My Possessive Twins

My Possessive Twins
34 : Sweet Family



Mata tajam Devano terus memperhatikan sosok Ziko yang sekarang berada di dalam kamar kembarannya, menjenguk Devina. Sebelumnya Fahisa sudah meminta anaknya untuk keluar saja dan membiarkan Devina mengobrol dengan Ziko, tapi dia langsung menolaknya dan memilih untuk duduk di sofa.


Kehadiran Devano membuat Ziko merasa canggung apalagi pria itu menatapnya dengan penuh curiga, padahal dia tidak akan macam-macam mungkin hanya peluk saja. Sedangkan Devina merasa kesal karena kembarannya itu membuat dia malu dan Ziko yang lebih banyak diam, tentu saja siapa yang mau bicara kalau diperhatikan dengan penuh curiga begitu.


Devina tidak tau kalau kekasihnya itu akan datang seandainya dia tau pasti dia akan membasuh mukanya agar terlihat lebih segar, pasti wajahnya sangat kusam.


Dia tidak mandi seharian.


"Vanooo"


"Kenapa?" Tanya Devano


"Kata Mommy kan suruh keluar aku mau ngobrol sama Ziko." Kata Devina


"Ngobrol saja aku tidak melarang kalian mengobrol." Kata Devano sambil mengangkat bahunya acuh


Devina mengerucutkan bibirnya sebal membuat Ziko tertawa dan mengatakan tidak masalah dengan kehadiran Devano, meskipun yang dia rasakan sebaliknya.


"Dia itu kadang nyebelinnnn." Keluh Devina


"Aku dengar Devina"


"Biarin! Aku memang bicara keras supaya kamu dengar." Kata Devina kesal


"Lagi sakit jangan marah-marah." Kata Ziko membuat Devina menatapnya lalu tersenyum


"Kok gak ajak yang lainnya juga?" Tanya Devina


"Mereka pada tidak bisa makanya aku cuman sendirian." Kata Ziko


Devina mengangguk faham lalu menatap kekasihnya dengan senyuman.


Wajahnya masih sedikit merah, tapi hal itu tidak membuat kecantikan Devina menghilang.


"Merah banget." Kata Ziko


"Heem kemarin lebih merah lagi." Kata Devina


"Kamu gak bisa banget ya makan udang?" Tanya Ziko


Dia akan mencatat hal itu agar dia tidak membuat kesalahan kalau ingin mengajak kekasihnya makan bersama.


"Iyaa nanti gatal terus merah-merah gini, sama kayak Daddy." Kata Devina membuat Ziko mengangguk faham


"Aku kangen sama kamu Vin." Kata Ziko membuat Devina tertawa mendengarnya


"Masa? Gak sampe sehari padahal." Kekeh Devina


"Iya gak ada yang bisa aku gangguin." Kata Ziko yang kali ini membuat Devina langsung cemberut


Melihat hal itu Ziko tertawa lalu mengacak rambut Devina.


"Bercanda, aku kangen karena gak ada kamu." Kata Ziko yang kembali membuat senyum Devina mengembang


"Aku juga bosan di rumah." Kata Devina


"Makanya jangan bandel." Kata Devano membuat Devina langsung menatapnya dengan tajam


"Ihh Vanoo!"


"Kenapa? Aku benar, kamu bandel karena diam-diam memakan udang dia itu ngeyel Ziko jangan mau pacaran sama dia." Kata Devano menyebalkan


"Vano! Kamu keluar aja sanaaa." Kata Devina kesal


Devano hanya tersenyum tipis, tapi enggan untuk beranjak sedikitpun dari kemar kembarannya.


Mendengar perkataan Devano juga pertengkaran kecilnya dengan Devina dia tertawa.


"Vina memang bandel sih dia pernah dimarahin waktu di kelas karena malah baca novel." Kata Ziko


"Kok kamu ikutan juga?!" Tanya Devina kesal


Ziko tertawa lalu mencubit pelan pipinya dan membuat Devano menegurnya.


