
Devano memang benar-benar sangat manja ketika sakit bahkan Adara sampai geleng-geleng kepala karena sejak kedatangannya pria itu sama sekali tidak mau melepaskan dan terus memeluknya. Suhu tubuhnya cukup panas Adara dapat merasakannya ketika kulit mereka bersentuhan dan wajahnya juga sangat pucat.
Tadi Adara bergegas datang karena kebetulan hari ini dia sedang tidak ada jadwal kuliah dan begitu sampai raut wajah cemasnya begitu terlihat karena Devano yang sangat pucat. Saat bertanya Fahisa bilang Devano kelelahan dan tekanan darahnya cukup rendah makanya dia terlihat pucat serta merasakan sakit kepala.
Sekarang Adara berada di kamar pria itu dengan Devano yang tertidur di pahanya dan dia yang sejak tadi terus mengusap kepalanya dengan sayang.
"Udah dibilang Vano jangan begadang terus ngeyel banget sih." Kata Adara
"Emm"
"Kamu pucat banget tau Van lihat tuh bibirnya aja pucat." Kata Adara
"Iya Ra pusing banget aku." Kata Devano
"Kamu itu udah pinter gak usah terlalu sering belajar apalagi sampe begadang gitu mana nganterin aku terus pasti kamu kecapean." Kata Adara
"Gak ada hubungannya sama kamu Adara." Kata Devano
"Ada! Kamu nganterin aku terus." Kata Adara
"Diem deh aku cium nanti, aku masih bisa cium kamu ya?" Kata Devano membuat Adara berdecak kesal dan mencubit pipinya dengan gemas
"Nyebelin banget sih." Kata Adara
"Harusnya aku tuh disayang malah dimarahin." Keluh Devano
"Mau disayang gimana sih Van?" Tanya Adara sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Ya jangan marah-marah." Kata Devano
"Ya ampun kamu kok gemesin sih." Kekeh Adara
"Raaa ih malah ngeledekin." Kata Devano
"Kamu tuh kalau lagi sakit gemes tau Van." Kata Adara
"Jangan marah-marah." Kata Devano lagi
"Iya enggak Devano sayang." Kata Adara
"Ra aku lapar." Kata Devano
"Lapar? Oh ini udah waktu makan siang ya?" Kata Adara sambil melirik jam yang ada di kamar kekasihnya
"Hm lapar banget Ra." Kata Devano
"Yaudah aku ke bawah dulu temuin Tante Hisa." Kata Adara
"Jangan lama-lama ya?" Pinta Devano
"Iya Van"
Menggelengkan kepalanya pelan Adara bergegas keluar kamar dan pergi ke dapur dimana Fahisa terlihat sibuk memasak. Menyapa dengan ramah Fahisa langsung menoleh dan tersenyum ketika melihatnya lalu meminta Adara untuk mendekat.
"Kenapa kesini sayang?" Tanya Fahisa
"Vano bilang dia lapar Tante." Kata Adara
"Lapar? Ah ya ampun tunggu sebentar sebentar lagi selesai, mungkin kamu bisa bantu Tante siapkan buburnya sayang." Kata Fahisa
"Iya Tante"
Adara mengangguk singkat lalu pergi mengambil mangkuk dan memasukkan bubur yang sudah Fahisa buatkan ke dalamnya, tidak terlalu banyak.
"Obatnya juga Adara ada di lemari, tolong ya?" Kata Fahisa
Adara tersenyum lalu mengambil obat yang ada di lemari dan menaruhnya di atas nampan.
"Nah ini dia biar Tante taruh mangkuk dulu sayur sopnya." Kata Fahisa
Setelah semuanya siap Fahisa tersenyum dan mengusap sayang kepala Adara membuat gadis itu tersenyum senang.
"Vano manja ya?" Kata Fahisa
"Hm kalau lagi sakit manja banget." Kata Adara
"Iya dia memang kayak gitu kalau lagi sakit kadang kalau malam tidurnya minta dipeluk." Kata Fahisa membuat Adara menatapnya dengan mata membulat
"Benarkah?"
