
Devano berkali-kali menghela nafasnya pelan sambil menatap layar ponselnya, menunggu balasan pesan dari Adara yang katanya sedang ada di rumah Juan untuk menyelesaikan beberapa hal. Lama sekali kekasihnya itu membalas pesan padahal Devano sudah sangat merindukannya entah sudah berapa banyak pesan yang Devano kirimkan, tapi masih belum mendapat balasan.
Sebelumnya Adara bilang kalau Juan meminta dia datang ke rumah untuk memberikan sesuatu juga membicarakan beberapa hal masalah pernikahan yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Sungguh Devano sangat ingin berkirim pesan dengan Adara bahkan kalau bisa dia ingin menelpon Adara dan mendengar suaranya.
Astaga Devano sangat merindukannya.
Saat tengah asik menunggu balasan dari Adara dia malah mendapat balasan pesan dari kembarannya yang langsung Devano buka dan baca pesannya.
Vanoooo
Aku sakitttt
Pesan itu sontak saja membuat mata Devano membulat dan langsung menelpon Devina untuk menanyakan keadaannya.
"Halo? Kamu kenapa? Sakit? Kenapa bisa sakit? Sakit apa? Udah pergi ke dokter? Mau ke rumah sakit gak?" Tanya Devano tanpa jeda
Tak langsung ada jawaban Devano harus menunggu beberapa saat hingga suara pelan Devina terdengar.
'Pusingg'
"Udah ke dokter?" Tanya Devano
'Enggak ke dokter cuman minum obat aja'
"Kenapa? Kamu kelelahan? Atau habis main hujan ya?" Tebak Devano yang sudah sangat hafal tentang kembarannya
'Enggak kemarin aku tidurnya udah malam banget terus makan malam juga cuman sedikit'
"Kebiasaan, sekarang gimana udah baikan belum?" Tanya Devano cemas
'Em sedikit, tapi kepalanya masih sakit'
"Ke dokter aja." Kata Devano
'Enggak mau kan udah minum obat'
"Yaudah istirahat HP nya di taruh jangan di mainin terus tidur makannya juga yang banyak nanti aku telpon Ziko." Kata Devano
'Ini Ziko ada di samping Vina'
"Yaudah kasih ke dia HP kamu." Kata Devano
Hening untuk sejenak Devano mendengar suara Ziko setelahnya.
'Van'
"Ko kasih tau Devina suruh istirahat jangan main HP terus makannya juga yang banyak obatnya jangan lupa di minum, peluk juga kalau mau tidur biasanya Devina makin manja kalau sakit." Kata Devano
'Iya Van'
"Suruh istirahat ya? Awas nanti pas gue nikah dia malah sakit bisa-bisa nanti gak jadi." Kata Devano
Ziko tertawa mendengarnya.
'Udah baikan ini juga Van jangan khawatir'
"Hm yaudah gue tutup telponnya biar Devina istirahat dulu." Kata Devano
'Iya'
"Load speaker coba biar Devina denger." Kata Devano
'Udah nih'
"Vina denger ya? Kamu istirahat jangan main HP kalau masih sakit ke dokter aja." Kata Devano
'Heem'
"Cepet sembuh ya? Aku khawatir." Kata Devano
'Iya Vanooo'
"Yaudah"
Begitu panggilan di matikan Devano meletakkan ponsel miliknya lalu mengambil album foto yang ada di meja dan menatapnya dengan senyuman seraya mengusap lembut foto tersebut.
'Vano pelukk'
Devina memang manja sekali apalagi kalau sudah sakit, ditemani hingga tidur sambil di peluk itu adalah hal yang harus dilakukan agar Devina bisa tidur dengan nyenyak.
Ya ampun Devano jadi kepikiran dan ingin melihat Devina.
°°°°
Baru membuka ponsel setelah makan siang Adara melihat ada begitu banyak pesan yang masuk dari Devano dan tak hanya pesan melainkan juga ada telpon dari Devano. Hal itu membuat Adara tak bisa menahan senyumnya dia membuka pesan dan membaca semuanya secara perlahan.
Tadi Juan memang mengajak dia bicara untuk waktu yang cukup lama selain itu mereka berdua sempat pergi ke makam Bunda makanya Adara baru sempat membuka ponselnya. Saat membaca pesan demi pesan yang Devano kirimkan Adara tersenyum sesekali dia juga tertawa ketika membacanya.
Sekarang Devano sangat menggemaskan.
Raa
Adaraaa
Masih lama gak?
Masih lama?
Ra bales dong
Ya ampun lama banget gak selesai2
Aku samperin nih ke rumah Om Juan
Raa kapan selesainya?
Gak bisa buka HP sebentar apa
Ganteng gak Ra?
Ganteng kan? Ganteng lah makanya kamu suka
Sebel banget kamu bales chat nya lama
Ya ampun kangennn
Telpon kalau udah selesai!
Gak mau tau begitu selesai harus telpon!
Adara jangan lupa telponnn!
Adara tertawa kecil ketika membacanya lalu dia menelpon Devano dan tak butuh waktu lama kekasihnya itu sudah menjawab panggilan telponnya.
'Dimana?'
"Baru sampai rumah Van." Kata Adara sambil tertawa kecil
'Yaudah tunggu aku ke sana'
"Ke rumah? ngapain ke rumah aku?" Tanya Adara
'Ya ketemu kamu ngapain lagi memang kalau bukan ketemu kamu'
"Ehh ngapain? Van mau ngapa.... Eh kok dimatiin?!" Kata Adara begitu Devano mematikan sambungan telpon mereka
Menggelengkan kepalanya pelan Adara hanya bisa pasrah dan membiarkan Devano datang ke rumah, pria itu sangat tidak sabaran sekarang.
Devano memang begitu kalau di hadapan orang yang dia sayang.
Menyebalkan, tapi juga membuat gemas orang-orang.
°°°°
Devano bucin mode onn🥰