My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (67)



Nathan dan Nadhin kedua anak itu tumbuh dengan baik sekarang usia mereka sudah memasuki dua tahun dan mereka sangat cerewet sekarang, juga sedikit susah kalau waktu makan terkadang Adara harus sedikit memaksa baru mereka mau makan. Sekarang Devano juga cukup sibuk terkadang pria itu pulang ketika malam, tapi setiap akhir pekan Devano tidak pernah mau diganggu dia akan menghabiskan waktu dengan anak-anaknya.


Sesekali mereka juga mengunjungi Devina atau Sahara bersama anak-anak dan ya Nadhin suka sekali dengan Airlangga anak itu kalau bertemu dengan anak laki-laki Sahara akan sangat senang. Kemarin mereka ke rumah Sahara dan ketika akan pulang Nadhin menangis karena tidak mau pisah dari Airlangga, lucu sekali.


Kalian tau Airlangga itu duplikat Arjuna dia sangat lembut dan penuh kasih sayang membuat semua orang yang dekat dengannya merasa betah, Alana dan Aluna saja sangat menempel pada Airlangga.


"Amaaa"


Suara itu membuat Adara yang sedang membuat jus melon menoleh dan melihat Nadhin yang berjalan ke arahnya. Anak itu terlihat begitu lucu dengan dress berwarna biru muda juga jepitan di rambutnya yang tidak terlalu panjang.


"Ama Amaa"


Adara tersenyum dia mematikan blender lalu menunduk dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh mungil anaknya.


"Kenapa Nadhin?" Tanya Adara


"Tan atuhh"


Adara mengerutkan dahinya bingung, tapi langsung sadar ketika suara rengekan terdengar membuat dia bergegas ke ruang tengah dengan membawa Nadhin juga.


Rupanya maksud Nadhin adalah Nathan jatuh tadi anak itu naik mobilan yang Devano belikan mungkin saat ingin turun dia jatuh.


"Ya ampun sayangnya Mama." Kata Adara


Adara menggendong Nathan anak itu tidak menangis hanya merengek sebentar saja lalu Adara mendudukkannya di atas karpet. Beruntung tidak ada luka karena mereka bermain di dalam rumah.


"Mainnya sini aja ya? Nadhin sama Nathan tunggu ya? Mami ada jus mau enggak?" Tanya Adara


"Au auu"


Keduanya menjawab bersamaan membuat Adara gemas dan mencubit pipi keduanya bergantian.


"Tunggu sini jangan kemana-mana oke?" Kata Adara


Lagi, keduanya mengangguk secara bersamaan dan Adara bergegas ke dapur lagi dia menuangkan jus melon itu dan membaginya ke dalam tiga gelas, kedua anaknya sudah bisa minum melalui gelas, pintar sekali.


Begitu kembali Adara memberikannya pada Nathan dan Nadhin, tapi khusus untuk anak perempuannya itu Adara membantunya memegang gelas agar tidak jatuh. Kedua anaknya suka buah apalagi kalau Adara membuatnya menjadi jus seperti sekarang, mereka suka sekali.


"Maaaa"


Nathan menurunkan gelasnya ketika melihat Fahisa dan Fahisa langsung tersenyum dia berjalan mendekat menghampiri cucunya.


"Lagi ngapain sih ini cucu Oma?" Kata Fahisa


"Aku habis buat jus melon Mama mau?" Tanya Adara


"Iya nanti aja Mama mau main sama mereka dulu." Kata Fahisa


Adara mengangguk singkat dia menatap Nathan yang meletakkan gelasnya lalu menjatuhkan diri ke dalam pelukan Fahisa, memang Nathan menempel sekali pada Fahisa.


"Aduh gantengnya Oma." Kata Fahisa sambil menciumi pipi Nathan


Nathan sendiri hanya tertawa kalau Nadhin dia baru saja menghabiskan jus yang Adara berikan dan Adara langsung meletakkan gelasnya juga gelas milik Nathan di atas meja agar tidak jatuh.


"Tan Tan"


Nadhin memanggil Nathan membuat anak itu turun dari pangkuan Fahisa dan menghampiri kembarannya.


Kedua anak itu mengambil mainan ada robot juga masak-masakan milik Nadhin, sekarang anak itu sudah mulai mau bermain masakan atau barbie atau boneka.


"Enggak kerasa mereka udah besar sekarang." Kata Fahisa


"Iya Ma rasanya baru kemarin ya mereka masih bayi." Kata Adara


Fahisa mengangguk singkat dan Adara tersenyum dia menyandarkan kepala di bahu mertuanya membuat Fahisa tersenyum sambil mengusap kepalanya.


"Mau ke rumah Ara lagi enggak? Yuk ke sana sama Mama." Ajak Fahisa


"Boleh Ma"


"Yaudah Mama siap-siap dulu nanti gantian kamu siap-siap Mama jagain si kembar." Kata Fahisa


Adara mengangguk lagi dia membiarkan Fahisa pergi ke kamar untuk bersiap pergi ke rumah Sahara dan sekarang Adara menjaga kedua anaknya dulu.


