My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (68)



"Masih belum ngantuk?"


Pertanyaan itu membuat Devina mendongak untuk menatap kembarannya lalu menggelengkan kepalanya pelan, dia belum mengantuk dan masih betah berada di pelukan Devano yang menenangkan. Sekarang sudah pukul sebelas malam yang artinya sudah satu jam mereka berada di tempat uang sama dan dengan berpelukan juga.


Sama sekali tidak ada percakapan keduanya hanya diam sambil berpelukan, mungkin sibuk dengan pikirannya masing-masing. Ada banyak sekali orang termasuk teman-temannya yang mengatakan bahwa Devano adalah sosok yang sangat membuat iri.


Setiap melihat betapa perhatiannya Devano pada Devina dan bagaimana cara pria itu memperlakukannya membuat orang-orang tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa iri, mereka juga ingin memiliki sosok seperti Devano di hidup mereka.


"Udah malam tau Vin kamu harus tidur." Kata Devano


"Tapi, belum ngantuk." Kata Devina sambil melepaskan pelukannya dan menatap Devano


Devano menatap kembarannya itu dengan senyuman lalu menangkup kedua pipinya.


"Cantik banget sih kembaran aku." Kata Devano


"Cantik beneran?" Tanya Devina


"Iyalah masa bohong." Kata Devano


"Vano juga gantengg." Kata Devina


"Gantengan aku apa Ziko?" Tanya Devano membuat Devina terdiam dan terlihat sedang berpikir


"Emm gantengan Daddyy." Kata Devina sambil tertawa kecil


"Katanya aku ganteng." Kata Devano


"Emang ganteng si Intan juga bilang kamu ganteng banget." Kata Devina


"Intan teman kamu?" Tanya Devano


"Iyaa Intan yang kayak Mona ituu tau kan?" Tanya Devina


"Hmm tau"


"Dia bilang Vano ganteng, tapi Vano memang ganteng pasti karena Daddy juga ganteng, jadi nurun ke Vano juga." Kata Devina dengan senyuman


Devano hanya tersenyum lalu mencubit gemas pipinya.


"Tidur ah udah malam." Kata Devano


"Ish belum ngantuk." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal


"Aku temenin sampai tidur." Kata Devano


"Hmm ayokk"


"Yaudah yuk ke kamar kamu." Ajak Devano


Mengangguk patuh keduanya pergi ke kamar Devina yang bersebelahan dengan kamar Devano lalu masuk ke dalam, tapi sebelum itu Devina meminta kembarannya untuk menunggu dulu.


"Vano tunggu dulu sebentar ya? Aku mau ganti baju di kamar mandi dan cuci muka." Kata Devina


Setelah mengatakan hal itu Devina berlari ke kamar mandi dan meninggalkan Devano yang sekarang duduk di tepian ranjang. Sambil menunggu Devina dia mengalihkan pandangannya ke berbagai sudut di kamar kembarannya hingga matanya menangkap foto mereka berdua yang terbingkai rapih dan ada di dekat nakas.


Tersenyum tipis Devano mengambilnya dan mengusap lembut foto itu dengan tangannya, dia masih ingat kapan foto itu diambil.


'Vina ayo sayang poto sama Vano'


'Enggak mau! Vano nakal dia nakall nakal'


'Vina ayo dong untuk kenang-kenangan loh foto ya?'


'Enggak mauuu'


'Nanti Daddy belikan mainan baru'


'Em janji?'


'Janji, sekarang berdiri disamping Devano ya?'


Wajah Devina cemberut di poto itu karena dia memang awalnya enggan untuk mengambil gambar bersamanya karena ngambek. Waktu itu usia mereka sekitar lima tahun dan mereka sedang jalan-jalan ke Bali ketika sedang liburan.


Lucu sekali kalau mengingat bahwa Devina merajuk karena Devano yang meledeknya ketika Devina baru cabut gigi dan giginya ompong. Dari dulu Devina memang sangat menggemaskan bahkan sekarang dia lebih menggemaskan.


Ya ampun Devano selalu ingin tertawa kalau mengingat Devina yang masih kecil.


Saat suara pintu yang dibuka terdengar Devano menoleh dan melihat Devina yang baru keluar dari kamar mandi lalu menghampirinya dengan pakaian yang sudah berganti dengan piyama berwarna biru muda.


"Vano ngapain?" Tanya Devina


"Lihat foto ini, masih kamu simpan? Dulu kamu gak suka banget lihat fotonya." Kata Devano sambil tertawa kecil


"Masih Vina simpan hehe bener tau kata Mommya itu untuk kenang-kenangan, aku suka lihatnya sekarang." Kata Devina


"Kamu ompong." Kata Devano sambil tertawa kecil


"Ish sekarang udah enggak." Kata Devina sambil menunjukkan barisan giginya


"Iya enggak." Kata Devano


Meletakkan kembali poto itu ditempatnya Devano meraih tangan Devina dan meminta kembarannya untuk segera tidur karena malam yang semakin larut. Tidak menolak Devina ikut dan berbaring di atas ranjangnya dengan Devano yang tidur disampingnya.