"Hey jangan dicubit pipinya Vina lagi sakit." Tegur Devano membuat Ziko tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Posesif sekali Devano sama kembarannya.


"Enggak sakit kok." Kata Devina


Devano baru akan protes, tapi Devina langsung menatapnya dengan garang dan membuat pria itu menutup mulutnya lalu bersandar di sofa masih enggan untuk pergi.


"Tadi ada tugas enggak?" Tanya Devina dengan lembut


"Gak ada Vin tenang aja." Kata Ziko


Devina langsung menghela nafasnya pelan dan tersenyum.


Salah satu hal yang dia takutkan ketika tidak masuk sekolah hanyalah tugas.


"Kamu udah lebih baik kan?" Tanya Ziko yang dijawab dengan anggukan oleh kekasihnya


"Udah cuman masih agak gatal aja terus juga masih panas." Kata Devina


"Cepet sembuh ya Vin? Jangan sakit lagi." Kata Ziko


Wajahnya terlihat penuh harap membuat Devina tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia belum pernah dikhawatirkan seperti ini selain dari keluarganya.


"Iya enggak lagiii"


Melirik jam ditangannya Ziko mengatakan bahwa dia harus segera pulang karena nanti malam dia harus pergi ke cafe, manggung lagi sama teman-temannya.


"Tadinya aku mau ajak kamu." Kata Ziko membuat Devina memasang wajah penuh penyesalan


"Yahh nanti kalau aku udah sembuh kamu ajak aku ya?" Kata Devina


"Pasti sayang." Kata Ziko


Devina tertawa dan menatap kekasihnya lalu melirik Devano yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


Dia meminta Ziko untuk mendekat lalu memeluknya membuat Ziko tersentak, tapi tersenyum senang lalu membalas pelukan itu setelahnya.


"Nanti malam harus telpon aku!" Kata Devina


"Iya sayang"


"Jangan genit-genit sama Adyra." Kata Devina yang entah kenapa masih sedikit sensitif dengan wanita itu


"Iya sayangnya Ziko"


"Siapa suruh peluk-peluk?" Tanya Devano


"Ihh Vano ganggu!" Kesal Devina


Devano baru akan bicara, tapi Devina sudah lebih dulu mengatakan sesuatu yang membuatnya terdiam dan menatap kembarannya itu dengan tidak percaya.


Sial!


Devina selalu tau cara membuatnya diam.


"Memang kenapa peluk? Kamu juga pasti sering peluk-peluk Adara kan? Atau jangan-jangan kamu juga udah cium dia ya?" Tuding Devina


Mendorong pelan dahi kembarannya Devano mengatakan sesuatu lalu beranjak pergi membuat Devina tersenyum senang.


"Sok tau"


Setelah Devano pergi Devina langsung menatap kekasihnya dengan senyuman manis membuat Ziko ikut tersenyum dan mengusap sayang pipinya yang masih memerah.


"Jail banget"


"Biarin aja dia juga jail." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya


Tersenyum manis Ziko mengusap puncak kepala Devina dengan sayang lalu mengatakan bahwa dia akan pulang. Di tempat tidurnya Devina melambaikan tangannya ketika Ziko sudah berjalan keluar dari kamarnya.


"Hati-hati Ziko nanti kabarin Vina ya?"


Menoleh sebentar Ziko tersenyum dan mengacungkan jempolnya lalu melambaikan tangannya.


Devina tersenyum meskipun Ziko sudah menghilang dari pandangannya.


Senang sekali kekasihnya datang untuk menjenguk.


¤¤¤


"Udahh kenyanggg"


Tidak peduli sudah berapa kali Devina mengatakan hal yang sama, tapi tidak didengarkan oleh kembarannya yang terus menyuapinya makan malam. Rasanya perut Devina sudah kenyang dia malas untuk malan dan ketika Devano ingin menyuapi lagi dia langsung memasang wajah memelasnya.


