami kamu sendiri." Sindir Devano


Mau berangkat bareng besok gak? Kalau mau nanti gue susul Ra


Pesan itu yang masuk ke ponselnya dan kalian mau tau Devano balas apa?


Gak perlu! Adara punya suami dan suaminya yang akan antar serta jemput dia kemanapun, jadi tolong jangan berani deketin dia kalau kamu gak mau saya hajar


Saat itu Adara ingin tertawa membaca pesan yang Devano kirimkan dan beruntung pria itu tidak mengganggunya lagi sampai sekarang.


"Vann kan itu udah lama aku sama dia juga udah gak pernah saling sapa tau." Kata Adara


"Hm"


"Ih maaf janji deh lain kali bakal minta jemput aku kan gak enak sama kamu Van belakangan ini kamu sibuk banget...."


"Udah sekarang kamu makan." Kata Devano


Adara langsung diam dan sekali lagi dia mengangguk patuh lalu mulai menyantap makan siangnya tanpa banyak bicara.


Sejak dulu terbiasa sendiri membuat Adara selalu sungkan pada Devano bahkan meskipun sudah tiga tahun pernikahan mereka, tapi tetap saja Adara sering kali malu untuk meminta sesuatu.


Sekarang Adara harus terbiasa dan mulai menerima bahwa Devano itu mau memanjakan istrinya.


°°°°


"Aduh Vannn"


Seruan itu membuat Devano langsung bangun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi, matanya membulat dengan sempurna begitu melihat Adara yang terduduk di lantai. Dengan raut wajah cemas Devano langsung menghampiri Adara dan menggendongnya lalu membawanya ke atas ranjang.


Istrinya itu meringis pelan karena merasa sakit setelah tidak sengaja terpeleset di kamar mandi dan dia nyaris berteriak ketika Devano menyentuh kakinya. Mata Adara menatap kakinya lalu menatap Devano yang terlihat cemas.


"Kenapa bisa jatuh?" Tanya Devano


"Enggak tau Van tadi licin." Kata Adara pelan


"Aduh Ra gimana kalau kaki kamu terkilir." Kata Devano


Devano menyentuh lagi kaki Adara membuat Adara langsung berseru kencang.


"Sakittttt"


Devano menatap Adara yang memasang wajah sedih dengan bibir mengerucut membuat Devano menghela nafasnya pelan. Beruntung pakaian Adara tidak basah, jadi dia tidak perlu berganti pakaian.


"Sini deh aku pijat." Kata Devano


"Enggak mau ihh kamu tuh bukan tukang pijat ya? Nanti kaki aku malah tambah sakit." Kata Adara


"Sst aku tuh bisa Ra dulu juga sering gini waktu main basket." Kata Devano


Tangan Devano perlahan menyentuh kaki Adara dan mengurutnya perlahan membuat Adara meringis kesakitan bahkan matanya sudah berkaca-kaca menahan tangis.


"Van sakittt"


Devano menatap Adara yang kini pipinya basah karena air mata.


"Cengeng"


"Sakit beneran Vannnn." Rengek Adara


Devano tertawa kecil lalu mengurut lagi kaki Adara membuat istrinya itu kembali meringis kesakitan.


"Van udah"


Menghentikan sejenak aktivitasnya Devano menatap Adara lalu menghapus air matanya dan mencapit gemas hidungnya.


"Mau aku pijat plus-plus biar gak sakit?"


Adara langsung melotot dan memukul lengan suaminya membuat Devano langsung tertawa mendengarnya.


Padahal kan niat Devano baik.


°°°°


Aku minta maaf karena baru bisa update 😭😭😭