My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (19)



Kedatangan Sahara ke rumah membuat Devina semakin senang bahkan sejak tadi dia terus menempel pada Kakaknya yang sekarang tengah hamil lagi. Melihat adiknya yang sangat manja itu membuat Sahara tersenyum, dia jadi teringat dirinya sendiri kalau sudah melihat Devina.


Beruntung Airlangga sedang tidak rewel, jadi anak itu sedang bersama Fahisa dibawah kalau dia ada bersama Devina di kamar adiknya. Kemarin kata Daffa adiknya itu memaksa untuk pulang karena tidak betah di rumah sakit, tapi beruntung sekarang Devina sudah lebih baik.


Tangan Sahara terulur mengusap rambut adiknya itu dengan sayang, memang Devina itu manja sekali.


"Kenapa sih adik aku yang cantik ini bisa sampai sakit hmm?" Tanya Sahara


Sebenarnya dia tau kalau Devina sakit karena telat makan, tapi dia yakin ada alasan lain juga.


"Berantem sama Vano dianya diemin aku terus pergi dan nginep di rumah temannya." Kata Devina


Mendengar hal itu Sahara terkejut bukan main, tidak biasanya Vano begitu apalagi sama kembarannya.


"Kenapa bisa berantem sama Vano? Ada masalah apa?" Tanya Sahara dengan lembut


"Di kampus ada yang gangguin Vina terus ngirim pesan yang kata-katanya gak baik untuk Vina dan aku gak bilang Vano terus dia tau, jadi marah sampai bentak Vina." Kata Devina sambil melepaskan pelukannya


Sahara menggelengkan kepalanya pelan dan mengusap pipi adiknya itu dengan sayang.


"Udah tau Vano gitu masih aja gak mau bilang." Kata Sahara


"Vina kan cuman gak mau nambah masalah Kak." Kata Devina pelan


"Kamu ini kayak gak tau Vano aja kalau dia bukan tau dari mulut kamu sendiri dia bakal nambah marah." Kata Sahara


Devina mengerucutkan bibirnya dan kembali memeluk Sahara dengan erat.


"Iya Vina udah janji gak bakal kayak gitu lagi, takut ngelihat Vano marah fan diemin aku kayak gitu." Kata Devina


"Ya ampun kasiannya adik Kakak." Kata Sahara sambil menepuk-nepuk pelan kepalanya


Cukup lama berpelukan Devina menjauhkan wajahnya dan menatap Sahara dengan senyuman manisnya.


"Kakak Vina mau keponakan perempuan." Kata Devina tiba-tiba


Sahara tersenyum sambil mengusap pelan perutnya.


"Kalau gitu kamu harus berdoa supaya ini perempuan." Kata Sahara


"Pasti! Sekarang ayo kita keluar Kak aku mau lihat Angga." Kata Devina dengan penuh semangat


"Iya sabar Vina jangan lari-lari gitu nanti jatuh Kakak yang di marah." Kata Sahara sambil menggelengkan kepalanya pelan ketika melihat adiknya itu berlari


Menghentikan langkahnya Devina tersenyum lalu menunggu Sahara dan memeluk lengannya ketika Kakaknya itu sudah ada disampingnya. Bersama-sama mereka turun ke bawah untuk melihat Airlangga dan sekarang mereka dapat melihat Airlangga yang sedang berada di pangkuan Devano.


Entah apa yang Devano lakukan, tapi Airlangga terlihat tenang dan setelah semakin dekat mereka melihat bahwa Devano sedang memainkan ponselnya. Di pangkuannya Airlangga menekan-nekan ponsel itu lalu tertawa senang padahal tidak ada apa-apa hanya berbunyi pelan setiap kali disentuh.


"Vano"


Devano mendongak lalu tersenyum ketika melihat mereka berdua dan ketika Sahara duduk Airlangga kecil menoleh lalu merengak.


"Ma Maa"


Seolah tau kalau ada Mama nya Airlangga merengek membuat Devano langsung menurunkannya dan membiarkan anak itu kini menghampiri Sahara.


"Ma Ma"


Sahara tersenyum lalu mengangkat tubuh Airlangga dan memeluknya.


"Cu cu"


Bukan hanya Sahara, tapi kedua adiknya juga tersenyum ketika mendengar permintaan Airlangga serta melihat wajah lucunya. Dengan gemas Devina mencubit pipinya lalu mengatakan sesuatu.