Saat Devano menatapnya dengan galak Devina langsung menatapnya dengan wajah sedih dan mata berkaca hingga membuat helaan nafas terdengar. Senyum Devina langsung mengembang ketika Devano menaruh sendoknya ke piring lalu memberikan minum untuknya.


Setiap sakit Devano memang yang selalu menyuapinya dan menemani dia hingga tertidur, manis sekali kan?


"Minum obatnya." Kata Devano membuat bibir Devina mengerucut


"Gak usah ya? Udah gak sakit kok." Kata Devina


Mata Devano kembali menatapnya dengan tajam.


"Minum! Harus habis obatnya kata dokter badan kamu juga masih panas! Minum atau aku laporin Mommy sama Daddy?" Ancam Devano


Akhirnya Devina pasrah dan meminum obatnya membuat Devano tersenyum, kalau menurut begini kan dia tidak perlu marah. Setelah selesai makan dan minum obat Devano langsung menaruh semuanya di nampan dan pergi ke dapur.


Ditempatnya Devina tersenyum dia beruntung sekali memiliki saudara kembar seperti Devano. Saat tengah asik dengan fikirannya ponsel Devina berbunyi dan senyumnya mengembang dengan sempurna ketika nama Kakaknya tertera disana.


Dia sangat merindukan Sahara.


Panggilan vidio dan Devina langsung mengangkatnya lalu menyapa dengan penuh semangat.


"KAK ARAA!"


Suara tawa Sahara terdengar ketika mendengar adiknya sakit dia langsung cemas, tapi tidak bisa pergi karena Arjuna tidak bisa mengantarnya selain itu anaknya sedikit rewel.


"Kangenn Kakakk." Rengek Devina membuat Sahara tersenyum penuh arti


'Besok Kakak kesana'


"Beneran?!" Tanya Devina dengan antusias


Saat melihat Sahara mengangguk Devina berseru senang bersamaan dengan Devano yang masuk ke dalam lalu duduk disampingnya. Senyum Devano ikut mengembang melihat Sahara di layar ponsel kembarannya.


'Vanoo adik aku dijagaiin gak? Dia lagi sakit kamu harus jagaiin yang bener!'


Rindu sekali dengan Sahara yang galak dan cerewet.


"Vano jagaiin aku kok Kak dia habis suapin aku makan malam." Kata Devina membuat Sahara tersenyum


'Dengar ya Vano besok jangan kemana-mana Kakak mau ke rumah'


Devano langsung tersenyum dan menganggukkan kepala ketika mendengarnya.


Dia selalu menanti Kakaknya untuk berkunjung ke rumah.


"Kak Ara mana Kak Juna?" Tanya Devina penasaran


Tumben sekali biasanya Kakak iparnya selalu muncul kalau dia dan Kakaknya sedang telponan.


'Lagi sama Angga'


Devina mengangguk faham lalu bercerita tentang banyak hal dengan Kakaknya dan Devano juga.


Rasanya kembali seperti dulu Devano, Devina, dan Sahara yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengobrol juga bercanda bersama. Sudah lebih dari satu jam mereka melakukan panggilan vidio sampai Fahisa masuk ke dalam kamar dan melihat kedua anaknya yang berbaring di ranjang.


"Kak Araa lihat ada Mommy." Kata Devina


Fahisa sedikit terkejut, tapi ketika mendengar suara anaknya dia langsung bergabung bersama kedua anaknya dan menyapa Sahara dengan senang.


"Araaa"


'Mommyyy kangen bangettt'


Fahisa tersenyum mendengarnya, dia juga merindukan kehadiran Sahara.


'Besok Ara mau ke rumah'


Mendengar hal itu Fahisa semakin senang dan mereka kembali mengobrol dengan Sahara berbicara tentang banyak hal hingga lupa waktu.


Sekilas mereka sangat merindukan moment kebersamaan di rumah seperti dulu.


Ketika mereka masih berkumpul menjadi satu di rumah keluarga Wijaya.


¤¤¤


Double update aja untuk hari inii😂


Makasihhh semuanyaa❤