My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (84)



Vin aku udah ke klinik ini udah diobatin


Devina tersenyum ketika melihat pesan dari kekasihnya meskipun dia juga merasa sedih ketika melihat perban ditangan kiri Ziko, tapi lebih baik karena lukanya sudah diobati. Membalas beberapa pesan Devina meletakkan lagi ponselnya di meja lalu menghampiri Devano yang sekarang sedang memakan buah yang di dapat dari rumah sakit.


Keadaannya mulai membaik, tapi wajah Devano masih sedikit pucat hanya saja ketika ditanya dia bilang kepalanya sudah tidak terlalu pusing dan demamnya juga mulai turun. Saat melihat kembarannya Devano tersenyum membuat Devina merasa senang karena melihat senyumannya lagi.


"Gimana keadaan Vano sekarang?" Tanya Devina


"Hm udah baikan cuman kadang-kadang kepalanya masih sakit." Kata Devano


"Tadi Adara udah kesini?" Tanya Devina


"Hm udah tadi pagi Vin terus pulang pas Mommy sama Daddy kesini." Kata Devano


"Dia pasti cemas ya?" Kata Devina


"Iya kayak kamu." Kata Devano


"Vano sih sakit makanya jangan sakit Vina kesepian di rumah gak ada teman." Kata Devina


"Iya Vin"


"Nanti Vano gak boleh begadang lagi ya?" Kata Devina


"Hm enggak"


"Sini Vina suapin." Kata Devina


Devano tidak menolak dia membiarkan Devina menyuapinya melon yang tinggal beberapa potong lagi.


"Vano makannya udah banyak." Kata Devin


"Iya kan udah mau sembuh." Kata Devano membuat Devina tersenyum mendengarnya


"Nanti kalau Vano udah sembuh Vina bakal turutin semua mau Vano." Kata Devina


"Hm aku bakal mikirin mau minta apa." Kata Devano


Devina tersenyum manis dan kembali menyuapi Devano potongan terakhir dari melon yang ada lalu Devina mengusap sudut bibir Devano dengan tangannya.


"Mau minum?" Tanya Devina


"Hm mau"


Mengambilkan minum Devina melihat kembarannya yang minum cukup banyak lalu dia segera menaruh lagi gelasnya ketika Devano selesai.


"Ziko gimana?" Tanya Devano


"Udah ke klinik dan lukanya udah diobatin." Kata Devina


"Dia kenapa bisa jatuh Vin?" Tanya Devano


"Habis hujan jalannya licin dia bawa motornya malah kebut." Kata Devina


"Untung dia gak papa." Kata Devano


"Heem soalnya jatuhnya di gang bukan di jalan besar." Kata Devina


"Kata Mommy sama Daddy kamu makannya sedikit karena aku sakit, bener?" Tanya Devano


"Vina gak nafsu makan." Kata Devina pelan


"Kamu jangan gitu Vina aku jadi merasa bersalah kalau kamu nanti sakit juga." Kata Devano


"Iya enggak"


"Aku udah baikan, kamu harus makan ya? Jangan malas makan dan makanannya harus dihabisin." Kata Devano lagi


"Vano yang sakit, tapi Vano yang cerewet." Kata Devina sambil tertawa kecil


"Vina aku gak bercanda." Kata Devano


"Iya Vano"


"Makannya yang banyak, aku udah gak papa." Kata Devano


"Iya"


"Maaf udah buat kamu cemas." Kata Devano


"Iya Vano enggak papa." Kata Devina sambil tersenyum


"Aku mau peluk kamu." Kata Devano


Mendengar hal itu Devina tersenyum dia lantas berdiri dan memeluk kembarannya dengan sayang membuat Devano memejamkan matanya, dia merasa nyaman.


"Aku gak nyenyak tidur disini." Kata Devano


"Hm Vano harus istirahat yang cukup." Kata Devina


"Sekarang aku mau tidur kamu jangan kemana-mana ya? Tungguin aku." Kata Devano


"Iya Vano"


"Kalau mau pulang harus bilang aku jangan kayak kemarin." Kata Devano manja


"Iya Vano"


Melepaskan pelukannya Devano berbaring dan Devina langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh kembarannya lalu dia mengusap kepala Devano dengan sayang. Perlahan Devano mulai memejamkan matanya lalu pergi ke alam mimpi dengan Devina yang ada didekatnya.


Tapi, sekarang Devano sudah terlelap dalam tidurnya.