"Gak boleh minum susu terus nanti genduttt." Kata Devina


Tidak disangka Airlangga langsung menangis membuat Sahara tersenyum dan langsung menggendongnya.


"Ihh cengengg Angga cengengg." Kata Devina lagi


Airlangga semakin menangis membuat Sahara menenangkannya.


"Vina udah ah jangan digituiin." Kata Sahara membuat Devina hanya diam sambil menunjukkan cengirannya


Tidak lama setelahnya Fahisa keluar dari arah dapur dan langsung bertanya, kenapa cucunya itu menangis?


"Vina Mom yang gangguin." Kata Devano


"Ihh engakk"


"Mungkin memang ngantuk Mommy biasanya jam segini Angga udah tidur." Kata Sahara


"Yaudah bawa ke kamar dulu." Kata Fahisa


Sahara mengangguk lalu pergi ke kemarnya untuk menidurkan Airlangga selagi menunggu suaminya yang sedang keluar bersama Daddy nya. Setelah Sahara pergi ke kamarnya Fahisa menghampiri kedua anaknya yang langsung dihadiahi pelukan oleh Devina.


"Kak Ara mau menginap Mom?" Tanya Devina


"Tidak sayang Ara akan pulang masih menunggu Arjuna yang sedang keluar bersama Daddy." Kata Fahisa


"Kenapa tidak menginap?" Tanya Devina sedih


"Kenapa tidak Vina yang bilang? Tadi Ara cuman bilang kalau dia akan pulang setelah Arjuna kembali." Kata Fahisa


Devina terdiam sebentar lalu dia melepaskan pelukannya dan berlari kecil menuju kamar Kakaknya. Begitu pintu terbuka dia melihat Sahara yang sedang menemani Airlangga tidur.


Ingin meminta Kakaknya untuk menginap, tapi jadi tidak tega juga pasti Sahara lelah.


"Kenapa Vina?" Tanya Sahara pelan


Dengan hati-hati Sahara melepaskan tangannya lalu menghampiri Devina dan mengajaknya untuk duduk di sofa. Devina terdiam lalu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Kenapa hmm?" Tanya Sahara lagi


"Enggak jadi"


"Kenapa Devina? Bilang sama Kakak kamu mau apa?" Tanya Sahara


"Vina mau Kak Ara temani aku sampai tidur, tapi enggak jadi." Kata Devina pelan


Sahara tersenyum dan mengusap puncak kepala adiknya dengan sayang, kalau habis sakit pasti manjanya minta ampun.


"Enggak papa nanti Kakak temani sampai Vina tidur." Kata Sahara


"Angga?"


"Nanti kan ada Mas Juna." Kata Sahara


Senyum Devina mengembang dengan sempurna dan dia langsung memeluk Kakaknya.


"Nginep yaaa?" Kata Devina


"Iya nanti Kakak bilang Mas Juna ya?" Kata Sahara


"Yaudah Vina ke kamar nanti kalau Mas Juna sudah pulang Kakak kesana." Kata Sahara


Devina tersenyum lalu melepaskan pelukannya dan kembali ke kamarnya sendiri.


Dia sangat merindukan Sahara.


¤¤¤


Siang ini Devano pergi ke rumah Adara karena sekitar jam dua dia akan mengantar kekasihnya itu ke kampus, meskipun Adara selalu menolak, tapi tanpa peduli Devano akan tetap muncul di rumahnya. Terkadang Adara hanya takut merepotkan apalagi kalau ke rumah begini Devano sering kali membawakan makan untuknya dan mengatakan bahwa Fahisa yang memintanya.


Seperti sekarang contohnya Devano datang ke rumah sambil membawa makan untuknya yang pria itu bilang dari Fahisa. Ada banyak sekali sayur serta lauk yang dibawakan, ini yang membuat Adara terkadang merasa tidak enak.


"Van aku gak enak tau kamu kalau kesini bawa makan kayak gini." Kata Adara sambil memasukkan semua makanan itu ke dalam lemari untuk dia makan nanti


"Gak enak kenapa sih Adara? Mommy yang nyuruh kok." Kata Devano santai


"Vann gak enak aja habisnya setiap kesini bawa makan terus aku jadi ngerasa ngerepotin tau." Kata Adara


"Gak ada yang ngerasa direpotin." Kata Devano


"Vann"


"Kenapa sayang?" Tanya Devano sambil menatap Adara dengan dalam


Di tatap seperti membuat semua kata-kata yang ingin Adara keluarkan mendadak hilang.


