
Devano menyandarkan kepalanya di ranjang sambil memejamkan matanya ketika rasa pusing kembali menyerangnya, dia benar-benar tidak mengerti kenapa bisa sampai begini, tapi Dokter bilang ini karena kehamilan istrinya. Tadi pagi Devano sampai harus makan di kamar karena kepalanya sangat sakit, tapi beruntung sekarang sudah lebih baik.
Hari ini Devano juga tidak pergi ke kantor karena Daffa memintanya untuk istirahat saja dulu di rumah sampai keadaannya membaik. Sekarang Adara lagi turun untuk meletakkan piring bekas dia sarapan tadi dan tak lama dia kembali sambil tersenyum.
Adara naik ke atas ranjang dia menatap Devano dengan senyuman tipis di wajahnya.
"Vano"
Devano bergumam pelan dia membiarkan Adara mengusap sayang kepalanya.
"Jangan sakit." Kata Adara
"Enggak sakit sayang." Kata Devano pelan
"Aku telpon Vina." Kata Adara
"Untuk apa?" Kata Devano dengan dahi berkerut
"Ya karena dia harus tau dan nanti dia mau kesini." Kata Adara sambil tersenyum
"Padahal enggak perlu Ra nanti dia lagi sibuk." Kata Devano
"Enggak kok." Kata Adara
"Sini peluk aku." Kata Devano
Adara tersenyum dia mendekat lalu memeluk Devano dengan sayang.
"Kamu sayang banget sama aku ya Van?" Kata Adara
"Sayang banget"
"Sama baby kita?" Tanya Adara
"Sayang juga"
Adara melepaskan pelukannya lalu dia membawa tangan Devano untuk mengusap perutnya yang masih rata.
"Ini baby kita." Kata Adara dengan senyuman
Devano tersenyum lalu menggerakkan tangannya di perut Adara dengan penuh kelembutan.
"Adara"
"Hmm"
"Aku mau tiduran lagi kamu tidur samping aku ya?" Kata Devano
Adara mengangguk dia membiarkan Devano berbaring lalu ikut berbaring di sampingnya dan langsung memeluk suaminya itu dengan sayang. Mendekatkan tubuhnya Devano memejamkan matanya dia mendusal manja di leher istrinya.
Devano masih merasa sedikit lemas dan pusing, tapi sudah tidak terlalu mual lagi.
"Baby nya gak mau ngerjain Mama, jadi ngerjain Papa nya." Kata Devano
Adara tertawa pelan ketika mendengarnya dia mengusap kepala Devano dengan sayang.
"Maafin baby nya ya Papa." Kata Adara
"Dimaafin"
"Kamu udah gak panas lagi badannya." Kata Adara
"Heem udah enakan cuman pusing sama lemes aja." Kata Devano pelan
"Kamu gak marah kan sama baby nya?" Kata Adara
Adara tersenyum senang dia memejamkan matanya dan menggigit pelan bibir bawahnya ketika Devano menciumi lehernya.
"Vanoo"
Seakan tidak peduli kali ini Devano meninggalkan kecupan di leher istrinya membuat Adara melenguh pelan dan memeluk tubuh Devano dengan erat.
"Ra keluar yuk? Ke taman belakang aja aku bosan di kamar." Kata Devano
Adara mengangguk singkat dia melepaskan pelukannya dan membantu Devano bangun.
"Merah hehe"
Devano terlihat lucu ketika mengatakannya membuat Adara tidak bisa marah, dia bangun lalu mengulurkan tangannya pada sang suami dan membawanya keluar kamar.
"Ehh Vano udah baikan sayang?"
Fahisa yang melihat anaknya keluar kamar langsung tersenyum, dia sedikit cemas melihat Devano kemarin.
"Udah Mom"
"Mau kemana?" Tanya Fahisa dengan penuh kelembutan
"Mau ke taman belakang aja." Kata Adara
"Yaudah"
Fahisa mengusap sayang kepala Devano membuat anaknya itu tersenyum lalu setelahnya dia menuruni tangga bersama dengan istrinya.
Sampai di taman belakang Devano tersenyum dia duduk di atas ayunan yang ada di sana bersama dengan Adara dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu istrinya.
"Sini tangannya Ra." Kata Devano
Adara membiarkan tangannya digenggam oleh Devano dan pria itu bukan sekedar menggenggam dia juga mengusap sayang tangannya.
"Gak sabar nunggu baby nya lahir." Kata Devano
Adara tertawa ketika mendengarnya, tapi mertuanya memang bilang Devano suka anak kecil meskipun dia terlihat cuek Devano suka sekali dengan anak kecil makanya anak-anak Sahara sangat menempel padanya.
"Mau punya baby mau gendong mereka mau lihat wajah lucunya." Kata Devano lagi
"Baru satu bulan Van." Kata Adara
"Adara harus sehatt." Kata Devano
"Kamu juga." Kata Adara
Adara memeluk suaminya itu dari samping membuat Devano tersenyum senang.
"Waktu Vina habis nikah aku kesepian banget gak ada teman yang bisa aku ganggu, gak ada yang bisa aku pelukin, gak ada yang bisa aku ajak manja manjaan, tapi sekarang udah ada Adara orangnya." Kata Devano
Adara tersenyum ketika mendengarnya.
"Aku sayangg banget sama kamu Ra"
Devano mengatakan itu sambil mencium sayang puncak kepalanya membuat Adara merasa jantungnya berdegup semakin cepat dari biasanya.
Dia memeluk lengan Devano dengan sayang dan menikmati hari mereka bersama.
°°°°
Yuhuuu aku updateeee🥰