My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (63)



Sepanjang perjalanan Devina masih menangis sambil memeluk kembarannya dengan sangat erat dan memanggil pelan Daddy nya karena merasa takut. Saat Intan menelpon Devano langsung berlari dan meminta Alex untuk membawa mobilnya ke gerbang belakang jampus.


Keadaan Devina jauh dari kata baik-baik saja sekarang karena gadis itu terus menangis dan meracau memanggil Daddy nya. Sungguh Devano merasa sesak melihatnya dia ingin segera sampai dan membawa Devina ke kamar membaringkannya lalu menenangkannya bersama orang tuanya.


Dia sudah menelpon orang tuanya dan Daffa tadi sangat cemas hingga dia langsung pulang dari kantor ketika Devano menelpon. Setelah diperjalanan cukup lama karena macet akhirnya mobil Devano berhenti di rumah dan pria itu langsung turun dari monil sambil menggendong Devina.


Masuk ke dalam Fahisa langsung berlari menghampiri anaknya dan mengikuti mereka ke kamar Devina. Membaringkan tubuh Devina di ranjang mereka dapat melihat keringat dingin yang mengalir di tubuh Devina serta sorot mata penuh ketakutan yang terpancar disana.


"Daddy"


"Vina ini Mommy sayang." Kata Fahisa


"Enggak"


Devina menarik tangannya ketika Fahisa menyentuhnya, dia sangat takut.


"Devano kenapa Vina bisa seperti ini?" Tanya Fahisa


"Vano gak tau Mom tadi temannya menelpon dan minta Vano ke gerbang belakang kampus." Kata Devano


"Disana tempat Devina diculik kan? Mungkin Devina kembali mengingatnya." Kata Alex membuat keduanya menatap pria itu bersamaan


Benar!


Menghela nafasnya pelan Fahisa mendekat dan mengusap pelan kepala anaknya, tapi Devina malah semakin ketakutan.


"Sayang"


"Enggak Daddy"


"Ini Mommy." Kata Fahisa


Devina tidak memberikan tanggapan apapun, tapi Fahisa terus mengusap kepalanya dengan sayang dan Devano hanya diam sambil menatapnya. Sekali lagi Devano melihat Devina yang ketakutan dan sangat berantakan.


Dia merasa sesak.


Tak lama setelahnya pintu kamar terbuka Daffa masuk dengan nafas terengah dan dia langsung berjalan mendekat ke ranjang anaknya membuat Fahisa berdiri. Duduk di tepian ranjang Daffa melihat anaknya yang terlihat begitu ketakutan.


Tadi dia sedang di kantor Keenan makanya butuh waktu sedikit lebih lama untuk sampai ke rumah.


Menyentuh pipi Devina dengan tangannya Daffa merasakan kalau tangannya di tepis dengan kuat bersamaan dengan Devina yang bangun dan bergerak mundur.


"Vina"


"Daddy tolong Vina takut." Kata Devina dengan mata yang menutup


"Vina hey sayang." Kata Daffa sambil menyentuh pundaknya


"Enggak"


"Devina ini Daddy sayang." Kata Daffa dengan suara lebih kuat


Mata Devina terbuka dia menatap mata Daffa dengan berkaca-kaca lalu memeluknya dan kembali menangis.


"Daddy"


"Iya sayang ini Daddy." Kata Daffa sambil membalas pelukan itu dan mengusap sayang kepala anaknya


"Daddu takut." Kata Devina pelan


"Sst tenang sayang Daddy ada disini." Kata Daffa dengan penuh kelembutan


"Vina.. Vina takut." Kata Devina lagi


"Daddy disini sayang." Kata Daffa lagi


Devina diam sambil menangis pelan dan memeluk Daffa dengan sangat erat.


"Vano kenapa bisa sampai begini? Vina udah lama lupa." Kata Daffa


"Vano enggak tau pastinya Dad hanya saja tadi temannya Vina menelpon dan minta aku ke gerbang belakang kampus mungkin Devina ingat kejadian itu lagi." Kata Devano membuat Daffa menghela nafasnya pelan


Mencium puncak kepala anaknya dengan sayang Daffa melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Devina sambil tersenyum.


