My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (91)



"Devina sini sayang"


Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna dia mendekat pada Daddy nya dan masuk ke dalam pelukannya yang terasa begitu menenangkan. Hari ini rumah terasa ramai karena Sahara akan menginap bersama sang suami serta anaknya, tapi kali ini Daffa sangat ingin bicara dengan Devina ketika semua orang sibuk dengan kegiatannya Daffa berpapasan dengan Devina dan dia langsung meminta anak itu untuk mendekat.


Selalu ada hadiah mengesankan yang Daffa terima entah dari istri atau anak-anaknya dan kali ini dari Devina yang memberikan hadiah spesial untuknya, boneka beruang pemberiannya sekitar empat belas tahun yang lalu ketika Devina masih berusia empat tahun. Rasanya waktu begitu cepat berlalu hingga putri kecilnya sudah dewasa sekarang dan ketika melihat boneka itu rasanya suara Devina kembali terdengar ditelinganya.


Devina kecil yang merengek dan menangis karena disalahkan atas jatuhnya kue ulang tahun.


"Terima kasih hadiahnya, boneka itu milik Daddy sekarang?" Tanya Daffa


"Heem apa Daddy akan menaruhnya di ruangan spesial itu lagi?" Tanya Devina


"Iya Daddy akan menaruhnya disana, terima kasih karena Vina masih menyimpan pemberian Daddy." Kata Daffa


Melepaskan pelukannya Devina tersenyum pada Daddy nya.


"Vina masih simpan semuanya dan gak mau Vina buang." Kata Devina


"Terima kasih sayang." Kata Daffa


"Hm sama-sama Daddy, makasih juga udah baik banget sama Vina." Kata Devina


"Kamu anak Daddy tentu saja Daddy baik dan sayang sama kamu." Kata Daffa


Devina tersenyum dan kembali memeluk Daddy nya dengan sayang yang langsung dibalas oleh Daffa sambil sesekali dia mencium puncak kepala anaknya.


"Ihh gak ajak-ajak Araaa"


Keduanya mendongak lalu tertawa kecil begitu melihat Sahara yang memasang wajah cemberutnya dan duduk disamping Daffa kemudian memeluknya juga.


"Ya ampun anak-anak manja Daddy." Kata Daffa sambil mencium keduanya bergantian


"Manjaan Vina apa Ara?" Tanya Sahara


"Kalian sama saja sayang." Kata Daffa


"Em enggak manjaan Vina." Kata Sahara membuat Devina mengerucutkan bibirnya sebal


"Kok jadi Vina?" Keluh Devina


"Ya ampun kalian ini sudah sudah lebih baik ambil ice cream di kulkas tadi Daddy sengaja beli banyak." Kata Daffa


Baru saja selesai Daffa dikejutkan karena kedua anaknya itu melepaskan pelukan secara bersamaan lalu berlari hingga membuatnya harus memperingati mereka.


"Vina duluan Vina duluann"


"Sahara jangan lari-lari sayang ya ampun kamu lagi hamil." Kata Daffa sambil menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah anaknya itu


Cukup bersama anak-anaknya Daffa sudah merasa begitu bahagia.


Melihat anak-anak serta istrinya tersenyum membuat hatinya terasa tenang.


¤¤¤


Hari ini keluarga Devina benar-benar merasa bahagia padahal mereka hanya menghabiskan waktu di rumah saja, tapi sungguh menyenangkan karena bisa berkumpul bersama. Malam sudah semakin larut kini Devina berada di kamarnya sendirian dia belum bisa tidur dan memilih untuk mengeluarkan ponselnya, mencari kontak Ziko yang ada disana.


Tersenyum manis Devina mengetik beberapa pesan untuk kekasihnya sambil menunggu balasan dia terus membaca chat sebelumnya bersama Ziko lalu tersenyum hingga tertawa sendiri. Saat tengah asik membaca terlihat tulisan bahwa Ziko sedang mengetik membuat Devina langsung menunggunya hingga pesan itu masuk ke ponselnya.


^^^^^^**Ziko udah tidur?^^^^^^


^^^Vina enggak bisa tidur^^^


^^^Tadi habis rayaiin ulang tahun Daddy terus Kak Ara datang ke rumah^^^


^^^Zikoo udah tidur beneran yaa**?^^^


*Apa Devina sayang?


Aku belum tidur baru selesai main game


Kamu gak bisa tidur?


Mau aku telpon*?


Devina tersenyum senang sambil membayangkan wajah kekasihnya lalu mengetik balasan dengan penuh semangat.


^^^^^^**Em enggak usah deh chat aja^^^^^^


^^^Besok kita ke pantai yuk^^^


^^^Ziko mau gak, Vina mauu😶^^^


^^^Temenin yaaa😘**^^^


Devina memainkan kakinya sambil menunggu balasan dari kekasihnya, dia ingin berjalan-jalan dengan Ziko dan pria itu harus mau.