"Nadhin mau ke rumah Kak Angga lagi enggak?" Tanya Adara


"Akak Gaaa"


Nadhin terlihat senang membuat Adara tersenyum.


"Kita main ke rumah Mami Ara ya?" Kata Adara


"Miimii"


Kedua anak itu terlihat senang dan ketika Fahisa selesai bersiap Adara pergi ke kamar untuk mengganti pakaian juga membawa beberapa barang si kembar. Sebelum pergi Adara juga mengirim pesan pada Devano karena suaminya itu akan merajuk kalau dia pergi tanpa izin.


Setelah semua selesai Adara menggandeng tangan Nathan juga Nadhin mereka pergi di antar dengan supir.


"Brmmbrmmm Maaa"


Nathan terlihat senang begitu menaiki mobil membuat Adara tersenyum.


Mereka duduk di belakang bersama dengan Fahisa juga dan si kembar duduk manis di antara keduanya mungkin hanya Nadhin yang sedikit tidak bisa diam.


Sepanjang perjalanan pun penuh dengan ocehan si kembar.


°°°°


"Akakk Akakkk"


Nadhin berlari begitu melihat Airlangga dan anak itu tersenyum melihat Nadhin dia juga mendekat lalu memeluk tubuh mungil Nadhin membuat yang lainnya tersenyum melihatnya. Sahara sendiri terlihat sangat senang dengan kehadiran mereka dia langsung menyuruh mereka masuk dan mengambilkan minum juga beberapa makanan yang ada.


Kini mereka ada di ruang tamu Nadhin berada di samping Airlangga yang memberikan wafer untuknya kalau Nathan ada bersama Adara. Berbeda dengan Nadhin yang ceria Nathan cukup pemalu dia lebih suka menempel pada Mama nya.


"Lihat dong Angga sama Nadhin lucu banget." Kata Sahara gemas


"Mamiiiii"


Suara cempreng itu terdengar tiba-tiba ternyata Alana dan Aluna yang baru muncul dari kamar dan mereka terlihat antusias.


"Ada adikkkk"


Keduanya berlari mendekat dan Nathan tersenyum dia turun dari atas sofa lalu berjalan mendekat.


"Nathannn"


Mereka tersenyum melihatnya Alana dan Aluna sekarang sudah besar mereka sangat mirip dengan Sahara, sangat cerewet juga.


"Nathan ayo makan ice cream Kak Anggaaa ayo kita makan ice cream sama Nadhin jugaa." Kata Alana


Airlangga mengangguk dia membantu Nadhin turun lalu bersama adik-adiknya pergi ke dapur untuk mengambil ice cream.


Adara dan Sahara tertawa pelan Airlangga terlihat lucu dia seperti sedang menjaga empat adiknya.


Menggemaskan sekali.


°°°°


"Papaaa"


Nadhin melompat ke dalam pelukan Devano membuat Devano tertawa, dia baru saja pulang ketika jam tujuh malam tadinya di lelah, tapi tidak lagi karena di sambut dengan hangat oleh anaknya. Sama dengan Nadhin kini Nathan berjalan mendekat dia ikut memeluk Devano membuat Devano senang sekali rasanya.


Devano menggendong keduanya lalu menjatuhkan diri di atas ranjang hingga kedua anaknya kini ada di atas tubuhnya dan mereka tertawa senang. Begitu kedua anaknya turun dari atas tubuhnya Devano langsung bangun dan menciumi mereka dengan gemas secara bergantian.


Tawa Nadhin terdengar anak itu memukul pelan wajah Devano.


"Sinii cantik." Kata Devano sambil tak berhenti menciumi pipi Nadhin yang gembul


"Dahh dahhh"


Nadhin meminta Devano untuk berhenti membuat Devano tertawa lalu beralih pada Nathan menggendongnya juga mencium pipinya. Tak lama Adara datang dia tersenyum melihat anak-anak bersama dengan Devano.


Tadi dia habis menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.


"Dari tadi Nadhin nanyain kamu tuh Van." Kata Adara


"Uuu gemesnya kangen sama Papa ya?" Kata Devano sambil mencium pipi Nadhin


"Males deh sekarang anak-anak aja yang di cium aku enggak." Canda Adara


Devano tertawa lepas mendengarnya hingga mata pria itu menyipit dan membuat terlihat semakin tampan.


"Sini cium sini nanti kalau cium kamu berhentinya lama loh Ra"


Adara tertawa dia mendekat dan mencium sekilas bibir Devano membuat suaminya itu tersenyum senang.


"Nanti malam aku cium kamu sampe kamu pingsan"


Tertawa pelan Adara memukul lengan Devano membuat pria itu tertawa lalu mencubit gemas pipi Adara.


Dasar Devano!


°°°°


Masih ada kah yang nungguin cerita iniiii??