"Daddy ada disini jangan takut." Kata Daffa sambil menghapus air mata di pipi anaknya


"Vina takut"


"Jangan takut hmm? Daddy akan temabi Vina disini ya?" Kata Daffa


Devina mengangguk dan kembali memeluk Daddy nya membuat Daffa tersenyum tipis.


"Vano kamu masih ada jam atau tidak? Kalau masih ada ke kampus lagi sa...."


Alex juga tidak bisa mengatakan apapun, dia sangat tau kalau Devano tidak akan pernah fokus jika Devina sedang dalam kondisi yang tidak baik.


"Lex ka kampus lagi bawa mobil gue aja." Kata Devano


"Oke, sampein salam gue ke Vina kalau dia udah baikan." Kata Alex


"Thanks Lex udah bantuin gue." Kata Devano


"Next time Van bilang aja kalau butuh bantuan." Kata Alex


Sebelum pergi Alex berpamitan pada Daffa serta Fahisa yang juga mengucapkan terima kasih padanya lalu dia bergegas kembali ke kampus karena masih ada dua mata kuliah lagi. Setelah Alex pergi Devano ikut duduk di tepian ranjang dan menatap Devina yang sekarang sudah berhenti menangis.


"Fahisa ambilkan minum untuk Devina mungkin dia butuh minum." Kata Daffa


"Iya Ma..."


"Vano aja." Kata Devano


Devano bergegas turun ke bawah untuk mengambilkan minum dan meninggalkan Devina bersama kedua orang tuanya.


Kembali melepaskan pelukannya Daffa mengusap kepala anaknya dengan sayang dan tersenyum pada Devina yang menatapnya.


"Vina aman ada Daddy sama Mommy dan Vano juga." Kata Daffa


Devina diam tidak memberikan tanggapan apapun hingga dia menoleh ketika mendengar suara pintu yang terbuka. Ada Devano yang berjalan mendekat ke arahnya lalu memberikan segelas air padanya.


Tangan Devina mengambil gelas itu lalu meminumnya hingga tersisa setengah.


"Lebih baik sayang?" Tanya Fahisa


Devina mengangguk singkat sebagai jawaban.


"Vano"


"Iya? Kamu butuh sesuatu Vin?" Tanya Devano


"Temenin Vina tidur." Kata Devina pelan


Mendengar hal itu Daffa tersenyum lalu mencium kening anaknya sebelum beranjak dari tempatnya dan Fahisa juga melakukan hal yang sama.


"Kalau ada apa-apa kasih tau Daddy sama Mommy." Kata Daffa


Devano mengangguk lalu menatap kedua orang tuanya yang keluar dari kamar.


Setelah kedua orang tuanya pergi Devano menghampiri kembarannya dan naik ke atas ranjang membuat Devina mendekat lalu memeluknya. Membalas pelukan itu dengan sayang Devano mengusap rambut kembarannya dan membiarkan Devina memeluknya.


"Mau tidur?" Tanya Devano


"Heem mau." Kata Devina pelan


Devina melepaskan pelukannya lalu merebahkan dirinya di ranjang dan Devano ikut berbaring disampingnya. Menatap Devano dengan mata dipenuhi kesedihan Devina mendekat dan memeluk kembarannya lagi.


"Vina takut"


"Kamu kenapa bisa ada disana?" Tanya Devano


"Tadi Bella sama Vina mau ke foto copyan awalnya Vina biasa aja, tapi waktu udah dekat Vina takut dan minta Bella untuk pergi ke foto copyan depan aja." Kata Devina


"Terus kenapa gak ke depan?" Tanya Devano


"Bella gak mau dia malah marah sama Vina." Kata Devina membuat Devano mengeraskan rahangnya ketika mendengar itu


Berani sekali gadis itu memarahi Devina?


"Sekarang jangan takut aku ada disini." Kata Devano


Devina mengangguk singkat dan mengeratkan pelukannya sambil menyandarkan kepalanya di dada Devano lalu memejamkan matanya.


"Vano jangan tinggalin aku." Kata Devina


"Enggak, aku disini Vina." Kata Devano


"Vano nyanyiim aku sampai tidur." Kata Devina


Tersenyum singkat Devano bersenandung pelan dan bernyanyi untuk kembarannya.


Perlahan Devina pergi ke alam mimpinya dengan ditemani suara merdu kembarannya.


¤¤¤


Hai aku update lagiii hehee😚