"Kenapa? Sinii." Kata Devano


Adara tersentak ketika lengannya ditarik hingga dia kini duduk disamping Devano yang masih menatapnya.


"Kenapa? Gak ada yang ngerasa direpotin Adara jangan mikir kayak gitu lagian kan cuman sesekali aja kalau aku kesini." Kata Devano


"Kamu kesininya hampir tiap hari." Kata Ada membuat Devano tertawa kecil mendengarnya


"Ya kamu kenapa mikir kayak gitu?" Tanya Devano sambil mengusap pelan pipinya


Adara terdiam sebentar lalu menghela nafasnya pelan.


"Keluarga kamu udah banyak bantu aku Vano mulai dari rumah ini lalu ngelindungin aku dari Ayah dan Kakak kamu yang kasih aku kerjaan ditambah lagi ini Mama kamu sering banget bawaiin makan, aku gak enak." Kata Adara pelan


Wajahnya terlihat sendu membuat Devano jadi tidak tega.


"Yaudah nanti kalau Mommy suruh aku bawa makan lagi aku akan bilang jangan." Kata Devano


"Bener ya?" Kata Adara dengan penuh harap


"Iya bener, sekarang jangan sedih lagi mending kita keluar aja." Kata Devano


"Kemana?" Tanya Adara


"Ikut aja Adara." Kata Devano sambil mencubit pipinya gemas


"Gini aja ya?" Kata Adara


"Yaudah gak papa lagian deket kok." Kata Devano


Devano berdiri sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Adara dan mereka bersama-sama keluar dari rumah. Tidak lupa Adara mengunci pintu lalu naik ke atas motor membuat Devano langsung melaju meninggalkan rumah.


Selama perjalanan Adara diam dan entah kenapa dia tanpa malu melingkarkan tangannya di perut Devano, memeluknya. Awalnya Devano kaget, tapi dia tidak bisa menahan senyumnya ketika Adara melakukan itu.


Sekitar lima belas menit motor Devano berhenti di salah satu cafe dan dia langsung mengajak Adara untuk turun. Memasuki cafe Devano langsung pergi ke tempat yang kosong lalu memesan untuk mereka berdua.


"Kenapa ngajak kesini?" Tanya Adara


"Gak papa, Adara aku mau ngomong sesuatu." Kata Devano


"Apa?"


"Kamu besok ulang tahun kan? Aku mau ajak kamu ke suatu tempat." Kata Devano membuat Adara terdiam


"Kamu tau ulang tahun aku?" Tanya Adara


"Tau, mau kan?" Tanya Devano


"Mau kemana?" Tanya Adara


"Rahasia sayang masa di kasih tau." Kata Devano


Perkataan itu membuat Adara terdiam dan salah tingkah sendiri hingga akhirnya pesanan mereka datang. Senyum Adara mengembang saat melihat cake yang ada di hadapannya, dia jadi ingat perkataannya tadi malam.


Van aku mau makan cake dehh


"Ihh kamu inget." Kata Adara


"Inget lah masa enggak." Kata Devano


"Makasih Vann." Kata Adara


"Sini foto dulu." Kata Devano


"Ihh apasih enggak mau ah malu." Kata Adara sambil berusaha menutup wajahnya


"Senyum Adara biar semakin cantik." Kata Devano


Adara tertawa kecil sambil berusaha menutup wajahnya, tapi Devano tetap mengambil gambar dirinya dan tersenyum senang ketika melihat hasilnya.



Adara memang selalu cantik.


"Kamu mau hadiah apa?" Tanya Devano


Adara terdiam sebentar lalu meraih tangan Devano untuk dia genggam.


"Aku mau kamu jangan tinggalin aku dan tetap disamping aku"


Mendengar permintaan itu Devano tersenyum.


"Tanpa kamu minta Adara"


¤¤¤


Maaf ya kelamaan😢 Hari ini satu aja yaaa hehe😅


Aku kemarin nanya karena takut kalian bosen aja bacanya soalnya kan partnya udah banyak😂


Salam dari Ziko-Vina yang absen keuwuan😂