Mereka saling berhadapan Devano menatap kembarannya itu dengan senyuman dan mengusap sayang pipinya.


"Kamu jangan pernah sedih atau terluka ya? Aku gak pernah mau melihat hal itu terjadi sama kamu Vin." Kata Devano


"Iya, Vano juga harus gitu ya?" Kata Devina


"Hmm aku selalu nurut sama semua perkataan kamu." Kata Devano


"Kenapa Vano sayang banget sama aku?" Tanya Devina


"Karena kamu kembaran aku dan karena aku memang sayang sama kamu." Kata Devano


Devano tersenyum lalu memeluk Devina dan membiarkan kembarannya itu bersandar di dadanya.


"Besok kan libur kita jogging yuk?" Ajak Devano


"Emm boleh"


"Bangunnya pagi ya?" Kata Devano


"Iyaaa"


"Sekarang tidur." Kata Devano


"Em Vano cium aku dulu." Kata Devina dengan manja


Tersenyum manis Devano mendekatkan wajahnya lalu mencium kening Devina dengan sayang dan kembali memeluknya.


Mereka benar-benar terikat satu sama lain.


¤¤¤


"Vin bangun, katanya mau jogging"


Devina menggeliat pelan dalam tidurnya ketika merasa bahwa tidur nyenyaknya terus diusik dan perlahan dia membuka matanya lalu melihat Devano yang sudah ada di dekatnya. Kembarannya itu sudah siap dengan celana selutut juga kaos berwarna putih dengan lengan pendek dan sepatu olahraganya juga.


Saat Devina ingin bangun Devano membantunya lalu mencubit pelan pipinya hingga membuat Devina merengek pelan dan memukul lengannya. Bukan marah Devano justru tertawa dan melakukannya lagi, mencubit pipi kembarannya agar dia benar-benar bangun.


"Ihh Vanooo"


"Ayok katanya mau ikut jogging." Kata Devano


Melirik jam yang menempel di dinding Devina melihat kalau sekarang baru pukul setengah enam.


"Ih kepagiann"


"Mana ada Vina ini malah udah siang." Kata Devano


"Ngantukk"


"Yaudah kalau kamu ngantuk tidur aja lagi gak papa, aku jogging dulu ya? Nanti kamu kalau udah bangun langsung mandi." Kata Devano


Melihat kembarannya ingin pergi Devina langsung menahan tangannya dan mengatakan kalau dia akan ikut.


"Tungguinn"


"Iya"


Pergi ke arah lemari Devina mengambil kaos juga celana lalu pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Sekitar sepuluh menit Devina keluar dengan wajah yang lebih segar karena habis cuci muka.


"Udah?"


Devina mengangguk dan menyambut uluran tangan Devano lalu keduanya bersama-sama keluar dari kamar. Sampai di dapur mereka melihat Fahisa yang sudah sibuk di dapur dan langsung menghampirinya.


"Mom aku sama Vina mau jogging bentar ya?" Kata Devano


Fahisa menoleh lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Iya sayang"


Setelahnya mereka keluar rumah dan mulai jogging dengan tujuan yang selalu sama, taman. Biasanya Devano pasti akan memiliki tujuan yang lebih jauh dari taman, tapi tidak kalau dia bersama dengan Devina.


Menit demi menit berlalu sudah lima belas menit mereka berlari kecil hingga Devina meminta untuk istirahat.


Selalu ada istirahat kalau Devano melakukannya bersama dengan Devina.


"Vin"


"Emm"


"Daddy minta aku ikut dia ke singapura." Kata Devano membuat Devina langsung menatapnya dengan wajah terkejut


"Enggakk!"


"Daddy yang minta." Kata Devano


"Enggak mauu pokoknya enggak boleh, kenapa Daddy ajakin Vano aja? Kenapa gak ajakin Vina juga?" Tanya Devina pelan


"Daddy bilang ada urusan bisnis dan Daddy ajak aku katanya sekalian aku belajar." Kata Devano


"Lama gak?" Tanya Devina sedih


"Belum tau Vin Daddy cuman bilang gitu aja." Kata Devano


"Nanti Vina mau ketemu Daddy! Vina mau maksa ikutt." Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal


"Jangan cemberut." Kata Devano


"Vano sih ngomong gituuu." Keluh Devina


"Iya iya maaf udah ah senyum." Kata Devano sambil mengacak rambut Devina dengan gemas


"Ish berantakan." Kata Devina


Tertawa kecil Devano merapihkan rambut kembarannya menggunakan tangan lalu mengajaknya untuk lanjut lagi karena sudah dekat.


"Yuk"


Devina masih cemberut, tapi tetap menyambut uluran tangan kembarannya.


¤¤¤


Aku update dengan membawa Vano-Vinaa💞