My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (45)



"Vano ihhhh"


Devano menghela nafasnya pelan sambil menatap Adara yang terlihat sangat kesal, entah ada salah apa Devano sepertinya sejak pagi semua yang dia lakukan salah. Bayangkan saja setelah mandi tadi Devano yang ingin menyisir rambutnya menaruh sisir di atas ranjang selagi dia menggantung handuk dan Adara langsung protes bahkan mengomel.


Selain itu ketika Devano sedang memainkan ponsel tiba-tiba Adara mengomel dan mengatakan bahwa dia terus main HP padahal tidak. Sekarang juga Devano baru saja duduk lalu Adara kembali mengomel karena Devano menaruh charger di atas meja.


Astaga entah apa salah Devano hari ini.


"Taruh yang bener Van." Kata Adara kesal


"Ya ampun Ra itu aku udah taruh di meja, apa lagi yang salah?" Kata Devano bingung


"Ya ini kamu taruh di pinggir gini kalau jatuh gimana?" Kata Adara


Devano menghela nafasnya pelan lalu berjalan mendekat dan mengambil charger kemudian meletakkannya ke tengah.


"Udah ya sayang." Kata Devano


Baru ingin pergi Adara sudah kembali protes.


"Ya ampun Van kamu ini pakai baju apa sih? Lecek kayak gini." Kata Adara lagi


"Apa lagi yang salah Adara?" Tanya Devano


Adara berdecak kesal lalu menyentuh kaos yang Devano kenakan.


"Lecek Van ganti sana." Kata Adara


"Gak usah Ra lagian cuman di rumah ini juga mungkin karena aku duduk." Kata Devano


"Ganti Vann gak enak banget di liatnya." Kata Adara kesal


Kembali menghela nafasnya pelan Devano akhirnya menurut dan mencari pakaian di lemari lalu berniat memakai kaos berwarna hitam sebelum Adara kembali melarang.


"Jangan baju yang itu Vann." Kata Adara


"Terus yang mana sayang?" Tanya Devano bingung


Adara berjalan mendekat lalu mencari baju untuk Devano kenakan, tapi lama sekali Adara seperti ingin membongkar lemari hanya untuk memilih baju.


"Ra yang mana aja deh untuk di rumah aja." Kata Devano


"Nanti dulu ish." Kata Adara kesal


Devano tak punya banyak pilihan dia menunggu cukup lama hingga Adara akhirnya menemukan kaos berwarna putih untuknya.


"Nih"


"Ya ampun Ra sama aja kayak yang aku pakai." Kata Devano yang memang mengenakan kaos berwarna putih


"Beda yang itu lecek." Kata Adara


Lihat kan?


Adara memang aneh sekali sejak pagi, tapi Devano tidak mau berdebat jadi dia menerima kaos yang Adara berikan lalu menggantinya di tempat.


Di lemparnya kaos yang tadi dia pakai ke keranjang tempat pakaian kotor lalu setelahnya Devano menatap Adara dan tersenyum.


"Udah kan sayang? Apa lagi yang salah?" Tanya Devano


Adara tersenyum lalu dia melihat ke arah jari Devano yang melingkar cincin pernikahan mereka.


"Coba deh Van pindahin." Kata Adara


"Hah?"


"Nah bagus." Kata Adara


Devano semakin bingung, dia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal merasa bingung dengan semua sikap Adara sejak pagi tadi.


"Van"


"Hm"


Devano bergumam pelan sebagai tanggapan.


"Coba deh kamu rambutnya di potong." Kata Adara


"Rambut aku kenapa memangnya?" Tanya Devano bingung


"Ya gak papa kayaknya bagus deh rambut kamu juga udah panjang." Kata Adara sambil menyentuh rambut Devano dan mengusapnya


"Nanti deh Ra." Kata Devano


"Sekarang aja Van ayo sama aku." Kata Adara dengan antusias


"Besok aja ya?" Kata Devano


"Ih sekarang aja." Kata Adara dengan wajah cemberut


Devano menghela nafasnya pelan.


"Yaudah bentar aku pakai jaket dulu." Kata Devano


Adara mengangguk singkat lalu dia mengambil tas miliknya dan memasukkan ponsel ke dalam tas.


Tak butuh waktu lama Devano keluar dan menghampiri Adara dengan sudah memakai jaket miliknya membuat dia terlihat lebih tampan.


"Ganteng bangettt." Kata Adara senang


Devano tertawa kecil lalu meraih tangan Adara dan menggenggamnya dengan sayang.


Keduanya pergi keluar kamar dan sampai di bawah mereka bertemu dengan Fahisa yang langsung bertanya.


"Eh mau kemana?" Tanya Fahisa


"Adara nih katanya rambut aku panjang suruh di potong." Kata Devano


"Iya bener Vano rambut kamu memang panjang." Kata Fahisa


Adara tersenyum senang membuat Devano menghela nafasnya pelan.


"Mommy aku keluar sebentar ya sama Adara?" Kata Devano


Fahisa mengangguk dan meminta keduanya untuk berhati-hati lalu menatap Devano juga Adara yang berjalan keluar rumah.


Kembali pada Devano juga Adara yang sekarang sudah masuk ke dalam mobil lalu Devano langsung melakukan mobilnya meninggalkan area rumah.


Dari tempatnya Adara tersenyum senang dia menatap Devano yang tengah fokus pada jalanan di hadapannya.


Ah Adara tidak sabar melihat Devano dengan gaya rambut barunya.


°°°°


Mommy kasih tau dong dulu waktu hamil Vano ngidam apa anaknya cakep banget😭