
"Amaa"
Nadhin berjalan mendekati Adara dan langsung memeluknya membuat Adara tertawa melihatnya, dia baru saja selesai mandi lalu menghampiri anak juga suaminya yang ada di ruang tengah. Berbeda dengan Nadhin yang langsung menghampirinya Nathan nampak asik dengan mobilan miliknya.
Kedua anaknya sudah mandi tadi makanya Adara meminta Devano untuk menjaga anak-anak sebentar selagi dia mandi. Tentu itu bukan permintaan yang sulit Devano suka menjaga anak-anak apalagi sejak tadi dia sibuk bekerja dan baru bisa bertemu mereka ketika sore.
"Ih dia mirip banget sama kamu." Kata Devano sambil menatap Adara dan Nadhin bergantian
"Mirip ya?" Kata Adara dengan senyuman manisnya
Adara mencium pipi Nadhin dengan sayang membuat anak itu tertawa pelan.
"Kita ajak mereka main yuk Van? Aku mau ketemu Vina deh mau lihat anak-anaknya juga." Kata Adara
"Iya Arthan sama Ardhan ya? Kalau di kirim fotonya aku juga suka gemes sendiri." Kata Devano
"Yuk ajak mereka ketemu pasti asik deh Van nanti anak-anak kita kumpul sama Arthan dan Ardhan." Kata Adara
"Iya nanti aku coba chat Vina." Kata Devano
"Paa"
Devano menoleh ketika Nathan memanggilnya dan anak itu menatapnya dengan lugu membuat Devano gemas sekali melihatnya.
"Kenapa sayang?" Tanya Devano
Nathan berdiri dia berjalan mengambil mainan dan memberikannya pada Devano.
"Main? Nathan mau ajak Papa main?" Tanya Devano dengan senyuman
Nathan mengangguk lucu membuat Devano semakin gemas dia mencium pipinya lama, tapi Nathan tak merengek dia malah tertawa.
"Paa"
"Iya main." Kata Devano
Adara memperhatikan mereka dalam diam senyumnya mengembang dengan sempurna dulu dia tidak pernah merasakan hal seperti ini karena sejak lahir Adara hanya tinggal bersama Bunda saja. Sekarang dia merasa sangat senang karena anak-anaknya merasakan kehangatan sebuah keluarga juga pelukan hangat seorang Ayah yang dulu tak pernah dia rasakan.
Melihat Nathan yang asik bermain Nadhin mendekat dia menjatuhkan dirinya di dekat Devano. Anak itu mendusal manja pada Devano menganggu Papa nya itu yang sedang menemani Nathan bermain.
"Kenapa cantik?" Tanya Devano
Nadhin menatap Devano lalu melompat membuat Devano tertawa pelan.
"Ehh"
Nadhin melompat lagi lalu tertawa senang.
"Tann"
Nadhin menghampiri Nathan mengambil mobilan lain yang ada di dekatnya lalu ikut memainkannya.
"Brrrbrrrm"
Nadhin mengerucutkan bibirnya dan membuat suara seperti itu membuat wajahnya terlihat semakin lucu.
Nadhin menabrakkan mobilannya pada mobilan Nathan lalu tertawa.
Anak itu sangat menggemaskan pipinya sangat gembul matanya juga membulat besar membuat siapapun yang melihatnya pasti merasa gemas.
"Brrrbrrrmm"
Nadhin terus membuat suara itu lalu memukul pelan bibirnya membuat Adara tertawa dan karena gemas langsung menggendongnya. Anak itu dihujani ciuman oleh Adara yang membuat Nadhin merengek pelan.
"Amaa Amaa"
Nadhin menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil merengek membuat Adara tertawa lalu menghentikan kegiatannya.
"Nadhin main boneka mau?" Tanya Adara
"Iya boneka." Kata Adara
Adara mengambil boneka milik Nadhin, tapi anaknya itu menggelengkan kepalanya lalu melempar bonekanya.
"Binn"
Nadhin ingin main mobilan seperti Nathan saja.
Anak itu selalu ingin melakukan apa yang Nathan lakukan.
°°°°
Adara bersama dengan Devano mengajak si kembar jalan-jalan pagi ini mereka pergi ke taman yang ada di kompleks perumahan. Si kembar ada dalam kereta bayi mereka terlihat tenang di sana apalagi Nathan dia malah sibuk dengan susu nya.
Jarang sekali mereka jalan-jalan begini dan hari ini Devano menyempatkan diri untuk melakukannya, mengajak keluarga kecilnya berjalan-jalan di sekitar rumah. Bukan tidak mau, tapi Devano hanya takut anak-anaknya rewel, ya meskipun mereka sangat pintar, tapi terkadang ketika ada di luar rumah mereka sangat rewel.
Oh iya nanti siang mereka juga sudah ada janji untuk bertemu Devina katanya Devina akan datang ke rumah bersama dengan si kembar juga Ziko.
Begitu sampai di taman yang cukup ramai karena ini memang akhir pekan Devano mencari tempat untuk duduk. Mereka bersama dengan Nathan dan Nadhin duduk di salah satu bangku taman.
Dari kereta bayinya Nadhin terus melihat ke bawah minta lalu merengek minta untuk di turunkan.
"Aaa aaaa"
Adara tertawa pelan lalu menurunkan Nadhin dari kereta bayinya membuat anak itu berseru senang.
"Paaaa"
Nadhin berseru senang dia melompat lalu tertawa membuat Devano tertawa dan merasa gemas sekali dengannya.
"Lompat Nadhin"
Seakan mengerti Nadhin melompat lagi lalu tertawa dia berjalan mendekat ke kereta bayi kembarannya dan menganggu Nathan.
"Tan Tannn"
Nadhin memanggilnya dia mengganggu Nathan yang asik meminum susunya.
"Jangan ya cantik nanti Nathan ngambek." Kata Devano sambil mendekati anaknya
Nadhin kini menatap Devano dengan lugu lalu mengangguk lucu.
"Paaaa"
Devano gemas sekali dia langsung menggendongnya dan Nadhin juga menempel padanya anak itu bersandar dengan manja di bahunya.
"Bin Binn"
Nadhin menunjuk ke dekat jalan di mana ada sebuah mobil yang melintas setelahnya dia mengerucutkan bibir dan membuat suara.
"Brrrbrrrmm"
Devano tertawa dia mencium pipi anak itu dengan gemas dan Nadhin masih asik membuat suara lalu memanggil kembarannya.
"Tan Tann brrrbrrrmm"
Tak hanya Devano, tapi Adara juga ikut tertawa.
Nadhin memang lucu sekali kalau dia sudah sedikit lebih besar mungkin Devano akan menggigit pipinya karena gemas.
°°°°
Horeee aku updateeee🥳
Nadhin lucu yaaa kayaknya cocok kalau ketemu Arthan🤣