
"Cantikk"
Devano mengatakan kata itu sambil menatap Nadhin yang terlihat anteng anak itu tidak tidur, tapi dia juga tidak menangis dan Devano merasa sangat gemas melihatnya. Wajah Nadhin sangat lucu matanya besar hidungnga juga mancung dan bibirnya sangat mungil membuat dia terlihat sangat cantik dan lucu.
Sedangkan Nathan mata anak itu lebih kecil seperti Devano, tapi kalau di lihat semakin lama Nathan semakin mirip dengannya. Kedua anaknya sangat anteng meskipun sedang di tinggal Adara mandi kalaupun merengek Devano hanya perlu mengusap pipinya dengan sayang dan anaknya diam.
Senyuman manis Devano terbentuk dengan sempurna dia berbaring di dekat kedua anaknya.
"Nadhin cantiknya Papa." Kata Devano
Devano mengusap pipi Nadhin dengan sayang membuat anak itu menggerakkan lidahnya.
"Gemesnyaa"
Devano gemas sekali dia ingin menggigit pipi anaknya.
"Hey Nathan nanti kalau kamu sudah besar seperti Papa ya? Kamu harus jaga Nadhin sama seperti Papa jagain Tante Vina dulu." Kata Devano dengan senyuman
Sejak memiliki anak Devano sangat betah di rumah bahkan kalau dia sedang bekerja setiap jam makan siang Devano akan langsung menghubungi Adara untuk mengobrol sebentar dengan istrinya lalu melihat kedua anaknya yang biasanya tidur. Sudah hampir satu bulan berlalu dan Devano sangat tidak sabar menunggu keduanya tumbuh besar.
Tersenyum manis Devano mencium kening kedua anaknya secara bergantian. Baby twins sudah sangat wangi Adara sudah memandikannya tadi dan Devano sangat suka bau bayi.
"Nadhin nanti kalau sudah besar pasti cantik seperti Mama." Kata Devano
Nadhin seolah mendengarkan membuat Devano gemas sendiri melihatnya.
"Kalau Nathan pasti ganteng orang Papa nya aja ganteng banget." Kata Devano sambil tersenyum
Devano terus mengusap pipi kedua anaknya secara bergantian hingga pintu kamar mandi terbuka dan Adara muncul dengan sudah berpakaian lengkap.
Kali ini Devano bangun dia menghampiri Adara yang sedang mengeringkan rambutnya lalu memeluknya membuat Adara tertawa pelan ketika suaminya itu mencium pipinya lama.
"Kok belum siap-siap?" Tanya Adara
"Iya nanti nunggu kamu dulu." Kata Devano
Devano terus mencium pipi Adara hingga puas baru setelahnya menjauhkan wajahnya.
"Sini aku siapin dulu bajunya, tadi anak kita enggak nangis kan? Enggak kamu ganggu kan?" Tanya Adara
"Enggak sayang mereka diem aja tuh dengerin aku ngomong." Kata Devano
"Ngomong apa memang kamu?" Tanya Adara
"Ngomongin kamu." Kata Devano
Adara tertawa pelan dia mengambilkan baju untuk Devano pakai ke kantor.
"Pakai ini aja ya?" Kata Adara
Devano mengangguk singkat dia mengambil baju yang sudah Adara ambil dan sebelum pergi ke kamar mandi lebih dulu mencium bibir istrinya singkat membuat Adara tertawa pelan.
Devano memang selalu begitu setiap pagi.
Selagi Devano ke kamar mandi Adara menyisir rambutnya hingga rapih baru setelahnya mendekat dan duduk di samping kedua anaknya yang masih terlihat tenang.
"Hai manisnya Mama." Kata Adara
Adara mencium keduanya bergantian dan tersenyum manis melihat kedua anaknya yang kini menatap matanya.
Mata indah mereka membuat Adara merasa begitu tenang setiap menatapnya.
Nathan dan Nadhin merupakan salah satu anugrah yang begitu indah untuknya setelah Devano.
°°°°
"Mana ponakan gue? Manaa?"
Devano berdecak kesal ketika mendengar suara teman-temannya yang datang ketika malam hari untuk melihat anak-anaknya. Berbeda dengan Devano yang merasa kesal Adara justru tertawa mereka memang sedang ada di ruang tengah karena habis makan malam dan sebelumnya teman-teman Devano sudah memberi kabar akan datang.
Beranjak dari tempatnya duduk Devano berjalan ke arah pintu utama, tapi ternyata Bibi sudah lebih dulu membuka pintu. Dari tempatnya Devano dapat melihat Gara, Yuda, Erick dan tentu saja Alex masuk ke dalam rumah.
"Malam Tantee"
Mereka menghampiri Fahisa dan mencium punggung tangannya dengan sopan membuat Fahisa tersenyum manis.
"Eh udah pada datang, nanti Tante minta Bibi siapin minum sama makan ya?" Kata Fahisa
"Enggak usah repot Tan." Kata Erick sambil tersenyum
"Enggak repot yaudah gih sama Vano." Kata Fahisa yang ingin pergi ke kamar
Begitu Fahisa pergi Devano mengajak mereka ke ruang tengah di mana Adara sedang bersama si kembar yang belum juga tidur.
"Wih mana nih cantiknya gue." Kata Yuda
"Nadhin?"
"Iyalah Nadhin masa Adara bisa habis gue sama Vano nanti." Kata Yuda
Adara tertawa pelan dia membiarkan mereka mendekat untuk melihat si kembar.
"Mirip Adara semua." Kata Gara
"Enggak itu Nathan mirip Vano." Kata Adara sambil menunjuk Nathan
"Iya sih sedikit, tapi kayaknya lebih mirip gue... Aduh sakit." Kata Alex ketika Devano menoyor kepalanya
"Lo semua anak aja di bilang mirip sama lo kemaren anaknya Vina sekarang anaknya Vano." Kata Yuda sambil tertawa
"Biarin nanti anaknya gak ada yang mirip dia." Kata Devano sebal
"Cih pendendam." Kata Alex
"Batal nikah." Ejek Devano membuat Alex melotot dan yang lainnya tertawa
"GAK BATAL YA DI UNDUR." Kata Alex tidak Terima
Suara kesalnya yang cukup kuat membuat si kembar terkejut lalu menangis.
"Ehh ehh nangis." Kata Alex
"Gara-gara lo Lex." Kata Gara
"Tau nih Alex." Kata Yuda
"Alex nih berisik." Kata Erick
"Gue aja terus salah." Kata Alex kesal
Adara tertawa mendengarnya, memang kalau sudah kumpul begini Alex yang akan jadi sasaran.
"Udah... Enggak Papa ini juga udah enggak nangis." Kata Adara sambil membaringkan lagi Nadhin yang tadi memang menangis dengan kuat
"Huhu kasian si cantik nangis, kaget ya? Gara-gara Papa kamu itu." Kata Alex sambil mengusap pipi Nadhin membuat anak itu terlihat seperti tertawa
"Gemes amat sih jadi pengen punya juga." Kata Erick
"Nikah sana." Kata Devano
Devano memperhatikan kedua anaknya Nathan terlihat anteng begitu juga Nadhin meskipun diganggu Alex dia diam saja keduanya tadi menangis hanya karena terkejut saja.
Di antara yang lain hanya Devano memang yang sudah menikah dan memiliki anak kalau Alex baru mau menikah.
Alex jelas jadi menikah, Devano memang iseng karena pria itu suka berlebihan sendiri kalau di ledek.
°°°°
Hai aku updateee❤