¤¤¤


"Dad aku mau pulang besok"


Perkataan Devano membuat Daffa yang sedang membalas pesan dari istrinya langsung mendongak dan menatap anaknya yang kini menatapnya dengan penuh harap. Tak langsung menjawab Daffa memperhatikan Devano yang sudah tidak terlalu pucat lalu tangannya menyentuh dahi Devano dan ternyata sudah tidak terlalu panas.


Sebenarnya belum sembuh benar, tapi dia rasa bisa untuk dirawat di rumah karena keadaannya sudah membaik dan lagi Devano sangat tidak suka di rumah sakit. Mungkin kalau di rumah Devano akan merasa lebih baik dan tadi dia juga sudah bertanya pada Dokter lalu dikatakan kalau Devano memang boleh pulang besok, tapi masih harus banyak istirahat.


"Boleh kan Dad?" Tanya Devano lagi


Daffa tersenyum dan mengusap kepala anaknya dengan sayang.


"Boleh, tapi ada beberapa hal yang harus kamu turutin." Kata Daffa


"Apa Dad? Vano bakal lakuin asalkan Vano boleh pulang." Kata Devano


"Belum boleh kemana-mana harus istirahat dulu dan jangan mikirin kuliah lagi kamu juga sudah selesai dengan semua ujian kan? Jadi kamu harus istirahat total di rumah." Kata Daffa


"Baik Dad"


"Yaudah besok kita pulang." Kata Daffa


"Makasih Dad aku udah gak betah mau pulang mau tidur di kamar sendiri." Kata Devano membuat Daffa tertawa kecil mendengarnya


"Kamu sering bilang Devina manja, tapi lihat ini hmm." Kata Daffa


"Vina lebih manja." Kata Devano


"Pembelaan"


"Daddyyy"


Daffa tertawa melihat Devano yang protes dengan apa yang baru saja dia katakan.


"Iya baiklah anak Daddy ini tidak manja." Kata Daffa sambil mencubit pelan pipinya


"Memang enggak." Kata Devano


Wajah Devano terlihat cemberut membuat Daffa tertawa karena dia jarang sekali melihat Devano begini.


"Ya ampun Vano lucu sekali." Kata Daffa membuat Devano protes padanya


"Daddyyy"


"Iya iya anak manjanya Daddy." Kata Daffa


"Dadd aku gak manja." Kata Devano


Tertawa kecil Daffa berdiri lalu memeluk anaknya dengan hati-hati sambil menepuk-nepuk pelan bahunya.


"Iya enggak manja"


"Memang gak manja Dad." Kata Devano lagi


Melepaskan pelukannya Daffa mengangguk lalu meminta Devano untuk berbaring dan istirahat.


"Belum ngantuk Dad." Kata Devano


"Baiklah mau apa? Mau dinyanyikan seperti Devina?" Tanya Daffa yang sangat tau kebiasaan Devano ketika Devina tidak bisa tidur


"Daddy kenapa ledekin Vano terus?" Keluh Devano


Daffa hanya bisa tertawa, tentu saja dia melakukannya jarang sekali bisa menggoda Devano begini apalagi melihat wajah cemberutnya.


"Vano mau nyanyi lagu apa?" Tanya Daffa lagi


"Daddy malas ah." Kata Devano kesal


"Hey marah sama Daddy." Kata Daffa


"Daddy nyebelin banget, aku gak manja Dadd." Kata Devano


Devano memang begitu kalau dia sudah bersikeras akan sesuatu pasti akan terus menekankannya dan Daffa sangat tau sikap anaknya, tapi jarang sekali bisa mengobrol dan menggoda Devano seperti sekarang.


"Manja ah kamu gak mau ngaku itu sakit makan maunya disuapin." Kata Daffa


"Ya kan sakit Daddy." Kata Devano


"Pembelaan"


"Daddyyy pokoknya Vano gak manja." Kata Devano


"Iya yaudah sekarang Vano istirahat besok mau pulang." Kata Daffa


Devano hanya mengangguk, tapi sebelum tidur dia melihat Daddy nya dan mengatakan sesuatu.


"Pokoknya Vano gak manja!"


Daffa hanyya tertawa melihatnya, menggemaskan sekali.


¤¤¤


Ehh masih update lagii😶


Udah libur kuliah nih kemungkinan bakal balik update banyak-banyak lagii💞 Untuk info awal bulan Istri Manja Ziko bakal menyapa😶