*Iya Vin mau kok


Vina mau jam berapa*?


Bersorak pelan Devina bangun dan bersandar pada kepala ranjang lalu mengetik balasan dengan cepat.


^^^Maunya siang biar bisa sampai sore^^^


Tidak butuh waktu lama bagi Devina untuk mendapat balasan dari kekasihnya yang membuat dia tersenyum.


*Mau sayang yaudah besok aku jemput jam dua siang ya?


Vina mau bawa sesuatu kesana*?


^^^...**Vina gak mau bawa apa-apa...^^^


^^^Mau lihat sunset**^^^


*Yaudah besok kita ke pantai


Sekarang Vina mau ngapain*?


^^^**Ziko pap ke Vinaa^^^


^^^Vina sering kirim poto, tapi Ziko enggak**^^^


Lagi jelek Vin


^^^Ish gak papaa^^^


Gak usah ya? Besok kan ketemu


^^^...Hmm yaudah besok kita poto...^^^


^^^Potonya yang banyak^^^


^^^Berduaaa!^^^


Iya Devina


^^^...Yaudah Vina mau tidur dulu...^^^


*Good night baby


Have a nice dream*


^^^Ziko jugaaa❤^^^


Devina tersenyum manis lalu kembali membaringkan tubuhnya dan membuka galeri miliknya lalu melihat foto bersama Ziko. Selama ini pria itu selalu menuruti keinginannya bahkan Ziko bilang dia hampir tidak bisa mengatakan tidak untuk apa yang Devina minta.


Ziko sangat sabar pada Devina.


Bukan pergi tidur Devina beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil kotak musik pemberian kekasihnya dan menghidupkannya.


Vina sayang sekali pada pria itu hingga dia tidak bisa membayangkan kalau Ziko pergi darinya.


¤¤¤


Pagi-pagi sekali Devina sudah bangun serta mandi lalu dia keluar dari kamar dan menghampiri Mommy nya yang sedang memasak membuat wanita paruh baya itu terkejut bukan main. Namun, tetap saja Fahisa tersenyum senang lalu memintanya untuk mendekat dan menanyakan apa yang Devina inginkan.


Menjawab dengan gelengan singkat Devina mengatakan kalau dia hanya bangun lebih awal saja dan ingin membantu Mommy nya memasak, tapi Fahisa melarangnya lalu meminta dia untuk menunggu saja. Awalnya Devina memaksa ingin membantu hanya saja Fahisa terus melarang hingga membuat Devina pergi meninggalkan dapur.


Bersamaan dengan itu Devina melihat Kakaknya turun sambil menggendong Airlangga membuat Devina berlari kecil menghampirinya.


"Ihh Angga rajin banget sini sama Tante Vina." Kata Devina


Diluar dugaan Airlangga yang biasanya bermusuhan pada Devina kini merentangkan tangannya membuat Devina tersenyum senang dan langsung menggendongnya.


"Tumben dia mau." Kata Sahara


"Kakak tenang Vina bakal jagaiin Angga." Kata Devina


"Iya yaudah nanti kalau nangis panggil ya?" Kata Sahara


"Siap Kakak." Kata Devina


Menggendong Airlangga dengan hati-hati Devina membawa anak itu ke kamar kembarannya dan disana dia dapat melihat Devano yang masih tertidur lelap. Tersenyum senang Devina duduk di tepian ranjang lalu memangku Airlangga dan mengarahkan anak itu ke wajah Devano.


Seakan merasa gemas Airlangga memainkan tangannya di wajah Devano hingga cukup lama dan membuat tidur pria itu terusik lalu membuka matanya. Menatap Devina yang tertawa kecil Devano menghela nafasnya pelan lalu mengucak matanya dan bangun sambil bersandar pada kepala ranjang.


"Kamu udah bangun?" Tanya Devano serak


"Udah dong kita mah udah bangun ya Angga." Kata Devina membuat Devano menatap kembarannya yang kembali mendekap anak dari Kakak mereka


Airlangga terlihat nyaman tidak seperti biasanya dimana dia akan merengek atau menangis kalau ada Devina.


"Kamu udah cocok Vin." Kata Devano tiba-tiba


Awalnya Devano hanya ingin meledek saja, tapi mendengar perkataan yang Devina lontarkan membuat wajahnya langsung muram.


"Berarti boleh ya nikah sama Ziko sekarang"


¤¤¤


Aduh Vina nih udah gak sabar mau nikah sama Ziko yaa😂


Sabar ya Vina nanti awal Februari kamu sama Ziko bakal debut dengan cerita baru kok🤗