"Iya Adara dia memang manja sekali ini Devina belum pulang coba kalau ada Devina juga udah deh pasti makin manja." Kata Fahisa membuat Adara tertawa kecil mendengarnya
"Tapi, lucu melihat Devano yang biasanya serius jadi manja gitu." Kata Adara
"Iya, yaudah kamu bawa ke kamar Vano makannya nanti kalau butuh apa-apa bilang ya?" Kata Fahisa
Adara mengangguk patuh lalu pergi ke kamar Devano sambil membawa makan siang untuk kekasihnya. Begitu membuka pintu Adara dapat melihat Devano yang bersandar pada kepala ranjang dan langsung menoleh ketika mendengar suara pintu.
Dia tersenyum sambil menepuk tempat di dekatnya membuat Adara langsung menghampirinya. Meletakkan nampannya Adara menatap Devano dengan senyuman sambil mengusap kepalanya.
"Sini aku suapin." Kata Adara
Devani tidak protes dia langsung membuka mulutnya ketika Adara mulau menyuapinya dan suapan demi suapan mulai Devano makan, dia lapar sekali.
"Iya Mommy juga bilang gitu." Kata Devano
"Lucu tau Van kamu biasanya serius, tapi tiba-tiba manja kayak gini." Kata Adara
"Hm kalau lagi sakit memang gini." Kata Devano
"Cepet sembuh Van jangan sakit lagi." Kata Adara
"Iya, Ra gimana sama Om Juan?" Tanya Devano
"Dia baik kok udah pulang dari rumah sakit juga." Kata Adara
"Masih sering hubungin kamu?" Tanya Devano
"Hm kadang suka nelpon." Kata Adara
"Kamu angkat?" Tanya Devano
"Kadang, tergantung mood." Kekeh Adara
"Kamu udah maafin Om Juan?" Tanya Devano lagi
"Hm iya, tapi hanya untuk Ayah kalau istri dan anak-anaknya enggak karena mereka juga gak ada minta maaf sama aku." Kata Adara
"Jadi, kamu sama Om Juan udah baik-baik aja?" Tanya Devano
"Iya kayak gitu Van aku balas setiap kali dia chat, tapi aku gak pernah mau kalau di ajak ketemu maafin udah cuman belum lupaiin." Kata Adara
"Iya gak papa semua butuh waktu." Kata Devano
Adara hanya bergumam pelan dan kembali menyuapi Devano dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Udah Ra kenyang." Kata Devano
"Dikit lagi tau." Kata Adara
"Kenyang." Kata Devano lagi
"Hmm yaudah ini minum sama obatnya juga." Kata Adara
Menurut Devano langsung mengambil minum serta obat yang sudah disiapkan lalu meminumnya.
"Aku taruh dapur dulu ya?" Kata Adara
"Nanti aja kamu taruh meja dulu." Kata Devano
Menghela nafasnya pelan Adara mengangguk lalu menaruh nampannya di atas meja dan kembali menghampiri Devano yang kini meminta dia untuk duduk disampingnya. Naik ke atas ranjang dan duduk disamping kekasihnya Adara langsung merasakan pelukan ditubuhnya yang membuat dia tersenyum.
"Mau peluk kamu"
Tertawa kecil Adara mengusap kepala Devano dengan sayang membuat Devano memejamkan matanya.
"Ngantuk?"
"Belum, mau peluk aja." Kata Devano
"Kamu mau sesuatu?" Tanya Adara
"Enggak mau peluk aja." Kata Devano
"Kamu kalau sama Vina gini juga?" Tanya Adara
"Hmm gini juga manja banget." Kata Devano
"Padahal kamu sering bilang Vina manja." Kata Adara
"Gimana juga aku sama dia kembar pasti ada kesamaan." Kata Devano
"Hm bener"
Devano memejamkan matanya pelan dengan Adara yang terus mengusap kepalanya hingga akhirnya seruan Devina terdengar dan membuat Devano langsung menjauhkan tubuhnya.
"Ihhh lagi pacarannn"
Devina tertawa kecil sambil memasuki kamar Devano dan duduk diantara mereka berdua.
"Ih pacarannn"
Devina terus meledeknya hingga membuat Devano kesal dan mencubit pipinya.
"Sakitt Vanooo"
Mengerucutkan bibirnya sebal Devina langsung mengalihkan pandangannya pada Adara dan tersenyum.
"Adara jangan mau sama Vano dia galak"
Lalu Devano kembali mencubit pipinya karena kesal.
¤¤¤
Aku updateee lagiii💞